Ospek siapa takut….

Perjuangan atau penderitaan yang ada dalam masa orientasi Mahasiswa Baru????.……….begitu banyak tanggapan di berbagai media mengenai ospek atau lebih kasarnya disebut sebagai perploncoan seperti tulisan berikut yang diambil dari Akhmadguntur.com:

Sesuai dengan namanya, apakah tujuan awal dari Ospek adalah untuk membantu mahasiswa baru mengenal program studi dan kampusnya? Iya, memang. Tapi bukan itu yang jadi pertimbangan kenapa perploncoan menjadi bagian lekat darinya. Dalam maksud saya menawarkan alternatif atau modifikasi dari model ospek yang ada, saya merasa akan lebih adil kiranya untuk terlebih dahulu menilik baik-baik maksud dan logika pembentukan budaya perploncoan ini. Jangan hanya mencela tanpa berusaha memahami, karena di balik aktivitas yang unik ini pasti ada motif baik yang bisa kita temukan. Tidak mungkin perploncoan bisa menjadi budaya bila bukan karena kemanfaatan positif yang bisa dihasilkan darinya.


Perlu kita ketahui bahwa fenomena Ospek dengan perploncoan ini juga terjadi di negara-negara lain (silahkan googling dg keyword initiation ceremonies). Konsep Ospek Perploncoan sudah dikenal sejak lama. Suku Thonga dari Afrika Selatan adalah salah satu suku tertua yang masih memelihara tradisi perploncoan untuk anak lelaki yang ingin mendapat pengakuan sebagai seorang lelaki dewasa.

Ketika seorang bocah telah berusia antara 10 hingga 16 tahun, dia dikirim oleh orang tuanya di “curcumcision school” yang diselenggarakan tiap 4 atau 5 tahun sekali. Ritual inisiasi ini dimulai dengan berlarinya setiap bocah dalam garis panjang yang di sana telah berbaris para lelaki dewasa yang akan memukuli mereka dengan tongkat kayu di sepanjang perjalanan. Di akhir perjalanan, baju sang bocah akan dilucuti dan rambutnya dicukur habis. Dia lalu harus menjalani tiga bulan masa inisiasi untuk menjalani enam ujian utama: dipukuli (oleh lelaki dewasa yang telah dilantik), bertahan dalam cuaca dingin tanpa baju dan selimut, kehausan, makan makanan yg sungguh tak enak & layak, dihukum (semisal dg meremukkan jari ketika ketahuan melanggar aturan), dan terancam tewas selama menjalani ritual. Semua ini mengingatkan saya pada cerita di film 300! di mana pemuda Spartan harus menjalani masa2 dengan ritual inisiasi yang mirip dengan suku Thonga ini.

Senior yg melakukan ospek seperti ini mustinya punya tujuan baik. Sekarang tinggal kita telusuri lagi bagaimana sih kok bisa perploncoan yang kayak gini bisa dibilang punya manfaat positif. [foto diambil dari koleksi mas Dhana]


Perlu kita ketahui bahwa fenomena Ospek dengan perploncoan ini juga terjadi di negara-negara lain (silahkan googling dg keyword initiation ceremonies). Konsep Ospek Perploncoan sudah dikenal sejak lama. Suku Thonga dari Afrika Selatan adalah salah satu suku tertua yang masih memelihara tradisi perploncoan untuk anak lelaki yang ingin mendapat pengakuan sebagai seorang lelaki dewasa.

Ketika seorang bocah telah berusia antara 10 hingga 16 tahun, dia dikirim oleh orang tuanya di “curcumcision school” yang diselenggarakan tiap 4 atau 5 tahun sekali. Ritual inisiasi ini dimulai dengan berlarinya setiap bocah dalam garis panjang yang di sana telah berbaris para lelaki dewasa yang akan memukuli mereka dengan tongkat kayu di sepanjang perjalanan. Di akhir perjalanan, baju sang bocah akan dilucuti dan rambutnya dicukur habis. Dia lalu harus menjalani tiga bulan masa inisiasi untuk menjalani enam ujian utama: dipukuli (oleh lelaki dewasa yang telah dilantik), bertahan dalam cuaca dingin tanpa baju dan selimut, kehausan, makan makanan yg sungguh tak enak & layak, dihukum (semisal dg meremukkan jari ketika ketahuan melanggar aturan), dan terancam tewas selama menjalani ritual. Semua ini mengingatkan saya pada cerita di film 300! di mana pemuda Spartan harus menjalani masa2 dengan ritual inisiasi yang mirip dengan suku Thonga ini.

Lalu seperti apa masa orientasi di kampus kami “MIPA UNSOED”??????

rias

Yupz masih tanda tanya besar,lalu seperti apa yang akan kita sampaikan kepada teman2 2009 nanti….adalah suatu hak dan kewajiban yang harus dimiliki seorang mahasiswa dan pengangkatan isu sangat penting dalam hal ini adalah “Demokrasi dan Komersialisasi di Kampus”

Perjuangan bersama lebih dari 80 orang panitia yang tergabung dalam suatu kepanitian Sains ‘09 akan membuat sebuah konsep yang sangat bagus dan bermanfaat untuk teman-teman 2009.

Jawablah sebuah tanda tanya besar disamping kita teman – teman Sains’09 untuk menuju perubahan yang lebih baik…..

Walau kepastian belum ditangan tapi tetap maju para pejuang untuk adik-adik kita….

Semangat untuk semua kepanitiaan Sains’09

OSPEK SIAPA TAKUT……..

And buat temen-temen 2009 yang ntar ppada mau ospek ne ada tips’y juga lh,so g perlu khawatir karena maksud dari kakak kalian adalah yang terbaik untuk kalian….

Tips Saat Ospek Berlangsung……
1. Datanglah tepat waktu karena hal itu akan membantu kalian supaya terbiasa lebih disiplin

2. Kerjakan tugas-tugas degan baik karena itu akan melatih kalian untuk menghadapi banyaknya tugas-tugas di dunia kampus,,,,tapi jangan lupa pikirkan kenapa tugas tersebut diberikan karena panitia tidak akan memberikan tugas tanpa ada maksudnya….

3. Jangan pernah menyerah dalam setiap tantangan yang diberikan karena kalian dilatih untuk lebih kritis dan peka terhadap kondisi yang kalian alami….

4. tetap kompak dengan teman seangkatan anda jika anda digertak senior,
5. tabah dengan ucapan kata-kata kotor, seperti “lumpur, debu” dll

6. fisik disiapkan bro…..

7. ospek itu nikmat kalo udah selesai, jadi bawa nyantai aja….

potret perploncoan dalam ospek yang sangat mengenaskan…..“jadi ini dijamin tidaka akan terjadi sama kalian para new saintist MIPA UNSOED….”

images

SDS

So diwaktu yng semakin mendekati ospek ini semoga tujuan dan perjuangan kita murni untuk membantu temen-temen dari 2009….

HIDUP MAHASISWA……!!!!!!!!!!! Say welcome untuk Mahasiswa 2009 ke dunia perjuangan mahasiswa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s