material

Bandotan

(Ageratum conyzoides L.)

Sinonim :
A. ciliare Lour. (non Linn), A. cordifolium Roxb.

Familia :
compositae (asteraceae).

Uraian :
Bandotan tergolong ke dalam tumbuhan terna semusim, tumbuh tegak atau bagian bawahnya berbaring, tingginya sekitar 30-90 cm, dan bercabang. Batang bulat berambut panjang, jika menyentuh tanah akan mengeluarkan akar. Daun bertangkai, letaknya saling berhadapan dan bersilang (compositae), helaian daun bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1-10 cm, lebar 0,5-6 cm, kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak di permukaan bawah daun, warnanya hijau. Bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, warnanya putih. Panjang bonggol bunga 6-8 mm, dengan tangkai yang berambut. Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Bandotan dapat diperbanyak dengan biji. Bandotan berasal dari Amerika tropis. Di Indonesia, bandotan merupakan tumbuhan liar dan lebih dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma) di kebun dan di ladang. Tumbuhan ini, dapat ditemukan juga di pekarangan rumah, tepi jalan, tanggul, dan sekitar saluran air pada ketinggian 1-2.100 m di atas permukaan laut (dpl). Jika daunnya telah layu dan membusuk, tumbuhan ini akan mengeluarkan bau tidak enak.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Sumatera: bandotan, daun tombak, siangit, tombak jantan, siangik kahwa, rumput tahi ayam. Jawa: babadotan, b. leutik, babandotan, b. beureum, b. hejo, jukut bau, ki bau, bandotan, berokan, wedusan, dus wedusan, dus bedusan, tempuyak. Sulawesi: dawet, lawet, rukut manooe, rukut weru, sopi. NAMA ASING : Sheng hong ji (C), bulak manok (Tag.), ajganda, sahadevi (IP), billy goat weed, white weed, bastard agrimony (I), celestine, eupatoire bleue. NAMA SIMPLISIA: Agerati Herba (herba bandotan), Agerati Radix (akar bandotan).


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Herba ini rasanya sedikit pahit, pedas, dan sifatnya netral. Bandotan berkhasiat stimulan, tonik, pereda demam (antipiretik), antitoksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretik), dan pelumuh kentut (kaiminatit). Daun bandotan dapat digunakan pula sebagai insektisida nabati. Selain Ageratum conyzoide.s L., terdapat bandotan varietas lain yang mempunyai khasiat yang sama, yaitu Ageratum haoustonianum Mill. Ekstrak daun bandotan (5% dan 10%) dapat memperpanjang siklus birahi dan memperlambat perkembangan folikel mencit betina (virgin dan non virgin). Namun, tidak berefek pada uterus, vagina, dan liver. Setelah masa pemulihan, siklus birahi dan perkembangan folikel kembali normal. Tidak ada perbedaan efek antara mencit virgin dan non virgin selama perlakuan (Yuni Ahda, JF FMIPA UNAND, – 1993). Ekstrak daun bandotan dalam minyak kelapa dosis 20% tidak memberikan efek penyembuhan luka. Namun, pada dosis 40% dan 80% dapat menyembuhkan luka secara nyata sesuai dengan peningkatan dosis. Bahkan, efek penyembuhan luka pada dosis 80% tidak berbeda nyata dengan yodium povidon 10% (Eliza Magdalena, JF FMIPA UI, 1993).

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN Bagian yang digunakan untuk obat adalah herba (bagian di atas tanah) dan akar. Herba yang digunakan berupa herba segar atau yang telah dikeringkan. INDIKASI: Herba bandotan berkhasiat untuk pengobatan: demam,malaria, sakit tenggorok, radang paru (pneumonia), radang telinga tengah (otitis media), perdarahan, seperti perdarahan rahim, luka berdarah, dan mimisan, diare, disentri, mulas (kolik), muntah, perut kembung, keseleo, pegal linu, mencegah kehamilan, badan lelah sehabis bekerja berat, produksi air seni sedikit, tumor rahim, dan perawatan rambut. Akar berkhasiat untuk mengatasi :demam. CARA PEMAKAIAN Untuk obat yang diminum, rebus 15 – 30 g herba kering atau 30 -60 g herba segar. Cara lain tumbuk herba segar, lalu peras dan air perasannya diminum. Untuk pemakaian luar, tumbuk herba segar sampai halus. Selanjutnya, campurkan minyak sayur sedikit dan aduk sampai rata, lalu bubuhkan pada luka yang masih baru, bisul, eksim, dan penyakit kulit lainnya (seperti kusta/lepra). Cara lain, giling herba kering menjadi serbuk, lalu tiupkan ke kerongkongan penderita yang sakit tenggorokan. Selain itu, daun segar dapat diseduh dan air seduhannya dapat digunakan untuk membilas mata, sakit perut, dan mencuci luka. CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT: Sakit telinga tengah akibat radang Cuci herba bandotan segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Hasilnya, peras dan saring. Gunakan air perasan yang terkumpul untuk obat tetes telinga. Sehari 4 kali, setiap kali pengobatan sebanyak 2 tetes. Luka berdarah, bisul, eksim Cuci herba bandotan segar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Turapkan ramuan ke bagian tubuh yang sakit, lalu balut dengan perban. Dalam sehari, ganti balutan 3-4 kali. Lakukan pengobatan ini sampai sembuh. Bisul, borok Cuci satu tumbuhan herba bandotan segar sampai bersih. Tambahkan sekepal nasi basi dan seujung sendok teh garam, lalu giling sampai halus. Turapkan ke tempat yang sakit, lalu balut dengan perban. Rematik( istilah kedokteran : reumatik), bengkak karena keseleo Sediakan satu genggam daun dan batang muda tumbuhan bandotan segar, satu kepal nasi basi, dan 1/2 sendok teh garam. Selanjutnya, cuci daun dan batang muda sampai bersih, lalu tumbuk bersama nasi dan garam. Setelah menjadi adonan seperti bubur kental, turapkan ramuan ke bagian sendi yang bengkak sambil dibalut. Biarkan selama 1-2 jam, lalu balutan dilepaskan. Lakukan perawatan seperti ini 2-3 kali sehari. Perdarahan rahim, sariawan, bisul, bengkak karena memar Rebus 10-15 g herba bandotan dalam dua gelas air bersih sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari. Tumor rahim Rebus 30-60 g herba bandotan kering segar atau 15-30 g herba kering dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Selain direbus, herba segar dapat juga ditumbuk. Air rebusan atau air perasannya diminum satu gelas sehari. Sakit tenggorokan (1) Cuci 30-60 g daun bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya, peras dan saring. Tambahkan larutan gula batu ke dalam air perasan secukupnya dan aduk sampai rata. Minum ramuan dan lakukan tiga kali sehari. (2) Cuci daun bandotan secukupnya, lalu jemur sampai kering. Selanjutnya, giling sampai menjadi serbuk. Tiupkan serbuk ke dalam tenggorokan penderita. Malaria, influenza Rebus 15-30 g herba bandotan kering dalam dua gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari. Perut kembung, mulas, muntah Cuci satu buah tumbuhan bandotan ukuran sedang sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini 2-3 kali sehari sampai sembuh. Perawatan rambut Cuci, daun dan batang bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan hasil tumbukan ke seluruh kulit kepala dan rambut. Tutup kepala dengan sepotong kain. Biarkan selama 2-3 jam. Selanjutnya, bilas rambut d

Komposisi :
Herba bandotan mengandung asam amino, organacid, pectic substance, minyak asiri kumarin, ageratochromene, friedelin, ß-sitosterol, stigmasterol, tanin, sulfur, dan potassium chlorida. Akar bandotan mengandung minyak asiri, alkaloid, dan kumarin

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=203




4 comments on “material

  1. INFORMASI JAMU
    LABU MERAH
    (Cucurbita moschata)

    Latin : Cucurbita moschata / Pepo indicus
    Indonesia : Labu Merah / Waluh / Labu Manis
    English : Pumpkin

    FAMILIA : Cucurbitaceae

    Wilayah :
    Tanaman ini dianggap berasal dari Ambon (Indonesia), kini ditanam di Cina dan di seluruh kepulauan melayu dan bahkan di negara lainnya. Di Indonesia biasanya ditemukan tumbuh liar di di halaman dan di ladang sebagai tanaman untuk sayur.

    Uraian :
    Tanaman merambat ini memiliki daun yang besar, berbentuk jantung di bagian kaki daun, berbulu panjang dan memiliki keIenjar di bagian bawah. Bunga jantan, terutama bunga betina terbagi 5 bagian dan berwarna hijau muda atau kuning. Buahnya besar dan warnanya bervariasi (buah muda berwarna hijau sedangkan yang lebih tua kuning pucat); daging buahnya bentuknya tebal sekitar 3 cm dan rasanya agak manis. Biji yang masak dapat dimakan sebagai kwaci setelah dipanggang.

    Kandungan kimia :
    Buah pada tanaman ini mengandung zat-zat : lemak dan zat yang dapat mematikan cacing pita.

    Kegunaan :
    Buahnya dipakai sebagai obat pencahar dan lunak. Air perasan buah biasanya dipakai untuk mengobati luka akibat racun binatang. Sekitar 500-800 buah biji dalam bentuk benih segar tanpa kulit bisa digunakan sebagai obat cacing pita untuk orang dewasa. Kadang-kadang diberikan sebagai emulsi(diminum beserta obat pencahar), setelah dicampur dengan air. Pengobatan demikian amat berkhasiat dan aman tanpa efek sampingan. Bubuk benih halus telah dipakai dalam schistosomiasis akut (diberikan 3 hari sekali pada pasien selama sebulan) dan ternyata penderita berhasil mendapatkan kemajuan sebanyak 75%. Biji-biji itu dikenal sebagai Semen Cucurbitae (Biji Waluh; Biji Labu Merah), yang kaya akan minyak dan dianjurkan sebagai obat cacing pita.

    Kegunaan lain :
    1. Digigit serangga berbisa (daging buah dan getahnya)
    2. Disentri
    3. Sembelit

  2. Manfaat Kopi
    Secangkir kopi bagi saya adalah sebuah awal dari segalanya. Bukan berlebihan atau mengada-ada, tapi memang sejak dulu saya bisa dikatakan maniak terhadap jenis minuman yang satu ini. Dalam sehari mungkin saya bisa menghabiskan bergelas-gelas kopi, pagi, siang, sore, dan malam hari. Iseng-iseng saya mencari artikel tentang beberapa manfaat kopi untuk kesehatan, tentu saja ini mungkin bisa dikatakan hanya sebuah retorika pembelaan diri. Tapi saya pikir ini patut kita ketahui juga dan menjadi pengetahuan yang mungkin suatu saat akan bermanfaat.

    Berikut beberapa point dan manfaat dari secangkir minuman yang bernama kopi, yang berhasil saya rangkum dari berbagai sumber :

    1. Delapan puluh persen orang dewasa di dunia minum kopi sedikitnya sekali sehari. Wow, saya banyak temannya!😉
    2. Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Selain pada kopi, kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh, cola, coklat, minuman berenergi (energy drink), cokelat, maupun obat-obatan.
    3. Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.
    4. Kafein mencegah gigi berlubang. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies, cake coklat yang lezat, permen rasa buah atau sepotong roti manis. Joe Vinson, Ph.D., dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang.
    5. Kafein mengurangi derita sakit kepala. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. Menurut Seimur Diamond, M.D., dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Jadi, sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein.
    6. Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.
    7. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama.
    8. Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik.
    9. Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis).
    10. Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga, rangsangan, mood dan konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein.
    11. Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA.
    12. Kafein juga melindungi jantung dan kanker.
    13. Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS.
    14. Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi.
    15. Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio, dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburankaum adam.

  3. Melati Ringankan Sesak Nafas PDF Cetak E-mail
    Senin, 19 Januari 2009 16:33
    Jakarta – Jika Anda menyangka melati hanya sebatas bunga hias, maka Anda salah. Melati yang memiliki nama latin jasminum sambac termasuk tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum, sering digunakan untuk berbagai kebutuhan.

    Melati, dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian sekitar 600-800 meter diatas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara stek. Tunas-tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu.

    Melati mengandung senyawa-senyawa unsur kimia yang besar manfaatnya untuk pengobatan antara lain indol, benzyl, dan livalylacetaat.

    Daun dan bunga melati juga terbukti dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit seperti kelebihan air susu ibu (ASI), sakit mata, demam, sakit kepada dan sesak nafas.

    Melati dikenal dengan berbagai nama seperti Jasmine (Inggris), Jasmin (Perancis), Yasmin (Arab), Melati (Indonesia), Melur (Jawa), Malati (Sunda), Malate (Madura) dan Menuh (Bali).

    Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengambil manfaat melati, antara lain:

    * Menghentikan ASI yang keluar berlebihan. Caranya, ambil satu genggam daun melati kemudian bahan tersebut dihaluskan. Kemudian tempel di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.
    * Sakit mata (mata merah atau belek). Ambil segenggam daun melati lalu dihaluskan. Tempelkan di dahi, apabila sudah kering diganti baru, ulangi sampai sembuh.
    * Bengkak akibat serangan lebah. Ambil satu genggam bunga melati. Remas-remas sampai halus, lalu tempelkan pada bagian tubuh yang disengat lebah.
    * Demam dan sakit kepala. Ambil satu genggam daun melati, 10 bunga melati. Kemudian diremas-remas dengan tangan dan direndam dalam air. Gunakan air rendaman sebagai kompres pada dahi.
    * Sesak napas. Ambil 20 lembar daun melati dan garam secukupnya. Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring. Tempel di dada, setiap pagi sebelum mandi. rplk

  4. CIPLUKAN
    http://tanamanherbal.wordpress.com/2007/12/15/ciplukan/

    Merupakan tumbuhan semusim, biasanya ditempat kosang yang tidak terlalu becek seperti pinggiran selokan, pinggir kebun dan lereng tebing sungai. Bisa tumbuh baik pada ketinggian 0 – 1800 m dpl.

    KLASIFIKASI – Ciplukan biasa disebut Physallis peruvianna L., atau Physallis angulata Linn atau Physallis minina Linn, termasuk famili tumbuhan Solanaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Keceplokan, Nyornyoran atau Cecendet.

    SIFAT KIMIAWI – Memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui a.l : Chlorogenik acid, C27H44O-H2O, Asam sitrun dan fisalin, Buah mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula, sedangkan bijinya mengandung Claidic acid.

    EFEK FARMAKOLOGIS – Tumbuhan ini bersifat analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoxifies), meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar tubuh. Dalam farmakologi Cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan sifat sejuk.

    BAGIAN TANAMAN YANG BERGUNA – Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, daun dan buah.

    Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

    1. Influenza dan Sakit tenggorokan – Tanaman 9 – 15 gram direbus air secukupnya dan diminum airnya.
    2. Batuk Rejan (pertusis), Bronchitis, Gondongan – sama seperti pengobatan Influenza
    3. Bisul – Daun Ciplukan 1/2 genggam dicuci, digiling halus lalu diturapkan pada bisul dan sekelilingnya, dibalut dan diganti 2x sehari.
    4. Borok – sama seperti bisul, hanya ditambah air kapur sirih secukupnya.
    5. Kencing Manis – Tanaman direbus 3 gelas air menjadi 1 gelas, saring dan minum.
    6. Sakit paru-paru – Tanaman Ciplukan lengkap direbus dengan 3 – 5 gelas air mendidih, saring dan minum airnya 3 x sehari secangkir.
    7. Ayan – Buah Ciplukan 8 – 10 buah dimakan tiap hari.

    BUDI DAYA – Perbanyak tanaman dengan biji. Biji disemai kemudian tanaman muda dipindahkan ketempat penanaman. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau dengan menjaga kelembabab tanah. Disamping itu juga dibutuhkan pemupukan terutama pupuk dasar.

    http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NDczMTc=
    Minggu, 30 2008 00:03 WIB
    Sembuh dengan Herbal
    RAHMA, 35, akhirnya bisa tersenyum lega. Setelah mengonsumsi ramuan herbal yang ia buat sendiri, demam yang dia derita selama tiga hari sudah mereda. Ia memanfaatkan akar akasia. Sebelumnya, ia sudah mengonsumsi obat yang dijual di warung, tapi hasilnya nihil. “Ternyata herbal lebih manjur,” katanya sembari tersenyum.
    Akasia atau dikenal dengan nama latin Acacia sieberiana DC hanyalah satu dari ratusan jenis tanaman obat yang sudah diakui Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sebagai bahan hayati obat.
    Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan memang kian meningkat. Pemberitaan di media massa tentang banyaknya peredaran obat palsu dan berbahaya mendorong masyarakat mencari alternatif yang paling efektif dan aman dikonsumsi. Tanaman obat jadi pilihan utama.
    Wakil Ketua Pusat Studi Obat Bahan Alam FMIPA UI Prof Sumali Wiryowidagdo mengatakan sebagian masyarakat memang telah beralih ke obat-obatan herbal. Mereka khawatir pada dampak obat sintetis atau kimia. Tidak mengherankan jika kemudian bisnis penyedia obat herbal instan kian menjamur.

    Herbal instan
    Apa itu herbal instan? Menurut Sumali, herbal instan merupakan obat herbal yang sudah diformulasikan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan (dikonsumsi) lebih cepat dan praktis dibandingkan obat herbal noninstan. Pada intinya tidak ada perbedaan antara herbal instan dan racikan sendiri. Hanya saja, herbal instan penggunaannya lebih praktis.
    Meski demikian, ia menyarankan konsumen agar lebih teliti membeli produk herbal instan. Hal utama yang harus dicermati ialah apakah produk tersebut sudah terdaftar dan memenuhi kualifikasi BPOM. “Kita bisa mengkros cek ke situs Badan POM,” tandas Sumali.
    Pada kesempatan berbeda, Kasubdit Inspeksi Produk II Badan POM Dr Tepy Usia M Phil menambahkan, sebaiknya teliti juga apakah obat herbal yang akan dikonsumsi dicampur dengan bahan kimia. “Perhatikan mutu dan manfaatnya. Obat herbal yang sudah dicampur bahan kimia, khasiatnya bisa berkurang,” jelasnya.
    Lalu, bagaimana jika kita mengonsumsi obat herbal bersamaan dengan obat sintetis? Apakah berbahaya? Tepy menegaskan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke pihak medis. “Supaya lebih aman,” tandasnya.

    Jenis herbal
    Badan POM menggolongkan herbal menjadi tiga jenis, yaitu jamu, herbal terstandar, dan herbal fitofarmaka. Khasiat jamu sebagai obat baru dibuktikan berdasarkan pengalaman empiris semata (turun-temurun). Contohnya bunga rosela dan bunga seruni yang telah lama digunakan sebagai antioksidan untuk mengobati panas dalam dan memperlancar buang air kecil. Pun khasiat belimbing untuk pengobatan kolesterol dan kencing manis.
    Herbal terstandar khasiatnya sudah diuji secara pre-klinis (diuji pada hewan percobaan). Misalnya pada beberapa merek obat masuk angin yang ada di pasaran saat ini.
    Lain lagi dengan fitofarmaka. Jenis herbal tersebut telah terstandardisasi dan khasiatnya sudah teruji secara klinis terhadap pasien. Salah satu contohnya meniran (Phyllantus nirruri). Herbal itu terbukti mempercepat penyembuhan dan mencegah terulangnya penyakit infeksi. Khasiat meniran ditemukan peneliti bernama Soeprapto Ma’at, seorang doktor dari Universitas Airlangga, Surabaya.
    Sumali menambahkan, ada pula jenis herbal yang sudah melekat di hati masyarakat. Misalnya mahkota dewa. Herbal tersebut diduga berkhasiat mengobati penyakit kanker. Zat aktif yang terkandung dalam mahkota dewa adalah phaleriin.
    Terlepas dari berbagai khasiat yang disediakan alam, Ketua Ikatan Naturopatis Indonesia dr Willie Japaris MARS mengatakan masyarakat sebaiknya mulai menanam sendiri tanaman obat di pekarangan rumah. Misalnya saja temulawak, lidah buaya, kunyit, biji jali, jamur kuping, sampai sambiloto. “Kita bisa menanam sendiri. Keaslian khasiatnya jelas lebih terjamin,” tukasnya.
    Setelah memiliki sendiri pekarangan tanaman obat, khasiat tanaman bisa dipelajari. Willie mencontohkan, beberapa jenis kanker atau tumor jinak bisa diatasi dengan cengkeh, sambiloto, dan kunyit. Sebab, golongan bahan kimia utama yang terkandung dalam tanaman obat itu digunakan juga dalam obat berbahan kimia, di antaranya alkaloid, flavonoid, saponin, polifenon, dan akarida.

    Daftar Tanaman Obat Indonesia
    BETAPA beruntungnya hidup di Indonesia. Apa pun bisa kita petik dan ambil manfaat. Menurut catatan Badan POM, tak kurang dari seribu jenis tumbuhan diketahui berkhasiat sebagai obat. Namun, baru sekitar 300 yang dimanfaatkan industri obat tradisional. Berikut beberapa tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat.

    Nama Tanaman : Bunga altea/Althea rosea
    Khasiat : Membantu pengobatan demam
    Kandungan kimia : Saponin, flafonoid, tanin, minyak atsiri
    Cara meracik : 5-10 g bunga dicuci bersih, rebus dengan segelas air matang selama 15 menit. Dinginkan dan saring (diminum sekaligus)

    Nama Tanaman : Akasia/Acacia sieberiana DC
    Khasiat : Membantu pengobatan demam, perut mulas
    Kandungan kimia : Saponin, flafonoid, polifenol
    Cara meracik : 10 g akar akasia yang masih segar dicuci, dipotong-potong lalu direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit, dinginkan lalu disaring. Diminum di waktu pagi dan sore.

    Nama Tanaman : Ekor kucing/Acalypha hispida burm f
    Khasiat : Menutup luka, meluruhkan air seni
    Kandungan kimia : Saponin, Tanin, falvonoida
    Cara meracik : 5 g daun Ekor Kucing yang masih segar dicuci sampai bersih, ditumbuk sampai lumat kemudian ditempelkan pada luka yang sakit dan dibalut dengan kain yang bersih.

    Nama Tanaman : Rumput bolong/kucing-kucingan
    Khasiat : Membantu pengobatan sakit mata, sembelit.
    Kandungan kimia : Saponin, Tanin, falvonoida dan minyak atsiri.
    Cara meracik : 10 g daun Rumput bolong yang masih segar dicuci direbus dengan satu gelas air selama 15 menit, dinginkan dan disaring. (harus diminum sekaligus)

    Nama Tanaman : Jarongan/daun sangketan
    Khasiat : Membantu pengobatan rematik
    Kandungan kimia : Saponin, polifenol
    Cara meracik : 3-18 g akar yang masih segar dicuci sampai bersih, direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Dinginkan lalu saring. Diminum pagi dan sore.

    Nama Tanaman : Nampu hijau/Alocasia cucculata
    Khasiat : Membantu pengobatan gigitan ular, mengobati panas
    Kandungan kimia : Saponin, glikosida, flavonoida, polifenol
    Cara meracik : Seluruh bagian tanaman 5-10 g dicuci bersih, dipotong lalu direbus dengan 200 ml air mendidih selama 5 menit, tumbuk hingga halus, balurkan pada luka. (*/M-1)

    Cegah Penyakit Rahim dengan Bandotan

    foto: bandotan

    HIDUP DISEMAK – Semak-semak telah menjadi lahan hidup bandotan. Ia masih dipandang gulma, walau khasiatnya seabrek.

    Nama tumbuhan yang satu ini, tidak terlalu populer di kalangan masyarakat Minangkabau. Ia memang lebih dikenal sebagai rumput hama, sehingga selalu dibuang tiap ada waktu pembersihan pekarangan. Karena tidak mendapat tempat, tumbuhan yang bernama latin Angeratum conyzoides L ini, akhirnya tumbuh subur di pinggiran jalan, hutan, lereng bukit dan tempat-tempat tak terawat lainnya.

    Sebenarnya, jika diperhatikan lebih seksama, bunga bandotan juga memiliki pesona. Apalagi jika tumbuh banyak, ia bisa membentuk keindahan bernuansa putih.

    Konon kabarnya, bandotan berasal dari Amerika tropis. Ia mudah tumbuh subur dengan perbanyakan biji yang bisa dibawa angin, pada ketinggian 1 – 2.100 meter di atas permukaan laut. Satu hal yang tidak mengenakkan pada tumbuhan ini, takkala daunnya layu dan membusuk. Bau yang tidak langsung menyebar, sehingga mengganggu pernafasan.

    Dalam enskilopedi tumbuh-tumbuhan, bandotan tergolong ke dalam tumbuhan terna semusim, tumbuh tegak atau bagian bawahnya berbaring, dengan tinggi sekitar 30 – 90 cm dan bercabang. Batangnya bulat berambut panjang, jika menyentuh tanah akan mengeluarkan akar.

    Dari bentuk daun, bisa ditandai dengan bentuknya yang bertangkai, dengan letak saling berhadapan dan bersilang (composite). Helaian daun bulat telur, dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1 – 10 cm dan lebar 0,5 – 6 cm. Kedua permukaan daun berambut panjang, dengan kelenjar yang terletak di permukaan bawah daun, warnanya hijau.
    Bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, warnanya putih. Panjang bonggol bunga 6 – 8 mm, dengan tangkai yang berambut. Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil.

    Jika dirasakan dengan lidah, maka sifat bandotan yang berasa pahit, akan langsung hinggap di lidah. Selain itu, juga akan ada rasa pedas dan sifatnya netral.

    Secara turun temurun, orang Minang mengenal bandotan bisa memberikan khasiat secara stimulan. Ia juga digunakan sebagai tonik, pereda demam (antiperik), antitoksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh haid (emenagog) , peluruh kencing (diuretik) dan peluruh kentut (karminatif). Sementara daunnya, dapat digunakan pula sebagai insektisida nabati.

    Selain Ageratum conyzoides L., terdapat bandotan varietas lain yang mempunyai khasiat yang sama, yaitu Ageratum houstonium Mill. Bentuknya hampir serupa, hanya ukuran dan mahkota bunga yang sedikit berbeda.

    Setelah diteliti, diketahui kandungan kimia bandotan mengandung asam amino, organacid, pectic sub-stance, minyak asiri kumarin, friedelin, b-siatosterol, stigmasterol, tanin sulfur dan potasium klorida. Sementara akar bandotan mengandung minyak asiri, alkaloid dan kumarin.

    Keseluruhan tumbuhan ini bisa dijadikan obat. Ia bisa digunakan dalam keadaan segar, atau sesudah dikeringkan.

    Untuk mengobati penyakit seperti demam dan malaria, bandotan bisa diandalkan. Selain itu, penyakit yang berkaitan dengan peradangan, seperti sakit tenggorokan, radang paru (pneumonia) dan sakit radang telinga tengah (otitis media), juga ampuh digunakan.

    Ia juga banyak digunakan untuk menghentikan pendarahan. Sebutlah perdarahan rahim, luka berdarah dan mimisan. Penyakit yang berhubungan dengan yang menyerang perut, iajuga bisa memberi bantuan. Sebutlah sakit diare dan disentri, mulas (kolik), muntah dan perut kembung. Ia juga oke untuk mengobati keseleo, pegal linu, mencegah kehamilan, badan lelah sehabis bekerja berat, produksi air seni sedikit, tumor rahim dan sebagai perawatan rambut. Adapun akarnya, dipercaya memiliki khasiat mengatasi demam.

    Jika tertarik untuk mengobati penyakit di atas dengan bandotan, maka untuk obat yang diminum, rebus saja 15 – 30 gram herba kering atau 30 – 60 g herba segar. Cara lain tumbuk herba segar lalu peras dan airnya diminum.

    Sementara untuk pemakaian luar, tumbuk herba segar sampai halus. Selanjutnya campurkan minyak sayur sedikit dan aduk sampai rata, lalu bubuhkan pada luka yang masih baru, seperti bisul, eksim dan penyakit kulit lainnya (seperti lepra / kusta).

    Cara lainnya, giling herba kering menjadi serbuk, lalu tiupkan ke kerongkongan penderita yang sakit tenggorokan. Selain itu, daun segar dapat diseduh dan air seduhannya dapat digunakan untuk membilas mata, sakit perut dan mencuci luka.

    Beberapa penelitian mahasiswa, diperoleh efek farmakologis bandotan yang tentunya bisa menambah kekayaan pengetahuan. Seperti yang dilakukan Yuni Ahda, dari FMIPA UNAID, 1993, melakukan percobaan pada tikus.

    Ekstrak daun bandotan (5% dan 10%). dapat memperpanjang siklus birahi dan memperlambat perkembangan folikel mencit betina (Virgin dan Non Virgin). Namun tidak berefek pada uterus, vagina dan liver. Setelah masa pemulihan, siklus birahi dan perkembangan folikel kembali normal. Tidak ada perbedaan efek antara mencit virgin dan non virgin selama perlakuan
    Sementara ekstrak daun bandotan, dalam minyak kelapa dosis 20% tidak memberikan efek penyembuhan luka. Namun pada dosis 40% dan 80% dapat menyembuhkan luka secara nyata sesuai dengan peningkatan dosis. Bahkan efek penyembuhan luka pada dosis 80% tidak berbeda nyata dengan yodium povidon 10%. Percobaan ini dilakukan Elisa Magdalena, Jurusan Farmasi FMIPA UI 1993.

    Untuk mengobati sakit telinga tengah akibat radang, cucilah herba bandotan segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Hasilnya, peras dan saring. Gunakan perasan yang terkumpul untuk obat tetes telinga. Sehari 4 kali, setiap kali pengobatan sebanyak 2 tetes.

    Luka berdarah, bisul dan eksim, juga bisa dimanfaatkan kemampuan bandotan. Cucilah herba bandotan segar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Letakkan ramuan secukupnya ke bagian yang sakit, lalu balut dengan perban. Dalam sehari, ganti balutan 3 – 4 kali. Lakukan pengobatan ini sampai sembuh.

    Bisul dan borok yang menyebalkan, juga bisa ditanggulangi. Segeralah cuci satu tumbuhan bandotan segar sampai bersih. Tambahkan sekepal nasi basi dan seujung sendok teh garam, lalu giling sampai halus. Turapkan ke tempat yang sakit, lalu balut dengan perban.

    Bagi yang menderita rematik dan bengkak karena keseleo, ambil satu genggam daun dan batang muda tumbuhan bandotan segar, satu kepal nasi basi dan 1/2 sendok teh garam. Selanjutnya cuci daun dan batang muda sampai bersih, lalu tumbuk bersama nasi dan garam. Setelah menjadi adonan seperti bubur kental. Turapkan ramuan ke bagian sendi yang bengkak sambil dibalut. Biarkan selama 1-2 jam, lalu balutan dilepaskan. Lakukan perawatan seperti ini 2 – 3 kali sehari.

    Bagi pendarahan rahim, sariawan, bisul dan bengkak karena memar, segeralah rebus 10-15 g herba bandotan dalam dua gelas air bersih sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.

    Untuk penyakit tumor rahim, rebuslah 30-60 g herba bandotan kering segar atau 15-30 g herba kering dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa menjadi 1 gelas. Selain direbus, herba segar dapat juga ditumbuk. Air rebusan atau air perasannya diminum satu gelas sehari.

    Sementara untuk sakit tenggorokan, cuci 30-60 g daun bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya peras dan saring. Tambahkan larutan gula batu ke dalam air perasan secukupnya dan aduk sampai rata. Minum ramuan dan lakukan tiga kali sehari.

    Atau dengan cara cuci daun bandotan secukupnya, lalu jemur sampai kering. Selanjutnya giling sampai menjadi serbuk. Tiupkan serbuk kedalam tenggorokan penderita.

    Malaria dan influenza, juga bisa dihabisi bandotan. Rebuslah 15-30 g herba bandotan kering dalam dua gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin saring dan minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari.

    Perut kembung, mulas dan muntah, segeralah cuci satu buah tumbuhan bandotan ukuran sedang sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin saring dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini 2-3 kali sehari sampai sembuh.

    Untuk perawatan rambut, cucilah daun dan batang bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan hasil tumbukan ke seluruh kulit kepala dan rambut. Tutup kepala dengan sepotong kain. Biarkan selama 2-3 jam. Selanjutnya bilas rambut dengan air hangat dan keramas sampai bersih. Lakukan perawatan ini satu sampai dua minggu sekali.

    Perlu diingat, semua ramuan dengan bandotan, hanya dikhususkan untuk yang tidak sedang berbadan dua. Jika ibu hamil meminum rebusan tumbuhan obat bandotan, maka ia dapat menyebabkan keguguran

    Jadi jika anda ingin menjarangkan kehamilan, ada baiknya ramuan bandotan diminum sehabis berhubungan badan. Dan jangan coba-coba, menggugurkan kehamilan yang telah bernyawa, karena ia bisa menimbulkan dosa. Dari berbagai Sumber
    http://hendrinova.wordpress.com/2008/04/30/cegah-penyakit-rahim-dengan-bandotan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s