Artikel

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.

PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya keluarannya konstan (meskipun boiling water reactor dapat turun hingga setengah dayanya ketika malam hari). Daya yang dibangkitkan per unit pembangkit berkisar dari 40 MWe hingga 1000 MWe. Unit baru yang sedang dibangun pada tahun 2005 mempunyai daya 600-1200 MWe.

Hingga tahun 2005 terdapat 443 PLTN berlisensi di dunia [1], dengan 441 diantaranya beroperasi di 31 negara yang berbeda [2]. Keseluruhan reaktor tersebut menyuplai 17% daya listrik dunia.

Sejarah

Reaktor nuklir yang pertama kali membangkitkan listrik adalah stasiun pembangkit percobaan EBR-I pada 20 Desember 1951 di dekat Arco, Idaho, Amerika Serikat. Pada 27 Juni 1954, PLTN pertama dunia yang menghasilkan listrik untuk jaringan listrik (power grid) mulai beroperasi di Obninsk, Uni Soviet [3]. PLTN skala komersil pertama adalah Calder Hall di Inggris yang dibuka pada 17 Oktober 1956 [4].

Jenis-jenis PLTN

PLTN dikelompokkan berdasarkan jenis reaktor yang digunakan. Tetapi ada juga PLTN yang menerapkan unit-unit independen, dan hal ini bisa menggunakan jenis reaktor yang berbeda. Sebagai tambahan, beberapa jenis reaktor berikut ini, di masa depan diharapkan mempunyai sistem keamanan pasif.

[sunting] Reaktor Fissi

Reaktor daya fissi membangkitkan panas melalui reaksi fissi nuklir dari isotop fissil uranium dan plutonium.

Selanjutnya reaktor daya fissi dikelompokkan lagi menjadi:

  • Reaktor thermal menggunakan moderator neutron untuk melambatkan atau me-moderate neutron sehingga mereka dapat menghasilkan reaksi fissi selanjutnya. Neutron yang dihasilkan dari reaksi fissi mempunyai energi yang tinggi atau dalam keadaan cepat, dan harus diturunkan energinya atau dilambatkan (dibuat thermal) oleh moderator sehingga dapat menjamin kelangsungan reaksi berantai. Hal ini berkaitan dengan jenis bahan bakar yang digunakan reaktor thermal yang lebih memilih neutron lambat ketimbang neutron cepat untuk melakukan reaksi fissi.
  • Reaktor cepat menjaga kesinambungan reaksi berantai tanpa memerlukan moderator neutron. Karena reaktor cepat menggunkan jenis bahan bakar yang berbeda dengan reaktor thermal, neutron yang dihasilkan di reaktor cepat tidak perlu dilambatkan guna menjamin reaksi fissi tetap berlangsung. Boleh dikatakan, bahwa reaktor thermal menggunakan neutron thermal dan reaktor cepat menggunakan neutron cepat dalam proses reaksi fissi masing-masing.
  • Reaktor subkritis menggunakan sumber neutron luar ketimbang menggunakan reaksi berantai untuk menghasilkan reaksi fissi. Hingga 2004 hal ini hanya berupa konsep teori saja, dan tidak ada purwarupa yang diusulkan atau dibangun untuk menghasilkan listrik, meskipun beberapa laboratorium mendemonstrasikan dan beberapa uji kelayakan sudah dilaksanakan.

Reaktor thermal

Reaktor cepat

Meski reaktor nuklir generasi awal berjenis reaktor cepat, tetapi perkembangan reaktor nuklir jenis ini kalah dibandingkan dengan reaktor thermal.

Keuntungan reaktor cepat diantaranya adalah siklus bahan bakar nuklir yang dimilikinya dapat menggunakan semua uranium yang terdapat dalam urainum alam, dan juga dapat mentransmutasikan radioisotop yang tergantung di dalam limbahnya menjadi material luruh cepat. Dengan alasan ini, sebenarnya reaktor cepat secara inheren lebih menjamin kelangsungan ketersedian energi ketimbang reaktor thermal. Lihat juga reaktor fast breeder. Karena sebagian besar reaktor cepat digunakan untuk menghasilkan plutonium, maka reaktor jenis ini terkait erat dengan proliferasi nuklir.

Lebih dari 20 purwarupa (prototype) reaktor cepat sudah dibangun di Amerika Serikat, Inggris, Uni Sovyet, Perancis, Jerman, Jepang, India, dan hingga 2004 1 unit reaktor sedang dibangun di China. Berikut beberapa reaktor cepat di dunia:

(Daya listrik yang ditampilkan adalah daya listrik maksimum, tanggal yang ditampilkan adalah tanggal ketika reaktor mencapai kritis pertama kali, dan ketika reaktor kritis untuk teakhir kali bila reaktor tersebut sudah di dekomisi (decommissioned).

Reaktor Fusi

Artikel utama: daya fusi

Fusi nuklir menawarkan kemungkinan pelepasan energi yang besar dengan hanya sedikit limbah radioaktif yang dihasilkan serta dengan tingkat keamanan yang lebih baik. Namun demikian, saat ini masih terdapat kendal-kendala bidang keilmuan, teknik dan ekonomi yang menghambat penggunaan energi fusi guna pembangkitan listrik. Hal ini masih menjadi bidang penelitian aktif dengan skala besar seperti dapat dilihat di JET, ITER, dan Z machine.

Keuntungan dan kekurangan

Keuntungan PLTN dibandingkan dengan pembangkit daya utama lainnya adalah:

  • Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) – gas rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas)
  • Tidak mencemari udara – tidak menghasilkan gas-gas berbahaya sepert karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap fotokimia
  • Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal)
  • Biaya bahan bakar rendah – hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan
  • Ketersedian bahan bakar yang melimpah – sekali lagi, karena sangat sedikit bahan bakar yang diperlukan
  • Baterai nuklir – (lihat SSTAR)

Berikut ini berberapa hal yang menjadi kekurangan PLTN:

  • Resiko kecelakaan nuklir – kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai containment building)
  • Limbah nuklirlimbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan dapat berthan hingga ribuan tahun

    Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

    Sehubungan dengan krisis listrik yang sedang menimpa Jawa – Bali, saya sedang berpikir kenapa pemerintah tidak membuat PLTN saja. Eh, tiba-tiba, Republika 29 Agustus 2005, halaman 3 – ada iklan layanan masyarakat mengenai PLTN, dari BATAN dan Depkominfo. Wah, syukurlah.

    PLTN mempunyai banyak kelebihan, seperti output yang besar dengan biaya relatif lebih murah, serta aman dan jauh lebih bebas polusi; jika dikelola dengan benar.
    Mengenai bebas polusi – saya pernah membaca mengenai aktivis Greenpeace yang keluar dari organisasi tersebut, karena oposisi mereka kepada PLTN justru membantu berkembangnya PLTU / pembangkit listrik dengan bahan bakar fosil lainnya; yang kemudian sangat mencemari lingkungan.

    Mengenai limbah nuklirnya – mungkin sebaiknya pemerintah mulai membicarakan hal ini dengan negara-negara lainnya yang juga yang memiliki PLTN. Misalnya, patungan untuk membuat rudal luar angkasa, yang membawa muatan limbah nuklir tersebut, dan lalu ditembakkan ke arah Pluto )

    Pada akhirnya, saya berharap kalau PLTN Indonesia jadi dibuat dan beroperasi, mudah-mudahan nanti paling banter kita mendapat berita yang lucu-lucu saja.
    Jangan yang membuat jantungan seperti ini )

    Kepemilikan PLTN juga memberikan beberapa efek samping yang strategis bagi negara, tapi apakah itu? Silahkan Anda tebak sendiri…

Kategori Kimia Fisika
Elektrosintesis, Metode Elektrokimia untuk Memproduksi Senyawa Kimia
Oleh Sinly Evan Putra
Asisten II Sekretaris Jenderal Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia

Selama ini kita hanya mendengar bahwa metode elektrokimia selalu didayagunakan atau berkonotasi dengan kata pemurnian logam dan proses penyepuhan/elektroplating (melindungi logam dari korosi). Ini termasuk juga dengan pandangan penulis dan mungkin rekan-rekan lainnya selama ini. Sebuah pandangan yang tidak sepenuhnya salah karena memang aplikasi utama dari metode elektrokimia adalah untuk pemurnian logam dan elektroplating. Selain itu di laboratorium pun, memang kita paling sering melakukan percobaan elektrokimia terutama percobaan sel elektrolisis, sehingga memang klop rasanya jika kita menyandarkan kata elektrokimia dengan elektroplating dan pemurnian logam.

Sesuai dengan namanya, metode elektrokimia adalah metode yang didasarkan pada reaksi redoks, yakni gabungan dari reaksi reduksi dan oksidasi, yang berlangsung pada elektroda yang sama/berbeda dalam suatu sistim elektrokimia. Sistem elektrokimia meliputi sel elektrokimia dan reaksi elektrokimia. Sel elektrokimia yang menghasilkan listrik karena terjadinya reaksi spontan di dalamnya di sebut sel galvani. Sedangkan sel elektrokimia di mana reaksi tak-spontan terjadi di dalamnya di sebut sel elektrolisis. Peralatan dasar dari sel elektrokimia adalah dua elektroda -umumnya konduktor logam- yang dicelupkan ke dalam elektrolit konduktor ion (yang dapat berupa larutan maupun cairan) dan sumber arus. Karena didasarkan pada reaksi redoks, pereaksi utama yang berperan dalam metode ini adalah elektron yang di pasok dari suatu sumber listrik. Sesuai dengan reaksi yang berlangsung, elektroda dalam suatu sistem elektrokimia dapat dibedakan menjadi katoda, yakni elektroda di mana reaksi reduksi (reaksi katodik) berlangsung dan anoda di mana reaksi oksidasi (reaksi anodik) berlangsung.

Aplikasi metode elektrokimia untuk lingkungan dan laboratorium pada umumnya didasarkan pada proses elektrolisis, yakni terjadinya reaksi kimia dalam suatu sistem elektrokimia akibat pemberian arus listrik dari suatu sumber luar. Proses ini merupakan kebalikan dari proses Galvani, di mana reaksi kimia yang berlangsung dalam suatu sistem elektrokimia dimanfaatkan untuk menghasilkan arus listrik, misalnya dalam sel bahan bakar (fuel-cell). Aplikasi lainnya dari metode elektrokimia selain pemurnian logam dan elektroplating adalah elektroanalitik, elektrokoagulasi, elektrokatalis, elektrodialisis dan elektrorefining.

Sedangkan aplikasi lain yang tidak kalah pentingnya dari metode elektrokimia dan sekarang sedang marak dikembangkan oleh para peneliti adalah elektrosintesis. Teknik/metode elektrosintesis adalah suatu cara untuk mensintesis/membuat dan atau memproduksi suatu bahan yang didasarkan pada teknik elektrokimia. Pada metode ini terjadi perubahan unsur/senyawa kimia menjadi senyawa yang sesuai dengan yang diinginkan. Penggunaan metode ini oleh para peneliti dalam mensintesis bahan didasarkan oleh berbagai keuntungan yang ditawarkan seperti peralatan yang diperlukan sangat sederhana, yakni terdiri dari dua/tiga batang elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik, potensial elektroda dan rapat arusnya dapat diatur sehingga selektivitas dan kecepatan reaksinya dapat ditempatkan pada batas-batas yang diinginkan melalui pengaturan besarnya potensial listrik serta tingkat polusi sangat rendah dan mudah dikontrol. Dari keuntungan yang ditawarkan menyebabkan teknik elektrosintesis lebih menguntungkan dibandingkan metode sintesis secara konvensional, yang sangat dipengaruhi oleh tekanan, suhu, katalis dan konsentrasi. Selain itu proses elektrosintesis juga dimungkinkan untuk dilakukan pada tekanan atmosfer dan pada suhu antara 100-900oC terutama untuk sintesis senyawa organik, sehingga memungkinkan penggunaan materi yang murah.

Prinsip Elektrosintesis

Prinsip dari metode elektrosintesis didasarkan pada penerapan teori-teori elektrokimia biasa sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Baik teknik elektrosintesis maupun metode sintesis secara konvensional, mempunyai variabel-variabel yang sama seperti suhu, pelarut, pH, konsentrasi reaktan, metode pencampuran dan waktu. Akan tetapi perbedaannya, jika di elektrosintesis mempunyai variabel tambahan yakni variabel listrik dan fisik seperti elektroda, jenis elektrolit, lapisan listrik ganda, materi/jenis elektroda, jenis sel elektrolisis yang digunakan, media elektrolisis dan derajat pengadukan.

Pada dasarnya semua jenis sel elektrolisis termasuk elektrosintesis selalu berlaku hukum Faraday yakni:

  • Jumlah perubahan kimia yang terjadi dalam sel elektrolisis, sebanding dengan muatan listrik yang dilewatkan di dalam sel tersebut
  • Jumlah muatan listrik sebanyak 96.500 coulomb akan menyebabkan perubahan suatu senyawa sebanyak 1,0 gramekivalen (grek)

Sebelum melaksanakan elektrosintesis, sangatlah penting untuk memahami reaksi yang terjadi pada elektroda. Di dalam sel elektrolisis akan terjadi perubahan kimia pada daerah sekitar elektroda, karena adanya aliran listrik. Jika tidak terjadi reaksi kimia, maka elektroda hanya akan terpolarisasi, akibat potensial listrik yang diberikan. Reaksi kimia hanya akan terjadi apabila ada perpindahan elektron dari larutan menuju ke elektroda (proses oksidasi), sedangkan pada katoda akan terjadi aliran elektron dari katoda menuju ke larutan (proses reduksi). Proses perpindahan elektron dibedakan atas perpindahan elektron primer, artinya materi pokok bereaksi secara langsung pada permukaan elektroda, sedangkan pada perpindahan elektron secara sekunder, elektron akan bereaksi dengan elektrolit penunjang, sehingga akan dihasilkan suatu reaktan antara (intermediate reactan), yang akan bereaksi lebih lanjut dengan materi pokok di dalam larutan. Reaktan antara ini dapat dihasilkan secara internal maupun eksternal:

Perpindahan elektron secara primer : O + ne → P
Perpindahan elektron secara sekunder : X + ne → I, O + I → P

Perlu diketahui juga dalam mengelektrosintesis terutama sintesis senyawa organik bahwa reaksi pada elektroda dapat saja berubah bila kondisi berubah. Salah satu parameter yang penting untuk memahami reaksi yang terjadi adalah dengan mengetahui potensial elektrolisis untuk reaksi oksidasi dan reduksi. Tabel 1 dan 2 berikut ini memperlihatkan potensial reduksi dan oksidasi beberapa senyawa organik:

Senyawa E1/2 (Volt)
Phenacyl Bromide - 0.16
Kloroform - 1.67
Methylen Klorida - 2.33
Benzoquinon + 0.44
Benzoquinon - 0.40
Mesityl oxide - 1.6
Camphor Anil - 2.6
Benzalanin - 1.83
Anthracene - 1.94
Phenantherene - 2.46
Napthalene - 2.47

Tabel . 1 Potensial reduksi senyawa organik

Senyawa E1/2 (Volt)
Anthracene 1.20
Phenantherene 1.68
Napthalene 1.72
Phenol 1.35
Anisol 1.67
Thioanisol 1.82
Bitropyl 1.29
Tropylidiine 1.39
Thiopene 1.91

Tabel. 2 Potensial oksidasi senyawa organik

Sumber: Buchori 2003

Pengaturan potensial juga amat penting dilakukan terutama bila reaksi melibatkan molekul bergugus fungsi banyak (kompleks polyfunctional molecule). Sebagai contoh reaksi reduksi kromida aromatik pada kondisi katon dan alkil klorida tidak aktif dan alpha-kromoketon yang lebih mudah tereduksi dari pada arilkromida. Reaksi reduksi selektif ini dapat diramalkan berjalan sesuai dengan arah yang diinginkan melalui pengaturan potensial. Pengaturan potensial juga berguna untuk suatu reaksi transformasi pembuatan suatu senyawa organik yang melibatkan iodikal, karbanion ataupun korbonium, yang secara kimia biasa tidak dapat dilakukan ternyata dapat dilaksanakan secara elektrokimia.

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa sebenarnya dasar dari terjadinya reaksi elektrosintesis adalah :

  1. Pemutusan ikatan tunggal
    Beberapa jenis ikatan tunggal yang elektroaktif antara lain : alkil halida, ikatan karbon-oksigen, ikatan karbon-nitrogen, ikatan karbon-belerang, ikatan karbon-fosfor dan ikatan oksigen-oksigen.
  2. Reduksi Ikatan rangkap (rangkap dua dan rangkap tiga)
    Beberapa kelompok ikatan rangkap yang elektroaktif, antara lain gugusan karbonil (aldehida, keton, karboksilat dan turunannya), ikatan ganda karbon nitrogen (Irium, turunan karbonil lainnya), gugus nitro (senyawa nitro aromatik, nitro alifatik), ikatan rangkap lainnya (senyawa azo dan nitrozo, diazo dan diazinum).

Aplikasi Metode Elektrosintesis

Dari beberapa contoh hasil penelitian yang penulis peroleh, metode elektrosintesis telah banyak dimanfaatkan oleh para peneliti dalam mensintesis senyawa organik (elektrosintesis organik) dan elektrosintesis bahan konduktor organik serta yang tak kalah bergengsinya dan sedang dikembangkan saat ini adalah pemanfaatan polutan menjadi senyawa yang bermanfaat melalui metode elektrosintesis. Aplikasi di luar yang penulis ketahui sebagaimana tersebut di atas mungkin telah sangat jauh berkembang karena memang sifat ilmu pengetahuan yang dinamis dan selalu berkembang seiring waktu.

Untuk sintesis bahan organik, didasarkan pada reaksi penggabungan, substitusi, siklisasi dan reaksi eliminasi yang diikuti pengaturan kembali secara elektrokimia. Ini berbeda dengan metode secara konvensional yang memakai dasar reduksi aldehid, oksidasi alkohol, reduksi senyawa nitro dan oksidasi senyawa sulfur. Kesulitan yang timbul selama elektrosintesis organik yakni apabila zat antara yang diinginkan memiliki kestabilan yang rendah, cara mengatasinya adalah dengan menyediakan zat perangkap (trapping agent) di dalam larutan dengan syarat zat perangkap ini tidak bereaksi dengan zat elektroaktif dan tidak mengalami elektrolisis.

Berikut adalah contoh gambar rangkaian sel elektrolisis dengan menggunakan dua buah elektroda untuk sintesis senyawa organik:


Sumber : Suwarso., et al (2003)

Beberapa contoh dari elektrosintesis organik adalah pembuatan chiral drug untuk industri farmasi (Weinberg, 1997), sintesis p-aminofenol melalui reduksi nitrobenzena secara elektrolisis (Suwarso., et al, 2003), pembuatan soda (NaOH) dan asam sulfat (H2SO4) dari Na2SO4 melalui proses splitting electrochemistry (Genders., et al, 1995), reduksi senyawa Triphenylbiomoethylene menjadi Triphenilethylene dan Triphenylethane (Miller, 1968) serta ratusan senyawa organik lainnya yang telah berhasil dibuat untuk keperluan bahan baku obat (Buchari, 2003). Untuk skala perusahaan/pabrik telah dilakukan oleh Perusahan Monsanto (Kanada) dengan memproduksi adiponitril (bahan dasar nylon 6,6) dan produksi fluorokarbon oleh Perusahaan Philips (Belanda).

Sedangkan metode elektrosintesis bahan konduktor organik telah dilakukan oleh para peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Bahan (P3IB) Batan Indonesia yakni polipirol dan polialanin, pembuatan lapisan tipis superkonduktor YBCO-123 dan Bi-Pb-Sr-Ca-Cu-O serta pengkajian pembuatan prekursor superkonduktor YBCO-123.Bi-Pb-Sr-Ca-Cu-O, Ti-Sr-Ca-Cu-O dan lain-lain yang didasarkan pada elektrodeposisi unsur-unsur penyusun superkonduktor tersebut.

Penanggulangan masalah polutan dalam arti pemisahan polutan dari lingkungan mungkin telah sering kita dengar, tetapi metode atau aspek lain pemanfaatan polutan menjadi senyawa yang bermanfaat mungkin hal baru bagi sebagian orang (terutama non kimia). Untuk tujuan ini, elektrosintesis merupakan metode yang paling banyak mendapat perhatian dan sedang giat dikembangkan oleh para ahli lingkungan dewasa ini. Polutan yang paling banyak diteliti dalam perspektif elektrosintesis adalah karbondioksida. Karbon dioksida mendapat perhatian khusus karena polutan ini merupakan gas buangan paling banyak yang ditemukan dan dampaknya yang sudah dikenal secara luas terhadap atmosfir bumi, terutama terjadinya efek rumah kaca. Penelitian untuk pemanfaatan karbondioksida yang sedang dilakukan dewasa ini adalah pengubahan polutan ini menjadi metana, yang telah dikenal luas sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Meskipun baru dalam tahap pengembangan, hasil percobaan oleh Kaneco., et al (2002) telah menunjukkan tingkat konversi karbon dioksida menjadi metana hingga sekitar 45%. Di samping metana, hasil lain dari elektrosintesis dengan bahan baku karbondioksida yang telah diidentifikasi adalah asetilena dan metanol, yang juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Meskipun jumlah polutan yang diteliti masih terbatas, hasil yang dicapai dengan elektrosintesis ini mempunyai makna lain, yakni tidak tertutup kemungkinan bahwa polutan lain baik yang terdapat dalam limbah cair, padat dan gas untuk dapat dimanfaatkan menjadi senyawa yang bermanfaat dengan penggunaan metode yang sama.

Hasil-hasil penelitian tentang aplikasi teknik/metode elektrosintesis seperti disajikan dalam tulisan ini hanya sebagian kecil dari penelitian yang telah dilakukan di berbagai negara termasuk Indonesia. Cakupan aplikasi yang sangat luas merupakan keuntungan yang membuat elektrosintesis oleh para peneliti dianggap sebagai salah satu teknologi masa depan bagi sintesis organik dan penanggulangan permasalahan lingkungan yang berkaitan dengan polutan. Dalam konteks ini yang dimaksud dengan para peneliti, tidak hanya dosen ataupun peneliti di institusi penelitian yang telah memiliki gelar S.Si, MSc, Dr, Ph.D ataupun Profesor tetapi juga para mahasiswa yang belum bergelar yang tertarik menjadikan elektrosintesis sebagai bahan skripsi ataupun studi riset biasa semisal untuk bahan karya tulis.

Referensi Utama (Buku/Paper penelitian) :

  • Atkins, P.W. 1999. Kimia Fisika Jilid 1 Edisi ke-4. Diterjemahkan oleh Irma I. Kartohadiprojo. Penerbit Erlangga. Jakarta
  • Buchari. 2003. Elektrokimia dalam Bahan Makanan dan Obat-obatan. Prosiding Seminar Nasional Elektrokimia. P3IB BATAN. Jakarta
  • Fagi, Fathurrachman. 2003. Elektrokimia dalam Industri Bahan Bakar Nuklir. Prosiding Seminar Nasional Elektrokimia. P3IB BATAN. Jakarta
  • Harini. 2003. Elektrokimia dalam Perlindungan Logam. Prosiding Seminar Nasional Elektrokimia. P3IB BATAN. Jakarta
  • Kaneco, S., Hiei, N.-h., Xing, Y., Katsumata, H., Ohnishi, H., Suzuki, T., and Ohta, K. (2002). Electrochemical conversion of carbon dioxide to methane in aqueous NaHCO3 solution at less than 273 K. Electrochimica Acta, 48, 51-55
  • Putra, Sinly Evan. 2005. Metode Elektrokimia Untuk Menanggulangi Pencemaran Limbah Cair Industri. Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Universitas Lampung. Lampung
  • Suwarso, W., Wibowo, W., dan Trimongsowati. 2003. Peranan Litbang Elektrokimia untuk Sintesis Bahan Obat-Obatan: Elektrosintesis p-Aminofenol dari Nitrobenzena. Prosiding Seminar Nasional Elektrokimia. P3IB BATAN. Jakarta
  • Wasinton dan Rudy Situmeang. 2005. Penuntun Praktikum Teknik Pengolahan Limbah Industri. Jurusan Kimia FMIPA Unila. Lampung
  • Wuryanto. 2003. Aplikasi Elektrokimia dalam Penelitian dan Pengembangan Bahan. Prosiding Seminar Nasional Elektrokimia. P3IB BATAN. Jakarta


Kinetika Kimia

Kategori Berita
Alga Laut sebagai Biotarget Industri
Oleh Sinly Evan Putra
Asisten II Sekretaris Jenderal Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia

Indonesia telah dikenal luas sebagai negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km. Didalam lautan terdapat bermacam-macam mahluk hidup baik berupa tumbuhan air maupun hewan air. Salah satu mahluk hidup yang tumbuh dan berkembang di laut adalah alga.

Ditinjau secara biologi, alga merupakan kelompok tumbuhan yang berklorofil yang terdiri dari satu atau banyak sel dan berbentuk koloni. Didalam alga terkandung bahan-bahan organik seperti polisakarida, hormon, vitamin, mineral dan juga senyawa bioaktif. Sejauh ini, pemanfaatan alga sebagai komoditi perdagangan atau bahan baku industri masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keanekaragaman jenis alga yang ada di Indonesia. Padahal komponen kimiawi yang terdapat dalam alga sangat bermanfaat bagi bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain.

Berbagai jenis alga seperti Griffithsia, Ulva, Enteromorpna, Gracilaria, Euchema, dan Kappaphycus telah dikenal luas sebagai sumber makanan seperti salad rumput laut atau sumber potensial karagenan yang dibutuhkan oleh industri gel. Begitupun dengan Sargassum, Chlorela/Nannochloropsis yang telah dimanfaatkan sebagai adsorben logam berat, Osmundaria, Hypnea, dan Gelidium sebagai sumber senyawa bioaktif, Laminariales atau Kelp dan Sargassum Muticum yang mengandung senyawa alginat yang berguna dalam industri farmasi. Pemanfaatan berbagai jenis alga yang lain adalah sebagai penghasil bioetanol dan biodiesel ataupun sebagai pupuk organik.

Alga Laut sebagai Sumber Makanan
Kandungan bahan-bahan organik yang terdapat dalam alga merupakan sumber mineral dan vitamin untuk agar-agar, salad rumput laut maupun agarose. Agarose merupakan jenis agar yang digunakan dalam percobaan dan penelitian dibidang bioteknologi dan mikrobiologi.

Potensi alga sebagai sumber makanan (terutama rumput laut), di Indonesia telah dimanfaatkan secara komersial dan secara intensif telah dibudidayakan terutama dengan tehnik polikultur (kombinasi ikan dan rumput laut).

Alga Laut sebagai Adsorben Logam Berat
Pemanfaatan sistem adsorpsi untuk pengambilan logam-logam berat dari perairan telah banyak dilakukan. Beberapa spesies alga telah ditemukan mempunyai kemampuan yang cukup tinggi untuk mengadsorpsi ion-ion logam, baik dalam keadaan hidup maupun dalam bentuk sel mati (biomassa). Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa gugus fungsi yang terdapat dalam alga mampu melakukan pengikatan dengan ion logam. Gugus fungsi tersebut terutama adalah gugus karboksil, hidroksil, sulfudril, amino, iomodazol, sulfat, dan sulfonat yang terdapat didalam dinding sel dalam sitoplasma.

Menurut Harris dan Ramelow (1990), kemampuan alga dalam menyerap ion-ion logam sangat dibatasi oleh beberapa kelemahan seperti ukurannya yang sangat kecil, berat jenisnya yang rendah dan mudah rusak karena degradasi oleh mikroorganisme lain. Untuk mengatasi kelemahan tersebut berbagai upaya dilakukan, diantaranya dengan mengimmobilisasi biomassanya. Immobilisasi biomassa dapat dilakukan dengan mengunakan (1) Matrik polimer seperti polietilena glikol, akrilat, (2) oksida (oxides) seperti alumina, silika, (3) campuran oksida (mixed oxides) seperti kristal aluminasilikat, asam polihetero, dan (4) Karbon.

Berbagai mekanisme yang berbeda telah dipostulasikan untuk ikatan antara logam dengan alga/biomassa seperti pertukaran ion, pembentukan kompleks koordinasi, penyerapan secara fisik, dan pengendapan mikro. Tetapi hasil penelitian akhir-akhir ini menunjukan bahwa mekanisme pertukaran ion adalah yang lebih dominan. Hal ini dimungkinkan karena adanya gugus aktif dari alga/biomassa seperti karboksil, sulfat, sulfonat dan amina yang akan berikatan dengan ion logam.

Alga Laut sebagai Sumber Senyawa Bioaktif
Alga hijau, alga merah ataupun alga coklat merupakan sumber potensial senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat bagi pengembangan (1) industri farmasi seperti sebagai anti bakteri, anti tumor, anti kanker atau sebagai reversal agent dan (2) industri agrokimia terutama untuk antifeedant, fungisida dan herbisida.
Kemampuan alga untuk memproduksi metabolit sekunder terhalogenasi yang bersifat sebagai senyawa bioaktif dimungkinkan terjadi, karena kondisi lingkungan hidup alga yang ekstrem seperti salinitas yang tinggi atau akan digunakan untuk mempertahankan diri dari ancaman predator. Dalam dekade terakhir ini, berbagai variasi struktur senyawa bioaktif yang sangat unik dari isolat alga merah telah berhasil diisolasi. Namun pemanfaatan sumber bahan bioaktif dari alga belum banyak dilakukan. Berdasarkan proses biosintesisnya, alga laut kaya akan senyawa turunan dari oksidasi asam lemak yang disebut oxylipin. Melalui senyawa ini berbagai jenis senyawa metabolit sekunder diproduksi.

Alga Laut sebagai Sumber Senyawa Alginat
Alginat merupakan konstituen dari dinding sel pada alga yang banyak dijumpai pada alga coklat (Phaeophycota). Senyawa ini merupakan heteropolisakarida dari hasil pembentukan rantai monomer mannuronic acid dan gulunoric acid. Kandungan alginat dalam alga tergantung pada jenis alganya. Kandungan terbesar alginat (30-40 % berat kering) dapat diperoleh dari jenis Laminariales sedangkan Sargassum Muticum, hanya mengandung 16-18 % berat kering.

Pemanfaatan senyawa alginat didunia industri telah banyak dilakukan seperti natrium alginat dimanfaatkan oleh industri tektil untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas bahan industri, kalsium alginat digunakan dalam pembuatan obat-obatan. Senyawa alginat juga banyak digunakan dalam produk susu dan makanan yang dibekukan untuk mencegah pembentukan kristal es. Dalam industri farmasi, alginat digunakan sebagai bahan pembuatan pelapis kapsul dan tablet. Alginat juga digunakan dalam pembuatan bahan biomaterial untuk tehnik pengobatan seperti micro-encapsulation dan cell transplantation.

Alga Laut sebagai Penghasil Bioetanol dan Biodiesel
Meskipun masih dalam tahap riset yang mendalam, potensi alga laut sebagai penghasil bioetanol dan biodiesel sangat menjanjikan dimasa mendatang. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang dan Kanada mentargetkan mulai tahun 2025 bahan bakar hayati (biofuel) bisa diproduksi dari budidaya cepat alga mikro yang tumbuh diperairan tawar/asin. Keuntungan lebih yang dapat diperoleh adalah tak butuh traktor seperti didarat, tanpa penyemaian benih, gas CO2 yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan panen yang terus-terusan (continuous) yang dikarenakan waktu tanam alga hanya 1 minggu.

Berikut adalah gambar skenario mekanisme pembuatan bioetanol dan biodiesel dari alga laut.


Sumber : Tatang H. Soerawidjaja (2005)

Alga Laut sebagai Pupuk Organik
Dikarenakan kandungan kimiawi yang terdapat dalam alga laut merupakan nutrien yang sangat penting bagi semua mahluk hidup termasuk tumbuh-tumbuhan, maka alga laut dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif penganti pupuk-pupuk pertanian yang mengandung bahan kimia sintesis.

Alga dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung bahan-bahan mineral seperti potasium dan hormon seperti auxin dan sytokinin yang dapat meningkatkan daya tumbuh tanaman untuk tumbuh, berbunga dan berbuah. Pemanfaatan alga sebagai pupuk organik ditunjang pula oleh adanya sifat hydrocolloids pada alga laut yang dapat dimanfaatkan untuk penyerapan air (daya serap tinggi) dan menjadi substrat yang baik untuk mikroorganisme tanah.

Penutup
Indonesia adalah negara yang mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km. Disepanjang garis pantai, tumbuh dan berkembang berbagai jenis alga laut yang berpotensi sebagai biotarget industri. Berbagai riset mutlak dilakukan untuk pemanfaatan secara optimal kekayaan hayati ini secara berkelanjutan. Riset-riset kimiawan terutama dituntut untuk mencari bahan baku industri, senyawa bioaktif, pengembangan produk-produk turunan berbasis alga, dan mempelajari misteri dan keunikan-keunikan alga dalam hubungannya sebagai bagian dari ekosistem.

Daftar Pustaka

  • Harris dan Ramelow. 1990. Binding of Metal Ions by Particulate
    Quadricauda. Environ. Sci. 627-652
  • Putra, Sinly Evan. 2006. Tinjauan Kinetika dan Termodinamika Proses
    Adsorpsi Ion Logam Pb, Cd, dan Cu oleh Biomassa Alga Nannochloropsis sp. Yang DiImmobilisasi Polietilamina-Glutaraldehid. Laporan Penelitian. Universitas Lampung. Bandar Lampung
  • Setiawan, Andi. 2004. Potensi Pemanfaatan Alga Laut Sebagai Penunjang
    Perkembangan Sektor Industri. Makalah Ilmiah Ketua Jurusan Kimia. Universitas Lampung. Bandar Lampung
  • Soerawidjaja, Tatang H. 2005. Membangun Industri Biodiesel di Indonesia.
    Makalah Ilmiah Forum Biodiesel Indonesia. 16 Desember 2005. Bandung
Blog Entry Sistem Pencernaan Jun 10, ’07 12:43 AM
for everyone

1. MAKANAN DAN KESEHATAN

Makanan merupakan faktor yang menentukan kesehatan individu. Kita harus tetap makan teratur meskipun sedang tidak nafsu makan . Makanan yang kurang bergizi dan waktu makan yang tidak teratur dapat menyebabkan kesehatan tergganggu.Agar kita dapat memilih makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh, maka perlu pengetahuan tentang fungsi makanan, cara pengolahannya , dan penyajiannya.

A. Fungsi Makanan
Setiap orang memerlukan makanan yang bergizi . Jumlah zat makanan yang kita makan tidak sama, tergantung kebutuhan tubuh.
Orang yang bekerja keras dan banyak bergerak, harus cukup mengkonsumsi karbohidrat. Jika pekerjaan telah selesai, jumlah karbohidrat yang dimakan dapat dikurangi. Orang yang sedang dalam masa pertumbuhan, sehabis sakit, menyusui, dan hamil, memerlukan protein yang cukup.
Pada saat berlangsung respirasi didalam sel tubuh, terjadi pembakaran atau oksidasi biologi. Oksidasi biologi adalah reaksi antara makanan dengan oksigen. Oksidasi menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan itu digunakan untuk melakukan semua prosese kegiatan, termasuk mempertahankan suhu tubuh .

1). Karbohidrat sebagai sumber energi
Karbohidrat merupakan senyawa karbon, karena banyak mengandung unsur karbon, di samping unsur–unsur hidrogen dan oksigen.
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi. Satu gram Karbohidrat menghasilkan 4,0-4,1 kilokalori. Satu kilokalori sama dengan 4,2 kilojoule, sehingga 1 gram karbohidrat menghasilkan sekitar 16,8 sampai 17,2 kilojoule. Energi digunakan untuk bergerak, tumbuh, mempertahankan suhu tubuh, dan berkembang biak. Kelebihan karbohidrat akan disimpan dalam bentuk lemak di daerah perut, di sekeliling ginjal, jantung, atau dibawah kulit yang menyebabkan tubuh menjadi gemuk.

2). Lemak sebagai Sumber Energi
Lemak adalah sumber energi yang tinggi. Satu gram lemak menghasilkan 9 kilokalori. Makanan yang banyak mengandung lemak misalnya kacang, kelapa, lemak hewan, lemak tumbuhan, minyak jagung, minyak kedelai, dan mentega.
Fungsi lemak adalah :
a. sebagai sumber energi;
b pelarut vitamin A, D, E, dan, K;
c pelindung organ tubuh yang penting, misalnya mata, ginjal, dan, jantung;
d. pelindung tubuh terhadap suhu yang rendah, yaitu sebagai isolator di bawah kulit untuk menghindari hilangnya panas tubuh.

Lemak hewan banyak mengandung kolestrol. Kolestrol diperlukan oleh tubuh antara lain untuk menyusun membran sel dan hormon. Namun kelebihan kolestrol dapat mengendap di dinding pembuluh darah. Endapan kolestrol. Menyebabkan pembuluh darah menyempit. Akibatnya terjadi tekanan darah tinggi . Kolestrol banyak terdapat pada organ dalam hewan dan lemak hewan. Minyak tumbuhan merupakan lemak yang bebas kolestrol.

3). Protein untuk pengganti dan pertumbuhan sel

Berdasarkan asalnya, protein dibedakan menjadi protein hewani dan protein nabati. Protein hewani adalah protein yang diperoleh dari hewan. Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuhan. Protein hewani mengandung asam amino lebih lengkap daripada protein nabati . Asam amino adalah senyawa penyusun protein .
Protein yang kita makan dicerna menjadi asam amino . Di dalam tubuh, asam amino tersebut diubah kembali menjadi protein sesuai dengan kebutuhan tubuh. Protein berfungsi untuk pertumbuhan, mengganti sel yang rusak atau mati, dan mengatur proses di dalam tubuh. Kekurangan protein menyebabkan pertumbuhan terhambat dan mudah terkena infeksi. Di dalam sel tubuh, protein juga dapat diubah menjadi energi. Setiap satu gram protein menghasilkan 4 kilokalori.

4). Vitamin untuk melancarkan metabolisme tubuh

Metabolisme tubuh adalah prosese pembentukan dan pembongkaran zat yang berlangsung di dalam tubuh. Reaksi-reaksi tersebut berjalan lancar jika ada vitamin. Akan tetapi tubuh kita tidak mampu membuat vitamin. Oleh karena itu, makanan yang kita makan harus mengandung vitamin yang cukup
Vitamin dapat dikelompokan menjadi kelompok vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam lemak adalah A, D, E, dan K. Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B dan C.
Kekurangan vitamin dapat menyebabkan penyakit. Penyakit kekurangan vitamin disebut avitaminosis.

a. Vitamin A
Vitamin A banyak terdapat pada minyak ikan, wortel, tomat, dan buah-buahan yang banyak mengandung pigmen karoten ( berwarna merah ). Vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan mata. Kekurangan vitamin A menyebabkan gangguan penglihatan.

b. Vitamin B
Vitamin B banyak macamnya, misalnya B1, B2, B6, dan B12. Vitamin yang mengandung berbagai macam vitamin B disebut vitamin B kompleks . Vitamin banyak terdapat di kulit ari beras, kacang hijau, kedelai, dan sayuran, yang berfungsi untuk melancarkan reaksi metabolisme tubuh, terutama reaksi pembakaran atau oksidasi. Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan penyakit beri- beri.

c. Vitamin C
Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Vitamin C larut dalam air sehingga kelebihannya dikeluarkan melalui urin. Kekurangan vitamin C menyebabkan penyakit gusi berdarah (skorbut) dan sariawan.

d. Vitamin D
Vitamin D banyak terdapat pada susu, daging, dan sayuran dalam bentuk pro vitamin D atau calon vitamin D. Cahaya Matahari dapat membantu pengubahan pro vitamin D di kulit menjadi vitamin D. Vitamin D berfungsi dalam proses pembentukan tulang. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan penyakit rakitis atau penyakit Inggris. Penderita rakitis memiliki kaki berbentuk X atau O

e. Vitamin E

Vitamin E berfungsi untuk mencegah oksidasi lemak tak jenuh (misal kolestrol), menjaga struktur sel-sel darah merah, dan menjaga keremajaan sel. Banyak terdapat pada kecambah, minyak tunbuhan, dan tumbuhan hijau.

f. Vitamin K

Vitamin K dihasilkan oleh bakteri yang hidup dalam usus kita yang bernama E. Coli. Selain vitamin K juga dapat diperoleh dari kangkung, kubis, bayam, hati, dan, daging.Vitamin K berguna dalam proses pembekuan darah dan pembentukan protrombin. Kekurangan vitaminh K dapat menyebabkan darah sulit membeku.

5). Mineral

Beberapa mineral antara lain zat besi, magnesium, kalsium, natrium, dan kalium diperlukan oleh tubuh supaya organ tubuh berfungsi dengan baik . Zat-zat tersebut dapat diperoleh dari daging, sayuran, buah-buahan, susu, dan keju. Mineral berfungsi sebagai zat penyusun tubuh, mempercepat reaksi, dan menjaga proses fisiologi tubuh.
Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh, garam mineral dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu makroelemen dan mikroelemen.
Makroelemen adalah unsur–unsur yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang banyak. Mikroelemen adalah unsur-unsur yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang sedikit.

a. Kalsium (Ca)

Kalsium berfungsi untuk :
• Bersama fosfor membentuk matriks tulang dan gigi;
• Membantu proses pembentukan dan penggumpalan darah;
• Membantu proses kontraksi otot;
• Membantu menghantarkan impuls syaraf.

Jumlah kebutuhan kalsium pada setiap orang tidak sama. Hal ini dipengaruhi oleh faktor umum, jenis kelamin, dan kondisi tubuh. Penggunaan mineral kalsium di dalam tubuh diatur oleh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar anak gondok, yaitu parathormon. Kekurangan mineral kalsium didalam tubuh akan menimbulkan gangguan, diantaranya adalah sbb :
• Karies pada gigi,
• Pertumbuhan tulang yang tidak sempurna ( rakitis ),
• Mudah terjadi kejang pada otot,
• Jika terjadi luka, darah sukar membeku.

b. Fosfor (P)

Fungsi mineral fosfor di dalam tubuh adalah untuk :
• Pembentukan matriks tulang,
• Proses kontraksi otot,
• Proses metabolisme,
• Bahan baku pembentukan fosfatid,
• Proses pembelahan sel, yaitu berhubungan dengan pemindahan sifat keturunan.

Bahan makanan yang mengandung fosfor adalah ikan, jagung, dan kacang-kacangan. Tubuh memerlukan sekitar 1 mg fosfor setiap hari.

c. Besi (Fe)
Di dalam tubuh,zat besi berfungsi sebagai :
• Komponen enzim yang berperan dalam respirasi sel,
• Komponen inti logam dari hemoglobin, yaitu zat yang berperan mengikat oksigen dalam darah.

Bahan makanan yang banyak mengandung zat besi adalah sayuran hijau. Daging dan ikan juga banyak mengandung zat besi, tetapi sukar untuk diserap ke dalam darah. Dalam satu hari setiap orang memerlukan 15-30 mg zat besi. Kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia.

d. Natrium (Na)

Di dalam tubuh, mineral natrium berguna untuk:
• Membentuk natrium bikarbonat. Natrium bikarbonat merupakan senyawa penting untuk mempertahankan keseimbangan asam basa cairan tubuh,
• Membantu mempertahankan kepekaan sel-sel otot dan sel-sel saraf,
• Menyusun komponen anorganik cairan ekstraseluler, untuk menjaga keseimbangan osmotik cairan ekstraseluler.
Sumber utama natrium adalah garam dapur. Kekurangan natrium akan menurunkan nilai osmotik cairan ekstrasel sehingga mengakibatkan pengaturan suhu tubuh tergganggu, kejang otot, dan kelelahan.

e. Kalium (K)

Kegunaan mineral kalium di dalam tubuh adalah:
• Sebagai katalisator pada pembentukan karbohirat dan protein,
• Membantu kontraksi otot,
• Membantu menghantarkan impuls saraf,
• Memelihara denyut jantung,
• Mengatur pelepasan insulin dari pankreas

Bahan makanan yang banyak mengandung kalium adalah daging unggas, buah-buahan, dan sayuran. Kekurangan kalium dapat menyebabkan kelemahan otot serta denyut jantung tidak normal.

f. Yodium (I)

Yodium memegang peranan yang penting dalam proses fisiologi kelenjar tiroid. Yodium merupakan komponen penyusun hormon tiroksin yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh. Kekurangan yodium pada janin akan mengakibatkan daya pendengaran berkurang. Sedangkan kekurangan yodium setelah lahir mengakibatkan kelenjar gondok membesar dan pertumbuhan terhambat.

g. Belerang (S)

Di dalam tubuh, belerang merupakan komponen penyusun beberapa vitamin ( tiamin, biotin, dan asam panthotenat), mengaktifkan enzim tertentu, dan membantu dalam penyimpanan dan pembebasan energi.

h. Magnesium (Mg)

Magnesium diperlukan oleh tubuh untuk :
• Respirasi intrasel,
• Unsur penting dalam tulang, otot dan sel darah merah.

Kekurangan magnesium dapat mengakibatkan emosi kurang terkendali dan terjadi kerusakan ginjal serta pembuluh darah jantung.
i. Fluor (F)
Fluor berperan penting untuk menguatkan gigi. Kekurangan fluor akan menyebabkan gigi gigis atau gigi karies (pembusukan atau kerusakan pada gigi). Bahan makanan yang mengandung fluor adalah telur, susu, garam, dan ikan.

6. Air

Air merupakan bahan makanan yang berfungsi melarutkan zat makanan, mempercepat reaksi tubuh, membentuk cairan tubuh, mengatur panas tubuh, mengangkut zat sisa ke alat pembuangan. Dalam sehari kita harus minum air minimal delapan gelas atau sekitar 2 sampai 2,5 liter. Kekurangan air dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan pada ginjal.
B Kebutuhan Energi

Setiap orang memerlukan energi yang tidak sama, tergantung pada umur, jenis kelamin, kegiatan/ gerak tubuh, dan iklim. Semakin berat kegiatan yang dilakukan manusia, semakin banyak jumlah energi yang dibutuhkan. Energi yang dibutuhkan tubuh berbentuk kalori.

Jumlah Kalori yang diperlukan untuk Berbagai Kegiatan
No Kegiatan Kebutuhan kalori/ kg berat badan/ jam
1 Tiduran 0,4
2 Duduk atau makan 0,45
3 Menulis 0,5
4 Berdiri tenang 0,5
5 Berhias 0,6
6 Cuci piring 1,0
7 Mengetik 1,0
8 Berjalan cepat 1,8
9 Menukang 2,0
10 Naik sepeda 2,4
11 Menari 3,5
12 Main pingpong 4,0
13 Menggergaji 5,2
14 Lari cepat 6,8
15 Balap sepeda 7,0
16 Berenang 7,4

2. MENU MAKANAN YANG SEIMBANG

Mengetahui kandungan zat yang terdapat di dalam bahan makanan sangat penting untuk menyusun makanan yang seimbang. Di dalam menu makanan seimbang harus terdapat golongan makanan sumber tenaga, golongan pembangun sel jaringan tubuh, dan pengatur golongan pengatur kerja faal dalam tubuh.
Makanan yang sehat dan seimbang tidak selalu makanan makanan yang mahal. Yang terpenting adalah jumlah jumlahnya cukup dan gizinya lengkap. Makanan yang cukup artinya tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Terlalu banyak zat makanan atau terlalu sedikit dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Terlalu banyak makanan yangmenyebabkan kegemukan (obesitas) dengan berbagai macam penyakit yang menyertainya. Makanan lengkap artinya makanan yang mengandung semua bahan yang diperlukan tubuh.
Jumlah makanan seimbang untuk setiap orang berbeda, tergantung pada umur, berat badan, jenis kegiatan, jenis kelamin, dan iklim.

A. TUJUH BAHAN POKOK MAKANAN SEHAT

Ada tujuh kelompok bahan makanan yang dapat dipilih untuk menyusun makanan. Setiap kelompok makanantersebut mengandung bahan makanan yang diperlukan tubuh.

1. kelompok 1 adalah berbagai macam sayuran berwarna hijau dan kuning. Sayuran tersebut mengandung vitamin A, mineral besi, kalsium, dan kalium.
2. kelompok 2 adalah berbagai macam buah-buahan yang berair dan berwarna. Buah-buahan tersebut mengandung vitamin C.
3. kelompok 3 adalh berbagai buah-buahan dan umbi-umbian yang banyak mengandung vitamin A dan C, mineral, dan gula. Misalnya kentang adalah sumber karbohidrat dan mineral.
4. kelompok 4 adalah susu atau bahan makanan yang terbuat dari susu, misalnya keju. Susu sapi mengandung karbohidrat, lemak, protein, zat kapur, fosfor serta beberapa vitamin A, B1, dan B2.
5. kelompok 5 adalah daging, telur, dan kacang-kacangan. Bahan makanan tersebut mengandung protein hewani. Protein nabati diperoleh dari kacang-kacangan. Makanan tersebut menganmdung lemak, vitamin B, dan zat besi.
6. kelompok 6 adalah beras, jagung, tepung terigu, ketela, kentang, roti, dan sagu. Makanan-makanan ini mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin B(pada kulit ari beras).
7. kelompok 7 adalah makanan yang mengandung minyak, misalnya minyak kelapa, mentega, margarine, kacang tanah, wijen, dan gajih. Mentega terbuat dari lemak susu; sedangkan margarin terbuat dari minyak tumbuhan. Selain sebagai sumber energi, lemak juga merupakan bahan pelarut vitamin A, D, E, dan K.

B. MENYUSUN MENU MAKANAN
Penyusunan menu makanan yang memenuhi syarat kesehatan harus memperhatikan kecukupan energi, protein, lemak, dan, karbohidrat sesuai dengan yang diperlukan oleh golongan umur tertentu.

Kecukupan energi sehari untuk manusia :
1). Umur 10-14 tahun
• untuk pria : 210-219 kJ/ kg berat badan
• untuk wanita : 169-221 kJ/ kg berat badan

2). Umur 14-18 tahun
• untuk pria : 168-210 kJ/ kg berat badan
• untuk wanita : 168 kJ/ kg berat badan

Kecukupan protein untuk anak golongan umur 10-18 tahun sekitar 1-1,5 g/ kg berat badan; kebutuhan lemak yang dianjurkan 10-20% dari energi total; dan kebutuhan karbohidrat dianjurkan 60-70% dari energi total.

C. MAKANAN PADA BAYI
Makanan bayi berbeda dengan orang dewasa. Makanan bayi harus padat gizi karena, laju pertumbuhannya sangat besar. Selain itu, karena system pencernaannya masih berkembang, makanan bayi juga harus mudah dcerna
Di awal bulan, makanan yang diperlukan bayi untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya adalah susu. ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah yang tepat dan menyediakan antibodi. ASI juga bersifat steril, gratis, dan selalu siap pada suhu yang tepat sesuai kebutuhan. Kolestrum adalah ASI yang keluar pada beberapa hari pertama setelah melahirkan. Kolestrum ini kaya protein dan antibodi. Kadangkala ada wanita yang tidak dapat menyusui sendiri, jadi ASI bisa digantikan susu formula khusus bayi.
Setelah 4 bulan atau 6 bulan, biasanya sudah waktunya bagi bayinya untuk memperoleh makanan padat. Makanan padat ini berupa bubur. Setelah bayi mampu mengkonsumsi berbagai makanan (biasanya setelah 12 bulan ke atas)ibu dapat menghentikan pemberian ASI (menyapih).

D. PENYAKIT DEFISIENSI AKIBAT MAKANAN TIDAK SEIMBANG

Mutu dan jumlah makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat mengakibatkan terkena penyakit gangguan gizi dan gizi buruk. Penyakit gangguan gizi adalah suatu keadaan akibat zat makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh. Gizi buruk adalah suatu keadaan akibat kebutuhan tubuh terhadap berbagai zat makanan tidak terpenuhidalam jangka waktu yang lama .
Beberapa penyakit akibat kekurangan zat tertentu disebut penyakit defisiensi.

1). Penyakit KEP
Penyakit KEP ada dua macam yaitu marasmus dan kwashiorkor.

a. Marasmus adalah penyakit kelaparan atau kurang energi. Ciri-cirinya adalah : otot mengecil, tidak ada lapisan lemak di bawah kulit, wajah tampak tua, berat badan sangat kurang.
b. Kwashiorkor yaitu penyakit yang disebabkan kekurangan protein. Ciri-cirinya adalah otot tidak berkembang baik, kaki bengkok, rambut coklat dan mudah rontok, wajah kelihatan menderita.

2). Rabun Senja (Xeroftalmia )

Penderita rabun senja tidak dapat melihat benda di sekellilingnya pada waktu senja. Jika parah, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan. Penyebab rabun senja antara lain tidak adanya cadangan vitamin A dalam tubuh, dan orang yang tidak menyenangi makanan yang mengandung vitamin A.

3). Penyakit Anemia

Penyebabnya antara lain kekurangan zat besi dalam tubuh sehingga kadar hemoglobin di dalam darah menjadi rendah. Selain itu sel-sel darah merah dapat berkurang karena infeksi cacing tambang.

4). Penyakit Gondok

Penyebab penyakit ini antara lain kekurangan yodium dan terdapat zat kapur yang tinggi pada air minum. Apabila kekurangan yodium, kelenjar gondok bekerja keras agar produksi hormon tirosid terpenuhi. Akibatnya, kelenjar gondok membengkak. Penderita penyakit gondok dapat mengalami penurunan kecerdasan dan pertumbuhannya terhambat.

3. MENJAGA KESEHATAN TUBUH MELALUI PEMILIHAN MAKANAN

Saran yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh melalui pemilihan makanan yang akan dikonsumsi adalah

1) Makanlah salah satu macam makanan dari setiap kelompok tujuh bahan pokok makanan setiap harinya. Artinya, makanan yang dikonsmsi hendaknya beraneka ragam.
2) Usahakan makan secara teratur sebanyak 3 kali, yaitu pagi, siang, dan malam.
3) Makanan manis dapat mengurangi selera makan karena tubuh telah mendapatkan energi dari makanan manis tersebut. Meskipun demikian, zat-zat lain belum terpenuhi. Karena itu hendaknya hindari makan makanan manis sebelum makan.
4) Sebaiknya tidak minum sebelum makan karena dapat menurunkan selera makan.
5) Memilih makanan berdasarkan pertimbangan gizi yang baik.
6) Makanlah dalam keadaan tenang, cukup waktu, dalam suasana gembira.
7) Sebaiknya berolahraga dan tidur atau beristirahat yang cukup.
8) Perbanyaklah kegiatan positif agar fisik dan mental juga tumbuh dengan baik.
9) Jagalah kesehatan lingkungan.
10) Terlalu banyak makan juga mengganggu kesehatan. Kelebihan makanan akan dibuang oleh tubuh melalui ginjal. Jika ginjal bekerja terlalu keras, maka fungsi ginjal dapat terganggu

4. SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

Agar dapat diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh, makanan perlu dicerna terlebih dahulu. Proses pencernaan makanan dibedakan menjadi pencernaan makanan secara mekanis dan kimiawi. Sistem pencernaan makanan terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongann, lambung usus, dan anus. Makanan diserap di usus kemudian di edarkan ke seluruh bagian tubuh. Sisa makanan di keluarkan melalui anus.

1). MULUT

Di dalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar pencernaan secara mekanis dan kimiawi.

a. Gigi

Gigi manusia terdiri dari gigi seri, taring, dan geraham. Gigi seri terletak di depan berbentuk seperti kapak yang mempunyai fungsi memotong makanan. Di samping gigi seri terdapat gigi taring. Ggi taring berbentuk runcing yang berguna untuk merobek makanan. Di belakang gigi taring terdapat gigi geraham yang mempunyai fungsi menghaluskan makanan.
Setiap gigi tersusun atas bagian-bagian sbb
• Puncak gigi atau mahkota gigi, yaitu bagian yang tampak dari luar.
• Leher gigi, yaitu bagian gigi yang terlindung di dalam gusi dan merupakan batas antara mahkota dan akar gigi.
• Akar gigi, yaitu bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
Lapisan-lapisan gigi terdiri dari email, tulang gigi, semen gigi, dan rongga gigi.

• Email
Email merupakan lapisan yang keras pada puncak gigi. Email berfungsi melindungi tulang gigi. Jika email rusak, maka gigi akan rusak pula.
• Tulang gigi
Di lapisan berikutnya terdapat tulang gigi yang terbuat dari dentin. Dentin berupa jaringan berwarna kekuningan.
• Semen gigi
Di lapisan luar akar gigi terdapat semen gigi atau sementum.
• Rongga gigi
Di bagian dalam gigi terdapat rongga gigiatau pulpa. Rongga gigi berisi saraf dan pembuluh darah. Lubang yang dalam pada gigi dapat mencapai rongga gigi dan mengenai saraf sehingga menimbulkan nyeri.
Susunan gigi
Gigi manusia mulai tumbuh pada bayi berumur kira-kira 6-7 bulan sampai 26 bulan. Gigi pada anak-anak di sebut gigi susu atau sulung. Setelah anak berumur 6 sampai 14 tahun gigi susu tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi tetap. Gigi tersusun berderet pada rahang atas dan bawah. Gigi susu berjumlah 20 buah terdiri atas gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham 8 buah.
Gigi tetap pada orang dewasa berjumlah 32 buah yang terdiri dari gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham depan 8 buah, dan gigi geraham belakang 12 buah. Dengan demikian kalian dapat menemukan perbedaan jumlah antara gigi susu dan gigi tetap.

b. Lidah

Lidah berguna untuk membantu mengatur letak makanan di dalam mulut mendorong makanan masuk ke kerongkongan. Selain itu lidah lidah juga berfungsi untuk mengecap atau merasakan makanan. Pada lidah terdapat daerah-daerah yang lebih peka terhadap rasa-rasa tertentu, seperti asin, masam, manis, dan pahit.

c. Kelenjar lidah

Ludah dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar ludah. Kelenjar ludahtersebut adalah kelenjar ludah parotis, kelenjar ludah rahang bawah, kelenjar ludah bawah lidah. Ludah yang dihasilkan dialirkan melalui saluran ludah yang bermuara ke dalam rongga mulut.
Ludah mengandung air, lendir, garam, dan enzim ptialin.enzim ptialin berfungsi mengubah amilum menjadi gula, yaitu maltosa dan glukosa.

2). Kerongkongan

Dari mulut, makanan masuk ke dalam kerongkongan. Kerongkongan merupakan saluran panjang sebagai jalan makanan dari mulut menuju ke lambung. Panjang kerongkongan lebih kurang 20 cm dan diameter lebih kurang 2 cm. kerongkongan dapat melakukan gerakan melebar, menyempit, bergelombang, dan meremas-meremas untuk mendorong makanan masuk ke lambung. Gerak demikian disebut dengan gerak peristaltik. Di esophagus, makanan tidak mengalami pencernaan.
Di sebelah depan kerongkongan terdapat saluran pernapasan yang disebut trakea. Trakea menghubungkan rongga hidung dengan paru-paru. Pada saat kita menelan makanan, ada tulang rawan yang menutup lubang ke tenggorokan. Bagian tersebut dinamakan epiglottis. Epiglottis mencegah makanan masuk ke paru-paru.

3). Lambung

Lambung merupakan suatu kantong yang terletak di dalam rongga perut sebelah kiri di bawah sekat rongga badan. Lambung dapat dibagi menjadi 3 daerah yaitu daerah kardia, fundus, dan pilorus.
o Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan.
o Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat.
o Pilorus adalh bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari.
Lambung mempunyai dua otot lingkar, yaitu otot lingkar pardia dan otot lingkar pilorus. Otot lingkar kardia terletak di bagian atas dan berbatasan dengan bagian bawah kerongkongan. Fungsinya adalah untuk mencegah makanan dari lambung agar tidak kembali ke kerongkongan dan mulut. Otot lingkar pilorus hanya terbuka apabila makanan telah tercerna di lambung
Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi. Dinding lambung berkontraksi, menyebabkan gerak peristaltik. Gerak peristaltik dinding lambung mengakibatkanmakanan di dalam lambung teraduk-aduk. Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdepat kelenjar yang menghasilkan getah lambung.. getah lambung mengandung asam lambung, serta enzim-enzim lain. Asam lambung berfungsi sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengantifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil.

4). Usus Halus

Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang yang terdiri dari 3 bagian yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan.

a. Usus Dua Belas Jari

Bagian usus ini disebut usus dua belas jari karena panjangnya sekitar 12 jari berjajar parallel. Di dalam dindin usus dua belas jari terdapatmuara saluran bersama dari kantong empedu berisi empedu yang dihasilkan oleh hati. Berguna untuk mengemulsikan lemak. Empedu berwarna kehijauan dan berasa pahit.
Pankreas terletak di bawah lambung dan menghasilkan getah pankreas. Getah pankreas mengandung enzim amilase, tripsinogen, dan lipase. Amilase mengubah zat tepung menjadi gula. Tripsinogen merupakan enzim yang belum aktifnamun dapat diaktifkan terlebih dahulu oleh enzim enterokinase yang dihasilkan oleh usus halus. Enzim enterokinase mengubah tripsinogen menjadi tirpsin yang aktif. Tripsin mengubah protein menjadi peptide dan asam amino. Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Zat-zat hasil pencernaan tersebut mudah terserap oleh dinding usus melalui proses difusi dan osmosis. Zat-zat yang belum teruraikan dapat memasuki membran sel usus melalui transport aktif.

b. Usus Kosong

Panjang usus kosong antara 1,5 sampai 1,75 m. di dalam usus ini makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus. Usus kosong menghasilkan getah usus yang mengandung lendir dan bermacam-macam enzim. Enzim-enzim tersebut tersebut dapat memecah molekul makanan menjadi lebih sederhana. Di dalam usus ini makanan menjadi bubur yang lumat dan encer.

c. Usus Penyerapan

Usus penyerapan panjangnya antara 0,75 sampai 3,5 m. di dalam usus ini terjadi penyerapan sari-sari makanan. Permukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot usus atau vili. Jonjot usus menyebabkan permukaan permukaan ileum menjadi luas sehingga proses penyerapan sari makanan dapat berjalan baik. Penyerapan sari makanan oleh usus halus disebut absorpsi.
Makanan yang mengalami pencernaan secara kimiawi adalh karbohidrat, protein, dan lemak. Hasil ahir pencernaan karbohidrat adalah glukosa, protein menjadi asam amino, dan lemak menjadi asam lemak dsan gliserol. Vitamin dan mineral tidak mengalami proses pencernaan. Glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral masuk ke dalam pembuluh darah kapiler yang ada dalam jonjot usus. Sari makanan dialirkan bersama makanan melalui pembuluh darah menuju kehati. Glukosa sebagian disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen yang tidak larut dalam air. Sebagian sari makanan yang lain di edarkan ke seluruh sel tubuh melalui pembuluh darah. Asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh kil karena ukuran molekulnya cukup besar. Pembuluh kil adalah pembuluh limfa atau pembuluh getah bening yang ada di daerah usus. Selanjutnya pembuluh kil akan bergabung dengan pembuluh kil lainnya dan akhirnya bermuara pada pembuluh getah bening di bawah tulang selangka

5). Usus Besar, Rektum, dan Anus

Usus besar atau kolon merupakan kelanjutan dari usus halus. Panjang usus besar lebih kurang satu meter. Batas antara usus halus dengan usus besar disebut sekum(usus buntu). Usus buntu memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing (apendiks). Peradangan pada usus tambahan tersebut dinamakan apendisitis dan sering disebut sebagai ”sakit usus buntu”. Usus besar terdiri atas bagian usus yang naik, bagian mendatar, dan bagian menurun.
Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air sisa makanan. Jika kadar air yang terkandung dalam sisa makanan berlebihan, kelebihan air akan diserap oleh usus besar. Sebaliknya jika sisa makanan kekurangan air, akan diberi tambahan air.
Di dalam usus besar terdapat bakteri pembusuk Escherichia Coli yang membusukkan sisa makanan menjadi kotoran. Dengan demikian kotoran menjadi lunak dan mudah dikeluarkan. Bakteri ini pada umumnya tidak mengganggu kesehatan manusia. Bakteri tsb bahkan ada yang menghasilkan vitamin K dan asam amino tertentu yang berguna bagi manusia.
Bagian akhir usus besar disebut poros usus ( rektum ). Panjang rektum lebih kurang 15 cm. Rektum bermuara pada anus. Anus mempunyai dua macam otot, yaitu otot tak sadar dan otot sadar.
Pada saat sampai di rektum, semua zat yang berguna telah diserap ke dalam darah. Sisanya berupa makanan yang tidak dapat dicerna, bakteri, dan sel-sel mati dari saluran pencernaan makanan. Campuran bahan-bahan tersebut dinamakan feses.
Berbagai penyakit masuk ke tubuh melalui sistem pencernaan makanan. Ini berarti bahwa kebersihan dan kesehatan makanan harus dijaga.

5. GANGGUAN DAN KELAINAN PADA SISTEM PENCERNAAN

Banyak faktor penyebab gangguan pada istem pencernaan, antara lain pola makanan yang salah, infeksi bakteri, atau karena adanya kelainan pada alat pencernaan makanan. Beberapa gangguan tersebut antara lain sbb.

1). Karies
Terjadi dalam rongga mulut pada gigi yang tidak terawat. Karies terjadi karena adanya penumpukan sisa makanan pada gigi yang difermentasikan oleh bakteri menyebabkan lubang pada gigi.

2). Sariawan
Diawali dengan timbulnya luka kecil dalam rongga mulut. Bil tidak segera disembuhkan, sariawan dapat mengganggu pencernaan makanan di dalam mulut. Pencegahannya dilakuakan dengan mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah yang cukup.

3). Apendisitis
Yaitu terjadi peradangan bagian apendiks ( umbai cacing ) karena infeksi bakteri.

4). Diare
Disebabkan oleh protozoa atau bakteri, sehingga terjadi gangguan penyerapan air di usus besar. Akibatnya, ampas makanan yang dikeluarkan berwujud cair.

5). Enteritis
Peradangan pada usus halus atau usus atau usus besar karena infeksi oleh bakteri.

6). Konstipasi atau sembelit
Gejalanaya sulit buang air besar karena penyerapan air di kolon terlalu banyak

7). Ulkus ( radang lambung )
Peradangan pada dinding lambung akibat produksi asam lambung lebih banyak dari jumlah makanan yang masuk atau karena infeksi oleh bakteri.

8). Parotitis ( gondong )
Peradangan pada kelenjar parotis karena infeksi virus.

9). Kanker lambung
Penyakit ini disebabkan oleh konsumsi alcohol yang berlebihan, merokok, dan sering mengkonsumsi makanan berbahan pengawet.

10). Kolitis ( radang usus besar )
Gejalanya berupa diare, kram perut, atau konstipasi, bahkan dapat terjadi luka atau pendarahan di usus.

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA HEWAN DAN PROTOZOA

Proses pencernaan makanan pada mahluk hidup ada yang terjadi di luar sel dan juga ada yang terjadi di dalam sel. Pada hewan bersel banyak terdapat sistem pencernaan yang berbeda tergantung pada tingkatan organisme dan jenis makanannya. Berikut ini akan diuraikan sistem pencernaan protozoa, cacing, serangga, ikan, amfibi, reptilian, burung, dan hewan pemamah biak.

A. Sistem Pencernaan Makanan Protozoa

Organisme bersel satu tidak mempunyai sistem pencernaan seperti pada hewan bersel banyak. Proses pencernaan makanan pada organisme bersel satu berlangsung di dalam sel itu sendiri. Jika ada makanan, organisme tsb bergerak kea rah makanan . kemudian mengelilingi makanan tersebut dengan pseudopodium ( kaki semu ). Makanan tersebut terkurung oleh kaki semu dan terbentuk vakuola makanan. Di dalam vakuola ini makanan dicerna, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Sari-sari makanan di edarkan ke dalam sitoplasma dan sisa-sisa makanan dikeluarkan dari membran plasma.

B. Sistem Pencernaan Makanan Cacing

Pada cacing pipih terdapat sistem pencernaan makanan yang terdiri dari mulut dan usus, yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh untuk mengedarkan sari makanan
Pada cacing berbuku-buku, sustem pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, tembolok, lambung pengunyah, usus, dan anus. Makanan cacing tanah berupa humus. Humus dan sisa-sisa organisme yang merupakan makanan cacing telah mengalami pembusukan saehingga bersifat asam, maka perlu dinetralisir. Di sekitar kerongkongan terdapat tiga pasang kelenjar kapur yang menghasilkan yang dapat menetralkan sifat asam makanannya.
Dari kerongkongan, makanan masuk kedalam tembolok untuk disimpan sementara. Kemudian di dalam empedal, makanan dihancurkan atau dihaluskan secara kimiawi. Hasil pencernaan berupa sari makanan diserap dan sisa-sisa makanan dikeluarkan melalui anus.

C. Sistem Pencernaan Makanan Serangga

Jenis makanan serangga berbeda-beda. Serangga ada yang memakan tumbuhan, ada pula yang memakan daging.
Saluran pencernaan belalang terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung pengunyah, lambung, usus, rektum, dan anus. Kerongkongan mempunyai bagian membesar seperti gelembung tipis dan berduri. Gelembung itu disebut tembolok. Tembolok berfungsi sebagai alat untuk menyimpan makanan sementara. Di bagian depan lambung terdapat enam pasang usus buntu yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan.
Makanan masuk melalui mulut. Di dalam rongga mulut makanan dicerna secara mekanis yaitu dikunyah, dan dicerna secara kimiawi dengan air ludah. Dari mulut, makanan masuk ke kerongkongan lalu menuju ke tembolok. Di tembolok, makanan disimpan sementara dan kemudian ke empedal. Empedal memiliki dinding dari kitin untuk menghaluskan makanan. Makanan akhirnya menuju ke lambung. Proses penyerapan sari makanan terjadi di dalam usus. Makanan masuk ke dalam darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh . sisa makanan yang tidak diserap dikeluarkan melalui anus.
Serangga yang mempunyai alat pengisap tidak mengunyah makanannya. Mereka tidak mempunyai alat pencernaan yang lengkap karena makanannya berupa cairan.

D. Sistem Pencernaan Makanan Ikan

Saluran pencernaan makanan pada ikan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Di dalam rongga mulut ikan terdapat lidah pendek pada dasar mulut. Ikan mempunyai gigi yang tumbuh pada rahang atas dan bawah.,. ikan mempunyai kelenjar lendir di mulutnya. Lambung merupakan pelebaran dari saluran pencernaan. Antara lambung dengan usus terdapat 3 buah usus buntu. Ikan mempunyai hati, kantong empedu serta saluran empedu yang bermuara ke dalam usus. Pankreas tidak begitu jelas dan bersatu dengan hati sehingga disebut hepatopankreas. Makanan dari lambung masuk ke dalam usus. Di sini terjadi penyerapan makanan. Sisa-sisa makanan dikeluarkan melalui usus.

E. Sistem Pencernaan Makanan Amfibi

Saluran pencernaan makanan pada katak terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan kloaka. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, hati, dan pankreas.
Gigi tumbuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit disebut gigi vomer. Setiap kali tanggal, akan tumbuh gigi baru sebagai ganti. Lidah pada katak bercabang dua dan berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Sesudah makanan masuk mulut, ditelan, kemudian melewati kerongkongan menuju lambung. Di dalam lambung makanan dicerna kemudian masuk ke usus halus. Dinding usus halus mengandung kapiler darah yang berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan. Selanjutnya sisa makanan masuk ke usus besar. Dari usus besar sisa makanan didorong keluar melalui kloaka.

F. Sistem Pencernaan Makanan Reptilia

Saluran pencernaan makanan pada reptilia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, pankreas, dan hati. Reptilia mempunyai gigi, lidah, dan ludah. Gigi tumbuh pada rahang atas dan bawah.
Pada ular berbisa, terdapat gigi bisa yang tumbuh pada langit-langit mulutnya. Bisa digunakan untuk melumpuhkan atau membunuh mangsanya. Lidah pada cicak digunakan untuk menangkap mangsa. Ular, bengkarung dan cicak tidak mengunyah mangsa. Kelenjar ludah yang terdapat pada rongga mulut menghasilkan lendir yang berguna untuk membantu memudahkan menelan mangsa. Makanan yang ditangkap langsung dikunyahnya.
Bentuk lambung pada reptilia sesuai dengan bentuk tubuhnya. Kura-kura memiliki lambung membulat, ular dan bengkarung memiliki bentuk perut yang memanjang,

G. Sistem Pencernaan Makanan Burung

Susunan saluran pencernaan burung pemakan biji terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Misal ayam dan burung merpati.
Pada mulut terdapat paruh yang kuat dan berfungsi untuk mengambil makanan, tidak berfungsi untuk mengunyah makanan karena tidak mempunyai gigi . makanan yang diambil oleh paruh kemudian masuk ke dalam rongga mulut lalu menuju ke kerongkongan. Bagian bawah kerongkongan membesar berupa kantong yang disebut tembolok. Tembolok berguna untuk menyimpan makanan sementara.
Lambung terdiri dari dua bagian, yaitu lambung kelenjar di bagian depan dan empedal di bagian belakang. Disebut lambung kelenjar karena dindingnya mengandung kelenjar yang menghasilkan getah lambung yang berfungsi mencerna makanan secara kimiawi. Disebut lambung pengunyah karena karena dindingnya mengandung otot-otot kuat yang berguna untuk menghancurkan makanan. Di dalam empedal sering terdapat batu kecil atau pasir untuk membantu mencerna makanan secara mekanis.
Enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan empedu dialirkan ke usus halus. Hasil pencernaan berupa sari-sari makanan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus halus. Burung mempunyai dua usus buntu. Usus buntu berguna memperluas daerah penyerapan sari-sari makanan.

Sisa makanan didorong ke usus besar kemudian ke dalam rektum dan akhirnya dikeluarkan melalui kloaka. Kloaka merupakan muara dari tiga saluran, yaitu saluran pencernaan usus, saluran uretra, dan saluran kelamin.

Arsenik dan Kasusnya

Akhmad Sabarudin, 2006-02-04 00:00:00

kategori: Demistifikasi Alam
Dilihat: 203 kali

Arsenik menjadi sangat populer di Indonesia ketika seorang aktivis hak asasi manusia, Munir, meninggal dunia di pesawat Garuda dalam penerbangan dari Singapore-Amsterdam beberapa waktu lalu. Kasus buyat, yang sampai saat ini belum jelas ujung ceritanya, juga tak lepas dari arsenik. Sebelum membahas lebih jauh tentang beberapa kasus yang ditimbulkan baik di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya, penulis akan memberikan informasi umum terlebih dahulu tentang arsenik.

Secara kimia, arsenik adalah nama sebuah unsur yang merupakan unit penyusun senyawa kimia. Dalam notasi kimia, arsenik disingkat As. Karena nama sebuah unsur, ia bisa tampil dalam bentuk bermacam-macam senyawa. Arsenik terjadi secara alami di alam dan terdistribusi sangat luas di kerak bumi. Di lingkungan, arsenik berkombinasi dengan oksigen, klorin, sulfur untuk membentuk senyawaan anorganiknya. Pada manusia, hewan, dan tumbuhan, arsenic berkombinasi dengan karbon dan oksigen untuk membentuk senyawa senyawa organic arsenic.

Arsenik dalam bentuk senyawa anorganik banyak digunakan untuk pengawetan kayu. Di dunia elektronik, senyawa ini juga dipakai secara luas. Gallium arsenide (GaAs) di dunia elektronik di pakai dalam teknologi semikonduktor, diode, transitor, dan juga integrated circuits (IC). Dalam bentuk senyawa organiknya, arsenic banyak digunakan sebagai pestisida, khususnya untuk tanaman kapas.

Di alam arsenic tidak dapat dirusak atau dihilangkan tetapi hanya berubah bentuk saja dengan muatan yang berbeda. Pemakaian yang luas arsenic dalam dunia industri dan pertanian seperti dijelaskan diatas telah mengakibatkan semakin besarnya distribusi arsenic di lingkungan. Bentuk yang paling umum di perairan adalah arsenik III (arsenite) dan arsenik V (arsenate). Bentuk anorganiknya ini jauh lebih berbahaya dan beracun di bandingkan bentuk organiknya seperti monomethylarsonic acid (MMA) dan dimethylarsinic acid (DMA). Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan konsentrasi maksimum arsenik yang di perbolehkan di air minum sebesar 10 µg/L. Ketika kita bernafas, dan terhirup arsenic anorganik dalam konsentrasi yang tinggi maka dapat terjadi kerusakan pada tenggorokan dan jantung. Bahkan dalam jumlah yang lebih besar lagi, arsenic anorganik dapat menyebabkan kematian. Konsentrasi rendah arsenic dapat menyebabkan mual dan muntah, menurunnya produksi sel darah merah dan putih, ketidaknormalan kerja hati, dan merusak pembuluh darah. Dalam waktu yang lama, juga dapat menyebabkan kulit menjadi hitam dan keras di sertai tumbuh benjolan-benjolan seperti jagung atau kutil. Kulit akan memerah dan menggelembung jika terjadi kontak dengan arsenic anorganik.. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa arsenik yang terakumulasi secara berlebih dalam tubuh kita dapat meningkatkan resiko penyakit berbahaya seperti kanker hati, darah, jantung, dan ginjal. Bersyukurlah kita bahwa arsenic dalam bentuk senyawa organiknya, yang banyak terakumulasi pada ikan, kerang-kerangan, rumput laut, telah di teliti sebagai senyawa yang tidak berbahaya.
Sedikitnya ada tiga bentuk senyawa anorganik arsenic yang memiliki tingkat racun yang tinggi, yaitu :

  1. Arsenik trioksida (As2O3). Di Indonesia senyawa ini sering disebut sebagai warangan, yang biasanya sering dipakai untuk membersihkan keris. Sebenarnya tidak hanya membersihkan saja, tetapi juga untuk menambah racun pada keris. Jadi sebenarnya tidak ada keris yang sakti, tetapi keris yang berdaya racun tinggi. Secara umum, senyawa ini dikenal dengan nama arsenikum yang berwarna putih dan mudah larut dalam air, khususnya air panas. Maka janganlah sekali kali anda mencampurkannya dalam teh dan kopi.
  2. Arsenik triklorida (AsCl3). Toksisitas atau daya racun senyawa ini lebih rendah di bandingkan arsenic trioksida. Di dalam dunia kriminal, senyawa ini jarang dipakai karena selain daya racunnya rendah, juga karena relatif lebih sulit untuk dilarutkan. Ia lebih mudah larut dalam sesuatu yang berminyak.
  3. Arsin (AsH3). Senyawa ini berbentuk gas dan sering dipakai sebagai senjata kimia dalam perang modern. Senyawa ini memiliki daya racun yang paling tinggi. Arsin dapat terbentuk dari reaksi antara arsenic anorganik dengan sodium borohydride.

Beberapa contoh kasus arsenic yang menimpa perorangan dan masyarakat luas adalah sbb :

1. Kematian Napoleón Bonaparte
Sebagimana kita ketahui, Napoleón adalah mantan kaisar perancis yang popular di daratan eropah sekitar awal abad 18. Ia meninggal dalam pengasingan 184 tahun yang lalu. Pada awalnya, kematian Napoleon dianggap kematian yang biasa. Menurut hasil otopsi, Napoleon meninggal karena penyakit system pencernaan yang aku, sama seperti penyebab kematian ayahnya. Namun, akhirnya di ketahui ketika pada sekitar tahun 1960 sampel rambut Napoleon mengandung arsenic dalam jumlah yang sangat tinggi. Menurut catatan Louis Marchand, pembantu Napoleon yang mencatat kondisi Napoleon selama di pengasingan, saat meninggal keadaan fisik Napoleon cukup menyedihkan, kakinya bengkak sehingga sukar berjalan. Tak hanya itu, Napoleon juga sering mengeluhkan sulit tidur, pusing-pusing, hilang nafsu makan, muntah-muntah, gatal-gatal, dan sakit dada. Gejala yang dialami Napoleon sama dengan gejala keracunan arsenik. Forshufvud, seorang dokter gigi dan pengagum napoleon, meyakini ketika mengetahui kondisi tubuh mayat Napoleon yang masih utuh ketika kuburannya dipindahkan di Santa Helena ke Perancis. Tubuh Napoleon tidak rusak walaupun tidak menggunakan pengawet karena kandungan arsenik di dalam tubuh membuat tubuhnya awet dan salah satu kegunaan arsenic ini adalah dapat mengawetkan mayat.
Dr. Hamilton Smith dalam publikasinya Journal Analytical Chemistry telah menganilis rambut Napoleon dengan menggunakan Analisis Aktivasi Neutron (Neutron Activation Analysis). Kemudian, Forshufvud bekerja sama dengan Smith menganalisis kandungan arsenik dalam rambut Napoleon. Hasil analysis tersebut menunjukkan bahwa kadar arsenik tertinggi dalam rambut Napoleon adalah 51.2 ppm dan paling rendah adalah 2.8 ppm. Dengan rata-rata sekitar 24.3 ppm. Padahal, kadar normal arsenik dalam tubuh adalah 0.8 ppm. Sedangkan dalam sample rambut Napoleon 30 kali lipat lebih tinggi dari kadar normal.

2. Kontaminasi Arsenik di beberapa belahan dunia
Sebanarnya ada 20 negara di dunia yang air tanahnya terkontaminasi arsenik. Tetapi, 4 kasus terbesar kasus kontaminasi arsenik ini terjadi di Asia, yaitu di Bangladesh, West Bengal-India, Inner Mongolia, China dan Taiwan. Roger Smith, Profesor Emeritus farmakologi dan toksikologi, Sekolah Medis Dartmouth, menyatakan kontaminasi arsenik alami dalam air merupakan problem di sumur yang terdapat di Bangladesh. Peracunan sumur di Bangladesh merupakan problem yang rumit; jutaan orang mengambil air minum dari sumur yang dibor melalui lapisan batu yang mengandung arsenik. Peracunan kronik, level rendah seperti di Banglades menyebabkan korbannya menderita kanker, kulit melepuh, dan lain-lain. World Bank dalam laporannya menyatakan bahwa 43 ribu desa dari 68 ribu desa di Banglades beresiko terkontaminasi oleh arsenic. Lebih lanjut WHO memprediksi bahwa kematian 1 di antara 10 penduduk di bagian selatan Banglades di sebabkan oleh kanker yang diakibatkan akumulasi arsenic di dalam tubuh penduduk. Problem kontaminasi air bawah tanah di Bengal barat, India telah di ketahui sejak tahun 1993, dan masalah ini semakin parah dari hari ke hari. Namun sungguh sangat di sayangkan setelah 22 tahun berlalu tidak ada upaya yang konkrit untuk mengatasi situasi tsb, dan keracunan arsenic semakin merajalela di sana.

3. Kematian Munir, aktivis HAM Indonesia
Munir Said Thalib lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965 dan meninggal di pesawat Garuda dari Jakarta jurusan ke Amsterdam, pada tanggal 7 September 2004. Pria keturunan Arab ini adalah seorang aktivis HAM Indonesia dan jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial. Pada tanggal 12 November 2004 dikeluarkan kabar bahwa polisi Belanda (Institut Forensik Belanda) menemukan jejak-jejak senyawa arsenikum setelah otopsi. Hal ini juga dikonfirmasi oleh polisi Indonesia. Belum diketahui siapa yang telah meracuni Munir, meskipun ada yang menduga bahwa oknum-oknum tertentu memang ingin menyingkirkannya. Ditemukan kadar arsenik di tubuh Munir mencapai 460 mg dan Institute Forensik Belanda menyebutnya acute arsenic poisoning. Menurut standar, arsenik mencapai taraf mematikan mulai kadar 200-300 mg.

H. Sistem Pencernaan Makanan Hewan Pemamah Biak

Pada mamalia terdapat jenis gigi dan susunan alat pencernaan makanan yang berbeda sesuai dengan makanannya. Bentuk dan susunan gigi hewan herbivor berbeda dengan susunan gigi hewan karnivor. Hewan herbivor mempunyai tidak mempunyai gigi taring sebaliknya hewan karnivor mempunyai gigi taring. Pada hewan herbivor, di antara gigi taring dan geraham depan ada ruang yang tidak ditumbuhi dinding. Ruang ini disebut diastema. Gigi hewan herbivor selalu tumbuh dan gigi yang tanggal akan digantikan.
Hewan herbivor ada yang digolongkan hewan pemamah biak karena mengunyah makanannya dua kali. Saluran pencernaan makanan hewan pemamah biak terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, dan anus. Lambung terdiri dari perut besar, perut jala, perut kitab, dan perut masam. Makanan yang berupa rumput kemudian ditelan masuk ke kerongkongan menuju ke perut besar. Di perut besar makanan disimpan sementara, kemudian masuk ke dalam perut jala. Di dalam perut jala makanan dicerna secara kimiawi dan menjadi gumpalan-gumpalan kecil. Gumpalan tersebut dikeluarkan kembali ke mulut untuk dimamah sampai lumat oleh geraham. Setelah makanan dimamah, ditelan lagi dan masuk ke perut kitab untuk digiling. Selanjutnya makanan masuk ke dalam perut masam. Di dalam perut ini makanan dicerna secara kimiawi oleh enzim-enzim. Akhirnya sari makanan masuk ke usus halus, kemudian diserap dan diedarkan olewh darah ke seluruh tubuh. Sisa makanan keluar melalui anus.

Cinta Itu Menyembuhkan

- Jawaban -

Untuk tetap sehat dan panjang umur kita selalu dianjurkan untuk menjalani pola hidup yang sehat, tetapi kita sering melupakan faktor lain yang juga penting untuk membuat kita selalu sehat yaitu cinta.

Meskipun tidak bisa dilihat bukan berarti cinta tidak berpengaruh pada kesehatan kita. Kalau tidak percaya, lihatlah orang yang sedang jatuh cinta. Meski pola hidup dan pola makannya belum tentu sehat, tapi mereka nampak segar dan penuh energi. Tiba-tiba saja menjadi kuat bekerja siang dan malam seolah mendapatkan energi ekstra.

Kenyataannya, sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa cinta mambuat kita lebih sehat. Namun tidak semua cinta memiliki efek menyembuhkan. Misalnya cinta romantis. Meski bisa membantu penyembuhan; namun cinta jenis ini cepat sekali berlalu. Dan seringkali malah menimbulkan depresi ketika patah hati atau saat bertepuk sebelah tangan. Cinta yang paling baik dalam penyembuhan adalah cinta yang mengandung kasih, penerimaan dan pengertian. Jadi mengandung unsur spiritual dan emosional, walau bisa juga menjadi romantis.

Dr. Bernie Siegel, penutis buku Love, Medicine and Miracle menyebutnya cinta tanpa pamrih (unconditional Iove). Cinta jenis ini menurutnya mengandung energi penyembuhan yang kuat. Bagaimana bisa demikian?

Orang Yang Dicintai Dan Mencintai Sama-sama Sehat

Penelitian di Yale University terhadap 119 pria dan 40 wanita yang menjalani pemeriksaan pembuluh darah koroner, hasilnya mereka yang merasa paling dicintai dan didukung oleh pasangannya memiliki lebih sedikit penyumbatan di arteri jantungnya dibandingkan kelompok lainnya.

Jika merasa dicintai baik pengaruhnya bagi kesehatan jantung, memberikan cinta juga bisa membuat orang awet muda. Dengan kata lain, semakin banyak mereka memberikan cinta dan dukungan kepada sesamanya, semakin lambat proses penuaan yang terjadi pada mereka.

Orang yang merasa dicintai, dipedulikan, menikmati dukungan serta kedekatan, akan menjadi lebih berbahagia dan lebih sehat. Risiko menderita penyakit menjadi lebih kecil, dengan begitu kesempatannya menjadi Iebih besar untuk bertahan hidup. Mengapa pengaruh cinta bisa sedemikian kuatnya?

Cinta Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Meskipun dalam praktiknya selama ini lebih banyak membantu penderita kanker, Dr. Bemie Siegel begitu yakin bahwa kekuatan cinta bisa mengatasi berbagai penyakit. Menurutnya, cinta tanpa syarat (unconditional love) merupakan perangsang sistem kekebalan yang paling hebat. Dengan sepenuhnya menyayangi diri sendiri dan orang lain, secara otomatis kadar immunoglobulin dalam darah kita akan meningkat.

Jadi tak peduli bagaimana pun kondisi kita, tak ada salahnya untuk mulai mencintai dan mempersiapkan diri untuk dicintai sesama manusia dengan cinta tanpa pamrih seperti yang diteladankan Yesus semasa hidupnya di dunia.

Kategori berita
Pembentukan Karsinogen Dalam Makanan
Sumber: Kompas, 03 Januari 2003

TERNYATA reaksi yang menyebabkan makanan berasa enak dan berwarna menarik pada saat yang sama juga memungkinkan terbentuknya bahan karsinogen. Karena itu, makanan cepat saji (fast food) yang kian populer jangan dikonsumsi berlebihan.

Ada berbagai alasan di balik itu. Kelebihan kalori dan kandungan lemak yang tinggi adalah di antaranya. April lalu ilmuwan-ilmuwan dari Swedia menambahkan alasan mengapa makanan seperti french fries dan potato chips harus hati-hati dikonsumsi. Ternyata, makanan yang kaya karbohidrat bila dipanaskan dapat mengandung akrilamida, senyawa yang diketahui menyebabkan kanker pada tikus.

Namun, saat itu bagaimana proses terbentuknya akrilamida masih belum jelas. Kini, majalah Nature-dalam edisi 2 Oktober 2002-menurunkan dua artikel hasil penelitian ilmuwan di Inggris dan Swiss yang mengungkap proses produksi akrilamida.

Selama proses memasak, asam amino (bahan penyusun protein) dan gula dapat bereaksi melalui apa yang dikenal dengan reaksi Maillard. Reaksi ini ditemukan pertama kali oleh Maillard pada awal abad ke-20, saat ia ingin meneliti bagaimana asam-asam amino berikatan membentuk protein.

Maillard menemukan itu saat memanaskan campuran gula dan asam amino. Campuran berubah warna menjadi kecoklatan. Reaksi berlangsung dengan mudah pada suhu antara 150-260 derajat Celcius, kira-kira suhu pemanasan saat memasak. Tetapi hubungan antara reaksi Maillard dengan perubahan warna dan cita rasa makanan baru diketahui tahun 1940.

PARA prajurit di Perang Dunia II mengeluhkan serbuk telur (mereka diberi ransum telur dalam bentuk serbuk) yang berubah warna menjadi coklat dan rasanya tidak enak. Setelah diteliti, ada hubungan erat antara perubahan warna menjadi coklat dan perubahan rasa itu.

Walaupun serbuk telur disimpan di suhu ruang, konsentrasi asam amino dan gula yang tinggi memungkinkan reaksi Maillard terjadi. Sejak itu diketahui, misalnya, bahwa pada saat memasak daging, ada hubungan antara perubahan warna coklat dan perubahan cita rasanya. Kini bahkan diketahui bahwa cita rasa dan aroma daging panggang ditimbulkan tidak kurang dari 600 senyawa.

Pekerjaan kedua tim ini menyebutkan bahwa reaksi Maillard seringkali dapat menghasilkan akrilamida juga. Donald S Mottram dari University of Reading, mereaksikan asparagin (salah satu jenis asam amino) yang merupakan 40 persen asam amino dalam kentang dengan glukosa. Mereka menemukan bahkan pada suhu 100 derajat Celcius pun telah cukup untuk menghasilkan akrilamida. Jumlah akrilamida yang diproduksi akan meningkat tajam di atas 185 derajat Celcius.

Tim kedua yang diketuai oleh Richard T Stadler dari Nestle Research Center di Lausanne, Swiss, menyimpulkan hal yang sama setelah menguji 20 asam amino pada suhu tinggi. Makanan lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti gandum dan sereal, juga kaya akan asparagin dan mungkin akan bereaksi mirip bila dipanaskan.

Efek akrilamida pada manusia memang belum jelas, namun untuk tikus dan lalat buah positif menimbulkan kanker bila dikonsumsi dalam jumlah 1.000 kali diet rata-rata. WHO telah mendaftar akrilamida sebagai senyawa yang “mungkin karsinogenik bagi manusia” dan sedang mengoordinasikan riset untuk meneliti lebih jauh.

Dengan mengetahui pengaruh panas pada makanan yang dapat menghasilkan akrilamida, mungkin arah selanjutnya adalah menggunakan bahan yang kandungan asparaginnya rendah atau memodifikasi reaksi Maillard. Yang jelas, mari kembali pada cara makan yang sehat dan seimbang, termasuk banyak makan buah dan sayur.

(Oleh Ismunandar, Dosen Kimia Institut Teknologi Bandung)

Dampak Perubahan Iklim

Gatot Irianto

Data statistik anomali iklim menunjukkan sampai tahun 1987 periode, pola cuaca, iklim, musim kemarau dan penghujan Indonesia masih predictable dengan return period pattern 5-8 tahunan. Setelah itu, gangguan anomali iklim mulai terjadi dengan berubahnya periode ulang menjadi 3-4 tahun dan saat itu kesulitan prediksi musim mulai dirasakan.

Setelah anomali iklim ekstrem semakin kerap terjadi terutama mulai November 2006 sampai sekarang (2007), maka cuaca, musim, dan iklim di sebagian wilayah Indonesia semakin unpredictable. Ilustrasi kuantitatif tersebut menunjukkan telah terjadi propagasi iklim di Indonesia, dari iklim dengan periode ulang normal bergeser ke periode transisi dalam bentuk anomali iklim luar biasa dan akhirnya terjadi perubahan iklim permanen.

Diprakirakan perubahan iklim masih terus berlangsung. Bahkan akan semakin ekstrem, sehingga konsekuensi ekologisnya harus diantisipasi, karena pantauan lapangan menunjukkan perubahan iklim menyebabkan komponen penyusun ekosistem baik biotik (manusia, tumbuhan, hewan) maupun abiotik (tanah, air, dan batuan) akan mengalami proses seleksi, evaluasi, dan eksaminasi alamiah, sampai mencapai keseimbangan baru.

Dengan demikian dipastikan akan ada perubahan besar di hampir semua struktur ekosistem termasuk peradaban manusia. Sayangnya, sampai saat ini pemerintah dan kepedulian masyarakat masih sangat terbatas, sehingga Indonesia praktis tanpa persiapan yang memadai dan menyerahkan sepenuhnya mekanisme alam dalam menghadapi perubahan iklim. Padahal, banyak bukti sejarah menunjukkan kehancuran peradaban kerajaan Mesir kuno, dinasti di Tiongkok, Kerajaan Majapahit, sampai Demak Bintoro, terjadi akibat kegagalan manusia dalam mengelola perubahan iklim ekstremnya.

Dampak Anomali

Terjadinya iklim luar biasa (eksepsionel) dalam bentuk curah hujan, suhu, dan kelembaban udara ekstrem maksimum maupun minimum secara sistemik, berdampak langsung terhadap penurunan distribusi dan ketersediaan air bagi manusia, tanaman, dan ternak. Tingginya laju evaporasi, transpirasi, dekomposisi, dan disintegrasi batuan hampir semua komponen ekosistem mengalami kedodoran untuk adaptasinya.

Banjir di Polewali Mandar, Samarinda, Bone, Aceh Singkil, serta Timika Papua yang terjadi lebih dua kali setahun, termasuk kali ini terjadi pada musim kemarau, merupakan contoh dampak perubahan iklim yang harus diantisipasi. Banyak negara kepulauan dengan batas pulau terluar sangat kecil seperti Pulau Nipah, berpotensi hilang, dan bahkan ada yang sudah hilang, sehingga dapat mengganggu stabilitas kawasan.

Guncangan perubahan iklim dipastikan semakin keras dengan hancurnya daerah aliran sungai sebagai wadah (sink) dan meningkatnya sumber gas rumah kaca (sources), baik secara alamiah maupun artifisial. Tenggelamnya beberapa pulau terluar di Indonesia, terjadinya longsor, kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas dan tidak terkendali, terjadinya krisis energi, munculnya strain/biotipe baru penyakit pada manusia (flu burung, demam berdarah) akibat rentannya manusia terhadap penyakit dipastikan akibat perubahan iklim sedang terjadi. Bahkan punahnya spesies tanaman dan hewan di beberapa wilayah juga dipengaruhi perubahan iklim, terutama iklim ekstrem tinggi dalam waktu singkat.

Berdasarkan tren data anomali, diprakirakan anomali ini akan terus berlanjut, karena negara maju terutama Amerika Serikat dan sekutunya masih bersikeras tidak bersedia menurunkan emisi gas rumah kacanya. Dampak perubahan iklim dipastikan akan sangat dahsyat bahkan dibandingkan bom atom sekalipun, karena perubahan lingkungan liputannya luas dengan daya bunuh luar biasa tanpa pandang strata ekonomi. Jatuhnya ribuah korban jiwa akibat peningkatan kalor di Prancis awal tahun 2003 merupakan teladan yang harus dijadikan pelajaran.

Mitigasi dan Adaptasi

Ada dua program aksi utama yang harus dilakukan masyarakat bersama pemerintah, yaitu: program mitigasi dan adaptasi. Program mitigasi ditujukan untuk menurunkan sumber gas rumah kaca, utamanya dari sektor industri dan perhubungan sebagai kontributor terbesar gas rumah kaca melalui penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan misalnya biofuel yang sustainable.

Program tersebut dimaksudkan agar peningkatan suhu dapat diminimalkan, sehingga kalor (heat) yang dihasilkan dapat direduksi. Sementara itu program adaptasi harus dilakukan semua orang dengan meningkatkan kapasitas wadah dalam menyerap gas rumah kaca.

Penanaman setiap jengkal tanah adalah solusi praktisnya, agar neraca pertumbuhan pohon yang selama ini terus negatif dapat dipositifkan. Gerakan itu seharusnya berbasis masyarakat agar lebih murah, efektif, dan menumbuhkan kesadaran bersama.

Satu hal yang harus dilakukan kembali adalah membangun bendung besar agar dapat meredam suhu dan kalor atmosfer yang terus meningkat luar biasa belakangan ini. Pemerintah perlu secepatnya mengambil keputusan itu, karena selain bermanfaat dalam meredam perubahan iklim juga bermanfaat meningkatkan produksi pangan nasional yang permintaannya semakin sulit dipenuhi dengan cara-cara biasa.

Tanpa upaya tersebut, cepat dan pasti Indonesia akan mengalami overheating sebagai dampak pemanasan global sekaligus ancaman krisis pangan yang sangat mengerikan. Berdasarkan Protokol Kyoto dan keputusan sidang pertemuan para pihak dari United Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), maka ada beberapa sumber pendanaan adaptasi seperti: clean development mechanism (CDM), special climate change fund (SCCFF), carbon fund, dan adaptation fund. Kantor Menteri Lingkungan Hidup dan Departemen Luar Negeri harus secepatnya memfasilitasi dalam mengakses sumber pendanaan tersebut untuk meringankan beban dan derita masyarakat yang terkena dampak perubahan iklim.

Direktur Pengelolaan Air, Direktorat Jenderal PLA, Deptan; Pengajar Analisis Sistem Hidrologi Sekolah Pascasarjana IPB
Kategori Kimia Pangan
Tempe bisa menawarkan racun?
Oleh Iman Salman
Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Protein yang kita kenal sampai saat ini

Persepsi kita terhadap sesuatu hal memang berbeda karena persepsi terbentuk atas informasi dari luar yang kemudian berkombinasi dengan karakter dan ilmu yang telah ada di dalam diri kita. Begitu pula halnya dengan persepsi kita terhadap sebuah kata “protein”, sebuah kata sederhana yang tersusun dari tujuh buah huruf: p, r, o ,t, e, i, dan n. Kata yang sederhana namun ternyata penuh makna terutama ketika kata protein itu dibawa kedalam ruang sistem kajian ilmu kimia atau biokimia.

Beragam pengenalan masyarakat terhadap protein. Sebagian masyarakat kita ada yang telah mengenal kata itu, ada yang telah mendengar saja, atau ada juga yang mungkin belum mendengar sama sekali. Ada yang mengetahui bahwa protein adalah zat pembangun meski tidak tau apa maksud zat pembangun itu, ada yang mengetahui bahwa protein adalah salah satu zat makanan yang harus ada pada tiap menu makanan, ada yang mengetahui bahwa kekurangan protein dapat menyebabkan busung lapar, ada yang mengetahui bahwa protein adalah salah satu zat gizi dalam makanan yang sangat diperlukan tubuh, dan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Ini semua benar.

Kita memperoleh protein dari makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, sedangkan protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Beberapa makanan sumber protein ialah daging, telur, susu, ikan, beras, kacang, kedelai, gandum, jagung, dan beberapa buah-buahan.

Protein dalam praktikum kimia dan ilmu (bio)kimia

Pengarahan Praktikum kimia

Ketika saya memasuki kuliah di jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI, disanalah mulai terjadi persepsi tambahan yang baru tentang protein. Ketika para mahasiswa-baru masuk laboratotium kimia dan mendapatkan pengarahan dari instruktur laboratorium, yang salah satunya adalah sebuah anjuran agar meminum susu murni setelah melaksanakan praktikum. Sebuah anjuran yang menyenangkan untuk dilakukan karena susu adalah sebuah bagian dari menu makanan yang merupakan ”penyempurna” makanan dalam teori lama mengenai konsep makanan: empat sehat lima sempurna

Kemudian setelah dibaca ternyata anjuran meminum susu ini memang terdapat secara formal pada buku panduan praktikum, dan pada buku panduan tersebut terdapat tambahan yakni ”susu murni atau putih telur”

”Kuliah Ilmu (bio)kimia”

Mengapa meminum susu murni atau putih telur? Ternyata yang menjadi alasannya adalah karena adanya protein yang terdapat dalam susu murni atau putih telur tesebut. Apa hubungannya protein dengan praktikum?

Karena aktivitas praktikum akan memberikan peluang masuknya beberapa ”zat kimia” kedalam tubuh, yang mana bisa jadi diantara zat kimia tersebut adalah zat beracun seperti uap asam klorida (HCl), uap kloroform (CHCl3), uap logam berat, dll.

Untuk dapat menjelaskan mengapa protein dapat menjadi penawar racun, berikut saya pindahkan saja sebuah potongan kalimat yang terdapat dalam buku “Dasar-dasar Biokimia” Bab Protein, karya Prof. Dr. Anna Poedjiadi ke hadapan para pembaca. “ Ion-ion positif yang dapat mengendapkan protein antara lain ialah Ag+, Ca2+, Zn2+, Hg2+, Fe2+, Cu2+ dan Pb2+. ……. Berdasarkan sifat tersebut putih telur atau susu dapat digunakan sebagai antidotum atau penawar racun apabila orang keracunan logam berat.” Mudah-mudahan pemindahan teks ini merupakan sebuah pemindahan yang berharga, dalam rangka memindahkan ilmu dari kampus ke meja para pembaca.

Apa manfaatnya untuk kita

Sengaja tidak dibahas kajian teoritis bagaimana proses kerjanya sehingga protein dalam susu murni atau putih telur dapat menjadi penawar racun, karena pembahasannya membutuhkan pemahaman ilmu kimia mengenai konsep titik isolistrik dan reaksi pengendapan serta ilmu biologi mengenai proses metabolisme dalam tubuh yang barangkali hanya akan membuat kita kebingungan. Yang terpenting dari tulisan ini adalah agar dapat menjadikan aktivitas konkrit yang bisa kita lakukan atas ilmu ini dalam aktivitas keseharian kita.

Wujudkan dalam aktivitas keseharian.

“Dari laboratorium menuju meja aktivitas keseharian”.

Selain di laboratorium, dalam aktivitas keseharian pun kita tidak lepas dari kemungkinan masuknya zat beracun kedalam tubuh. Beberapa diantaranya adalah gas kendaraan bermotor. Pada umumnya dapat dipastikan bahwa akibat aktivitas kendaraan bermotor, udara di sekeliling kita setidaknya akan mengandung gas NOx dan partikulat Timbal (Pb). Selain dari kendaraan bermotor, dalam makanan keseharian kita pun kemungkinan adanya zat-zat kimia beracun yang masuk kedalam tubuh sangat dimungkinkan.

Berkaitan dengan hal ini, maka kita pun perlu membentengi diri dengan protein salah salah satunya. Prof.Dr.Anna Poedjiadi dalam buku yang disebutkan di atas menyuguhkan sebuah tabel daftar komposisi Bahan makanan sumber protein sebagai berikut.

Nama bahan makanan Kadar protein (%)
Daging ayam 18.2
Daging sapi 18.8
Telur ayam 12.8
Susu sapi segar 3.2
Keju 22.8
Bandeng 20.0
Udang segar 21.0
Beras tumbuk merah 7.9
Beras giling 6.8
Kacang hijau 22.2
Kedelai basah 30.2
Tepung terigu 8.9
Jagung kuning (butir) 7.9
Pisang ambon 1.2
Durian 2.5

Susu murni atau putih telur bisa kita ganti dengan tempe misalnya, atau tahu juga bisa kita gunakan dalam rangka menangkal racun yang barangkali telah masuk kedalam tubuh kita. Ingat, tempe dan tahu terbuat dari kacang kedelai yang tentu akan mengandung protein juga seperti halnya zat asalnya. Mari kita hidup sederhana. Obat tidak perlu mahal, bahkan obat tidak perlu bernama obat. Makanan keseharian kita pun sebenarnya dapat berfungsi sebagai obat penangkal racun. Bagi para ibu yang suka memasak, bumbu masakan seperti kunyit, kencur, daun sirih, daun salam, dan rempah-rempah lainnya pada umumnya juga memiliki daya penangkal racun yang akan bermanfaat untuk tubuh. Begitu juga dengan sayuran dan buah-buahan memiliki daya penangkal terhadap racun. Kemudian sebisa mungkin hindari bumbu-bumbu masakan yang merupakan bumbu sintesis. Kalau bumbu masakan dengan rempah-rempah justru lebih nikmat serta memiliki kemampuan menangkal racun, mengapa kita tidak memilih rempah-rempah saja, capek sedikit untuk sekedar mengulek nampaknya lebih baik kalau kita ingin hidup lebih sehat.

Nampaknya layak juga wacana teoritis ilmiah ini menjadi sumbangan ilmu bagi proses belajar-mengajar di sekolah mulai dari SD hingga SMA, bahkan hingga mahasiswa sekali pun karena sebenarnya wacana bahwa protein dapat berfungsi sebagai penangkal racun ini tidak banyak diketahui meskipun oleh seorang mahasiswa kimia. Sepanjang yang saya ketahui. Dan apa yang dituliskan ini juga adalah sekedar estimasi atas teori yang ada, kalau ternyata apa yang dituliskan ini adalah wacana yang keliru maka itulah tugas pakar ilmu untuk membenarkannya. Karena memang tiap ilmu itu ada “barisan pemegang kuncinya”.

THB in religious fundamentalis concept

ERAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI*
Oleh : M. Shiddiq Al-Jawi**

Ringkasan

Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Pertama, menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam, bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa?idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Ini bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan.

Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan, sedang yang bertentangan dengannya, wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Kedua, menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam, bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. Standar syariah ini mengatur, bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek, didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Umat Islam boleh memanfaatkan iptek, jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah, maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya, walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Pengantar

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif, yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Berbagai sarana modern industri, komunikasi, dan transportasi, misalnya, terbukti amat bermanfaat. Dengan ditemukannya mesin jahit, dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan, hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi, 1997). Dahulu Ratu Isabella (Italia) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?).
Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Tapi pada 1969, dengan sarana komunikasi canggih, dunia hanya perlu waktu 1,3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno, 2004). Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. Sekarang dengan naik pesawat terbang, kita hanya perlu 12 jam saja. Subhanallah?

Tapi di sisi lain, tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Pada tahun 1995, Elizabetta, seorang bayi Italia, lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli, ternyata telah disimpan di ?bank? dan kemudian baru dititipkan pada bibinya, Elenna adik Luigi (Kompas, 16/01/1995). Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono, 1995). Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya, menjadi lebih berbahaya, misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry, 1996). Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly, akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). Lingkungan hidup seperti laut, atmosfer udara, dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi, kekerasan, dan perjudian.

Di sinilah, peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja, seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut.

Paradigma Hubungan Agama-Iptek

Untuk memperjelas, akan disebutkan dulu beberapa pengertian dasar. Ilmu pengetahuan (sains) adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode ilmiah (scientific method) (Jujun S. Suriasumantri, 1992). Sedang teknologi adalah pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari (Jujun S. Suriasumantri,1986). Perkembangan iptek, adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan iptek (Agus, 1999). Agama yang dimaksud di sini, adalah agama Islam, yaitu agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, untuk mengatur hubungan manusia dengan Penciptanya (dengan aqidah dan aturan ibadah), hubungan manusia dengan dirinya sendiri (dengan aturan akhlak, makanan, dan pakaian), dan hubungan manusia dengan manusia lainnya (dengan aturan mu?amalah dan uqubat/sistem pidana) (An-Nabhani, 2001).

Bagaimana hubungan agama dan iptek? Secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasari hubungan keduanya, terdapat 3 (tiga) jenis paradigma (Lihat Yahya Farghal, 1990:99-119) :

Pertama, paradagima sekuler, yaitu paradigma yang memandang agama dan iptek adalah terpisah satu sama lain. Sebab, dalam ideologi sekularisme Barat, agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din ?an al-hayah). Agama tidak dinafikan eksistensinya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan pribadi manusia dengan tuhannya. Agama tidak mengatur kehidupan umum/publik. Paradigma ini memandang agama dan iptek tidak bisa mencampuri dan mengintervensi yang lainnya. Agama dan iptek sama sekali terpisah baik secara ontologis (berkaitan dengan pengertian atau hakikat sesuatu hal), epistemologis (berkaitan dengan cara memperoleh pengetahuan), dan aksiologis (berkaitan dengan cara menerapkan pengetahuan).

Paradigma ini mencapai kematangan pada akhir abad XIX di Barat sebagai jalan keluar dari kontradiksi ajaran Kristen (khususnya teks Bible) dengan penemuan ilmu pengetahuan modern. Semula ajaran Kristen dijadikan standar kebenaran ilmu pengetahuan. Tapi ternyata banyak ayat Bible yang berkontradiksi dan tidak relevan dengan fakta ilmu pengetahuan. Contohnya, menurut ajaran gereja yang resmi, bumi itu datar seperti halnya meja dengan empat sudutnya. Padahal faktanya, bumi itu bulat berdasarkan penemuan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari hasil pelayaran Magellan. Dalam Bible dikatakan? Kemudian daripada itu, aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru angin bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut, atau di pohon-pohon.? (Wahyu-Wahyu 7:1)

Kalau konsisten dengan teks Bible, maka fakta sains bahwa bumi bulat tentu harus dikalahkan oleh teks Bible (Adian Husaini, Mengapa Barat Menjadi Sekular-Liberal, http://www.insistnet.com). Ini tidak masuk akal dan problematis Maka, agar tidak problematis, ajaran Kristen dan ilmu pengetahuan akhirnya dipisah satu sama lain dan tidak boleh saling intervensi.

Kedua, paradigma sosialis, yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafikan eksistensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada, dus, tidak ada hubungan dan kaitan apa pun dengan iptek. Iptek bisa berjalan secara independen dan lepas secara total dari agama. Paradigma ini mirip dengan paradigma sekuler di atas, tapi lebih ekstrem. Dalam paradigma sekuler, agama berfungsi secara sekularistik, yaitu tidak dinafikan keberadaannya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan vertikal manusia-tuhan. Sedang dalam paradigma sosialis, agama dipandang secara ateistik, yaitu dianggap tidak ada (in-exist) dan dibuang sama sekali dari kehidupan.

Paradigma tersebut didasarkan pada pikiran Karl Marx (w. 1883) yang ateis dan memandang agama (Kristen) sebagai candu masyarakat, karena agama menurutnya membuat orang terbius dan lupa akan penindasan kapitalisme yang
kejam. Karl Marx mengatakan :

Religion is the sigh of the oppressed creature, the heart of the heartless world, just as it is the spirit of a spiritless situation. It is the opium of the people.?

(Agama adalah keluh-kesah makhluk tertindas, jiwa dari suatu dunia yang tak berjiwa, sebagaimana ia merupakan ruh/spirit dari situasi yang tanpa ruh/spirit. Agama adalah candu bagi rakyat) [Lihat Karl Marx,?Contribution to The Critique of Hegel?s Philosophy of Right?, termuat dalam On Religion, 1957:141-142) (Ramly, 2000:165-166)

Berdasarkan paradigma sosialis ini, maka agama tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan iptek. Seluruh bangunan ilmu pengetahuan dalam paradigma sosialis didasarkan pada ide dasar materialisme, khususnya Materialisme Dialektis (Yahya Farghal, 1994:112). Paham Materialisme Dialektis adalah paham yang memandang adanya keseluruhan proses perubahan yang terjadi terus menerus melalui proses dialektika, yaitu melalui pertentangan-pertentangan yang ada pada materi yang sudah mengandung benih perkembanganitu sendiri (Ramly, 2000:110).

Ketiga, paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan. Aqidah Islam menjadi basis dari segala ilmu pengetahuan. Aqidah Islam ?yang terwujud dalam apa-apa yang ada dalam Al-Qur`an dan Al-Hadits-- menjadi qa?idah fikriyah (landasan pemikiran), yaitu suatu asas yang di atasnya dibangun seluruh bangunan pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia (An-Nabhani, 2001).

Paradigma ini memerintahkan manusia untuk membangun segala pemikirannya berdasarkan Aqidah Islam, bukan lepas dari aqidah itu. Ini bisa kita pahami dari ayat yang pertama kali turun (artinya) :

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.? (QS Al-?Alaq [96] : Ayat ini berarti manusia telah diperintahkan untuk membaca guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam, karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika, yaitu tetap berdasarkan iman kepada Allah, yang merupakan asas Aqidah Islam (Al-Qashash, 1995:81).
Paradigma Islam ini menyatakan bahwa, kata putus dalam ilmu pengetahuan bukan berada pada pengetahuan atau filsafat manusia yang sempit, melainkan berada pada ilmu Allah yang mencakup dan meliputi segala sesuatu (Yahya Farghal, 1994:117). Firman Allah SWT (artinya) :
Dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.? (QS An-Nisaa` [4] : 126)? Dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.? (QS. Ath-Thalaq [65] : 12)
Itulah paradigma yang dibawa Rasulullah SAW (w. 632 M) yang meletakkan Aqidah Islam yang berasas Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah sebagai asas ilmu pengetahuan. Beliau mengajak memeluk Aqidah Islam lebih dulu, lalu setelah itu menjadikan aqidah tersebut sebagai pondasi dan standar bagi Berbagai pengetahun. Ini dapat ditunjukkan misalnya dari suatu peristiwa ketika di masa Rasulullah SAW terjadi gerhana matahari, yang bertepatan dengan wafatnya putra beliau (Ibrahim). Orang-orang berkata.?Gerhana matahari ini terjadi karena meninggalnya Ibrahim.? Maka Rasulullah SAW segera menjelaskan :
Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau
kelahiran seseorang, akan tetapi keduanya termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah. Dengannya Allah memperingatkan hamba-hamba-Nya?? (HR. Al-Bukhari dan An-Nasa`i) (Al-Baghdadi, 1996:10)

Dengan jelas kita tahu bahwa Rasulullah SAW telah meletakkan Aqidah Islam sebagai dasar ilmu pengetahuan, sebab beliau menjelaskan, bahwa fenomena alam adalah tanda keberadaan dan kekuasaan Allah, tidak ada hubungannya dengan nasib seseorang. Hal ini sesuai dengan aqidah muslim yang tertera dalam Al-Qur`an (artinya) :

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.? (QS Ali ?Imran [3] :190)

Inilah paradigma Islam yang menjadikan Aqidah Islam sebagai dasar segala pengetahuan seorang muslim. Paradigma inilah yang telah mencetak muslim-muslim yang taat dan shaleh tapi sekaligus cerdas dalam iptek. Itulah hasil dan prestasi cemerlang dari paradigma Islam ini yang dapat dilihat pada masa kejayaan iptek Dunia Islam antara tahun 700 ? 1400 M. Pada masa inilah dikenal nama Jabir bin Hayyan (w. 721) sebagai ahli kimia termasyhur, Al-Khawarzmi (w. 780) sebagai ahli matematika dan astronomi, Al-Battani (w. 858) sebagai ahli astronomi dan matematika, Al-Razi (w. 884) sebagai pakar kedokteran, ophtalmologi, dan kimia, Tsabit bin Qurrah (w. 908) sebagai ahli kedokteran dan teknik, dan masih banyak lagi (Tentang kejayaan iptek Dunia Islam lihat misalnya M. Natsir Arsyad, 1992; Hossein Bahreisj, 1995; Ahmed dkk,
1999; Eugene A. Myers 2003; A. Zahoor, 2003; Gunadi dan Shoelhi, 2003).

Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek

Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek, yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Diakui atau tidak, kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya; dalam pandangan hidup, gaya hidup, termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan, mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam, diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini, dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama, bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek, bukan berarti konsep-konsep iptek harus sumber (mashdar) iptek. Artinya, apa pun konsep iptek yang dikembangkan, harus sesuai dengan Al-Qur`an dan Al-Hadits, dan tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur`an dan Al-Hadits itu. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan Al-Qur`an dan Al-Hadits, maka konsep itu berarti harus ditolak. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. Berarti, manusia sekarang bukan keturunan manusia pertama, Nabi Adam AS, tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan, Adam AS adalah manusia pertama, dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu, bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum, 2001). Firman Allah SWT (artinya) :

(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani).? (QS As-Sajdah [32] : 7)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.? (QS Al-Hujuraat [49] : 13)

Implikasi lain dari prinsip ini, yaitu Al-Qur`an dan Al-Hadits hanyalah standar iptek, dan bukan sumber iptek, adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). Dulu Nabi SAW menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah, padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. Dulu Nabi SAW juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman, padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara), yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. Jadi, selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam, iptek dapat diadopsi dari kaum kafir.

Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek

Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek, adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek, bagaimana pun juga bentuknya. Iptek yang boleh dimanfaatkan, adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan, adalah yang telah diharamkan syariah Islam.

Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyakayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. Antara lain firman Allah (artinya) :

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (QS An-Nisaa` [4] : 65)

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya?? (QS Al-A?raaf [7] : 3)

Sabda Rasulullah SAW :

Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya,
maka perbuatan itu tertolak.? (HR Muslim)

Kontras dengan ini, adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat, apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. Selama sesuatu itu bermanfaat, yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia, maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama.

Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan, mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral, tidak berperikemanusiaan, dan bertentangan dengan nilai agama. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa, memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti), mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual, bukan seksual), mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya, dan seterusnya.

Karena itu, sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia, dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam.

Penutup

Dari uraian di atas dapat dipahami, bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). Pertama, menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. Jadi, paradigma Islam, dan bukannya paradigma sekuler, yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. Kedua, menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. Jadi, syariah Islam-lah, bukannya standar manfaat (utilitarianisme), yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek.

Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik, insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia.

Th support couples should go through a genelogy check up before walking down the aisle.

Mau menikah? Check this out….KUDU! May 21, ’07 1:46 PM
for everyone

Penting!

CEK kesehatan Sebelum Menikah


Jangan sepelekan pemeriksaan kesehatan sebelum melangsungkan pernikahan.

Cinta Saja Tak Cukup

MENENTUKAN pasangan hidup memang gampang-gampang susah. Cinta, kesiapan mental dan materi saja tak cukup untuk menjadi modal melangsungkan pernikahan. Keterbukaan tentang riwayat kesehatan calon suami dan istri pun penting untuk menghindari timbulnya kekecewaan dan kemarahan di kemudian hari. Hal ini karena pada kenyataannya, tidak sedikit persoalan rumah tangga yang timbul belakangan akibat masalah kesehatan. Indahnya masa berpacaran, baik singkat maupun lama, kadang menutupi sifat dan kondisi, termasuk soal kesehatan masing-masing pihak yang sebenarnya. Karena itu, pemeriksaan kesehatan pranikah perlu untuk membentuk keluarga yang sehat sejahtera.

Sayangnya menurut Pramugari Widyastuti, psikolog dan konsultan perkawinan, kesadaran untuk memeriksakan kesehatan sebelum menikah sebagai pasangan calon suami istri masih kurang lumrah di Indonesia. Hal ini karena mereka kurang menyadari dampak dari aspek kesehatan terhadap kebahagiaan perkawinan. “Hal-hal kecil yang berkaitan dengan masalah fisik, kalau bermasalah bisa mengganggu hubungan suami istri dalam rumah tangga lho,” tambah Pramugari.

Rendahnya kesadaran untuk memeriksakan kesehatan sebelum menikah disebabkan berbagai hal. Kurangnya sosialisasi dan kuatnya pengaruh budaya serta dogma agama masih menjadi kendala, misalnya pandangan yang mengatakan bahwa jodoh ditentukan oleh Tuhan, jadi apapun risikonya harus dihadapi dan disyukuri. Selain itu, tes kesehatan semacam itu dianggap hanya akan menambah daftar kesibukan dan kerepotan menjelang pernikahan. Belum lagi anggapan bahwa pemeriksaan kesehatan hanyalah pemborosan karena memakan biaya yang tidak sedikit. Untuk pemeriksaan lengkap saja, calon pasangan suami istri rata-rata harus mengeluarkan uang diatas Rp500 ribu.

Ketakutan akan batalnya pernikahan setelah hasil pemeriksaan kesehatan turut berperan menyebabkan tidak banyaknya pasangan calon suami istri yang melakukan uji kesehatan sebelum menikah. “Secara psikologis, manusia paling takut ditolak,” kata pramugari. Padahal pemeriksaan kesehatan sebelum menikah berguna untuk menilai kesehatan pasangan, baik secara umum maupun khusus, akan ada atau tidaknya risiko atau kelainan kesehatan yang bisa membahayakan pasangan tersebut dan keturunan mereka kelak. “Pernikahan itu untuk menghasilkan generasi penerus yang jauh lebih sehat daripada generasi sebelumnya,” kata dr. Boyke Dian Nugraha, ginekolog dari Klinik Pasutri.

Pemeriksaan sebelum menikah meliputi pemeriksaan fisik akan ada atau tidaknya penyakit infeksi maupun penyakit keturunan yang dapat ditularkan atau diturunkan. “Pemeriksaan itu untuk mempersiapkan diri calon pasangan suami istri dari awal kalau ada apa-apa pada kesehatan mereka,” tambah dr. Boyke. Jangan sampai timbul penyesalan setelah menikah, hanya karena penyakit yang sebenarnya dapat disembuhkan jauh-jauh hari. Misalnya, setelah menikah, ternyata istri mengalami keguguran karena virus toksoplasma yang sebenarnya bisa disembuhkan dari dulu.

Penyakit menular seperti tuberkulosis, hepatitis, sifilis dan gonore (GO) pun bisa ditemukan pada kedua pasangan atau salah satunya dapat diobati sampai sembuh total sebelum pernikahan, sehingga risiko penyakit akan menulari pasangan dapat berkurang.

Mereka yang membawa gen penyakit atau kelainana yang dapat diturunkan seperti diabetes mellitus, asma, dan penyakit-penyakit kelainan darah, dianjurkan untuk berhati-hati dan menjaga faktor pencetus penyakit supaya tidak memunculkan penyakit yang dibawa. Mereka menyiapkan diri untuk menerima keadaan kalau keturunan mereka kelak menderita penyakit tertentu, misalnya asma karena kedua orang tuanya sama-sama mempunyai gen asma.

Riwayat penyakit dan kecenderungan gangguan kesehatan dalam keluarga juga merupakan hal yang perlu didiskusikan sebelum memutuskan menikah. Hal ini karena secara medis dapat meningkatkatkan risiko bagi keturunan mereka nanti. Pemeriksaan kesehatan pranikah akan mendeteksi berbagai kemungkinan yang akan terjadi setelah pernikahan, misalnya apakah ada kemungkinan keturunan mereka akan menderita diabetes mellitus, hemofilia, thalasemia, atau bahkan keterbelakangan mental.

Pemeriksaan kesehatan pranikah juga dapat mengungkapkan apakah ada ketidakcocokan rhesus darah yang dapat berakibat fatal pada bayi yang kelak akan dilahirkan. Perbedaan golongan darah tertentu bisa membahayakan janin. Misalnya, ibu bergolongan darah O, sementara janinnya memiliki golongan darah A atau B, maka bisa menimbulkan keguguran karena terjadi penolakan dari antibodi ibu terhadap antigen yang terdapat dalam darah janin tersebut.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga dapat diarahkan untuk memeriksa kesehatan reproduksi. “Makanya pemeriksaan biasanya ditambah dengan pemeriksaan yang meliputi kesehatan reproduksi, serta pemeriksaan alat kelamin calon suami dan istri,” tutur dr. Boyke. Pada wanita, dilakukan pemeriksaan USG untuk memeriksa apakah ada kista atau tidak dalam kandungan. Pada laki-laki, jika dianggap perlu, juga dilakukan pemeriksaan untuk mengungkapkan apakah calon suami mempunyai cukup sperma atau tidak. Selain itu, juga bisa dilakukan pemeriksaan analisis sperma untuk mengetahui kualitas sperma pasangan.

Idealnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan enam bulan sebelum pernikahan. Sehingga kalau ternyata salah satu pasangan mengidap penyakit tertentu, masih ada waktu untuk melakukan pengobatan terlebih dahulu. Dan seandainya terdeteksi penyakit keturunan pun, calon suami istri masih memiliki kesempatan untuk berpikir masak-masak apakah tetap akan melangsungkan pernikahan atau tidak. Namun pemeriksaan yang dilakukan tiga bulan sebelumnya juga oke. Bahkan, ada juga yang melakukan mendadak, sebulan sebelumnya. Yang penting, dilakukan sebelum menikah, ungkap dr. Boyke.

Meski dari pemeriksaan ditemukan adanya penyakit yang membahayakan keturunan, seperti gangguan darah, thalasemia, leukimia, diabetes mellitus, kanker atau HIV/AIDS sekalipun, kesepakatan untuk menikah tetap menjadi hak mutlak calon pasangan. Dokter hanya akan memberikan gambaran tentang resiko yang akan dihadapi pasangan dan keturunannya.

Bila hasil pemeriksaan kesehatan ternyata menggoyahkan jalinan cinta yang telah dibina, tentu saja yang patut disalahkan bukanlah pemeriksaan kesehatan itu, melainkan diri sendiri. Karena hal itu membuktikan bahwa calon pasangan belum siap 100% untuk menikah. ”Sekalian untuk menguji kadar cinta dan melihat apakah semata-mata rasa sentimental saja ataukah cinta yang dilandasi kebijaksanaan. Melestarikan hubungan, tidak cukup hanya dengan saling menyayangi saja. Kalau pasangan kita berubah, kita juga harus punya cukup kearifan untuk menerimanya, tidak menghakimi, mengucilkan dia, tapi membiarkan segalanya berjalan sesuai proses,” kata Pramugari.

PROSEDUR PEMERIKSAAN

Langkah-langkah melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah mudah sajadan tidak merepotkan.

· Datangi dokter puskesmas ataupun dokter umum, tidak perlu spesialis, untuk berkonsultasi.

· Biasanya akan dilakukan wawancara singkat seputar riwayat kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui penyakit yang pernah diderita, riwayat kesehatan anggota keluarga, juga keadaan lingkungan sekitar dan kebiasaan sehari-hari.

· Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan untuk mengetahui adanya kelainan fisik dan tanda-tanda fisik dari penyakit tertentu.

· Menjalani rangkaian tes radiologi dan laboratorium.


PEMERIKSAAN YANG PENTING SEBELUM MENIKAH

· Pemeriksaan riwayat kesehatan

· Pemeriksaan fisik

· Pemeriksaan rongen paru-paru

· Pemeriksaan ECG (untuk jantung)

· Tes darah lengkap (hemoglobin, patelet, ESR/laju endap darah), golongan darah dan rhesus, complete blood count (termasuk darah putih), MCV/MCH/MCHC (untuk mengetahui hubungan antar sel-sel darah)

· Pemeriksaan lab. TORCHS (untuk penyakit toksoplasma, rubella, herpes)

· Pemeriksaan gula darah

· HbsAg dan TPHA (untuk penyakit menular seksual)

· Widal (untuk penyakit tipus)

· Pap. TB (untuk penyakit tuberkulosis)

· Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal

· Pemeriksaan urin dan tinja lengkap

· Tumor maker (bagi mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga)

· Vaksinasi hepatitis B (dua bulan sebelum menikah)

· Vaksinasi Antitetanus (tetanus toksoid) bagi wanita (dua bulan sebelum menikah)

Penting Dan Wajib Dilakukan Sebelum Menikah !!!

Cek Kesehatan Sebelum Menikah

Pemerikasaan Yang Penting Sebelum Menikah :

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan rontgen paru-paru
  • Pemeriksaa ECG (untuk jantung)
  • Tes darah Lengkap(hemoglobin, platelet, ESR/laju endap darah, golongan darah dan rhesus, complete blood count (termasuk darah putih), MCV/MCHC (untuk mengetahui hubungan antarsel-sel darah)
  • Pemeriksaan lab. TORCHS (untuk penyakit toksoplasma, rubella, herpes)
  • Pemeriksaan gula darah
  • HbsAg dan antiHbsAg (hepatitis) serta HIV
  • VDRL dan TPHA (untuk penyakit menular seksual)
  • Widal (untuk penyakit tipus)
  • Pap. TB (untuk Tuberkulosis)
  • Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal
  • Pemeriksaan urin dan tinja lengkap
  • Tumor marker (bagi mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga)
  • Vaksinasi Hepatitis B (dua bulan sebelum menikah)
  • Vaksinasi Antitetanus (Tetanus Toksoid) bagi wanita (dua bulan sebelum menikah)

Prosedur Pemeriksaan :

  • Datangi dokter puskesmas ataupun dokter umum, tidak perlu dokter spesialis, untuk konsulatasi.
  • Biasanya akan dilakukan wawancara singkat seputar riwayat kesehatan. Tujuannya untuk mengetahui penyakit apa yang pernah diderita, riwayat kesehatan anggota keluarga (kanker, epilepsi, dan diabetes) juga keadaan lingkungan sekitar dan kebiasaan sehari-hari (merokok, pengguna narkoba).
  • Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan untuk mengetahui adanya kelainan fisik dan tanda-tanda fisik dari penyakit tertentu.
  • Menjalani rangkaian tes radiologi dan laboratorium.

Periksa Di Mana ?

  • RSUD Cengkareng
  • Klinik Pasutri
  • Laboratorium Klinik Pramita
  • RS Bunda
  • Laboratorium Klinik Prodia

    DINAS PERTANIAN PROPINSI DIY

    http://www.distan.pemda-diy.go.id

    Cetak

    12-01-2006

    MENGENAL FORMALIN LEBIH DEKAT

    Sejak ditemukan sebuah produk makanan yang mengandung formalin beberapa waktu lalu, masyarakat semakin sadar untuk berhati-hati dalam memilih produk makanan, khususnya bagi produk-produk olahan yang diindikasikan melibatkan formalin dalam proses pembuatannya. Selama ini, masyarakat pada umumnya mengetahui formalin sebagai zat yang dipakai dalam proses pengawetan jenazah, Sesunguhnya apakah Formalin itu, nampaknya belum banyak orang yang mengetahuinya lebih jauh.

    Formalin memiliki beberapa nama lain, seperti Formaldehid atau formol. Formalin merupakan cairan tidak berwarna dengan karakteristik bau menyengat, iritan dan menghasilkan aroma terbakar. Formalin dapat dicampur dengan alkohol dan air, namun tidak dapat dicampur dengan kloroform dan eter. formalin tidak dapat digunakan bersamaan dengan ammonia, gelatin, fenol, dan zat oksidator. Untuk menjaga kualitasnya, larutan ini harus disimpan dalam tempat yang hangat (diatas 15° C) pada tekanan udara yang cukup tingi, dan jauhkan dari cahaya. Endapan kecil berwarna putih dapat terbentuk jika disimpan pada tempat yang dingin. Formalin merupakan larutan cair mengandung 34%-38% CH2O dengan metil alkohol sebagai zat stabilisator untuk memperlambat polimerisasi formalin menjadi paraformaldehid yang padat.

    Efek samping

    Formalin bersifat iritan bagi mata, hidung, saluran pernapasan, dapat menyebabkan bersin, disphagia, konstraksi laring, bronchitis dan pneumonia. Hal yang lebih buruk adalah pada paparan berulang kali dapat menyebabkan asma. Larutan pekat yang mengenai kulit menyebabkan pemutihan dan pengerasan. Dermatitis kontak dan reaksi sensitifitas terjadi setelah penggunaan konsentrasi konvensional atau setelah kontak dengan sisa formalin pada resin.

    Penghirupan formalin dapat menyebabkan rasa nyeri yang intens disertai dengan inflamasi ulcerasi, dan nekrosis pada membran mucus. Dapat terjadi mual, hematemesis, diare disertai darah, hematuria (adanya darah dalam urin) , anuria (tidak ada produksi urin), asidosis, vertigo, dan kegagalan sikulasi. Kematian dapat terjadi setelah menghirup sebanyak 30 ml. Jika korban selamat dalam 48 jam, maka ia masih dapat ditolong. Batas maksimum yang diperbolehkan di udara adalah 2 ppm.

    Pengobatan efek samping

    Kulit yang terkena formalin harus dicuci dengan sabun dan air. Jika formalin terlanjur terhirup, berikan, air, susu, dan atau demulcents (obat untuk mengurangi iritasi). Asidosis yang terjadi akibat menghirup formalin membutuhkan penanganan intravena dengan natrium bikarbonat atau natrium laktat. Larutan encer ammonia dapat diberikan untuk mengubah formalin menjadi heksamin. Penggunaan hemodialisis juga disarankan.

    Penyerapan

    Formalin dapat dengan cepat dimetabolisir menjadi asam format dalam jaringan tubuh, khususnya pada hati dan sel darah merah. Asam format kemudian dapat diekskresikan dalam bentuk karbon dioksida dan air, atau dapat juga dikeluarkan lewat urin sebagai format atau dimetabolisir menjadi group metil yang labil.

    Penggunaan

    Larutan Formalin merupakan desinfektan yang efektif melawan bakteri vegetatif, jamur dan beberapa virus, tapi hanya bekerja efektif secara perlahan terhadap spora bakteri dan bakteri tahan asam. Formalin bereaksi terhadap protein yang kemudian dapat mengurangi kemampuannya melawan mikroorganisme. Efek sporisidal yang dimiliki formalin meningkat signifikan seiring dengan peningkatan temperatur. Formalin juga memilki kemampuan penetrasi, polimerisasi cepat serta pengendapan di permukaan.

    Efektivitas gas formalin bergantung pada kemampuan kelarutannya dalam air sebelum bereaksi pada mikroorgansme. Pada kenyataannya kelembaban relative sebesar 75% dibutuhkan. Jika dipakai pada kulit yang tidak luka, formalin dapat mengeraskan kulit, merusak kekuatannya dan memutihkan serta menghasilkan efek anastesi lokal. Larutan yang mengandung 3% Formalin telah digunakan untuk kutil pada tangan dan telapak kaki. Kaki yang lembab akibat luka dapat diobati dengan penggunaan formalin dan alkohol dengan perbandingan formalin berbanding alkohol, 1: 5-10 atau formalin berbanding gliserol dengan perbandingan 1 : 3. Namun pengunaan tersebut cenderung menyebabkan reaksi sensitisasi.

    Formalin memang secara umum iritan bagi mucus membran, namun telah digunakan sebagai obat kumur/antiseptic dan sebagai zat pengeras gusi. Dalam dunia kedokteran gigi telah digunakan sebagai pasta bersama dengan timol, kresol, gliserol dan oksida zinc untuk melokalisasi jaringan pulpa yang terinfeksi, sehingga jaringan yang tersisa tetap aman.. Dalam jumlah yang sesuai, Formalin dapat digunakan pada kresol atau kreosot sebagai pembersih saluran akar gigi.

    Larutan Formalin tidak dapat merusak logam atau kain namun tidak boleh digunakan untuk desinfeksi pada alat yang terbuat dari kedua bahan tersebut, jika terdapat metode lain yang lebih teruji. Pada desinfeksi selimut dan tempat tidur, digunakan dalam bentuk uap. Jumlah larutan Formalin yang digunakan harus dalam kadar yang diperkenankan untuk penyerapan bahan tersebut. Formalin juga digunakan sebagai larutan sebelum pencucian laundry dan sebagai bagian dalam proses dry celaning. Larutan Formalin 10 % dalam garam digunakan sebagai pengawet spesimen-spesimen patologis. Larutan ini tidak cocok untuk menyimpan urin pada pemeriksaan subsequent.

    Sumber : Depkes RI – MARTINDALE THE EXTRA PHARMACOPOEIA, Twenty Eighth Edition, 1982, The Pharmaceutical Press, London

    FORMALIN BUKAN BAHAN PENGAWET MAKANAN

    Bogor, CyberNews. Pakar Mikrobiologi Pangan dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Ir Ratih Dewanti, menegaskan bahwa formalin, yang sehari-hari lazim digunakan untuk mengawetkan jenazah, sama sekali bukan bahan pengawet untuk pangan.

    “Formalin itu bukan pengawet pangan, namun merupakan antiseptik mikroba yang hanya digunakan dalam industri pengolahan produk non-pangan seperti plastik. Formalin sama sekali tidak boleh dipakai dalam pangan,” katanya di Bogor, Senin.

    Ia mengemukakan itu berkaitan dengan “geger” penemuan kandungan formalin pada sejumlah produk makanan, dan sebagian besar pada jenis mi, tahu, bakso dan juga ikan asin, yang selama ini banyak dikonsumsi masyarakat luas.

    Dengan pemahaman bahwa formalin sama sekali tidak bisa difungsikan sebagai bahan pengawet makanan –karena mengandung racun– karena jika dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan beberapa penyakit di antaranya tenggorokan terasa panas, dan memicu kanker dan mempengaruhi fungsi organ tubuh lainnya.

    Ia mengatakan, sebenarnya ada alternatif yang dapat dilakukan oleh para pelaku usaha atau pembuat makanan dalam mengawetkan makanan, yaitu dengan menggunakan pengawet legal dengan dosis yang telah ditentukan, misalnya zat asam. “Atau ada perlakukan khusus terhadap proses pengolahan makanannya,” katanya.

    Penyuluhan kepada produsen untuk menerapkan program sanitasi dan praktik produksi yang baik sangat diperlukan demikian pula mengenai teknologi dalam menekan pertumbuhan mikroba dengan cara aplikasi teknologi pendinginan di seluruh mata rantai (cold chain).

    Hanya saja, menurut Ratih Dewanti, perlu diingat pula bahwa penyimpanan dingin tidak akan memberikan perpanjangan waktu simpan sangat banyak, mengingat produk basah –seperti salah satunya mi basah yang tinggi kandungan airnya–apalagi bila jumlah mikroba awalnya sudah tinggi.

    Kemudian, kata dia, dalam alternatif pengawetan ini juga dapat mengaplikasikan formula pengawet yang diizinkan yang dibuat dari BTP (Bahan Tambahan Pangan) untuk menghambat mikroba.

    Selain itu, juga bisa mengaplikasikan teknologi lain seperti pemanasan, pengemasan atau kombinasinya untuk menginaktifkan mikroorganisme pembusukan dalam produk makanan basah itu.

    Mengenai ciri-ciri fisik yang dapat diamati pada produk-produk makanan yang mengandung formalin, dijelaskan bahwa terutama pada produk basah, bisa dilakukan yaitu dengan melihat bentuk fisik yang kaku, dan bila formalinnya yang terkandung banyak, maka akan memiliki bau yang menyengat.

    Namun ciri-ciri fisik itu tidak akan terdeteksi bila kandungan formalin yang terdapat dalam makanan itu memiliki dosis yang rendah. “Untuk permasalahan ini memerlukan uji laboratorium, karena secara fisik tidak dapat dirasakan dengan pancaindera,” katanya. ( ant/Cn08 )

    CIRI-CIRI MAKANAN YANG MENGANDUNG FORMALIN

    Bagaimana mengetahui secara pasti adanya formalin pada produk pangan?

    Deteksi formalin secara kualitatif maupun kuantitatif secara akurat hanya dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pereaksi kimia.

    Bagaimana mengenali kemungkinan suatu produk pangan mengandung formalin sebagai pengawetnya?

    Berikut ini terdapat beberapa ciri penggunaan formalin, walaupun tidak terlampau khas untuk mengenali pangan berformalin, namun dapat membantu membedakannya dari pangan tanpa formalin.

    Ciri-ciri mi basah yang mengandung formalin:

    · Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius)

    · Bau agak menyengat, bau formalin

    · Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal

    Ciri-ciri tahu yang mengandung formalin:

    · Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius)

    · Tahu terlampau keras, namun tidak padat

    · Bau agak mengengat, bau formalin (dengan kandungan formalin 0.5-1ppm)

    Ciri-ciri baso yang mengandung formalin:

    · Tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)

    · Teksturnya sangat kenyal

    Ciri-ciri ikan segar yang mengandung formalin:

    · Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)

    · Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih

    · Bau menyengat, bau formalin

    Ciri-ciri ikan asin yang mengandung formalin:

    · Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)

    · Bersih cerah

    · Tidak berbau khas ikan asin

    Dikutip dari : Republika – 23 Agustus 2005 – Anda Bertanya,Badan POM Menjawab

    PENGAWETAN SPESIMEN-SPESIMEN HAIWAN KECIL DAN TUMBUHAN

    Pengawetan haiwan dalam cecair

    Semua haiwan mesti dipengsankan dahulu sebelum dibunuh agar ianya dapat diawet dalam keadaan yang sempurna. Formalin dan etil alkohol(etanol) adalah pengawet dan penetap yang paling umum digunakan.Formalin komersial biasanya diperolehi sebagai 40% larutan formaldehid. Semua pencairan fomalin adalah disediakan dari bahan komersial 40% ini.

    Formalin mengeraskan tisu dan menghasilkan kerapuhan jika dibandingkan dengan alkohol . Walaubagaimanapun ia adalah pengawet yang sesuai untuk pengawetan sementara terutama sekali dengan haiwan vetebrata . Semua spesimen yang diawet dalam fomalin lambat laun akan menjadi keras dan rapuh jika tidak dipindahkan dalam pengawet dalam alkohol. Jika ini perlu dilakukan spesimen-spesimen boleh terlebih dahulu dibasuh bagi menghilangkan baunya.

    Formalin adalah tidak sesuai untuk haiwan yang mempunyai kerangka atau spikul-spikul kapur kerana larutan komersil ini biasanya adalah berasid dan akan melembutkan bahagian berkapur ( calcareous) . Hal ini dapat diatasi dengan menuetralkan fomalin tersebut. Formalin dapat mengawet warna spesimen-spesimen lebih lama lagi jika dibandingkan dengan alkohol sungguhpun memang diketahui tidak ada satu pun bahan pengawet yang dapat mengekalkan warna asal spesimen sampai bila-bila.

    Haiwan yang lembut elok ditetapkan dan diawetkan dalam alkohol. Organisma bergelatin lembut memerlukan penetanan beransur bergantung kepada ketumpatan dan saiznya.

    Ini biasanya dari dua hingga enam jam bagi setiap kepekatan alkohol dari 30% , 50% dan 60% yang mana selepas itu ianya disimpan dalam alkohol 70%.

    Di bawah ini ada diberikan panduan bagi cara-cara memengsan membunuh dan bahan-bahan pengawet yang digunakan keatas spesimen-spesimen haiwan .

    Spesimen

    Bahan Pemengsan

    Atau Membunuh

    Bahan Pengawet

    i. Coelenterata

    Contoh : Hydra,Obor-obor,dll

    Bubuhkan hablur mentol ke dalam air .

    Alkohol 70%

    ii. Annelida

    Contoh : Cancing tanah,lintah dll.

    Megnesium Klorid 7%

    Fomalin 5% atau alkohol 70%

    iii. Mollusca( tidak berangka)

    Contoh: Lintah Bulan dan Sotong.

    Urethane 2% atau beberapa titik propyline

    klorid

    Fomalin 5% atau alkohol 70%

    iv. Mollusca

    Contoh: Siput dan Kerang

    Magnesium klorid 7%

    Formalin 5% jika besar suntikan dengan 10% formalin dahulu.

    V. Echinodermata

    Contoh: Gamat, tapak sulaiman

    Masukkan terus kedalam air tawar

    Formalin 5% jika besar suntik dengan formalin 10 % dahulu.

    Vi. Crustacea (laut)

    Contoh: Udang,ketam dll

    Masukkan dalam air tawar

    Formalin 5% Jika besar suntik dengan fomalin 10 % dahulu.

    Vii.Serangga

    Contoh: Kumbang

    Ethyl Acetat

    Keringkan dipinkan larva disimpan dalam alkohol 70 – 80%.

    X. Veterbrata daratan reptilia, amphibia dan lain-lain.

    Ether , klorofom

    Suntik dengan alkhol 70% atau fomalin 10% dan disimpan dalam fomalin 10%.

    Xi. Ikan

    Larutan urethane 10% atau ms-222 sandoz 1:1,000 hingga 1:20,000

    Formalin 10% ( suntik jika spesimen besar )

    Cara-cara menyediakan bahan pengawet cecair

    Anda boleh menyediakan bahan pengawet dengan mengikuti cara-cara dibawah:-

    Untuk Formalin

    Kepekatan 1% Formalin ( formaldehyde 40% ) 1 ml Air suling 99 ml ——– 100 ml ———

    Formalin 5% 5 ml

    Air suling 95 ml

    ——– 100 ml

    ———Formalin

    10% 10 ml

    Air suling 90 ml 100 ml

    ———

    Untuk alkohol

    Dari alkohol grade mutlak 70% Alkohol 70 ml

    Air suling 30 ml

    ——–

    100 ml

    ———

    Dari alkohol grade 95 % Alkohol 75 ml

    70% Air suling 25 ml

    ——-

    100 ml

    ———

    Pengawetan rangka haiwan vertebrata ( burung, tikus, arnab,ayam dan lain-lain )

    Satu cara pengawetan ialahpengawetan dalam bentuk penyediaan rangka haiwan ( taksidermi ). Ia adalah satu kaedah yang mana tulang-tulang haiwan tersebut diproses untuk diawet dan dibentuk dalam kedudukan yang aslinya. Ianya sangat sesuai untuk dijadikan bahan bahn rujukan dan bahan pameran di sekolah.Berikut adalah senarai langkah-langkah yang anda ikuti untuk menyediakan rangka haiwan anda.

    1. Mula-mula matikan haiwan dengan menggunakan klorofom dalam bekas yang tertutup.

    2. Kemudian buangkan kulit atau bulu pada haiwan tersebut.

    3. Buangkan segala isi perut dan organ-organ dalam badan.

    4. Lepaskan itu masukkan kedalam air mendidih selama satu jam. ( tertakluk pada saiz haiwan ) supaya senang di buang.

    5. Keluarkan spesimen tadi dan mula buangkan semua otot ( isi ) yang melekat pada tulang-tulang.

    6. Kemudian rendamkan ke dalam amonium hidroksida ( pelarut lemah ) selama 24 jam.

    7. Keluarkan selepas itu dan rendamkan ke dalam larutan 5% hidrogen prosikda selama 8 jam untuk memutikkan tulang.

    8. Lepas itu basuhkan dengan air dan keringkan di bawah cahaya lampu.

    9. Apabila tulang-tulang telah kering anda gamkan semila tulang-tulang yang tertanggal dan di samping itu membentuk kedudukan semulajadi haiwan tersebut.Rangka yang telah siap seeloknya dipaku atau dilekatkan pada pelantar untuk mudah di alihdan di simpan.

    10. Anda boleh disapuskan tulang-tulang tersebut shelac untuk melindungi daripada kulat atau bakteria.

    KUTIPAN DAN PENGAWETAN SERANGGA

    Serangga terdapat di mana-mana di sekeliling kita. Kebolehannya untuk hidup di berbagai-bagai jenis menjadikan ia berjaya sebagai satu kum[ulan. Separuh dan spesies-spesies lain tersebar luas di berbagai-bagai jenis lokasi. Ada jenis-jenis afid, sebagai contoh terbatas kehidupan pada satu spesies pokok sebagai perumah ( Host ) sementara ada yang menjadikan beratus-ratus jenis pokok berlaianan spesies sebagai perumah.

    Cara-cara kutipan

    Biasanya cara-cara kutipan adalah kurang selective (memilih) iaitu kemungkinan speseis -spesies berlainan tidak akan dikutip sekali. Sebagai contoh kutipan dengan cara-cara menyapu permukaan daun dengan jaring serangga (insect net) akan menghasilkan kutipan serangga-serangga di bahagian atas tumbuhan tersebut. Serangga-serangga di bahagian bawah tumbuh-tumbuhan tidak akan dapat dikutip untuk mewakili sepenuhnya tangkapan. Begitu juga serangga yang terdapat di atas permukaan tanah dan di bawah tidak akan dikutip langsung dengan kaedah begini.

    Salah satu cara yang biasa digunakan ialah dengan menggunakan jaring (sweep net) jaring ini digunakan pada permukaan-permukaan tumbuhan sepertirimbunan daun-daun, pokok-pokok renik, semak-semak, rumput-rumput dan lain-lain lagi.

    Membunuh dan Mengawet Serangga

    Bahan kimia bagi membunuh serangga yang sesuai ialah ethyl acetate. Ianya boleh diletakkan pada kapas atau bahan-bahan jerap (absorbent materials) di dalam sebuah botol (killing bottle). Walaupun ia terbakar tetapi ianya tidaklah sebahaya menggunakan

    sianid (syanide). Spesimen akan menjadi lebih lembut (relex) dan tidak tegang) walaupun ditinggalkan beberapa hari di dalam botol yang mengandungi ethyl acetate.

    Serangga-serangga yang berkulit keras biasanya dipin atau disemat. Serangga berbadan lembut seperti afid dan anai-anai boleh dibunuh dan disimpan dalam alkohol 70%. Alkohol isopropyl boleh digunakan jika ethyl alkohol tidak dapat diperolehi. Ada sesetengah orang lebih suka menggunakan larutan Hood’s yang mana ianya boleh disediakan dengan cara berikut:-

    Larutan Hood’s

    Ethyl alkohol 1485 ml

    air suling 330 ml

    asid glacial acetik 83 ml

    benzol 83 ml ——– larutan Hood’s

    Larva kupu-kupu atau rama-rama perlu disimpan dalam larutan KAAD

    sehingga ianya kembang sepenuhnya ( 30 minit hingga beberapa jam) dan kemudian barulah disimpan dalam alkohol 95%

    Larutan KAAD

    Kerosene 1 bahagian

    Alkohol ethyl 95% 10 bahagian

    asid asetik glacial 2 bahagian

    diaxane 1 bahagian

    Menyemat (Pinning) Serangga-Serangga

    Serangga yang berkulit keras ( yang besar) boleh disemat dengan pin dari atas menembusi badannya. Jenis Coleoptera ( kumbang) disemat menerusi kepak kanannya.,

    lalat, lebah, rama-rama/kupu-kupu biasa ianya disemat menerusi thorax dan pangkal kepaknya. Semua spesimen mesti disemat pada paras tinggi yang sama iaitu 1 inci dari atas hujungpin. Ini dapat ditentukan dengan menggunakan blok-blok penyemat (pinning block) . Kupu-kupu dan rama-rama biasanya diletakkan di atas papan (spreading boads yang dibuat daripada kayu ataupun polystyrene) di mana kepak-kepak perlu diatur dan dikembangkan hingga ianya kering dan dalam kedudukannya yang diperlukan. Serangga-serangga kecil boleh ditenggekkan (mount) ke atas kertas tebal (cardbord points) dengan menggunakan gam. Serangga tersebut mestilah diletakkan dalam kedudukan di mana kepalanya berhadapan ke hadapan dan point hujung tiga segi cardboard tersebut berada di sebelah kiri pin.

    Mengering Serangga

    Serangga yang telah disemat perlu dikeringkan sebelum boleh disimpan di dalam kotak-kotak serangga. Susun serangga-serangga tersebut di atas keratan polystrene dan masukkan ke dalam ketuhar pada suhu 45 C, keringkan sehingga beberapa hari. Serangga boleh juga dikeringkan di bawah matahari jika tidak terdapat ketuhar, tetapi mestilah diawasi dari dimakan oleh semut-semut perosak dan lainnya.

    Melabel

    Tiap-tiap spesimen mestilah dilabel dengan nama tempat dari mana ianya dikutip berserta dengan tarikh kutipan dan juga nama pengutip, label-label mestilah kecil dan diletakkan lebih kurang 5/8 inci pada pin serta dilekatkan selari dengan specimen. Nota-nota tambahan seperti jenis, tumbuhan di mana ianya dikutip juga adalah perlu dan ini boleh ditulis pada lebel yang lain dan dilekatkan lebih kurang 1/2 inci pada pin di bawah label yang terdahulu tadi.

    Menyimpan Serangga

    Specimen yang telah dikeringkan dan dilabel perlu disimpan dalam kotak-kotak serangga yang khusus. Kotak-kotak itu selalunya dilapis gabus dan ditutupdengan kertas putih. Ianya seeloknya mesti kedap udara dan dapat menghalang perosak-perosak seperti semut, lipas atau gegat memasukinya. Ubat gegat (Naptelene) perlu dilekatkan dalam gulungan kain nipis di bahagian bawah di sebelah tepi kotak . Ini perlu diperiksa dan ditambah dari masa ke semasa. Sejenis larutan boleh disediakan sebagai rawatan kepada kotak-kotak serangga ini. Ianya disapukan di permukaan dalam kotak dan dijemur sehingga kering. Cara menyediakan adalah seperti berikut:

    Bahan kuantiti

    1. Serbuk Napthelene 3 lb (1360 g)

    2. Kloroform 1 lb

    3. Beechwood Creosolte 1 ib

    4. Minyak petrol 4 1/2 pts.

    Cara menyediakan

    Campurkan kloroform dengan 1 1/2 lb serbuk nepthlene, kacau hingga sekata dan tambahkan lagi 1 1/2 lb serbuk nepthlene dan diikuti dengan beechwood Cresote. Kacau untuk melarutkan dan kemudian tambahkan petrol.

    Selepas disapukan pada kotak, keringkan kotak sehingga yang tinggal cuma selapis serbuk halus napthlene.

    Melembutkan (relex) Serangga (dewasa)

    spesimen yang kering mestilah dilembutkan sebelum ianya disemat atau ditenggek. Serangga-serangga yang kering boleh diletakkan dalam bekas yang tidak masuk angin (air-tight) di atas sekeping kertas tebal ataupun kertas jerap yang diletakkan di atas pasir basah. Bubuh sedikit (beberapa titik) asid karbolik pada pasir ini bagi mengelakkan kulat dari tumbuh. Spesimen-specimen akan menjadi lembut selepas 24 jam hingga 48 jam. Walau bagaimanapun adalah lebih elok sekiranya spesimen-spesimen disemat samasa ianya baru ditangkap dari ditunggu hingga ke saat-saat akhir dimana ianya perlu dilembutkan.

    PENGAWETAN TUMBUHAN

    1. Lumut Hati dan Lumut Jati

    Pengawet secara basah dan kering akan dibincangkan dalam bahagian ini. Kedua-dua cara ini adalah sama penting dan perlu diberikan perhatian. Specimen-specimen boleh diawet dalam jangkan masa tertentu dalam larutan F.A.A. Bermacam jenis larutan yang ditambah dengan kuprum telah disyorkan untuk mengawet serta mengekalkan warna hijau dalam tumbuhan namun demikian tidak terdapat satu pun yang boleh mengekalkan warna hijau selama-lamanya.

    Peenyediaan Larutan F.A.A. (Formalin-aseto-alkohol solution)

    Bahan Kuantiti

    Ethyl Alkohol 70% 90 ml

    Formalin , Formaldehyde 5 ml

    Asid Asitik glacial 5 ml

    Bagi bahan tumbuhan yang lembut digunakan 50% , gunakan 3 ml asid asetik dan 7 ml formalin bagi bahan-bahan keras seperti berkayu (woody)

    Kaedah-kaedah berikut ini dapat mengawet dan mengekalkan warna hijau pada tumbuhan dengan berkesan bagi satu-satu jangkamasa tertentu. Ini adalah bergantung pada jenis tumbuhan pula.

    1. F.A.A dengan kuprum sulfat

    Bahan Kuantiti

    Kuprum sulfat 0.1 g

    Ethyl alkohol, 50% 90 ml

    Formalin,40% formaldehyde 5 ml

    Asid setik, glacial 5 ml

    Cara : Rendamkan spesimen dalam larutan ini selama 3-4 hari. Selepas itu pindahkan ke larutan F.A.A (tanpa CuSo4) untuk disimpan.

    2. Lactophenol kuprum

    Bahan Kuantiti

    Fenol 20 g

    Asid laktik 20 g

    Gliserin 40 g

    Air suling 20 ml

    Kuprik Keloroid 0.2 g

    Kuprik asetat 0.2 g

    Larutan ini dicadangkan untuk alga hijau tetapi sesuai juga untuk lumut hati dan lumut jati. Rendamkan spesimen dahulu dalam larutan selama 3 hingga 10 hari bergantung pada saiz tumbuhan. Kemudian pindahkan ke dalam larutan F.A.A. untuk disimpan.

    2. Alga

    Pengawetan dalan cecair

    1) Alga air tawar : larutan-larutan yang disebut di bawah adalah dicadangkan untuk semua jenis kecuali yang berbentuk unicellular lembut (delicate) penambahan sedikit kuprum sulfat munkin dapat membantu mengekalkan sedikit warna alga hijau.

    A) Formalin-chroma alum

    Kalium-kronalum 10 g

    Formalin 4% 5 ml

    Air 500 ml

    b) Formalin -asid asetik glacial

    Air 72 ml

    Formalin (40% Fornaldehyde) 5 ml

    Gliserin 20 ml

    Asid asetik glacial 3 ml

    c) Transean’ s solution

    Air 60 ml

    Ethyl alkohol 30 ml

    Formalin 10 ml

    Gliserin 5 ml

    ii) Alga Laut

    a) 3 % Formalin

    Formalin 3 ml

    Air laut 97 ml

    Untuk alga yang besar gunakan 5 ml formalin

    b) Ethly alkohol

    Ethyl alkohol 70 ml

    Air laut 30 ml

    Untuk menetapkan warna hijau dalam alga laut, larutan berikut adalah dicadangkan.

    3. Kulat

    Pengaweatan dalam cecair, kulat-kulat segar (freshy) seperti cendawan, kulat bracket dan kulat cup serta bahagian-bahagian yang dijangkiti parasit-parasit kulat boleh diawet untuk jangkasmasa tertentu dengan menggunakan bahan-bahan pengawet di bawah ini.

    A) 5 % formalin (tambahkan 5 ml formaldehde kepada 5 ml air suling

    b) F.A.A. (Formalin-asid asetik alkohol)

    Formaldehde (larutan 40%) 50 ml

    Asid asitik galcial 50 ml

    Alkohol 60 % (ethanol atau isopropil) 900 ml

    Bagi mengawet kulat berwarna formulasi-firmulasi nerikut adalah disyorkan.

    A) Kulat yang terdapat pigmen larut air

    Asid asetik glacial 10 ml

    Mercuric acetat 1.0 ml

    Plumbum asetata neutral 10.0 ml

    Ethy alkohol 90 % 1000 ml

    b) Kulat yang terdapat pigmen tak larut

    Asid asetik glacial 5 ml

    Mercuric asetat 10 ml

    Air Suling 100 ml

    Pengawetan kering : tumbuhan dengan parasit kulatnya boleh dikeringkan dalam penekanan tumbuhan(plant press) dan disimpan di atas kertas herbarium. Kulat segar, termasuk cendawan, bola puf, kulat cup, dan lain-lain boleh dikeringkan dibawah matahari atau bawah pencahayaan terang. Spesimen yang kering ini akan disimpan di dalam beka-bekas yang mana dimasukkan sedikit hablur paradichlorobenzenl bagi menghalang seranggan memasuki dan merosakkannya.

    Pengawetan spesimen tumbuhan dengan cara kering.

    Kebanyakkan tunbuhan berkayu boleh di awetkan terutama daun dan bunnya untuk dijadikan spesimen herbarium. Keadaan ini dalah paling sesuai dan boleh disimpan dengan lama jika disimpan dikendalikan dengan sempurna. Pengawetan dalam bentuk kering ini adalah sesuai untuk dijadikan bahan rujukan di makmal sekolah anda. Jadi bagaimana anda akan melakukan pengawetan ini ?

    Mula-mula adan perlu menyediakan bahan atau alat-alatnya seperti di bawah ini:

    1. Alat penekan (plant press)

    Diperbuat daripada kayu berukuran setiap 1cm x 3 cm x 48 cm panjang. Kayu-kayu ini kemudian dipaku dengan teguh untuk membentuk pengapit. Anda perlu menyedikan dua belah alat ini.

    2. Tali pengikat

    Tali ini adalah untuk mengikat alat pengapit. Boleh diperbuat daripada nylon ataupun jerami dan secukup panjang untuk diikat dikeliling alat pengapit.

    3. Kadboard (corrigated boards)

    Sediakan beberapa keping berukuran 33 cm x 50 cm. Kadbod ini digunakan untuk mengapit spesimen yang telah disusun di antara helaian kertas sebelum dikapit dengan pengapit.

    4. Lapisan kertas

    Kertas ini adalah untuk menyusun dan mengapit spesimen. Anda boleh gunakan kertas surat khabar untuk tujuan ini.

    5. Kertas herbarium

    Kertas ini tebal, berukuran 16 1/2” x 10 1/2” dan berwarna putih. Penyediaan spesimen herbarium melibatkan proses mengutip, menekan (mengapit) melekat, melabel dan akhirnya mengecamkan spesimen. Disini saya tidak akam membincangkan kaedah pengecaman spesimen.

    Proses Pengapitan

    Anda perlu memilih spesimen yang sesuai seeloknya yang mempunyai daun yang tidak dimakan ulat, bunganya atau buahnya jika terdapat. Kemudian susunkan spesimen ini di antara lapisan kertas. Pastikankeratan spesimen ini tidak melebihi kertas kadbor (33 cm x 50 cm) yang akan digunakan untuk mengapitnya nanti. Sisinkan daun-daun supaya tidak bertindih dan jika terlalu banyak daun buangkanya jika perlu , cukup sekadar mempamerkan bahagian batang, daun, dan bunga. Selepas itu anda perlu susun spesimen di dalam kertas ini di antara dua kadbod dan alat pengapit kayu. .Dengan menggunakan tali dengan kuat kepitan spesiemn ini seelok-eloknya tali dikelilingkan beberapa kali pada pengapit tadi.

    Mengering Spesimen

    Apabila spesimen selesai dikapit ianya sudah sedia untuk dikeringkan. Terdapat dua cara anda dapat mengeringkan spesimen tersebut. Pertama dengan cara cahaya matahari dan kedua adalah dengan menggunakan ketuhar yang mana suhu boleh dikawal. Dengan cara pertama spesimen dalam alat pengapit perlu didedahkan di bawah cahaya matahari. Pada keesikan harinya anda perlu membukannya pengapit ini dan pindahkan spesimen-spesimen ke lapisan kertas-kertas baru. Betulkan dan atur semula daun-daun atau bunga yang terlipat semasa proses pengapitan terdahulu. Proses ini perlu dilakukan sehingga spesimen betul kering. Cara mengering dengan cahaya matahari ini akan mengambil masa satu minggu.

    Kaedah pengeringan dengan menggunakan haba dari ketuhar adalah sangat sesuai dan cepat. Jika terdapat edaran udara yang elok maka ianya adalah satu cara paling sesuai menerusi pengeringan cepat bagi mengawet warna tumbuhan. Spesimen yang dikapit dimasukkan terus kedalam ketuhar pada suhu 45 C hingga 60 C. Proses pengeringan cara ini biasanya mengambil masa 3 hingga 7 hari. Dalam pad itu jangan lupa menukar lapisan kertas bila-bila perlu.

    Melekatkan Spesimen (Mounting)

    Selepas anda telah melakukan proses pengapitan dan pengeringan, spesimen tadi adalah sedia untuk dilekatkan ke atas kertas herbarium. Kertas herbarium yang standard adalah berukuran 16 1/2” x 10 1/2”. Tujuan utama bagi spesimen ini dilekatkan adalah untuk memudahkan penyimpanan. Oleh itu adalah penting bagi anda memastikan spesimen dilekatkan dengan kuat pada kertas serta diatur dan dipamer dengan jelas. Sebolehnya-bolehnya kedudukan asal bahagian tumbuhan mestilah dikekalkan dan anda tidak perlu mengubah mana-mana bahagian untuk mendapatkan kedudukan yang anada rasa elok. Pamerkan bahagian atas dan bawah daun-daun terutama sekali bagi tumbuhan seperti pakupakis supaya dapat dilihat perbezaanya.

    Batang tumbuhan boleh dilekatkan ke atas kertas herberium dengan menggunakan benang jahitan. Anda perlu menebut kertas herberium ini dan jahitkan benang dengan mengguakan jarum. Disampingitu juga anda boleh gunakan kertas jalur bergam atau gam resin/emulsi. Pastikan selepas menjahit anda mematikan jahitan dengan membuat satu ikatan di belakang kertas herberium. Daun-daun pada kertas lebar boleh juga dijahit di batangnya atau digam terus pada kertas. Setiap tumbuhan mestilah dilekatkan pada kertas herberium yang berasingan.

    Melebel spesimen

    Sesudah melekatkan spesimen yang telah kering tadi perlu melebelkannya selepas ini. Biasalebel ini dilekatkan pada bahagian bawah kertas. Maklumat yang difikirkan perlu adalah seperti nama saintifik,nama amnya, nama family, tempat dimana ia dikutip, habitatnya, nama pengutip, tarikh ianya dikutipdan nombor herberiumnya bagi tujuan rekok atau rujukan ( sila lihat contoh ).


One comment on “Artikel

  1. If you are a real estate professional, be really careful in dealing with KoRes Corp. in Weston Florida. Tulio Rodriguez & Monica Cataluna-Shand are shysters and look for anyway to steal ones customers. They attempt to steal your client by requesting their contact information and later contact them behind your back to get them to deal with them directly.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s