Ospek siapa takut….

Perjuangan atau penderitaan yang ada dalam masa orientasi Mahasiswa Baru????.……….begitu banyak tanggapan di berbagai media mengenai ospek atau lebih kasarnya disebut sebagai perploncoan seperti tulisan berikut yang diambil dari Akhmadguntur.com:

Sesuai dengan namanya, apakah tujuan awal dari Ospek adalah untuk membantu mahasiswa baru mengenal program studi dan kampusnya? Iya, memang. Tapi bukan itu yang jadi pertimbangan kenapa perploncoan menjadi bagian lekat darinya. Dalam maksud saya menawarkan alternatif atau modifikasi dari model ospek yang ada, saya merasa akan lebih adil kiranya untuk terlebih dahulu menilik baik-baik maksud dan logika pembentukan budaya perploncoan ini. Jangan hanya mencela tanpa berusaha memahami, karena di balik aktivitas yang unik ini pasti ada motif baik yang bisa kita temukan. Tidak mungkin perploncoan bisa menjadi budaya bila bukan karena kemanfaatan positif yang bisa dihasilkan darinya.


Perlu kita ketahui bahwa fenomena Ospek dengan perploncoan ini juga terjadi di negara-negara lain (silahkan googling dg keyword initiation ceremonies). Konsep Ospek Perploncoan sudah dikenal sejak lama. Suku Thonga dari Afrika Selatan adalah salah satu suku tertua yang masih memelihara tradisi perploncoan untuk anak lelaki yang ingin mendapat pengakuan sebagai seorang lelaki dewasa.

Ketika seorang bocah telah berusia antara 10 hingga 16 tahun, dia dikirim oleh orang tuanya di “curcumcision school” yang diselenggarakan tiap 4 atau 5 tahun sekali. Ritual inisiasi ini dimulai dengan berlarinya setiap bocah dalam garis panjang yang di sana telah berbaris para lelaki dewasa yang akan memukuli mereka dengan tongkat kayu di sepanjang perjalanan. Di akhir perjalanan, baju sang bocah akan dilucuti dan rambutnya dicukur habis. Dia lalu harus menjalani tiga bulan masa inisiasi untuk menjalani enam ujian utama: dipukuli (oleh lelaki dewasa yang telah dilantik), bertahan dalam cuaca dingin tanpa baju dan selimut, kehausan, makan makanan yg sungguh tak enak & layak, dihukum (semisal dg meremukkan jari ketika ketahuan melanggar aturan), dan terancam tewas selama menjalani ritual. Semua ini mengingatkan saya pada cerita di film 300! di mana pemuda Spartan harus menjalani masa2 dengan ritual inisiasi yang mirip dengan suku Thonga ini.

Senior yg melakukan ospek seperti ini mustinya punya tujuan baik. Sekarang tinggal kita telusuri lagi bagaimana sih kok bisa perploncoan yang kayak gini bisa dibilang punya manfaat positif. [foto diambil dari koleksi mas Dhana]


Perlu kita ketahui bahwa fenomena Ospek dengan perploncoan ini juga terjadi di negara-negara lain (silahkan googling dg keyword initiation ceremonies). Konsep Ospek Perploncoan sudah dikenal sejak lama. Suku Thonga dari Afrika Selatan adalah salah satu suku tertua yang masih memelihara tradisi perploncoan untuk anak lelaki yang ingin mendapat pengakuan sebagai seorang lelaki dewasa.

Ketika seorang bocah telah berusia antara 10 hingga 16 tahun, dia dikirim oleh orang tuanya di “curcumcision school” yang diselenggarakan tiap 4 atau 5 tahun sekali. Ritual inisiasi ini dimulai dengan berlarinya setiap bocah dalam garis panjang yang di sana telah berbaris para lelaki dewasa yang akan memukuli mereka dengan tongkat kayu di sepanjang perjalanan. Di akhir perjalanan, baju sang bocah akan dilucuti dan rambutnya dicukur habis. Dia lalu harus menjalani tiga bulan masa inisiasi untuk menjalani enam ujian utama: dipukuli (oleh lelaki dewasa yang telah dilantik), bertahan dalam cuaca dingin tanpa baju dan selimut, kehausan, makan makanan yg sungguh tak enak & layak, dihukum (semisal dg meremukkan jari ketika ketahuan melanggar aturan), dan terancam tewas selama menjalani ritual. Semua ini mengingatkan saya pada cerita di film 300! di mana pemuda Spartan harus menjalani masa2 dengan ritual inisiasi yang mirip dengan suku Thonga ini.

Lalu seperti apa masa orientasi di kampus kami “MIPA UNSOED”??????

rias

Yupz masih tanda tanya besar,lalu seperti apa yang akan kita sampaikan kepada teman2 2009 nanti….adalah suatu hak dan kewajiban yang harus dimiliki seorang mahasiswa dan pengangkatan isu sangat penting dalam hal ini adalah “Demokrasi dan Komersialisasi di Kampus”

Perjuangan bersama lebih dari 80 orang panitia yang tergabung dalam suatu kepanitian Sains ‘09 akan membuat sebuah konsep yang sangat bagus dan bermanfaat untuk teman-teman 2009.

Jawablah sebuah tanda tanya besar disamping kita teman – teman Sains’09 untuk menuju perubahan yang lebih baik…..

Walau kepastian belum ditangan tapi tetap maju para pejuang untuk adik-adik kita….

Semangat untuk semua kepanitiaan Sains’09

OSPEK SIAPA TAKUT……..

And buat temen-temen 2009 yang ntar ppada mau ospek ne ada tips’y juga lh,so g perlu khawatir karena maksud dari kakak kalian adalah yang terbaik untuk kalian….

Tips Saat Ospek Berlangsung……
1. Datanglah tepat waktu karena hal itu akan membantu kalian supaya terbiasa lebih disiplin

2. Kerjakan tugas-tugas degan baik karena itu akan melatih kalian untuk menghadapi banyaknya tugas-tugas di dunia kampus,,,,tapi jangan lupa pikirkan kenapa tugas tersebut diberikan karena panitia tidak akan memberikan tugas tanpa ada maksudnya….

3. Jangan pernah menyerah dalam setiap tantangan yang diberikan karena kalian dilatih untuk lebih kritis dan peka terhadap kondisi yang kalian alami….

4. tetap kompak dengan teman seangkatan anda jika anda digertak senior,
5. tabah dengan ucapan kata-kata kotor, seperti “lumpur, debu” dll

6. fisik disiapkan bro…..

7. ospek itu nikmat kalo udah selesai, jadi bawa nyantai aja….

potret perploncoan dalam ospek yang sangat mengenaskan…..“jadi ini dijamin tidaka akan terjadi sama kalian para new saintist MIPA UNSOED….”

images

SDS

So diwaktu yng semakin mendekati ospek ini semoga tujuan dan perjuangan kita murni untuk membantu temen-temen dari 2009….

HIDUP MAHASISWA……!!!!!!!!!!! Say welcome untuk Mahasiswa 2009 ke dunia perjuangan mahasiswa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Berita Terkini

20 January 2009

Q dilantik menjadi divisi Humas d himakim,bareng Pelantikan Obama jg lho…,January ini akan mengawali semua karir dan pemikiran baru q dalam menjalani semua ini,walau tanpa siapa yg kukenal,Q harus bisa berjalan dengan kaki q sendiri…semangat bwt tgas baru d himakim…

24-25 January 2009

Anak2 MIPA pda ke Jogja bwt ngikutin “The first seminar internasional” with d them ‘Science to green’,di UII,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Igas Diary

Friday,9 May 2008

Hari ini pertama kalinya aku mulia nulis diary di bloggu.wah semangat ya girl!!!!!!jangan lupa nanti ada latihan debat,codalah untuk semakin maju-maju dan maju.

Harus bisa apa?????????fokus,fokus,fokus………………

jum’at.16 Mei 2008

Oh My God

Monday,2nd June 2008

Waaah hari ini sepertinya sangat menyenangkan.walaupun aku awali dengan hal yang sungguh ,mengharukan.Huuuuu………

Untuk pertama kalinya aku main footsal ternyata menyenangkan sungguh…….seneng banget karena bisa ngegolin satu.Anak cowok juga menang main basketnya,meskipun hasus ada korban.iya beny sakit jadine mesti dibawa ke tukang urut deh.hari awal aku sungguh membuat kesalahan dengan memarahi semua orang tapi alhamdulialah semua jadi menyenangkan setelah selesai main foootsal.lega dech….sekarang aku lagi meteor garden lho !!salah satu lagu kesuakaanku yang bisa buat aku nangis.he…..he…….

Gimana waktu main footsal rada jatuh lagi…….

SUNDAY,26 january 2009

Q sekarang lg lbur tp msh d pwt,biasa kayak sebelum2nya,sudah sejak lama q g nulis di blog ne,kmarrin satu semester ini q pnya pacar tp sekarang kami udh ptus jd q sekarang ttp sndiri aja,walau seperti apa yg terjadi hidup ini kan akan terus berjalan jd q jga ga bisa berhnti mnuliskan semua’y,meski q akan mengalami begitu bnyak hal yg sangat jelek,terutama berhubungan dg study q yg seperti’y akan mengalami penurunan ….Q harap dg banyak hal baru yg akan q miliki dan q dapatkan q bisa memulai lg smua’y dg lbih baik…jd untuk apa menyesali yg udah2 kl msa depan qt msih pnjang…eh y q kmarin bru plang dr jogja lho dapet bnyak hal dan penalaman….

there is alove here

there is alove here


3 Maret 2009

Walau hari ne bkan hari pertama tp awal kuliah masih terasa,Akhirnya semester 4 dimulai juga….

Sangat meyenangkan karena d semester ne bnyak bnget hal baru yang akan aku alami dan yang pasti semua akan menjadi pelajaran yang berharga….

Rias semangat……..!!!!!!

2 comments on “Igas Diary

  1. Knapa ga dilanjutkan ,ketika kamu bercerita bahkan pada diri kamu sendiri,mungkin itu akan mengurangi kesedihan dan beban yang kmu rasakan.mencobalah untuk terus jadi dirimu sendiri walau mungkin itu menjadi hantaman yang berat ketika kamu sendiri tidak menemukan irang2 yang kamu sayangi mengelilingimu lagi.SEMANGAT SEMANGAT!!!!!!!!!

  2. Kenapa tempat’y g bisa dibuka sich,padahal q mu nulis keluh kesahku bahkan tentang semua kekesalam q pada semua yg terjadi pada diriku akhir-ini,tentang orang yang dulu pernah menjadi sebuah pahatan baru bagiku tapi ternyata semua itu udah hilang begitu hujan dtang dari kmarin,q kesel bnget rasanya ,dia seperti’y udah g peduli lagi ma q,knapa dengan friendster q????q bener-bener kesel banget,tidak seperti biasa’y mulai dari masalah organisasi sampai maslah teman,pacar,masalah kuliah mpe masalah kosan ,q bener2 pusing bget padahal sebntar lagi adalah hari ualng tahunku yang k 19,q bner2 bisa meneteskan air mata ni bntar lgiuntuk pa lagi skarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Igas Profile

Hai,……!!!!!

Nama saya “Indira miu”,terima kasih sudah melihat profil saya.saya adalah seorang mahasiswa dari sebuah universitas di indonesi,Serbagai seorang mahasiswa apakah yang seharusnya kita lakukan ?Yupz seperti gambar disebelah kanan bawah ini………

One comment on “Igas Profile

  1. assalammualaikum… Teh Indira…nama saya syadza.
    saya ingin sedikit ngasih komentar nih, menurut saya belajar itu tidak harus terpaku pada buku, apalagi dengan bermalasan. Belajar itu dapat dilakukan dimana saja, karena kita sesungguhnya adalah insan pembelajar, belajar itu asyik kok, kalo kita antusias dan semangat. jangan merasa bosan untuk belajar karena belajar itu adalah proses untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik. jangan belajar dengan rasa bosan dan malas, karena itu akan menambah rasa kebosanan dan kemalasan itu. apalagi kalo guru ato dosennya mengajar dengan kurang jelas, pasti akan menambah perasaan itu, tapi yakinkanlah hati kamu untuk belajar, karena tidak ada belajar yang sia-sia.
    wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Soal-soal ujian

Ujian Tengah Semester

  • Bahasa Indonesia,7 mei 2008

Jawablah pertanyaan -pertanyaan dibawah ini dengan jelas!

  1. Sebutkan kedudukan dan fungsi bahasa indonesia!
  2. Mengapa terjadi ragam bahasa indonesia?
  3. Ada berapakah ragam bahasa indonesia?Sebutkan dan Jelaskan!
  4. Apakah yang dimaksud dengan ragam bahasa baku?
  5. Apakah ciri-ciri ragam bahasa baku?
  • Ilmu Sosial Dasar,6 mei 2008
  1. Menurut saudara faktor-faktor apa saja yang ada didalam masyarakat Indonesia yang dapat mengintegrasi dan mendisintegrasika masyarakat?
  2. Selama sepanjang sejarah Indonesia sering mengalami konflik antara pribumi dan non pribumi,menurut saudara apa yang harus dilakukan agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi?
  3. konflik di dalam masyarakat menurut tingkatannya ada dua macam,yaitu konflik yang bersifat idiologis dan konflik yang bersifat politis.Coba saudara beri contoh masing-masing konflik tersebut!(Maksimal masing-masing 3 contoh)
  4. Dalam buku”The Religion of Java”Cliford Geertz menyebutkan adanya Abangan ,santri dan priyayi dalam struktur masyarakat Jawa.Apa yang saudara ketahui tentang ketiga Struktur masyarakat Jawa tersebut?
  • Pendidikan Kewarganegaraan

Jawaban harus urut nomor

  1. a. Bagaimana cara menentukan kwalitas sebagai warga negara? b.Berikan dasar hukumnya bahwa mata kuliah pendidikan Kewarganegaraan adalah wajib bagi mahasiswa?
  2. a. apakah yang dimaksud bela negara? b. Apakah bela negara identik dengan militerisme?Jelaskan!
  3. a. Bagaimanakah tatanan Demokrasi yang ideal?Jelaskan! b. Sebutkan komponen-komponen yang dapat membuat tegaknya Demokrasi?
  4. a. Apakah makna hak asasi manusia bagi saudara?b. Dalam upaya penegakan dan perlindungan HAM di Indonesia diperlukan sarana -prasarana.Sebutkan sarana dan prasarana yang dimaksud!
  5. a. Apakah hakekat dan kedudukan wawasan nusantara? b. Salah satu unsur pokok  dalam wawasan nusantara adalah Isi (Content) .Apakah yang dimaksud dengan Content tersebut?

2 comments on “Soal-soal ujian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Program and Organization

Inter Faculty Debating Championship

  • Akan diadakan tanggal 19-21 mei 2008
  • Tempat :Gedung Soemardjito Universitas Jendral Soedirman
  • Penyelenggara “STUDENT ENGLISH FORUIM”
  • Posisiku disini sebagai DEBATER FST bersama 5 orang rekanku yang lain.

AYO BERJUANG UNTUK MIPA,SEMANGATTT!!!!!!!

20 january 2009

Q dilantik sebagai pengurus Himakim Divisi Humas,jd harus semangat menjalankan program karena sekarna q akan megang hanya 2 organissi…


One comment on “Program and Organization

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tugas

Sejarah Singkat MS Office(http://geeks.netindonesia.net/blogs/tutang/archive/2007/01/24/Sejarah-Singkat-MS-Office.aspx)

Sejarah panjang perjalanan Microsoft Office hingga saat ini, banyak perubahan dan penambahan fasilitas sejak pertama kali diluncurkan tanggal 30 Agustus 1992. Waktu itu aplikasi perkantoran ini diberi nama Microsoft Office versi 3.0. Pada versi tersebut Microsoft Office menyertakan Microsoft Word sebagai pengolah kata, Microsoft Excel sebagai pengolah angka, Microsoft PowerPoint digunakan sebagai aplikasi presentasi yang handal dan Microsoft Mail digunakan untuk menerima dan mengirim email.

Setelah populer dengan Microsoft Office 3.0, pada tahun 1995-an Microsoft kembali meluncurkan Microsoft Office 95 bersamaan waktu itu Microsoft meluncurkan sistem operasi Microsoft Windows 95. Pada sistem operasi ini Microsoft merombak total Windows versi 3.1 dan Windows 3.11 for Workgroup, perubahan yang cukup signifikan dalam sejarah sistem operais PC saat itu. Sejalan dengan pekembangan sistem operasi Microsoft Windows, Microsoft Office sendiri terus berkembang dan semakin mapan dan terus digandrungi serta digunakan oleh sebagian besar masyarakat komputer di dunia, termasuk di Indonesia.

Sampai pada tahun 2000-an Microsoft sudah meluncurkan beberapa versi Microsoft Office dan sampai saat ini masih tetap digunakan sebagai andalan aplikasi perkantoran modern. Beberapa versi dari Microsoft Office yang masih banyak digunakan saat ini antara lain Microsoft Office 2000, Microsoft Office XP (2002) dan Microsoft Office 2003.

Pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak kemampuan Microsoft Office 2003 masih belum tersentuh oleh pemakainya. Namun sejalan dengan perkembangan teknologi dan sistem operasi yang juga terus berkembang, maka diluar dugaan Microsoft kembali akan meluncurkan Microsoft Office 2007 bersamaan dengan Windows Vista yang sebentar lagi akan hadir di tengah-tengah masyarakat komputer dunia.

Evolusi Microsoft Word (1989 – 2007)Sebelum 1989, Microsoft Word merupakan aplikasi DOS dengan sejumlah perintah yang rumit. Beberapa saat kemudian ia hadir dengan fitur grafis pada Mac OS. Word pertama untuk Windows hadir pada tahun 1989 dan didesain untuk Windows 3.0.

Versi Word 2.0 dirilis sebagai bagian dari Microsoft Office 3.0 pada tahun 1992, Word menjadi pemimpin dalam pasar. Sebagian besar fitur dasar yang kita gunakan hari ini sudah ada pada word 2.0.

Office 4.0 dirilis pada tahun 1994. ia disebut dengan Word 6.0 walaupun versi pendahulunya bernama 2.0. Tujuannya adalah untuk menggunakan versi penomoran yang sama dengan versi Mac OS .

Word 7.0 merupakan bagian dari Office 95 yang dirilis pada tahun 1995 untuk Windows 1995. Word telah menjadi lebih dari sekedar aplikasi yang mem-proses kata pada tahapan ini, ia mencakup peralatan menggambar, dukungan lain-lain. Fitur terbaiknya adalah koreksi terhadap pelafalan kata – dengan garis merah bergeriginya.

Saat Word97 dirilis tahun 1996, ia mencakup fitur bodoh yang sangat menggangu para pengguna – Office Assistant, yang nyatanya sangat tidak membantu.

Word 2000 (bagian dari Office 2000) dirilis tahun 1999 merupakan support terakhir untuk Windows 95. Virus Office macro mulai menyebar dengan cepat.

Mr Clippy masih dapat anda lihat sampai Word 2002 (bagian dari Office XP) yang dirilis tahun 2001. Clippy secara default dimatikan pada Office XP.

Saat Office 2003 dirilis tahun 2003, Microsoft Word diberi nama baru menjadi Microsoft Office Word. Selain tampilan yang berbeda yang menyerupai desain Windows XP, hal lain tidak banyak berubah dari Word 2002.

Word 2007 (bagian dari Office 2007) dirilis 30 Jan 2007, memerlukan waktu 3 tahun untuk pengembangan. Ia meliputi beberapa perubahan. Namun pada versi ini banyak pengguna yang mengeluh, karena mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka cari.

Setting Microsoft Word 2007

Yang pertama harus kita lakukan adalah melakukan setting terhadap Microsoft Word 2007. Berikut adalah langkah-langkahnya

  1. Buka Microsoft Word. Kemudian klik Office Button > New setelah itu di dialog New Document pilih New Blog Post
  2. Kemudian pilih Manage Account. Apabila belum pernah disetting sebelumnya maka akan langsung masuk ke jendela Manage Account
    Berikut adalah jendela Manage Account. Setelah itu pilih New untuk membuat account baru
  3. Pilihlah Blog Provider kamu. Di sini saya akan contohkan saya menggunakan WordPress. Kemudian tekan Next.
  4. Setelah itu maka akan muncul dialog untuk memasukkan alamat xmlrpc beserta username dan password blog kamu. Perhatikan sebagai contoh, blog saya berlokasi di http://belajarpemrograman.net dan alamat xmlrpcnya berada di http://belajarpemrograman.net/xmlrpc.php. Maka yang saya masukkan adalah alamat xmlrpcnya. Pastikan juga kamu mengaktifkan “Remember Password” agar tak perlu memasukkan password setiap melakukan posting. Kemudian tekan OK
  5. Setelah ini, Microsoft Word akan melakukan koneksi dengan blog kamu. Dan kamu siap untuk menuliskan blog.

Miragsi ke Windows Vista

Saat ini ada beberapa sistem operasi yang digunakan di Indonesia, salah satunya adalah sistem operasi keluaran Microsoft. Sistem operasi keluarga Microsoft Windows yang digunakan untuk komputer rumahan atau desktop dan sangat populer sejak diperkenalkan tahun 80-an silam anytara Microsoft Windows 3.0, Windows 3.1, Windows 95, Windows 98, Windows 98 SE dan Windows Me. Sedangkan sistem operasi yang digunakan untuk jaringan antara lain Windows 3.11 for Workgroup, Windows NT, Windows 2000 Professional dan Windows XP.

Microsoft Windows Vista yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini mempuyai banyak fitur dan kemampuan kalau diibaratkan lompatannya hampir sama seperti Microsoft Windows 3.1 ke Microsoft Windows 95 atau Windows 3.11 for Workgroup ke Windows NT Client. Sementara perkembangan dari Windows 2000 Professional ke Windows XP mungkin tidak terlalu signifikan, tetapi cukup membuat pemakainya terkagum-kagum dengan berbagai fitur dan kemampuan Microsoft Windows XP yang sampai saat ini masih banyak digunakan oleh sebagian besar pengguna komputer di dunia ini termasuk di Indonesia.

Pada Windows Vista, kemungkinan besar Microsoft akan banyak merombak berbagai tampilan deskto, fasilitas, dan tombol start yang semakin interaktif dan hidup. Selain itu tentu saja Microsoft telah menambah dan mengubah dengan berbagai fitur mulai dari ikon sampai dengan tampilan disetiap jendela. Dengan demikian Microsoft Windows Vista meruapakan suatu revoluasi sistem operasi modern yang siap mengguncang sistem operasi dunia dimasa yang akan datang.

Sistem operasi ini memiliki beberapa fitur spesifik terkait design grafis dan animasi, pengaturan dokumen bisnis dan kemudahan berinteraksi dengan para pelaku bisnis lainnya. Interface baru yang disebut dengan Windows Aero akan memberikan pengalaman desktop berkinerja tinggi. Dalam hal ini Microsoft menghadirkan tampilan profesional, desain transparan dengan efek-efek halus seperti refleksi dinamis, animasi yang halus dengan fitur-fitur navigasi 3D desktop Windows Flip and Flip.

Untuk mendukung kinerjanya, system ini memiliki beberapa fitur khusus seperti Windows Bitlocker Drive Encryption. Fitur ini berfungsi untuk melindungi data dan properti intelektual dari pihak lain apabila komputer tersebut hilang.

Implementasi Virtual PC Express yang dimasukkan dalam peranti ini memungkinkan aplikasi turunan untuk dapat berjalan pada sistem operasi Windows turunan tanpa mengalami perubahan dalam lingkungan virtual Windows Vista. Sementara subsistem untuk aplikasi berbasis Unix membuat pengguna untuk menjalankan aplikasi Unix tanpa harus melakukan perubahan apapun pada PC berbasis Windows Vista.

Tidak jauh berbeda seperti halnya Windows XP, ada yang 32 bit dan 64 bit. Begitu juga dengan Microsoft Windows Vista juga tersedia untuk sistem 32-bit dan 64-bit. Sistem 32-bit dirancang secara spesifik untuk komputer-komputer standar, sementra versi 64-bit disiapkan untuk segmentasi menengah ke atas.

Tidak jauh berbeda seperti halnya Windows XP, ada yang 32 bit dan 64 bit. Begitu juga dengan Microsoft Windows Vista juga tersedia untuk sistem 32-bit dan 64-bit. Sistem 32-bit dirancang secara spesifik untuk komputer-komputer standar, sementra versi 64-bit disiapkan untuk segmentasi menengah ke atas.

Untuk menjalankan Windows Vista diperlukan hardware minimal dengan memori minimal 512MB, kartu grafis yang mendukung DirectX 9.0, dan prosesor Intel Pentium IV, Intel Pentium Centrino, atau AMD generasi terbaru. Namun demikian kalau Anda memiliki komputer Laptop dengan spesifikasi Pentium Cntrono 1.6 Gbyte dengan RAM 512 sudah pasti bisa menjalankan Windows XP.

Kebutuhan harddisk juga cukup lumayan besar, dalam hal ini Windows Vista memerlukan minimal 10 Gbyte. Sebenarnya untuk Windows sendiri cuup dengan space 6-7 Gbyte, tetapi apabila ada penambahan spftware jelas memerlukan space tambahan sampai dengan 10 Gbyte.

Proses Instalasi Windows Vista

Seperti halnya Windows XP aau Windows versi lainnya, proses instalasinya sangat mudah. Begitu juga dengan Windows Vista. Proses instalasi Windows Vista jauh lebih mudah. Pada proses instalasi ini Anda bisa langsung melakukan boot dari DVD dan langsung memformat harddisk Anda, kemudian proses instalasi terus dilaksanakan. Anda juga bisa dengan cara mengupgrade apabila sebelumnya sudah menggunakan Windows versi sebelumnya, misalnya Windows XP Professional.

Kalau proses instalasi dengan cara mengupgrade maka setelah Anda memasukkan master Windows Vista ke dalam drive DVD atau CD, maka segera tampil pilihan untuk melakukan instalasi. Dalam hal ini Anda tinggal menekan tombol Instal Now.

Selanjutnya dari tayangan tersebut Anda tinggal menunggu sehingga proses instalasi langsung dilaksanakan. Pada saat instalasi ini Anda hanya sesekali menekan tombol Next dan memasukkan CD-Key yang Anda miliki. Setelah proses instalasi selesai Anda diminta untuk melakukan activasi melalui Internet. Setelah melakukan activasi Windows Vista sudah siap digunakan.Publish

Menjalankan WIndows Vista

Untuk memulai Microsoft Windows Vista tekan tombol power di komputer dan di monitor. Setelah itu biarkan program bekerja. Tampilan awal sebelum Anda melakukan perubahan, Windows Vista akan menampilkan Welcome Center. Tampilan ini menjelaskan dan menampilkan hardware dan system yang Anda gunakan. Selain itu pada tampilan ini menampilkan fasilitas apabila Anda akan menambah hardware baru berupa Setup Device, fasilitas untuk menambah Account baru dan fasilitas untuk Transfer file dan setting.

  1. Untuk mengetahui beberapa fasilitas yang disediakan Microsoft Windows Vista terutama yang berhubungan dengan multimedia Anda bisa menjalankan Media Center. Langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:
  2. Klik Start
  3. Klik Media Center
  4. Klik Next untuk melanjutkan setup Media Center
  5. Klik lagi Next
  6. Kalau computer Anda memiliki koneksi Wireles Anda piloih Yes, tetapi kalau tidak pilih No lalu klik Next untuk melanjutkan
  7. Pada tampilan Internet Connection dan “Always on” Internet Connection” Anda pilih Yes atau No tergantung koneksi Internet yang Anda gunakan
  8. Klik Next untuk melanjutkan
  9. Pilih salah satu koneksi yang tampil, misalnya Internet, Internet Media Center atau lainnya
  10. Klik Next untuk melanjutkan
  11. Pada tampilan Enter Your DialUp Password, maskkan password Anda di kolom password, misalnya admin001
  12. Ketikkan sekali lagi password Anda, mialnya admin001
  13. Klik Next untuk melanjutkan
  14. Klik Test untuk mencoba sambungan koneksi. Jika tidak ada koneksi maka komputer akan

Catatan: Untuk memanfaatkan fasilitas ini sebaiknya computer Anda terkoneksi ke jaringan Internet. Namun demikian Anda juga tetap bisa memanfaatkan fasilitas ini walaupun tidak terkoneksi hanya sangat terbatas.

  1. Jika komputer Anda tidak terkoneksi ke jaringan Internet,maka akan tampil pernyataan DialUp failed.
  2. Klik saja Next untuk melanjutkan
  3. Klik lagi Next
  4. Kemudian pada tampilan Help Improve Media Center Anda pilih No Thank You, lalu klik Next lagi
  5. Klik Yes
  6. Klik Next, dan klik Next lagi
  7. Klik I’m finished dan klik Next
  8. Lalu klik Finish untuk mengakhirinya

Mengakhiri Windows Vista

Untuk mengakhiri Microsoft Windows Vista prosedur yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Klik Start.
  2. Klik salah satu pilihan yang tersedia
  3. Dalam keadaan ini ada tiga pilihan yang akan ditampilkan program, Switch User, Log Off, Lock, Shut Down dan Restart

Control Panel

Microsoft Windows sejak awal sudah menyertakan Control Panel, begitu juga Windows Vista juga menyertakan Conrol Panel yang lebih lengkap dan interaktif. Dalam Windows Vista, setiap jendela selalu bisa diatur dari menu standar menjadi menu Clasic. Bagi mereka yang sudah terbiasa dengan Windows Vista, perpindahan dari standard ke clasic tidak ada masalah, karena di Windows Vista sendiri sudah tersedia fasilitas ini.Dengan Control Panel pemakai bisa mengubah setting, menambah program baru, menghapus program yang tidak diperlukan, setting hardware dan sebagainya. Dengan kata lain Control Panel merupakan kumpulan fasilitas yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari yang sederhana, misalnya menambah dan menghapus Account hingga ke yang rumit, misalnya menambah hardware dan security.

1. Home Control Panel

Control Panel Windows Vista pada prinsipnya sama seperti Windows XP, hanya ada beberapa yang berubah dan penambahan beberapa komponen. Selain itu tampilannya juga sudah mengalami banyak perubahan, baik tampilan Clasic Menu maupun tampilan standar.

Melalui Control Panel ini Anda bisa menambah dan setting hardware baru, menambah dan menghapus Account, menambah dan menghapus program, menambah dan meghapus komponen Windows, dan sebagainya.

Seperti halnya pada Windows XP, Control Panel Windows Vista juga bisa dalam dua tampilan, yaitu tampilan Control Panel Home dan Clasic View.

2. Clasic View

Untuk melakukan berbagai perubahan, baik yang berhubungan dengan penambahan hardware, setting, menambah user, menambah dan menghapus komponen dan sebagainya akan lebih mudah dalam tampilan Clasic View. Tampilan ini digunakan bagi mereka yang belum mengenal dengan Microsoft Windows Vista.

Namun demikian baik tampilan Control Panel Home maupun Clasic View pada dasarnya sama saja. Jadi tidak ada perbedaan yang signifikan kecuali dalam hal tampilan saja.

Untuk pindah dari tampilan Control Panel Home ke Clasic View Anda cukup mengklik pilihan yang dimaksud, misalnya untuk menampilkan Control Panel dalam Clasic View, Anda cukup klik pilihan Clasic View, dan apabila Anda akan kembali ke tampilan standar, Anda cukup klik Control Panel Home.

Mengenal Firewall Windows Vista

Windows firewall dengan keamanan tambahan menjawab tantangan teknologi jaringan modern yang ada seperti IPsec and Network Access Protection. Windows firewall dengan keamanan tambahan, menawarkan keuntungan

  1. Mengurangi resiko ancaman keamanan jaringan. Windows firewall dengan keamanan tambahan melindungi computer dari serangan. Hal ini juga memastikan komputer lainnya dapat terlindungi.
  2. Perlindungan data dan hak cipta. Dengan integrasi IPSec, windows firewall akan mengecek keaslian dari pengguna, komunikasi, cakupan, akses bertingkat dan perlindugan data yang rahasia.
  3. Menigkatkan nilai tambah dan investasi.Windows vista telah menyertakan windows firewall dalam system operasinya seperti windows longhorn server dengan Active directory dan group policy. Windows firewall juga didisain dalam mendukung pihak ketiga dalam solusi keamanan dengan menggunakan scriptable application programming interface (API).

Lapisan keamanan ini dapat dikontrol melalui group policy atau programming skrip untuk menyaring pemakai, computer atau aplikasi yang ada. IP sec dapat mengetahui keaslian pemakai, computer sebagai bagian dari kebijakan pengamanan. Semua ini menjadikan windows vista sangat cocok di implementasikan dalam organisasi.

Membuat Account di Windows Vista

Anda dapat dengan mudah membuat, menghapus dan mengedit Account di komputer Anda. Account baru digunakan untuk membuat login ke Windows Vista sesuai dengan Account yang akan dibuat. Dalam hal ini biasanya disesuaikan dengan banyaknya pemakai komputer. Sedangkan untuk mengganti password, tampilan dan lain-lain dalam Account yang sudah dibuat Anda harus mengubahnya dengan cara mengeditnya.Sedangkan apabila Anda sudah tidak memerlukan salah satu account Anda dapat menghapusnya dengan mudah. Pilihan ini diambil apabila Anda sudah tidak memerlukan Account tersebut.

Membuat Account Baru

Account dalam sebuah komputer baik terhubung ke dalam suatu domain atau tidak tetap merupakan hal yang sangat penting. Sebagai contoh apabila Anda memiliki satu komputer dengan sistem operasi Windows Vista, kemudian di rumah Anda ada bebeapa orang yang menggunakan komputer tersebut, maka otomatis masing-masing orang harus dibuatkan user atau Account sendiri-sendiri. Tujuannya adalah agar file dan dokumen diantara saudara atau teman dalam satu rumah tidak berantakan dan asal masuk saja. Selain itu tentu saja masing-masing orang harus dibuat otoritas sendiri sendiri.

Untuk membuat Account baru ada beberapa langkah atau prosedur yang harus dilakukan, untuk jelasnya langkah yang Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Klik Start
  2. Klik Control Panel. Setelah itu jendela Control Panel segera tampil dilayar komputer Anda.
  3. Klik User Accounts and Family Safety. Setelah Anda menekan tombol mouse jendela berikutnya segera tampil
  4. Klik User Accounts. Setelah itu jendela Account aktif segera tampil
  5. Klik Manage another aoounts. Setelah itu Windows Vista akan menampilkan Windows Security
  6. Klik Allow untuk menampilkan kendela Manage Accounts
  7. Klik Create a new account
  8. Setelah Anda mengklik Create a new account Windows Vista akan menampilkan jendela untuk menuliskan Account baru. Ketikkan Account aru Anda di kolom New Account Name, misalnya Putik
  9. Klik Standard user atau apabila Anda menginginkan tingkat otoritas Administrator, Anda pilih Administrator
  10. Klik Create Account atau Cancel untuk membatalkan. Untuk pilihan ini Anda kik Create Account untuk membuat Account baru bernama “Putik”.

Membuat Password

Account yang sudah Anda buat sekarang sudah bisa diunakan, hanya saja masih belum dibuat keamanannya terutama password. Untuk itu buatlah password, caranya sebagai berikut:

  1. Klik Account yang baru Anda buat. Tujuannya adalah untuk menentukan tingkat keamanan dari user tersebut, isalnya untuk menentkan Account. Setelah itu akan tampil jendela Make changes to Putik’s Account. Putik’s adalah Account yang baru Anda dibuat.
  2. Klik Cange your password. Setelah itu akan tampil jendela Create a password for Putik’s account.
  3. Ketikkan password Anda di kolom Type a new password, ketikkan misalnya “admin001″
  4. Ketikkan sekali lagi password Anda di kolom Type a new password again to conform, misalnya “admin001″
  5. Ketikkan kata sebagai pengingat password Anda di kolom Type a word or phrase tu use as a password hint, misalnya admin
  6. Klik Change Password.
  7. Dengan mengikuti langkah tersebut Anda sudah bisa membuat password. Sekarang user tersebut sudah bisa digunakan.

    Fitur Baru Microsoft Office 2007

    Microsoft Office 2007 merupakan pengembangan dari Microsoft Office 2003 yang sudah teruji kemampuan dan kehandalannya sebagai aplikasi perkantoran yang tidak ada duanya. Penampilan Office 2007 sungguh diluar dugaan, pada versi terbarunya ini Microsoft merobak total dan tidak sedikitpun menyisakan penampilan Office yang ada pada versi sebelumnya. Semua tampilannya hampir tidak mencerminkan Microsoft Office yang penuh dengan menu dan sub menu yang merepotkan.

    Memang perintah-perintah yang ada di di Office 2002 maupun di Office 2003 masih bisa digunakan. Namun kali ini Microsoft merobak total dan kalau kita ingat hampir sama ketika Microsoft merobak total Windows 3.1 dan Windows 3.11 ke Windows 95 dan Windows NT.

    Menurut Junita Leeman, Marketing Manager Microsoft Office Indonesia “Microsoft Office 2007 hadir dengan fasiltas yang disebut dengan Ribbon. Ribbon ini dimaksudkan untuk memudahkan pengguna menggunakan semua features yang ada di Office 2007 dengan one klik hingga waktu pengerjaan bisa dihemat dengan sangat berarti, demikian Junita menjelasakan salah satu kelebihan Microsoft Office 2007 yang akan diluncurkan tanggal 7 Desember 2006, yang secara general akan lounching tanggal 14 Februari 2007″. Sedangkan di US sendiri rencananya awal tahun 2007″, katanya.

    Perubahan yang cukup signifikan dari Office 2007 ini antara lain User Interface. Coba perhatikan perubahan ini terlihat pada Word, Excel, dan PowerPoint. Pada aplikasi ini nyaris tidak terlihat menu-menu seperti versi sebelumnya. Di sini semua menu diganti dengan penampilan ikon yang inopatif dan informatif.

    Dengan sedikit menu dan nyaris tidak terlihat sub menu ini akan memudahkan bagi pemakai. Beberapa Interface yang ada di Office 2007 yang dirombak secara total antara lain tombol-tombol menu, sehingga menu yang terdapat pada Office 2007 lebih transparan dan teratur sehingga mudah penggunaannya.

    Menu dropdown yang ada pada versi sebelumnya kini hampir tidak ada, pada menu home misalnya, terdapat pilihan Clipboard, Font, Paragraph, Styles, dan Editing. Sedangkan untuk pilihan-pilihan yang tersedia berbentuk horizontal dan menggabungkan teks dan icon sehingga sangat mudah dan tidak perlu masuk dari menu ke sub menu.

    Pada versi lama Menu File merupakan menu awal yang sangat berguna untuk melakukan setting awal, seperti untuk menentukan ukuran kertas, menyimpan file, mencetak file dan sebagainya. Pada Office 2007 menu tersebut berubah total. Menu File pada sebelumnya kini hadir dengan sebuah ikon lingkaran dengan logo Office yang terletak di pojok kiri atas. Ketika pemakai mengkliki ikon tersebut akan tampak pilihan-pilihan New, Open, Convert, Save, Save As, dan lain-lain.

    Perubahan menu ini berlaku untuk semua keluarga Microsoft Office 2007. Jadi kalau Anda sudah membuka Microsoft Word 2007, maka ketika masuk ke aplikasi lainnya menu yang ditampilkan relatif hampir sama. Dengan demikian pemakai tidak akan kerepotan karena semua pilihan sudah bisa digunakan tanpa harus tersesat.

    SmartArt

    Pada Office 2007 terdapat sebuah tools yang cukup menarik bernama SmartArt. Tools ini terletak di menu insert dan grup pilihan Illustration. Kenapa diberinama SmartArt, karena tools bisa digunakan untuk memperindah pekerjaan dengan menampilkan berbagai macam diagram yang berbentuk graphic, baik dengan tipe 2D ataupun 3D. Sedikitnya terdapat 80 template yang bisa digunakan untuk memperindah pekerjaan Anda.

    Penampilan PowerPoint juga berubah, dalam hal ini terdapat tools baru bernama Photo Album yang bisa ditemukan pada menu Insert dan grup pilihan Illustration. Dengan pilihan Photo Album ini pemakai bisa leluasa membuat slide presentasi dengan menampilkan foto-foto yang sudah masukkan ke komputer Anda.

    Format File

    Sudah diketahui keluarga Microsoft menyediakan berbagai format file. Namun pada versi sebelumnya belum terlihat format file PDF yang dibuat oleh Microsoft Office. Bisa namun harus menggunakan tambahan aplikasi dari keluarga Adobe Acrobat.

    Pada Microsoft Office 2007, Microsoft sudah menyertakan fitur baru untuk menyimpan file dalam berbagai format termasuk format PDF dan XPS. Untuk bisa menggunakannya cukup pilih ikon lingkaran kemudian pilih Save As PDF or XPS. Jadi tidak perlu lagi menambahkan aplikasi lain untuk menyimpan file dalam format PDF tersebut.

    Format file lainnya juga mengalami perubahan, sebagai contoh file berformat Word yang tadinya berakhiran DOC, Microroft Excel berakhir XLS, PowerPoint berakhir.PPT kini berganti dengan DOCX untuk Word, XLSX untuk Excel dan PPTX untuk PowerPoint.

    Perubahan yang cukup berarti juga terdapat pada Microsoft Outlook 2007. Di mana Microsoft telah menambahkan sebuah kolom pada main window-nya. Kolom yang tadinya hanya tiga bagian sekarang menjadi empat bagian.

    Tiga kolom yang sudah ada adalah kolom e-mail, alamat dari e-mail dan isi e-mail yang sedang dibuka. Kolom tambahan yang keempat adalah kolom To Do Bar, di mana kolom ini akan menampilkan kalender pada saat Outlook tersebut Anda buka yang di dalamnya akan terdapat appointment dan tasks yang sudah Anda tentukan sebelumnya.

    Microsoft Access 2007 hampir berobah secara total, dimana berbagai penambahan baik interface maupun fitur dan fungsi pendukung lainnya. Ketika Anda mulai membuka aplikasi Access, pertama yang akan terlihat adalah interface yang sama sekali baru, berbeda dengan versi Office sebelumnya.

    Pada window pertama Anda akan berhadapan dengan pilihan berbagai kategori template yang sudah tersedia, baik itu kategori template yang sudah terinstal di dalam komputer Anda maupun kategori template yang harus di-download terlebih dahulu. Jika Anda ingin membuat database sendiri pilih ka tegori template “Featuring” yang di dalamnya terdapat satu buah pilihan, yaitu Blank Database. Setelah itu Anda tinggal meneruskan untuk membuat database Acces untuk data-data Anda. Selain itu Microsoft Access 2007 juga mempunyai kemampuan untuk proses impor dan export data.

    Selain aplikasi standar tersebut pada Microsoft Office 2007 ini juga dibundel Microsoft Publisher 2007 yang digunakan untuk keperluan desain majalah, buku, dan lain-lain. Hadir juga InfoPath 2007, OneNote 2007, Groove 2007 dan Coomunicator 2007. Aplikasi-aplikasi yang disebutkan terakhir ini merupakan tambahan yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan perkantoran modern saat ini.

    Sebenarnya masih banyak fitur-fitur baru dari Microsoft Office 2007 ini. Namun demikian penilaian sesungguhnya terserah kepada Anda yang akan menggunakan aplikasi keluarag terbaru dari Microsoft Corporation ini.

    Windows Explorer Windows XP

    Anda mungkin sangat terpesona ketika pertama kali membuka dan menjalankan komputer Anda. Karena Windows XP yang terpasang di komputer Anda menampilkan banyak perubahan dibandingkan Windows versi sebelumnya. Di versi yang paling baru ini Microsoft memperlihatkan berbagai kelebihan dengan fitur-fitur baru yang tidak pernah ditemui di Windows versi sebelumnya. Salah satu yang akan dibahas di sini adalah fungsi Explorer dan menu-menunya.

    1. Fungsi Explorer

    Fungsi Explorer sama seperti fungsi Explorer di Microsoft Windows 9.x dan Windows 2000. Hanya Explorer yang disediakan Microsoft Windows XP jauh lebih sempurna. Explorer yang disediakan Windows XP dapat diartikan sebagai sarana untuk menuju suatu tempat, misalnya folder, direktori, file atau aplikasi dengan cepat, singkat dan tepat. Selain itu Explorer ini dapat digunakan sebagai fasilitas untuk mengatur folder, file dan sebagainya.

    Sebagai bahan latihan, Anda bisa mulai aktifkan Explorer yang disediakan Microsoft Windows XP. Prosedur yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

    1. Klik Start
    2. Klik My Computer
    3. Klik View
    4. Klik Explorer
    5. Klik misalnya Folder. Setelah itu komputer Anda akan menampilkan Explorer bar. Explorer kedudukannya menggantikan Task Pane Windows XP

    Explorer terbagi menjadi dua bagian, yaitu Panel Folder yang letaknya berada di sebelah kiri dan Panel File yang letaknya berada di sebelah kanan layar komputer. Panel yang berada di sebelah kiri ini tampilannya dapat diubah sesuai keinginan melalui Menu View.

    Dalam Panel Folder terdapat nama-nama file berikut drive atau direktori yang ada dalam harddisk suatu komputer. Selain itu Anda juga dapat melihat alamat situs Web yang pernah dikunjungi di Panel Folder ini. Tentu saja jika sebelumnya komputer yang Anda gunakan sudah terkoneksi ke internet.

    Di Panel File terdapat folder-folder yang dapat Anda pilih. Untuk melihat isi dari suatu folder Anda dapat mengklik ikon folder tersebut. Sedangkan apabila Anda ingin atau menampilkan folder-folder yang lain klik tombol panah ke kanan di bagian bawah layar.

    Kedua jendela ini dibagi oleh balok pembagi layar. Balok, pembagi berfungsi untuk memperbesar atau memperkecil Panel Folder dan Panel File. Untuk mengubah Panel tersebut tempatkan pointer mouse di balok tersebut sampai pointer mouse berubah menjadi dua tanda panah. Setelah itu tekan dan tahan tombol mouse ke kiri atau ke kanan, sesuai dengan ukuran jendela yang dikehendaki.

    Pada saat Anda menggeser pointer akan diikuti dengan munculnya garis vertikal yang dapat Anda gunakan sebagai patokan perubahan ukuran jendela tersebut. Jika ukuran yang diinginkan tercapai lepas penekanan mouse.

    Untuk jelasnya ikuti prosedur berikut ini:

    1. Tempatkan pointer mouse di balok pembatas sampai pointer mouse berubah menjadi dua tanda panah.
    2. Tekan, tahan dan geser tombol mouse sesuai dengan ukuran jendela yang dikehendaki.
    3. Pada saat Anda menggerakan atau menggeser pointer mouse tersebut akan diikuti dengan munculnya garis vertikal yang dapat Anda gunakan sebagai patokan perubahan ukuran jendela tersebut.
    4. Jika ukuran yang diinginkan tercapai lepas penekanan mouse.

    Pada bagian atas jendela Explorer terdapat balok judul yang berisi Menu Pulldown, ikon Control Menu dan tombol pengatur jendela. Tombol pengatur jendela ini berisi Minimize, Maximize, dan Close. Jika Anda mengklik ikon Control Menu, maka Microsoft Windows XP segera menampilkan menu yang terdiri dari:

    • Restore

    Pilihan ini digunakan untuk mengembalikan jendela ke ukuran normal.

    • Move

    Pilihan ini digunakan untuk memindahkan jendela dari satu lokasi ke lokasi lain.

    • Size

    Pilihan ini digunakan untuk mengubah ukuran jendela dari besar menjadi kecil atau sebaliknya.

    • Minimize

    Digunakan meminimalkan ukuran jendela menjadi sebuah ikon yang dapat Anda lihat pada taskbar.

    • Maximize

    Digunakan untuk memperlebar ukuran jendela sampai menyerupai atau berbentuk desktop

    • Close Alt+F4

    Digunakan untuk menutup jendela

    2. Menu Explorer

    Di bawah balok judul Explorer terdapat balok menu yang disebut Menu bar. Menu bar ini berisi beberapa pilihan menu yang dapat Anda gunakan untuk berbagai keperluan. Menu-menu tersebut adalah:

    2.1. File

    Dalam keadaan normal (sebelum ada folder atau file yang ditandai dengan menempatkan pointer mouse) berisi pilihan-pilihan

    • New

    Dalam pilihan ini terdapat perintah-perintah yang berhubungan dengan perintah pembuatan item baru. Jika Anda memilih New, maka Windows akan menampilkan sub menu lain di bawah pilihan tersebut, diantaranya adalah:

    • Folder

    Digunakan untuk membuat folder kosong atau folder baru.

    • Shortcut

    Digunakan untuk membuat ikon shorcut

    • Text Document

    Digunakan untuk membuat ikon dokumen, dan lain-lain

    • Create Shorcut

    Digunakan membuat shorcut baru pada item yang telah dipilih.

    • Deletes

    Digunakan untuk menghapus item sesuai dengan pilihan Anda. Atau dengan kata lain pilihan ini digunakan untuk menghapus folder atau item sesuai dengan penempatan pointer mouse.

    • Renames

    Digunakan untuk mengganti nama item sesuai dengan pilihan Anda

    • Properties

    Digunakan untuk menampilkan properties dan item yang Anda pilih

    • Close

    Digunakan untuk menutup jendela.

    Sedangkan jika Anda menempatkan pointer mouse di sebelah kanan dan bukan pada nama file maka di bawah pilihan File terdapat beberapa pilihan menu, antara lain adalah:

    • Open

    Digunakan untuk membuka atau memulai item yang dipilih

    • Explorer

    Digunakan untuk membuka kotak dialog file All files. Jadi pilihan ini sama dengan pilihan find dari Start Microsoft Windows XP. Begitu juga kegunaannya sama yaitu untuk mencari file yang dikehendaki.

    Digunakan untuk mengirim folder yang dipilih ke floppy disk, printer, Recycle bin atau media lainnya yang dikehendaki. Sedangkan selebihnya sama seperti yang dijelaskan di muka. Pilihan ini akan berubah dan bertambah jika Anda menempatkan pointer mouse pada nama file tertentu.

    2.2. Edit

    Pada pilihan ini berisi perintah pemindahan item yang dipilih. Dalam menu Edit ini terdapat beberapa pilihan:

    • Undo Delete

    Digunakan untuk mengaktifkan kembali file yang terakhir kali dihapus.

    • Cut sama dengan Ctrl+X

    Digunakan untuk memindahkan item yang dipilih dan menyalin ke Clipboard.

    • Copy sama dengan Ctrl+C

    Digunakan untuk menyalin item yang dipilih dan memindahkannya ke clipboard

    • Paste sama dengan Ctrl+V

    Digunakan untuk menampilkan item yang telah disalin dan meletakannya pada daerah kerja yang dipilih.

    • Paste Shortcut

    Digunakan untuk menampilkan shorcut untuk item yang telah disalin dan memindahkannya ke daerah kerja yang telah dipilih sebelumnya.

    • Select All

    Digunakan untuk memilih semua item yang ada di jendela sebelah kanan.

    • Invert selection

    Digunakan untuk memilih semua item, kecuali yang aktif pada jendela kanan

    2.3. View

    Pilihan ini digunakan untuk mengkostumisasikan jendela. Jika Anda belum menambah fasilitas lain, pilihan View mempunyai beberapa pilihan yang dapat Anda gunakan, antara lain:

    • Tools bar

    Digunakan untuk menampilkan atau menyembunyikan suatu toolbar

    • Status Bar

    Digunakan untuk menampilkan atau menyembunyikan baris status

    • Explorer

    Pilihan ini digunakan untuk menampilkan jenis tayangan lain seperti Channel Guide, Favorites, dan lain-lain.

    • As Web

    Pilihan ini digunakan untuk mengubah bentuk tampilan classic menjadi bergaya situs Web

    • Large Ikon

    Digunakan untuk menampilkan folder, program atau dokumen dalam bentuk ikon besar.

    • Small Ikons

    Digunakan untuk menampilkan folder, program atau dokumen dalam bentuk ikon kecil.

    • List

    Pilihan ini sama dengan small ikon hanya semua item ditampilkan dalam bentuk kolom.

    • Details

    Digunakan untuk menampilkan informasi item yang dipilih dalam benuk ukuran, tipe, dan kapan suatu folder dimodifikasi.

    • Arrange Ikons

    Digunakan untuk menyortir atau menyusun tampilan ikon file atau folder pada jendela kiri berdasarkan nama, type file, kapasitas dan tanggal.

    • * Lines Up Ikons

    Digunakan untuk mengatur ikon pada invisible grid. Invisible adalah kolom yang digambarkan dalam bentuk garis yang tak tampak pada layar.

    • Customize this Folder

    Digunakan untuk membuka kotak dialog Customize Wizard. Pada kotak dialog ini Anda bisa mengatur folder dan type atau jenis folder dan file sesuai dengan data yang ada di komputer Anda. Setelah jendela Customize this folder tampil untuk selanjutnya Anda tinggal menekan tombol Next untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.

    • Go To

    Pilihan ini digunakan apabila Anda akan berpindah dari satu tayangan ke tayangan lainnya. Selain itu Anda juga bisa menuju suatu situs Web, Home page, Mail, News dan lain-lain.

    • Refresh

    Pilihan ini digunakan untuk merevisi isi jendela dengan tampilan terakhir yang ditayangkan.

    • Favorits

    Di bawah pilihan ini banyak pilihan lagi yang dapat Anda gunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya Add to Favorites, Organize Favorits, Manage Subscriptions, Update All Subscriptions, dan lain-lain.

    Pilihan ini digunakan apabila Anda akan berpindah dari satu jendela ke jendela lainnya. Atau bisa juga Anda menuju jendela favorit Anda dengan mudah dan cepat

    2.4. Tools

    Di bawah pilihan ini terdapat beberapa menu, antara lain: Map Network Drive, Disconnect Network Drive, Synchronize dan Folder Options.

    2.5. Help

    Di bawah pilihan ini ada dua menu, yaitu Help Topics dan About Microsoft Windows XP. Sebagaimana umumnya suatu aplikasi, pilihan ini digunakan jika pada saat bekerja memerlukan bantuan.

    Sedangkan About Microsoft Windows XP akan menampilkan konfigurasi sistem Microsoft Windows XP, lisensi bagi pemakai Windows dan lain-lain


Sinopsis

Aplikasi Microsoft PowerPoint telah banyak dimanfaatkan, baik oleh kalangan perkantoran, pendidikan, hingga kalangan profesional. Meskipun demikian, pada umumnya pengguna komputer hanya mengenal dan memanfaatkan sebagian fasilitas Microsoft PowerPoint. Banyak fitur dan kemampuan Microsoft PowerPoint yang belum dipahami, dikuasai, dan digunakan pengguna. Terlebih saat ini telah hadir versi terbaru Microsoft PowerPoint 2007 dengan tampilan dan fitur-fitur baru.

Melalui buku Hand book : Referensi Cepat menggunakan Microsoft Powerpoint 2007 ini, pembaca akan diberi pedoman dalam menggunakan beragam fitur dan kemampuan Microsoft PowerPoint 2007. Materi buku secara komprehensif akan mengulas seluruh fungsi dan fasilitas yang ditawarkan Microsoft PowerPoint. Pembahasan disajikan dengan memaparkan kegunaan setiap fitur dan cara pemakaiannya. Untuk mempermudah dan mempercepat pencarian referensi, maka materi buku ini disusun berdasarkan kategori menu dan fungsionalitas fitur aplikasi. Untuk membantu pencarian secara cepat, pada bagian akhir buku juga dilampirkan daftar indeks menu dan fasilitas Microsoft PowerPoint.

Buku ini diharapkan dapat menjadi pendamping aktivitas pengguna komputer saat menjalankan tugas pengolahan presentasi. Melalui buku ini, diharapkan pembaca secara mudah, cepat, dan tepat mampu menemukan dan menggunakan beragam fitur aplikasi sesuai kebutuhannya.

Daftar Isi

  • Bab 1 : Office Button : Fungsi Pengelolaan File
  • Bab 2 : Home : Fungsi Pengeditan Slide
  • Bab 3 : Insert : Fungsi Penyisipan pada Slide
  • Bab 4 : Design : Fungsi Pendesainan Slide
  • Bab 5 : Design : Fungsi Pendesainan Slide
  • Bab 6 : Slide Show : Fungsi Pengelolaan Sajian Slide
  • Bab 7 : Review : Fungsi Ulasan Dokumen Presentasi
  • Bab 8 : View : Fungsi Pengelolaan Tampilan

.: KEGIATAN BELAJAR 1(TUGAS BIOLOGI)

PROTOZOA

>>Tujuan : Setelah mempelajari kegiatan ini Anda diharapkan dapat: mendiskripsikan ciri-ciri Protista berdasarkan pengamatan, membandingkan ciri-ciri Protista dengan makhluk hidup lain, mendiskripsikan ciri-ciri Protista tertentu hasil pengamatan dan dari literatur, mengenali Protista berdasarkan ciri morfologinya, memberi contoh peranan protista bagi kehidupan, dan usun dan mempresentasikan karya ilmiah tentang Protista yang menguntungkan dan merugikan.

Protozoa | Uji Kompetensi-1 | Kegiatan Belajar 2 | Home |


Uraian

Tubuh protista ada yang tersusun atas satu sel saja (uniseluler) contohnya protozoa dan euglenophyta, ada pula yang tersusun atas banyak sel contohnya protista yang mirip jamur (tumbuhan). Organisme protista berdasarkan ciri yang dimikilinya ada yang mirip hewan, seperti tumbuhan dan ada yang seperti jamur. Berdasarkan pola perolehan atau pengolahan makanannya, maka protista dikategorikan dalam tiga kelompok dasar yaitu:

Kelompok Protozoa (Protista mirip hewan)
Kelompok Alga (Protista mirip tumbuhan)
Kelompok Jamur lendir

Atas dasar pengelompokkan di atas marilah kita pelajari satu persatu yang pertama tentang:

A. Protozoa (Protista mirip hewan)

a.
Ciri-ciri dan tempat tinggal

Protozoa merupakan hewan bersel tunggal, berinti sejati (eukariotik) dan tidak memiliki dinding sel. Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoom yang berarti hewan sehingga disebut sebagai hewan pertama. Ukurannya antara 3 – 1000 mikron dan merupakan organisme mikroskopis bersifat heterotrof. Tempat hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut sebagai zooplakton, beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak.
Bentuk tubuh protozoa berbeda-beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambak (flagel). Beberapa protozoa memiliki fase vegetatif yang bersifat aktif yang disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista. Tropozoit akan aktif mencari makan dan berproduksi selama kondisi lingkungan memungkinkan. Jika kondisi tidak memungkinkan kehidupan tropozoit maka protozoa akan membentuk sista. Sista merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri. Pada saat sista protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah. Pada umumnya berkembangbiak dengan membelah diri.
Selanjutnya untuk lebih mengenal tentang bentuk-bentuk protozoa cobalah lakukan kegiatan praktikum bersama teman kelompok Anda yaitu “Organisme Protozoa yang ada di lingkungan kita”.

Tujuan


Langkah kerja :

: Mengidentifikasi dan mendiskripsikan organisme Protista dan menempatkannya pada tingkat klasifikasi yang tepat.
1. Potong-potonglah jerami (rumput kering), kemudian masukkan ke dalam botol hingga ¼ bagian.
2. Masukkan air sawah (sungai) kedalam botol ± ¾ bagian.
3. Biarkan botol terbuka, simpan di tempat yang tidak kena sinar matahari selama 1 minggu.
4. Pada hari ke delapan ambil setetes air dari dalam botol tadi dengan pipet, teteskan pada kaca benda dan tutup dengan kaca penutup.
5. Amati di bawah mikroskop, gambarkan protozoa yang Anda temukan.
6. Cocokkan dengan gambar yang ada dalam buku dan berikan nama jenisnya.
Tabel Hasil Pengamatan
NO.
Gambar Protozoa
Nama Jenis
Pertanyaan:
1. Jenis protozoa apa yang paling banyak Anda temukan?
2. Jelaskan cara perkembangbiakan jenis protozoa yang Anda temukan!
Setelah Anda jawab dan mengerjakan kegiatan di atas buatlah laporannya kemudian serahkan laporan tersebut kepada Guru Bina Anda. Selanjutnya mari kita teruskan pelajaran ini dengan materi berikut ini
b. Penggolongan Protozoa
Berdasarkan alat gerak yang dimilikinya Protozoa dibedakan menjadi 4 fillum yaitu:
1.


Fillum Mastigophora atau Flagellata (Flagellum = Cambuk)memiliki alat gerak berupa cambuk dan disebut cambuk getar
Contohnya: Trypanosoma.

2.


Sarcodina atau Rhizopoda (Rhizoid = akar, podos = kaki) yaitu protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu), misal Amoeba.

3.

Cilliata atau Cilliophora (Cillia = bulu getar)
Protozoa yang memiliki bulu getar pada seluruh permukaan (membran selnya) digolongkan dalam kelompok (Fillum Ciliata), misalnya Paramecium.
4.


Sporozoa (Spora = alat reproduksi) yang dapat tumbuh menjadi individu baru
Semua protozoa yang tidak memiliki alat gerak khusus dan berkembangbiak dengan spora digolongkan dalam fillum sporozoa, misalnya Plasmodium.

1. Filum Mastigophora atau Flagellata
Semua organisme yang tergolong flagellata memiliki flagellum yang berperan sebagai alat gerak.
Mastighopora yang bersifat parasit adalah genus Trypanosoma dan genus Trichomonas.
Beberapa jenis Mastigophora yang bersifat parasit dan penyakit yang ditimbulkannya dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel: Jenis Mastigophora dan penyakit yang ditimbulkannya
No.
Nama Jenis Mastigophora
Penyakit yang ditimbulkannya
1. Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense Parasit dalam darah manusia dan dapat menyebabkan penyakit tidur.Di Afrika penularan dilakukan oleh lalat Tse-tse yaitu Glosina palpalis.
Trypanasoma cruzi Penyakit chagas di Amerika
Trypanasoma evansi Penyakit sura pada hewan
Trypanosoma brucei Penyakit nagana pada sapi dan kerbau
Trypanasoma vaginalis Keputihan pada vagina wanita
Trypanasoma foetus Parasit pada vagiana sapi
2. Filum Sarcodina atau Rhizopoda
Organisme yang tergolong Sarcodina (Rhizopoda) menggunakan kaki semu atau pseupodia untuk bergerak dan menangkap mangsa misalnya Amoeba. Sedangkan Rhizopoda yang terbungkus oleh cangkang misalnya Foraminifero dan Arcella.
Amoeba adalah hewan bersel satu hidup bebas atau hidup sebagai parasit. Amoeba yang hidup bebas di tanah yang berair dan banyak mengandung bahan organik, contohnya: Amoeba proteus
Sedangkan contoh Amoeba yang bersifat parasit terdapat dirongga mulut seperti Entamoeba ginggivalis dan di dalam usus manusia adalah Entamoeba histolytica.
Gambar 2. Struktur tubuh Amoeba proteus
a.
Struktur tubuh Amoeba
Jika kita lihat tubuh amoeba maka dapatlah kita melihat bahwa tubuhnya dapat berubah-ubah. Pada tubuh bagian luar terdapat membran sel (membran plasma). Membran plasma berfungsi sebagai pelindung isi sel, mengatur pertukaran zat misalnya zat makanan, ekskresi. Alat gerak yang digunakan adalah dengan membentuk pseudopodia serta dapat menangkap rangsangan kimia dari luar tubuhnya. Bagian dalam terdapat sitoplasma yang dibedakan menjadi ektoplasma (bagian luar) dan endoplasma (bagian dalam).

Cara bergerak Amoeba dengan menggunakan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran dari sitoplasma. Pseudopodia digunakan untuk bergerak dan menelan mangsa (makanannya). Beberapa jenis amoeba membentuk sista dan di dalam sista terjadi pembelahan secara mitasis. Sista akan dikeluarkan bersama faeses (tinja), kemudian tersebar pada makanan dan minuman, akhirnya disebarkan oleh lalat.

Bagaimana Anda sudah paham dengan apa yang disampaikan di muka, cobalah untuk dipelajari dengan teliti dan jangan tergesa-gesa, setelah itu mari kita lanjutkan lagi masih tentang Amoeba.
Berdasarkan cara hidupnya Amoeba ada yang hidup parasit tapi ada pula yang hidup saprofit dalam tubuh manusia. Cobalah perhatikan bagan di bawah

Sekarang coba Anda jawab pertanyaan berikut!

1.
2.
3.
Apakah fungsi kaki semu pada Amoeba?
Bagaimana ciri-ciri Amoeba?
Sebutkan penggolongan Protozoa berdasarkan alat gerak yang dimilikinya

Setelah menjawab pertanyaan di atas marilah kita lanjutkan pada golongan Protozoa berikut yaitu: Cilliophora yang bergerak dengan silia.

3. Fillum Cilliophora (Cilliata)

Cilliata merupakan protista bersel satu yang permukaan tubuhnya ditumbuhi rambut getar (silia). Bentuk tubuhnya tetap tidak berubah-ubah, oval dan hidup di tempat-tempat yang berair misal: sawah, rawa, tanah berair dan banyak mengandung bahan organik.

Sifat hidup cilliata ada yang hidup bebas dan adapula yang parasit. Contoh cilliata yang hidup bebas adalah Paramecium candatum dan yang hidup parasit adalah Nyctoterus ovalis yang hidup di dalam usus kecoa adalah Balantidium coli yang parasit pada babi dan dapat menyebabkan penyakit balantidiosis (disentri balantidium).

Perhatikan gambar Paramecium dibawah ini:

Gambar 3. Paramecium
Dalam tubuh Paramecium memiliki dua macam inti (nucleus) yaitu inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronucleus). Di samping itu memiliki vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan.
Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya, yang bergerak melayang-layang di dalam air. Hal ini akan terlihat jika menggunakan mikroskop. Sedangkan cara menangkap makanan adalah dengan cara menggetarkan rambut (silianya), maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel. Saat itulah bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler lainnya.
Berkembangbiak Paramecium adalah dengan cara:
a. Aseksual atau dengan cara membelah diri yaitu dengan pembelahan biner dimana sel membelah menjadi 2 kemudian menjadi 4, 8 dan 16 dst. Pembelahan diawali dengan pembelahan mikronukleus dan diikuti dengan pembelahan makronucleus. Perhatikan gambar pembelahan diri Paramecium.
b. Seksual atau perkembangbiakan secara kawin
Caranya adalah dua sel saling mendekat, menempel pada bagian mulut sel untuk kawin. Artinya kedua hewan ini sedang mengalami konjugasi. Selanjutnya terbentuk saluran konjugasi diantara kedua sel ini. Dan melalui saluran ini terjadi tukar-menukar mikronukleus. Mikronukleus dari sel yang satu pindah ke sel yang lain, demikianlah sebaliknya. Selanjutnya perhatikan gambar berikut ini:

Gambar 5. Konjugasi pada Paramecium

Sedangkan contoh hewan Cilliata yang lainnya adalah

1.
Stentor: hidup di sawah-sawah atau air tergenang banyak mengandung bahan organik.
2.
Didinium: merupakan pemangsa Paramecium, hidup diperairan yang banyak protozoa.
3.
Vorticella: bentuk seperti lonceng, silia terdapar di sekitar mulut sel.
4.
Stylonichia: mirip dengan Paramecium, silia berkelompok disebut sirus, hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik
Gambar 6. Contoh organisme Cilliata
Cobalah sekarang Anda ulangi lagi untuk mempelajari materi yang baru saja kita bahas (jelaskan). Mungkin ada hal-hal yang kurang mengerti. Coba Anda diskusikan dengan kelompok Anda atau bertanya kepada guru bina Anda. Sekarang sebelum melanjutkan pada Fillum Sporozoa silakan Anda jawab dulu pertanyaan berikut ini:
1. Apa fungsi rambut getar pada Cilliata?
2. Bagaimana cara menangkap mangsa/makanan Paramecium?
3. Jelaskan cara reproduksi pada Paramecium!
Selanjutknya mari kita lanjutkan ke materi berikutnya yaitu tentang:
4. Fillum Sporozoa
Semua anggota filum Sporozoa tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit, tubuh terbentuk bulat atau bulat panjang. Perkembangbiakan/siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium:
a. Schizogonia
Terbentuk secara membelah dan terjadi setelah menginfeksi inang
b. Sporogoni
Pembentukan spora di luar inang dan merupakan stadium efektif.
c. Gamogoni
Tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk.
Contoh-contoh Sporozoa antara lain:
1. Plasmadium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 48 jam.
2. Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria Quartana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 72 jam.
3. Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika dengan gejala demam yang tidak teratur.
4. Plasmadium ovale, disebut malaria ovale tertiana, akan tetapi gejala demamnya lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan Plasmodium vivax.
Keempat contoh di atas adalah merupakan penyakit yang banyak ditemukan serta menyerang manusia. Kita tahu bahwa siklus (daur) hidup daripada Plasmodium yang dapat menyebabkan demam pada tubuh manusia melalui dua fase yaitu pada dase tubuh manusia dan fase tubuh nyamuk, perhatikan bagan di bawah ini:

Keterangan :

1. Nyamuk Anopheles betina menggigit, menghisap darah manusia kemudian mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit.
2. Bersama aliran darah sporozoit menuju hati, selama ± 3 hari.
3. Sporozoit membelah menjadi 8 – 32 merozoit, keluar dari hati kemudian menginfeksi sel hati lain dan membentuk merozoit baru. Akibatnya sel hati banyak yang rusak.
4. Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak.
5. Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak.
6.
Jika darah si penderita digigit nyamuk Anopheles dan menghisap darah penderita tadi maka makrogametosit dan mikrogametosit akan ikut terhisap dan masuk ke dalam usus nyamuk. Di dalam usus nyamuk makrogametosit danmikrogametosit berkembang menjadi makrogamet (ovum) dan mikrogamet (sperma). Prosesnya dinamakan gametogonia atau gametogenesis. Fertilisasi terjadi di dalam usus sehingga terbentuklah zigot (ookinet).
7.
Zigot (ookinet) selanjutnya akan menembus dinding usus dan untuk sementara akan menetap, terbungkus oleh otot dinding perut nyamuk (ookista)
8. Di dalam ookista, zigot akan membelah berulang kali sehingga terbentuk sel-sel yang lengkap dinamakan sporozoit.
9. Jika ookista telah matang maka akan pecah sehingga sporozoit tersebar ke seluruh tubuh nyamuk, diantaranya adalah ke dalam kelenjar ludah.
10. Apabila nyamuk menghisap darah manusia bersamaan dengan itu nyamuk akan melepaskan sporozoit ke dalam darah.
Cobalah Anda jawab pertanyaan ini:
1. Jelaskan daur/siklus hidup sporozoa
2. Jelaskan pula siklus hidup Plasmodium
Bila Anda belum bisa menjawabnya dengan benar, coba Anda pelajari kembali materinya. Setelah Anda pahami, dapat Anda lanjutkan pada materi berikut.

Sekarang kita lihat/pelajari apa peranan Protista bagi kehidupan. Seperti diketahui bahwa hubungan protozoa dengan kehidupan manusia itu diantaranya ada protozoa yang merugikan tapi adapula yang menguntungkan.

- Protozoa yang merugikan antara lain Plasmodium, Entamoeba hyctolitica, Trypanosoma dan Balantidium.
-
Protozoa yang menguntungkan antara lain, Entamoeba coli yang hidup di usus sapi dapat membantu pencernaan sapi. Rhizopoda ada yang memiliki cangkang keras untuk melindungi selnya. Cangkang tersebut dari silikon (contoh Radiolaria) atau kalsium karbonat (misal Foraminifera). Keduanya hidup di laut. Jika hewan tersebut mati maka cangkangnya tetap utuh dalam waktu yang lama sehingga dapat berubah menjadi fosil. Fosil ini digunakan untuk menentukan umur lapisan bumi atau sebagai petunjuk sejarah bumi. Disamping itu fungsi lainnya adalah digunakan sebagai petunjuk adanya sumber minyak bumi.
Setelah Anda membaca tentang Protista yang menguntungkan dan protista yang merugikan, kerjakan tugas berikut. Buatlah suatu karangan tentang keuntungan dan kerugian yang diakibatkan oleh Protista. Hasil tulisan tersebut cobalah Anda presentasikan kepada teman kelompokmu dan guru binamu yang menilainya.
Demikian tadi kita sudah mempelajari protozoa bagian dari kelompok protista, Apakah Anda sudah pahami semua? Jika belum coba ulangi lagi, kemudian coba kerjakan pertanyaan di bawah ini. Jika jawabannya sudah selesai, cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban di halaman belakang modul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Modul PKM

Paradigma Baru Pengobatan, Obat Penyakit Kronis & Kanker Ganas :

> Beberapa hambatan dan keterbatasan pada pengobatan medis konvensional / Barat menyebabkan orang mulai berpikir pada pengobatan alternatif yang merupakan teknik pengobatan Timur yang menganggap bahwa kondisi tidak seimbang dapat menyebabkan penyakit (Illness is nor enemy, but caused unbalancing energy). Pengobatan alternatif yang aman, bermanfaat, logis secara pemikiran kedokteran, mudah dalam pelaksanaan dan didasari penelitian ilmiah yang mendalam disebut Terapi Biologi untuk Penyakit Kronis / Kanker.

> Paradigma Baru :

Paradigma baru dalam ilmu kedokteran, yaitu Back to Nature yang berarti kembali kepada posisi natural untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang tidak terselesaikan oleh ilmu Kedokteran Barat yang sebenarnya adalah Back to East.

Kekayaan akan flora di Indonesia sangat mendukung untuk pengembangan pemakaian tanaman obat untuk kanker / penyakit kronis, dimana tanaman obat dengan berbagai macam kandungan berpeluang untuk lebih berperan dalam pengobatan kanker / penyakit kronis. Tumbuhan yang digunakan adalah tumbuhan yang mengandung senyawa atau substansi seperti karetenoid, vitamin C, selenium, serat dan komponen-komponennya, dithiolthiones, indol, isothiosianat, fenol, inhibitor protease, senyawa alium, sterol fitoestrogen dan limonen.

> Tanaman Obat Indonesia yg Berkhasiat sebagai Obat Tumor Kanker :

Telah banyak tanaman obat asal Indonesia yang diperkirakan berkhasiat sebagai anti-kanker dan telah didukung oleh beberapa penelitian ilmiah seperti beberapa tanaman ajaib yang ditemukan di Indonesia : keladi tikus, kunyit putih, benalu teh, dll.

Banyak tanaman obat hasil flora Indonesia yang berkhasiat sebagai sitostatika, immunomodulator, anti-inflamasi, hepatoprotektor dan analgesik.

> Mencegah Lebih Baik dari Mengobati :

Dalam menghadapi masalah penyakit kanker, kunci kesuksesan terapi adalah pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan primer berarti mengenal faktor resiko dan bahan penyebab kanker kemudian menghindarinya, sedangkan pencegahan sekunder adalah melakukan deteksi kanker sedini mungkin dan diikuti dengan terapi yang adekuat (memadai).

> Pengetahuan Modern Tidak Bisa Menjawab :

Banyak yang dapat dilakukan oleh Ilmu pengetahuan modern untuk menyelamatkan kehidupan tetapi ilmu pengetahuan tidak memberikan semua jawaban atas problematik kita.

> Kembali Ke Pengobatan, Penyembuhan Cara Tradisional, Alternatif :

Obat tradisional pengobatan alternatif dipakai untuk pengobatan penyakit yang belum ada obatnya seperti penyakit kanker, penyakit virus termasuk AIDS dan penyakit degeneratif, serta pada keadaan terdesak di mana obat jadi tidak tersedia atau karena tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat.

> Penderita Penyakit Kanker kini Mempunyai Harapan Hidup :

Ya, mengidap kanker seolah selalu berarti vonis mati. Kanker memang paling unggul dalam hal merenggut usia. Pemangsa tak kenal ampun dengan rasa sakit yang melumpuhkan dan dapat mengisap kemudaan dan kebugaran siapa pun.

> Kanker Ganas Bisa Disembuhkan :

Namun, jangan cemas dulu. di Indonesia, Kanker tidak lagi mematikan. Berdasarkan pengalaman mengobati selama puluhan tahun, para penderita kanker / tumor ganas di Indonesia memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan Terapi NurSyifa’.

> Terapi NurSyifa’ Menyembuhkan dengan Berbagai Cara.

Jenis Penyakit / Sakit Kanker yang telah berhasil disembuhkan adalah :

> penyakit berat seperti sakit kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum,
> penyakit kanker liver, prostat, kanker ginjal, leher rahim, kanker rahim, tenggorokan, kanker tulang, otak, kanker limpa,
> penyakit leukemia, kanker empedu, kanker pankreas dan hepatitis. Dll.

* Keberhasilan pengobatan didukung oleh penelitian dan pengalaman mengobati selama puluhan tahun dengan penerapan berbagai cara / metode pengobatan yang terbukti keberhasilannya.

* Terapi NurSyifa’ telah menyembuhkan dan menyelamatkan banyak pasien sakit kanker yang awalnya datang tanpa harapan, dengan berbagai cara / metode yang mana salah satunya akan cocok untuk menyembuhkan penyakit yang diderita.


***Para Pasien saat diterapi merasakan suatu gelombang enerji yang mengalir masuk kedalam diri mereka, yang terasa langsung memberi hikmah kesembuhan, melenyapkan rasa sakit dan penyakit, melenyapkan stress depresi ketegangan, mengisi fikiran dan hati dengan rasa tenang tenteram menyenangkan, menumbuhkan kesabaran dan melenyapkan temperamen emosi kemarahan, serta meningkatkan daya fikir imajinasi dan kreativitas.*****

**Periksakan, Konsultasikan Penyakit Anda ke NurSyifa’ bilamana ada Symtom-symptom yang mencurigakan sebagai Penyakit Kanker, dan segeralah berobat.

**Para penderita Penyakit Kanker umumnya menderita psikosomatis, yaitu berfikir bahwa penyakitnya tidak bisa diobati. Dengan Pengalaman puluhan tahun mengobati, Enerji Sinar Penyembuh NurSyifa’ yang datangnya dari Allah Yang Maha Menyembuhkan dapat Menolong dan Menyembuhkan penyakit kanker dan berbagai penyakit kronis lainnya.


> Mengobati khusus Penyakit Kronis, Kanker, Tumor (Benjolan), Kista, Mium, Miyoma, di :

Payudara, Rahim, Vagina (Kelamin), Leher, Ketiak, Usus, Dubur, Lambung, Pankreas, Kepala, Tiroid, Hati, Jantung, Ginjal, Prostat, Persendian, Paru-paru, Urat Syaraf, Darah, THT, Saluran Empedu, Kantong Empedu, Limpa, Kulit, Rongga Mulut, Tenggorokan, Mata, Tulang, Testis, Pendarahan akibat (kanker, tumor, benjolan, kista, mium, miyoma), Kanker atau infeksi yang disebabkan oleh : Virus HIV/AIDS, Virus Hepatitis B (VHB), Virus Hepatitis C (VHC), Virus (HPV), kanker atau infeksi yang disebabkan oleh Bakteri, dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Sampai sembuh total dan tidak kambuh lagi, juga tidak ada efek samping. Cara pengobatannya dengan Enerji Sinar Penyembuh NurSyifa’ mukjizat al Qur’an dan Ramuan / Ekstraksi yang terbuat dari beberapa macam Tumbuhan alami. Tidak memakai bahan zat kimia dan sudah terbukti berkhasiat ampuh untuk menyembuhkan dengan cepat semua jenis : Kanker, Tumor (Benjolan), Kista, dan Mium (Miyoma) walaupun sudah kronis (Stadium lanjut) / parah, tanpa efek samping.

Terapi NurSyifa’ Telah Berpengalaman Mengobati selama Puluhan Tahun dengan menggunakan Pengobatan Islami yang telah dipercaya selama berabad-abad kemanjurannya dengan memadukan pada pengobatan tradisional berupa ramuan jamu (Herbal) dan Madu.


Metode / Teknik Pengobatan :

* Aliran Enerji Sinar Penyembuh NurSyifa’ dipadu dengan ramuan jamu / herbal akan Menyembuhkan dengan cara :

· Menyerang dan mematikan sel-sel kanker, tumor, kista, miyoma, mium, sampai ke akar-akarnya,

· Menghentikan penyebaran sel-sel kanker, membersihkan & mematikan sel kanker baru yang membiak, memperbanyak diri.

· Dengan Metode Bedah Gaib Tangan Cahaya, sel-sel kanker dialirkan keluar dari tubuh pasien, pasien langsung bisa merasakannya, beberapa keluhan penyakit lenyap.

· Sel-sel kanker yang telah mati diatur pembuangannya melalui saluran-saluran pembuangan sehingga secara cepat dan terpadu bisa keluar dari tubuh.

· Sistim kekebalan tubuh (anti-body) diaktifkan, metabolisme tubuh diperbaiki, sehingga tubuh menjadi lebih sehat dan kuat untuk melawan penyakit. Madu sebagai suplemen guna memberi enerji aktif untuk meningkatkan fisik pasien.

· Sel-sel diprogram ulang, di Rekonstruksi kembali menjadi jaringan sehat dan di regenerasi dengan percepatan hingga 3x lipat agar tubuh membentuk jaringan sel baru yang sehat.

· Secara umum Terapi NurSyifa’ memiliki berbagai manfaat antara lain ; Mengisolasi dan menghancurkan sel yang rusak (sel kanker), berfungsi sebagai Super Antioxidant (pemangsa radikal bebas), Detoxicant (penetralisir zat beracun), Immune System (peningkat Imunitas / kekebalan tubuh), Homilistasis (perbaikan jaringan dan Luka dalam tubuh), Recovery (Pemulihan kondisi tubuh), Cell RegenerationRejuvenasi (perbaikan sel), Revitalisasi (Mengembalikan tubuh Pasien ke kondisi Normal).

· Enerji NurSyifa’ bekerja di luar dan di dalam sel, terbukti secara klinis membantu penyembuhan berbagai penyakit berat : Kanker, Stroke, Hepatitis & Kanker Hati, Jantung, HIV / AIDS, Alzheimer / Pikun, Bronchitis Kronis, Parkinson, Asthma, Reumatik, Maag / Tukak Lambung, Diabetes Mellitus, Stress, Darah Tinggi, Katarak, Leukimia, Penyakit Infeksi, Thalasemia, Psoriasis, Syndroma Kelelahan Kronis, Kolesterol, Penyakit Karena Tua, Penyakit Karena Pencemaran, dan lain-lain.

* Pada tahap awal Terapi NurSyifa’ dibantu ramuan, obat herbal / jamu menghancurkan berbagai sel-sel kanker pada darah di seluruh tubuh sampai ke akar-akarnya, juga menghancurkan akar-akar, anak sebar kanker lalu dibawa oleh darah dan dikeluarkan melalui air seni, melalui air besar. Oleh karenanya perlu minum air putih sebanyak-banyaknya agar racun, sel yang rusak, bakteri, virus dan kuman penyakit segera keluar dari dalam tubuh pasien.

Biasanya sesudah beberapa kali terapi, air seni berubah, tanda semakin banyak racun dan penyakit keluar, yang keluar itu adalah sel-sel kanker yang sudah mati dan hancur, secara terus-menerus dikeluarkan dari dalam tubuh.

Pada kasus dimana kanker sudah terbuka, maka cairan penyakit juga akan keluar melalui Sumber Penyakit (yaitu Kanker yang sudah terbuka) sampai habis.

Apabila di seluruh tubuh sel-sel kanker dan anak sebar kanker sudah habis mati (hancur) dan habis keluar dari dalam tubuh, maka secara perlahan sumber penyakit (Kanker yang terbuka) mengecil (menciut) juga kering dan tumbuh sel-sel baru yang normal, sehat, dari dalam mendorong sel-sel kanker yang sudah kering (mati) sampai habis terkelupas, kelihatan rata, bagus seperti biasa (tidak kambuh lagi). Yang tadinya berlubang menutup lagi. Secara klinis pasien dinyatakan telah sembuh (recovery).



MUSUH SISTEM

Dalam pengertian secara umum, kanker dapat dikatakan sebagai pembelahan sel yang tak terkendali. Tanpa memperhatikan jenisnya, kanker pada mulanya berkembang pada sel normal dan sehat dan memiliki karakteristik dasar sel normal ini, setidaknya dalam tahapan perkembangan awalnya. Namun demikian, sel-sel ini cenderung kehilangan sebagian kemampuannya. Salah satu kemampuan yang penting adalah kemampuan untuk bereaksi terhadap pesan-pesan yang dikirimkan oleh lingkungannya atau oleh organismenya sendiri, yang mengatur replikasi sel. Ketika ketakteraturan seperti ini terjadi, sel tak lagi dapat mengendalikan replikasinya dan pertumbuhan jaringan. Proses ini, yang dikenal dengan “pembelahan berkesinambungan” secara genetis ditransfer kepada sel-sel baru, mengakibatkan penyebaran tumor, yang pada gilirannya menyerang jaringan tetangganya. Sel yang rusak ini memakan nutrisi sel lain, menghabiskan suplai asam amino yang sangat penting. Sel kanker akhirnya menutup saluran dalam tubuh manusia dengan volumenya yang terus membesar. Mereka berakumulasi dalam berbagai organ seperti otak, paru-paru, hati dan ginjal, mengelilingi sel sehat dan normal dalam organ ini dan menghalangi fungsi normalnya, akhirnya menimbulkan ancaman yang serius terhadap kehidupan manusia.

Sel normal hanya membelah diri kalau mereka menerima perintah dari sel tetangganya. Ini termasuk cara pengamanan di dalam organisme itu. Akan tetapi, sel kanker tidak merespon mekanisme ini dan menolak setiap pengendalian pada sistem replikasinya. Jenis kanker yang dijelaskan sejauh ini tak menyebabkan masalah pada sistem pertahanan. Tubuh yang kuat dengan sistem pertahanan yang efektif mampu berjuang melawan sel kanker yang berkembang dan bertambah jumlahnya, dan bahkan mengalahkan penyakit itu. Masalah utama muncul ketika membran sel kanker robek sendiri karena bantuan enzim (enzim pac-man), dan bercampur dalam peredaran darah dengan menembus cairan limpatik, dan akhirnya mencapai sel dan jaringan yang jauh.

Skenario saat ini cukup negatif. Sel yang biasanya bekerja secara kolektif memberi manusia karunia melihat, mendengar, bernapas, dan hidup, tiba-tiba tumbuh membandel, tidak mematuhi perintah “berhenti” yang diterima dari sel tetangganya. Saat mereka terus membelah diri, mereka mengusung proses pengrusakan berkecepatan penuh yang membawa pada kematian tubuh total.


Peperangan antara sel kanker (merah jambu) dan limfosit (kuning).

Jika kita bandingkan tubuh manusia dengan sebuah negara, dan sistem pertahanan manusia dengan pasukan yang kuat dan bersenjata lengkap, sel kanker umpama pemberontak negara. Pemberontak ini semakin hari semakin banyak, terus melakukan perusakan terhadap struktur saat itu. Akan tetapi pasukan tentara di negara ini sama sekali tidak dapat ditembus.

Makrofag, prajurit terdepan dari sistem pertahanan, mengepung musuh begitu bertemu dan memusnahkan sel kanker dengan bantuan protein yang khusus mereka produksi. Selain itu, sel T, prajurit yang kuat dan cerdas, serta senjata khususnya (antibodi) membunuh sel kanker yang telah mulai berfusi ke dalam tubuh dan cairan getah bening dengan merobek membran sel. Perjuangan ini terus berlanjut bahkan walau sel kanker telah menyebar. Begitu sel kanker terus berkembang, sel pertahanan membantu menghalangi kemajuan penyakit, sehingga berkurang.

Salah satu sistem di dalam sel tubuh manusia yang mencegah penyebaran sel kanker adalah “apoptosis” yang menyebabkan sel bunuh diri. Apoptosis terjadi kalau DNA sel rusak, atau sel berkembang menjadi tumor, atau gen P53 yang juga dikenal sebagai “gen pencegah kanker” kurang efektif. Meskipun apoptosis mungkin terkesan negatif, sebenarnya peristiwa ini sangat penting, karena dia merintangi penyimpangan berbahaya dan mencegah penyakit diturunkan ke generasi berikutnya. Jika dibandingkan, potensi bahaya yang disebabkan oleh sel kanker bisa merusak sekujur tubuh manusia, sementara kehilangan satu sel lebih dapat diterima. Sel-sel di dalam tubuh manusia yang menyadari (!) bahwa ada penyimpangan dalam struktur mereka sendiri yang mengancam tubuh manusia, memulai kematiannya sendiri untuk memperpanjang kehidupan manusia.


Jika diperlukan, dengan penuh disiplin sel akan bunuh diri.

Kanker menjadi bentuk yang mengancam nyawa ketika sel yang rusak ini berkelit dari sistem bunuh diri. Dalam kasus ini, diaktifkanlah suatu mekanisme pertahanan sekunder untuk mencegah multiplikasi tak terkendali sel-sel ini. Jika mereka berhasil pula melewati penghalang ini, tahapan berikutnya yang mereka hadapi adalah “saat krisis”. Pada tahap ini, sel-sel yang telah berhasil meloloskan diri dari sistem keamanan sebelumnya sekaligus dibunuh semuanya. Akan tetapi, bisa jadi satu di antara sel-sel ini berhasil mengatasi “krisis”. Sel kanker “pemberontak” tersebut akan mentransfer sifat pemberontakannya kepada turunannya, yang akan bermultiplikasi dalam jumlah besar. Sekarang pasien kanker harus melawan dengan usaha yang intensif.

Apakah hanya sifat tak terkendalikan, merdeka, dan terus-menerus membelah diri yang membawa sel kanker pada kemenangan? Ada alasan lainnya di balik kesuksesan ini.

Sel membawa sejenis sistem penanda di permukaannya yang menentukan posisi mereka dalam tubuh. Tanda ini dapat dibaca oleh sel lain sehingga membantu sel saling mengenali secara tepat tempat mereka masing-masing dan mencegahnya supaya tidak menempati tempat sel lain. Sistem ini menjamin integritas jaringan. Karena mengetahui posisi mereka, sel tak akan pergi ke tempat lain, atau membiarkan sel lain menempati tempatnya, sehingga akan menjamin pemeliharaan tubuh supaya tetap dalam keadaan sehat. Sel yang tak memiliki tempat tertentu atau berada di tempat yang tidak semestinya akhirnya akan bunuh diri. Namun demikian, dengan adanya sistem penanda ini, proses bunuh diri sepenuhnya dihilangkan, karena sel tak diizinkan untuk tidak memiliki tempat atau menempati tempat yang tak sesuai. Proses ini tidaklah sesederhana dugaan kita. Supaya sistem tetap berfungsi efektif, setiap sel harus mengenali posisi dirinya sendiri selain menghormati posisi sel lain, dan berhati-hati untuk tidak menduduki tempat sel lain. Prosedur ini diajarkan kepada mereka melalui berbagai molekul mediator yang memungkinkan sel menjaga tempat mereka masing-masing. Akan tetapi, terkadang ada juga kejadian saat molekul mediator ini absen atau tak dapat memenuhi tugasnya. Keadaan ini menguntungkan sel kanker. Saat molekul penghalang tidak ada di sekitarnya, sel kanker menyebar lebih cepat. Di samping itu, sel kanker tak perlu menancapkan dirinya pada satu tempat tertentu. Mereka merusak aturan dengan hidup bebas tanpa menetap di suatu tempat.

Sel yang mendapat pengecualian untuk tidak memiliki tempat tetap adalah eritrosit. Mereka menembus membran sel dan jaringan lain serta merobek rintangan dengan bantuan enzim khusus yang disebut “metallo-proteinase”. Jadi mereka dapat sekehendaknya mengunjungi bagian mana saja dalam tubuh manusia. Sel pertahanan menggunakan enzim ini untuk menggapai sel musuh, sementara sel kanker menggunakannya untuk tujuan berbeda sama sekali. Tujuan utama sel kanker adalah untuk menyerang sel-sel yang sehat dan mendudukinya.


Proses sel sehat berubah menjadi sel kanker. Sel normal seperti yang tampak di sebelah kiri melakukan bunuh diri atau berubah menjadi sel kanker karena mengalami berbagai mutasi genetis.

Keahlian sel kanker tak dibatasi oleh tujuan penyerangan saja; mereka juga mampu memainkan “permainan” lain melawan sel-sel pertahanan. Mungkin kedengarannya ganjil, kita bukan sedang mem-bicarakan aktor berbakat melainkan tentang sel kanker, yang bermain-main melawan musuhnya. Sebelum mencoba menjelaskan permainan yang benar-benar cerdas ini, mari kita meninjau ulang apa yang sudah dijelaskan sejauh ini.

Bukankah luar biasa bahwa pasukan pertahanan kita membuat penghalang progresif untuk melawan musuh? Organisasi yang kita sebut sebagai “pasukan” ini, terdiri atas sel-sel yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop elektron canggih. Kemampuan mereka untuk melindungi dan menjaga tempatnya, kesediaan mereka untuk mempertaruhkan hidupnya sendiri demi menyelamatkan kehidupan tubuh manusia yang memilikinya, komitmen mereka yang kuat dalam meneruskan usahanya, bukanlah merupakan hasil dari suatu kebetulan. Tak dapat diragukan lagi, pada sel pertahanan kita bisa melihat suatu bentuk fungsi yang sangat sadar dan terorganisasi dengan baik.

Apakah yang akan terjadi jika misi sulit ini diserahkan kepada satu triliun manusia berpendidikan tinggi? Akankah tingkat keberhasilannya sama-sama mengesankan? Apakah mungkin mereka membuat khalayak ramai mengikuti keinginan mereka meskipun ada kewajiban serta aturan disiplin yang ketat? Jika sebagian anggotanya lupa rumus antibodi yang harus dibuatnya, atau enggan memproduksinya, atau menolak bunuh diri saat diperlukan, akankah semua tahapan ini berfungsi dengan teratur? Akankah perjuangannya berbuahkan kemenangan? Dapatkah pasukan yang beranggotakan miliaran orang melanjutkan usaha tanpa kesalahan? Adakah komandan atau manajer terampil yang mau melaksanakan tanggung jawab mengendalikan miliaran orang ini? Betapapun, sel pertahanan kita tak memerlukan komandan atau manajer. Sistem mereka beroperasi dengan cara yang sangat teratur, tanpa suatu penghalang atau kesulitan. Tak ada anarki atau kerancuan selama proses. Hanya ada satu penyebab di balik kesempurnaan dan fungsi yang sangat efektif ini: Allah. Dia-lah yang membangun sistem ini sampai ke rincian terkecil, dan mengilhami unsur-unsur sistem ini untuk memenuhi tanggung jawab mereka. Pada ayat ke-5 surat As-Sajadah dinyatakan: “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi.” Sesuai dengan aturan ini, sel pertahanan meneruskan usahanya tanpa istirahat ataupun merasa terpaksa dengan wahyu yang diberikan oleh Allah kepada mereka ini.

Permainan Sel Kanker


Sel T-pembunuh sedang menyerang sel kanker.

Jangan lupa, sel kanker awalnya adalah sel tubuh yang membawa karakter molekuler manusia. Akibatnya, sel pertahanan sulit mengenali sel kanker. Lebih jauh lagi, sel kanker berhasil menang dari sebagian anti-bodi dengan suatu cara yang sampai saat ini belum diketahui.

Seperti telah kita sebutkan, antibodi merupakan sejenis protein yang menghentikan aktivitas sel musuh. Akan tetapi, entah kenapa, pada sel kanker efek yang terjadi malah sebaliknya. Bukannya berhenti, aktivitas sel kanker malah meningkat, penyebaran tumor semakin cepat dan kuat.

Antibodi, yang mengikatkan diri ke permukaan sel kanker, dapat dikatakan “bekerja sama” dengan sel kanker. Antibodi lainnya tidak akan menyentuh sel kanker yang telah ditempeli antibodi. Jadi sel kanker tersamar sempurna.

Sel kanker tidak bertindak sendiri. Ada banyak sel yang berkomunikasi dan bekerja sama dengannya. (Bawah kanan: sel kanker payudara, atas: sel kanker kulit)

Kolaborasi antara antibodi dengan sel kanker bahkan dapat mencapai dimensi yang lebih luas. Ada juga kejadian sel kanker bergabung dengan antibodi untuk membentuk “sel T penekan palsu”. Sel T penekan palsu ini memberi informasi yang salah kepada antibodi dengan memancarkan pesan “tak ada bahaya”. Situasi yang lebih mengancam terjadi apabila sel kanker berkembang menjadi “sel T penolong palsu”, bukan sel T penekan palsu. Dalam keadaan seperti ini, pesannya dikirimkan ke lebih banyak antibodi. Lingkungan seperti inilah yang paling nyaman bagi sel kanker.

Selain itu, sel kanker kadang dapat menyebarkan “perangkap anti-gen” untuk melindungi diri mereka dari kemungkinan diserang sistem pertahanan. Tumor ini menyebarkan sejumlah besar antigen dari permukaannya sehingga aliran darah terbanjiri olehnya. Betapapun, antigen ini palsu dan tak membahayakan tubuh manusia. Namun demikian, antibodi tak mengetahui hal ini dan mereka tanpa penundaan merespon dengan memeranginya. Selama hiruk-pikuk ini, sel kanker yang sebenarnya dan berbahaya terus bekerja, tanpa gangguan dan tanpa diketahui oleh musuhnya.

Musuh yang Cerdas: AIDS

Pada bab-bab sebelumnya kita mendiskusikan virus, dan menjelaskan peranan pentingnya dalam kehidupan manusia. Di antara virus-virus ini, yang paling berbahaya adalah “virus HIV” yang telah menyibukkan para peneliti untuk waktu yang lama dan mungkin akan terus begitu sampai beberapa waktu yang akan datang. Tak seperti virus lainnya, mikroorganisme ini benar-benar menonaktifkan sistem pertahanan. Mustahil bagi manusia untuk hidup dengan sistem pertahanan yang tak berfungsi.

Virus HIV menimbulkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki pada tubuh manusia dengan menyebabkan runtuhnya sistem pertahanan. Keadaan ini membuat manusia sangat mudah diserang oleh segala jenis penyakit, yang akhirnya menyebabkan berbagai kondisi fatal. Virus ini telah menyibukkan para peneliti selama bertahun-tahun, menimbulkan keputusasaan dan ketidakberdayaan. Jurnal Bilim ve Teknik (Sains dan Teknik), yang diterbitkan pada Agustus 1993 menyatakan:

Semakin banyak yang kita pelajari, semakin kita tak yakin.” Pernyataan ini merupakan jawaban yang paling sering diberikan terhadap survei publik yang dilakukan pada 150 peneliti paling terkemuka di dunia, yang mempelajari AIDS. Ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah mingguan Science. Tak seorang pun yang dapat memberikan penilaian pasti berdasarkan tesis yang telah dilakukan selama bertahun-tahun. Pandangan yang tadinya dianggap mutlak benar sekarang disingkirkan setelah diketahui bahwa semuanya didasarkan pada alasan yang goyah. Tak dapat disangkal, hasil akhirnya adalah bahwa meskipun telah cukup lama dikembangkan teori tentang AIDS dan penyebab efektifnya, virus HIV sekali lagi dikaji ulang dan validitasnya masih dipertanyakan.11


Gambar di atas adalah sel nodus limfa yang sehat.
Gambar di bawah memperlihatkan nodus limfa yang rusak oleh virus AIDS.

Dengan berlalunya waktu, permasalahan bukannya mereda, malah menjadi lebih intensif. Sampai saat ini masih terdapat pertanyaan yang tak dapat dijawab, dan adanya penemuan baru hanya menambah jumlah pertanyaan yang tak terjawab ini. AIDS masih tetap merupakan misteri bagi umat manusia.

Salah satu fakta terpenting mengenai virus HIV adalah bahwa ia hanya memasuki sebagian, tidak seluruh, sel tubuh manusia. Target utamanya adalah sel T penolong, yang merupakan elemen paling efektif pada sistem pertahanan. Ini penting sekali. Di antara berbagai jenis sel, virus memilih sel sistem pertahanan yang paling menguntungkan baginya dan hal ini menyebabkan perusakan tubuh manusia.


Virus AIDS (jingga) berusaha memasuki sel T dengan merobek membrannya.

Ketika sel T, elemen vital dari sistem pertahanan tertangkap, sistem pertahanan kekurangan tim pemikirnya, dan tak lagi mampu mengenali musuh. Ini umpama taktik peperangan yang cerdas. Pasukan tanpa komunikasi yang efektif dan tanpa sistem inteligensia dapat dikatakan telah kehilangan kekuatan utamanya.

Lebih jauh dari itu, antibodi yang diproduksi oleh tubuh manusia tak membahayakan virus AIDS. Memang pasien AIDS terus memproduksi antibodi, tetapi tak lagi efektif tanpa adanya sel T.

Satu pertanyaan yang tak terjawab adalah: Bagaimanakah virus HIV tahu persis target mana yang harus difokuskan? Begitu memasuki tubuh manusia, menjelang ia bisa paham bahwa sel T merupakan “otak” sistem pertahanan, virus AIDS akan segera dimusnahkan oleh sistem yang ada. Bagaimananpun, tidaklah mungkin bagi virus AIDS untuk melakukan penyelidikan intelijen sebelum memasuki tubuh manusia. Lalu bagaimanakah virus AIDS mengembangkan strateginya?

Ini baru salah satu dari keterampilan menakjubkan yang dikuasai oleh virus AIDS.

Sebelum berpindah menginfeksi sel lain, sepotong kecil virus HIV (biru) menggandakan diri dalam sel pertahanan. Meskipun pada awalnya sel pertahanan mampu menangai virus HIV, si virus akhirnya mengambil alih. Penyebab munculnya fenomena ini masih tidak jelas.

Pada tahap kedua, virus harus mengikatkan dirinya kepada sel lain yang sudah ditetapkannya menjadi target. Prosedur ini sama sekali tak sulit bagi virus AIDS. Nyatanya dia berikatan dengan sel ini seperti kunci dengan lubangnya.

Pada tahap ketiga, virus HIV melakukan serangkaian proses menakjubkan yang akan menjaminnya berumur panjang.

Virus HIV adalah retrovirus. Artinya, gen-nya hanya mengandung RNA, tanpa DNA. Tetapi sebuahretrovirus memerlukan DNA supaya tetap hidup. Untuk menyediakan DNA, dia membuat jalan lain dengan metode yang sangat menarik: Ia menggunakan asam nukleat dari sel tuan rumah dan mengonversikan RNA-nya menjadi DNA dengan bantuan sebuah enzim yang disebut “reverse transcriptase”, yang berarti ia akan membalik prosesnya. Lalu ia menempatkan DNA ini pada DNA yang ditemukan di inti sel tuan rumahnya. Bahan warisan virus sekarang menjadi bahan warisan sel T. Ketika sel ini membelah diri, demikian pula virus HIV. Sel mulai bekerja sebagai pabrik bagi virus. Tetapi menduduki satu sel saja tidak memuaskan bagi virus HIV. Ia akhirnya akan mencoba untuk mengalahkan seluruh tubuh.


Sel T sehat. (kiri)
Sel T yang telah dirusak oleh musuh (virus AIDS) dan kini memiliki profil bundar dan lumah (kanan). Citra ini diperbesar lebih dari 3.000 kali.

Lalu datanglah tahap keempat. Virus HIV awal dan replikanya ingin meninggalkan sel tuan rumah mereka dan menduduki sel lain serta memfasilitasi proses proliferasi. Mereka tidak perlu bekerja keras dalam melakukan hal ini. Segalanya berjalan dengan kecepatan alamiah. Membran sel T yang telah diduduki tidak kuat menanggung tekanan dari proses multiplikasi sehingga ia bolong-bolong, memungkinkan virus HIV untuk keluar dari sel untuk mencari sel tuan rumah lainnya. Setelah virus HIV bertambah jumlahnya, dia juga membunuh sel T tuan rumahnya.

Virus HIV yang sukses sekarang telah sepenuhnya mengalahkan tubuh manusia. Kecuali manusia berhasil menemukan obat yang efektif untuk mengalahkan virus ini, ia akan tetap di sana. Semuanya bergantung kepada kemauan virus HIV, akan terus tidur selama bertahun-tahun atau segera menyerang tubuh manusia.

Mengapa Belum Ditemukan Solusinya?

Setelah memasuki tubuh manusia, virus HIV dapat memproduksi sepuluh miliar virus sehari. Jumlah virus yang sangat banyak ini tak dapat diatasi, meskipun dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang. Virus HIV tak dapat dianggap sebagai struktur sederhana. Apa yang kita hadapi ini adalah sebuah mikroorganisme yang demikian maju dan cerdas, sehingga ia dapat menggandakan jutaan dirinya, dan berencana mengalahkan sel tuan rumahnya, dan mampu menyebabkan kematian pada tubuh manusia yang besar.

Selain kemampuan di atas, virus HIV juga mampu mengubah dirinya ke berbagai bentuk dalam upaya mencegah dirinya tertangkap oleh sistem pertahanan. Hal ini membuat virus HIV sampai saat ini kebal terhadap efek pengobatan yang ditujukan padanya. Obat modern telah menyerang virus dengan berbagai variasi pengobatan pada saat yang sama dan jarang berhasil dalam menangani resistansi virus. Meskipun sebagian virus telah dibasmi, hasil positifnya hanyalah berupa perpan-jangan hidup pasien dengan waktu yang terbatas.

Merupakan hal yang sangat menarik bagaimana virus HIV dapat meregenerasi dirinya ketika dihadapkan pada bahaya pembasmian. Para ilmuwan dibuat tak berdaya dengan adanya taktik yang begitu lihai.

Bukan hanya itu taktik rumit yang dipakai virus HIV. Sel T penolong yang berenang bersama dalam aliran darah, saling mengunci satu sama lain seperti retsleting. HIV melompat dari satu sel T ke sel T lainnya untuk menghindari kontak dengan antibodi dalam aliran darah. Semua ini dilakukan oleh sebuah virus, yang hanya berukuran satu mikron, tak memiliki DNA, dan bahkan tak dapat dikelompokkan sebagai makhluk hidup. Kehebatan virus HIV untuk mengenali tubuh manusia dengan baik, mengembangkan sistem maju untuk mengatasi tubuh manusia, melaksanakan strategi tertentu yang dibutuhkan tanpa ada kesalahan, dan terus-menerus memperbaiki dirinya agar terlindung dari segala jenis senjata yang dipakai oleh tubuh, benar-benar menakjubkan. Hal ini merupakan contoh yang sangat baik mengenai betapa tak berdayanya manusia dalam kehadiran virus yang sangat kecil, yang tak dapat dilihat oleh mata telanjang.

Thursday, March 6, 2008

Kanker. (Pengertian,Penyebab, Dan Sebagainya )

Orang Inggris menyebutnya CANCER. Kita menyebutnya KANKER. Kata Cancer mengingatkan kita pada salah satu bintang Horoskop untuk yang lahir tanggal 23 Juni ?23 Juli. Simbolnya adalah kepiting. Dalam Ilmu Penyakit (Patologi) kanker adalah neoplasma yang ganas. Neoplasma adalah perbanyakan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh yang abnormal, mungkin tidak terkendalikan oleh mekanisme fisiologis yang ada dalam tubuh kita. Kanker dapat meluas ke jaringan sekitarnya yang terdekat, atau bahkan ke bagian tubuh lain yang jauh dari kanker itu berada. Memang, kalau seluruh tubuh suatu kanker itu dapat diambil, tubuh kanker beserta akar-akarnya itu mirip seekor kepiting.

Kanker dibedakan dengan TUMOR. Tumor adalah neoplasma yang jinak. Dalam batas-batas tertentu, tubuh masih mampu membatasi pertumbuhan dan perkembangan neoplasma itu, misalnya dengan membentuk kapsul atau dinding pembatas yang tegas antara tumor dan jaringan sehat di sekitarnya. Secara awam, pengertian tumor sama dengan benjolan abnormal yang terjadi pada atau dalam tubuh kita. Misalnya, benjolan akibat trauma kena pukul, terbentur sesuatu, pendarahan bawah kulit dan sebagainya.

Jenis-jenis kanker sangat banyak. Penyakit ini diklasifikasikan dan diberi nama menurut acuan Internasional. Misalnya dengan sebutan 慘arsinoma?untuk kanker pada sel-sel kelenjar kulit dan sebagainya, contoh : Carcinoma mammae untuk kanker payudara. Untuk sel-sel jaringan kanker diberi sebutan 慡arcoma? contoh : jaringan tulang dan jaringan linfatik, masing-masing dinamakan osteosarkoma dan limfosarkoma. Ada juga nama khusus misalnya Leukimia untuk kanker darah.

Kriteria diagnostik kanker ditetapkan atas dasar gambaran klinis,; keluhan dan gejala-gejala, serta gambaran anatomiknya yang tentu beragam berdasarkan jenis dan lokasi kanker.; berat-ringan dan komplikasi penyakit. Gambaran patologis anatomik meliputi gambaran makroskopik yaitu berupa benjolan abnormal pada permukaan atau di dalam tubuh yang tidak jelas batas-batasnya, tidak terbungkus dalam kapsul. Diagnostik pasti mungkin diperoleh setelah dilakukan biopsi dan kemudian diproses dan diperiksa secara mikroanatomik. Misalnya, dibawah mikroskop terlihat ada sel-sel kanker tampak tidak khas bentuknya, terkesan kehilangan kemampuan dalam berdiferensiasi dan tidak menentu arah perluasannya. Selain itu, kanker sering mengalami metastasis yaitu meluas ke bagian tubuh lain lewat peredaran darah. Diagnosis kanker dapat lebih cepat dilakukan dengan bantuan pemeriksaan cairan tubuh, darah dan sebagainya untuk jenis-jenis kanker tertentu.

Penyebab kanker sangat bermacam-macam, sebagian besar sulit atau tidak dapat ditetapkan secara pasti. Kelompok penyebab kanker yang dikenal, yaitu :
1. Karsinogen bahan kimia
2. Virus onkogenik
3. Energi radiasi
4. Karsinogen

Karsinogen kimia utama meliputi karsinogen langsung. Seperti dimetilsufat, sejumlah obat-obat anti kanker, dan sebagainya. Ada bahan prokarsinogen yang memacu secara tidak langsung terjadinya sel-sel kanker, dan ada bahan tumbuhan alam dan hasil mikroba, pemacu kanker misalnya alfatoksin B1, kacang betel, dsb. Bahan kimia utama lain adalah insektisida, fungisida, vinil klorida, dll. Sejumlah virus mungkin dapat menyebabkan kanker misalnya virus DNA, Virus Herpes dan Virus Hepatitis B. energi radiasi sinar dan juga bahan-bahan tertentu dapat menginduksi terjadinya sel-sel kanker, misalnya : sinar UV, sinar-X, pemecahan nuklir dan radionuklida. Jadi kita ini berada dalam lingkungan yang bisa menyebabkan kanker!

Tidak semua orang dapat terkena kanker. Ada faktor-faktor resiko yang memungkinkan seseorang terkena kanker, yaitu : terkena paparan karsinogen dari 4 kelompok tersebut dalam jangka waktu panjang, ada faktor genetik atau famili, ditambah dengan faktor stress berkepanjangan. Dengan diketahuinya penyebab dan faktor-faktor resiko tersebut, tindakan pencegahan dan kewaspadaan dini lebih mudah dilakukan. Minimal stadium dini penyakit kanker dapat dideteksi untuk secepatnya dilakukan tindakan terapetik.

Secara medis, tindakan terapetik meliputi berbagai pilihan. Tindakan bisa spesifik dengan khemoterapi atau obat-obat kimia. Terapi kanker ada yang tidak spesifik benar, misalnya dengan radiasi atau pembedahan. Kombinasi keduanya, khemoterapi dan radiasi atau pembedahan mungkin juga dilakukan sesuai indikasinya.
Selain itu, terapi gizi yang sifatnya suportif untuk meningkatkan daya tahan tubuh juga secara langsung membantu penyembuhan dan pemulihan kesehatan penderita. Terapi ini juga meminimalkan efek samping dari terapi medis serta dapat mempercepat penyembuhannya.

Penyakit kanker dewasa ini telah menjadi hal yang paling menakutkan karena merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung berdasarkan data WHO. Kebanyakan kematian yang disebabkan kanker dikarenakan keterlambatan pendiagnosaan dan penanganan akibat kurangnya informasi mengenai kanker.

Karena kebutuhan pengetahuan dan informasi tentang kanker inilah maka dibuat suatu sistem informasi yaitu Sistem Informasi dan Konsultasi Kanker yang akan memberikan informasi secara jelas mengenai kanker antara lain tentang pengertian kanker, jenis-jenis kanker, gejala kanker dan pengobatan kanker.

Sistem informasi dan konsultasi kanker ini dibuat dengan menggunakan PHP dan MySQL. Sistem ini selain menyediakan informasi tentang kanker juga menyediakan fasilitas konsultasi bagi yang ingin menanyakan hal-hal tentang penyakit kanker. Sistem ini juga menyediakan beberapa fasilitas tambahan antara lain artikel atau berita tentang kanker, agenda kegiatan yang berkaitan dengan kanker baik yang diadakan oleh yayasan maupun pihak luar.

Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang cukup tentang penyakit kanker kepada masyarakat umum.

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 331
Bab VI
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM)
A. PKM PENELITIAN, PENERAPAN TEKNOLOGI,
KEWIRAUSAHAAN DAN PENGABDIAN KEPADA
MASYARAKAT
1. Umum
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu
bentuk upaya yang ditempuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti dalam meningkatkan kualitas
peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi
anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau
profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan
meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta
memperkaya budaya nasional. Program Kreativitas Mahasiswa
dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah
dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti.
Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa, diintegrasikan
ke dalam satu wahana yang diberi nama Program Kreativitas
Mahasiswa.
Program Kreativitas Mahasiswa dikembangkan untuk
mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan
inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan
yang baik. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang
cendekiawan, wirausahawan, mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang
untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap
tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan
kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang
ditekuni.
Ada lima jenis kegiatan yang ditawarkan dalam Program
Kreativitas Mahasiswa, yaitu empat jenis PKM yang merupakan program
kegiatan fisik yang diusulkan untuk dibiayai dan satu jenis PKM yang
merupakan program kegiatan penulisan ilmiah dalam bentuk pengajuan
artikel ilmiah hasil karya mahasiswa yang diusulkan untuk mendapatkan
hadiah atau insentif. Keempat jenis PKM yang pertama meliputi PKM
Penelitian (PKMP), PKM Penerapan Teknologi (PKMT), PKM
Kewirausahaan (PKMK), dan PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM).
Sub bab ini berlaku untuk keempat PKM yang pertama. Jenis PKM yang
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 332
kelima adalah PKM Penulisan Ilmiah (PKMI) yang dijelaskan dalam sub
bab tersendiri.
Program Kreativitas Mahasiswa diberikan oleh Direktorat P2M,
Ditjen Dikti kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi
Swasta (PTS) dengan pola pembinaan melalui penyediaan dana yang
bersifat kompetitif, akuntabel dan transparan. Kriteria mengenai inti
kegiatan seperti materi kegiatan, strata pendidikan, jumlah anggota,
dosen pendamping, alokasi biaya, laporan akhir, dan luaran dari kelima
kegiatan dalam PKM disajikan dalam Tabel 7.A-1.
Tabel 7.A-1. Kriteria Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
JENIS KEGIATAN
NO. KRITERIA
PKMP PKMT PKMK PKMM PKMI
1 Inti Kegiatan
(Karya)
Kreatif,
inovatif
dalam
penelitian
Kreatif,
inovatif
dalam
menciptakan
karya
teknologi
Kreatif,
inovatif
dalam
membuka
peluang
usaha
Kreatif,
inovatif
dalam
membantu
masyarakat
Kreatif,
dalam
penulisan
artikel ilmiah
2 Materi kegiatan Sesuai bidang ilmu, lintas
bidang dianjurkan
Semua bidang ilmu, lintas
bidang dianjurkan
Karya
kelompok
yang telah
dilaksanakan
3 Strata
Pendidikan
Diploma, S1
4 Jumlah Anggota 3-5 orang
5 Alokasi
Pendanaan
Lihat pengumuman Dikti setiap periode anggaran
6 Laporan Akhir Hasil Kerja Artikel
7 Luaran Artikel,
paten
Paten,
model
desain,
piranti lunak,
jasa
Barang dan
jasa
komersial
Jasa,
desain,
barang
Publikasi di
jurnal ilmiah
Perbedaan kelima jenis kegiatan PKM menimbulkan konsekuansi
teknis pelaksanaan yang berlainan. Berikut adalah karakteristik dari
masing-masing PKM:
• PKM Penelitian (PKMP) merupakan kreativitas yang inovatif dalam
menemukan hasil karya melalui penelitian pada bidang profesi
masing-masing. Kreativitas penemuan gagasan, ketepatan metode
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 333
penelitian dan sumbangan berupa informasi bagi kemajuan ilmu
pengetahuan merupakan pertimbangan utama.
• PKM Penerapan Teknologi (PKMT) merupakan kreativitas yang
inovatif dalam menciptakan suatu karya teknologi (prototipe, model,
peralatan, proses) yang dibutuhkan oleh suatu kelompok masyarakat
(kelompok tani, industri kecil, pengusaha/pedagang kecil, koperasi
atau kelompok produktif lain) yang akan dijadikan mitra kerja. PKMT
mewajibkan mahasiswa bertukar pikiran dengan mitra, karena produk
PKMT merupakan solusi atas persoalan yang diprioritaskan mitra.
Dasar teknologi yang akan diterapkan sudah tersedia, bukan dicari
melalui penelitian dalam program ini. Namun demikian untuk
penyesuaian bisa dilakukan kalibrasi dan uji coba seperlunya dalam
rangka adaptasi.
• PKM Kewirausahaan (PKMK) merupakan kreativitas penciptaan
ketrampilan berwirausaha dan berorientasi pada profit, umumnya
didahului oleh survai pasar, karena relevansinya yang tinggi terhadap
terbukanya peluang perolehan profit bagi mahasiswa. Perlu
ditegaskan di sini bahwa penciptaan ketrampilan berusaha yang
dimaksud adalah untuk mahasiswa pengusul PKMK, begitu juga
pelaku aktivitas usaha/bisnis yang didanai dalam PKMK adalah
kelompok mahasiswa pengusul PKMK. Kelompok mahasiswa
pengusul sebagai wirausahawan baru bisa menjalin kerjasama
dengan kelompok masyarakat produktif, namun dana PKMK tidak
dimaksudkan untuk membantu peningkatan ekonomi kelompok
masyarakat tertentu. Dalam PKMK sama sekali tidak diijinkan
dilakukannya penelitian/percobaan untuk mencari temuan.
• PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM) merupakan kreativitas
yang inovatif dalam melaksanakan program membantu masyarakat,
yaitu program yang mampu memberikan peningkatan kecerdasan,
keterampilan, dan pengetahuan masyarakat seperti penataan dan
perbaikan lingkungan, pelatihan keterampilan kelompok masyarakat,
pengembangan kelembagaan masyarakat, penciptaan karya seni dan
olah raga, dll. PKMM menuntut ditetapkannya masyarakat sasaran
strategis dan persoalannya sebelum menyusun proposal.
Pengetahuan atau teknologi yang akan digunakan dalam kegiatan
pengabdian dalam PKMM sudah harus dikenal dan dikuasai. Tidak
boleh ada kegiatan penelitian dalam PKMM.
• PKM Penulisan Ilmiah (PKMI) merupakan kegiatan penulisan ilmiah
dari suatu hasil karya mahasiswa dalam pendidikan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat (praktek lapang, KKN, PKM,
magang, dll). Usulan PKMI berupa artikel ilmiah yang siap cetak dan
tulisan yang dibuat berasal dari hasil karya mahasiswa peserta yang
telah selesai dilaksanakan. Penjelasan lengkap PKMI dapat dilihat
dalam Panduan PKMI yang diterbitkan tersendiri.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 334
Mengingat luasnya bidang keilmuan yang ada serta topik dapat
sangat menyebar, untuk memudahkan evaluasi dan alokasi evaluator
maka mulai tahun 2006 pengajuan usulan PKM dalam setiap jenis PKM
dikelompokkan lagi ke dalam tujuh kelompok bidang ilmu, yaitu:
• Bidang Kesehatan, yang meliputi: Farmasi, Gizi, Kebidanan,
Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat,
Psikologi.
• Bidang Pertanian, yang meliputi: Kedokteran Hewan, Kehutanan,
Kelautan, Perikanan, Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian.
• Bidang MIPA, yang meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika,
Kimia, Matematika.
• Bidang Teknologi dan Rekayasa, yang meliputi: Informatika, Teknik,
Teknologi Pertanian.
• Bidang Sosial Ekonomi, yang meliputi: Agribisnis (Pertanian),
Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
• Bidang Humaniora, yang meliputi: Agama, Bahasa, Budaya, Filsafat,
Hukum, Sastra, Seni.
• Bidang Pendidikan, yang meliputi Program Studi Ilmu-Ilmu Pendidikan
di bawah Fakultas Kependidikan.
Untuk program studi lain yang belum termasuk dalam
pengelompokan bidang ilmu di atas, pengusul dapat memilih kelompok
bidang ilmu yang terdekat. Perlu diketahui bahwa pengelompokan bidang
ilmu tersebut tidak ada hubungannya dengan kuota kebidangan, tetapi
akan digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan kedekatan
bidang evaluator dengan usulan yang dievaluasi baik dalam seleksi
proposal maupun dalam penjurian Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional
(Pimnas) bidang PKM.
Proposal yang disusun mahasiswa sesuai format dan sistematika
yang telah ditetapkan dapat diajukan ke DP2M secara kolektif oleh
perguruan tinggi setelah disahkan pembantu/Wakil Rektor Bidang
Kemahasiswaan. Bagi mahasiswa yang berasal dari PTS, harus
memberikan surat tembusan kepada Kopertis.
Dari seluruh usulan yang disetujui untuk didanai, Dikti akan memilih
kelompok program yang layak diundang sebagai peserta Seminar
Program Kreativitas Mahasiswa Tingkat Nasional berdasarkan hasil
monitoring dan laporan akhir hasil pelaksanaan. Penentuan akhir
kelompok yang akan diundang akan mempertimbangkan sebaran
perguruan tinggi dari calon peserta yang direkomendasikan tim evaluator,
alokasi dana, dan hasil perhitungan jumlah peserta maksimum masingmasing
perguruan tinggi. Penghargaan akan diberikan kepada program
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 335
yang inovatif, merangsang pengembangan diri, dan berdampak luas
untuk manfaat ilmu pengetahuan dan atau masyarakat. Kegiatan ini
dikoordinasikan dalam kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional.
Secara detil, tahapan proses serta waktu penyampaian usulan sampai
penyusunan laporan akhir dan presentasi di Pekan Ilmiah Mahasiswa
Nasional dapat dilihat pada Lampiran 7.A (PKM dan Mekanisme
Penyelenggaraan Pimnas).
2. Tata Cara Usul Kegiatan PKM
a. Persyaratan Administratif
1) Peserta Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah kelompok
mahasiswa yang sedang mengikuti program pendidikan S1 atau
Diploma secara aktif. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari
berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program
studi yang sama, bergantung pada bidang kegiatan dan topik
yang akan dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan
tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa pengusul berasal dari
minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda.
2) Seorang mahasiswa hanya dibenarkan masuk dalam satu
kelompok pengusul PKM yang disetujui untuk didanai. Hal ini
didasarkan pada kewajaran alokasi waktu bagi pelaksanaan
kegiatan PKM dan kegiatan belajar mahasiswa, serta pelibatan
mahasiswa sebanyak mungkin.
3) Seorang dosen pendamping hanya diperkenankan mendampingi
maksimum 3 (tiga) judul/kelompok pelaksana PKM.
4) Usulan PKM diberi sampul sesuai dengan Form F7.A-1.
5) Menyertakan halaman pengesahan dari institusi pengusul sesuai
dengan Form F7.A-2.
6) Pengajuan usulan dilakukan secara kolektif oleh perguruan tinggi.
Bagi mahasiswa yang berasal dari PTS, harus memberikan surat
tembusan pada Kopertis.
7) Setiap usulan yang mencantumkan dana pendamping harus
menyertakan Surat Pernyataan Pembiayaan (dengan meterai
yang berlaku) dari instansi yang menyediakan dana pendamping
tersebut.
8) Setiap usulan yang menyatakan kerjasama dengan suatu mitra
dalam kegiatan yang akan dilaksanakan (mitra usaha dalam
kewirausahaan, mitra penerima teknologi dalam penerapan
teknologi, atau mitra penerima manfaat dari kegiatan pengabdian
kepada masyarakat) harus menyertakan Surat Pernyataan
Kesediaan Bekerjasama (dengan meterai yang berlaku) dari pihak
mitra yang disebutkan.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 336
9) Usulan yang dinyatakan lolos akan diumumkan di Situs Web Dikti
dan melalui pengiriman surat ke setiap perguruan tinggi. Dalam
surat pemberitahuan akan diberikan keterangan/saran perbaikan
yang harus dilakukan bagi setiap usulan yang dinyatakan lolos.
Bagi pengusul yang usulannya memerlukan perbaikan, pengusul
diwajibkan untuk memperbaiki usulan sesuai saran dan
mengirimkan usulan yang telah diperbaiki paling lambat 3 minggu
setelah diumumkan. Usulan yang telah direvisi dijilid dengan kulit
muka warna putih dengan format seperti usulan sebelumnya tapi
diberi tulisan “REVISI” pada sudut kiri atas.
b. Aturan Penulisan Usulan
1) Usulan ditulis mengikuti sistematika penulisan seperti yang
diberikan dalam buku panduan ini. Perhatikan perbedaan
mendasar dari masing-masing PKM.
2) Bahasa Indonesia yang digunakan hendaknya baku dengan tata
bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, dan jelas.
3) Bagian kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul,
nama/daftar anggota kelompok, halaman pengesahan, diberi
nomor halaman menggunakan angka romawi kecil dan diketik di
sebelah kanan bawah (i, ii, dan seterusnya).
4) Bagian utama (naskah artikel) diberi nomor halaman
menggunakan angka arab yang dimulai dengan nomor halaman 1
(satu) dan diketik di sebelah kanan atas.
5) Tabel diberi judul dengan penomoran tabel sesuai dengan urutan
kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel
dengan nomor tabel menggunakan angka arab.
6) Gambar baik dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dengan
penomoran gambar sesuai dengan urutan kemunculannya dalam
naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor
gambar menggunakan angka arab.
7) Khusus PKMP dan PKMT, penulisan pustaka (penyebutan sumber
pustaka dalam naskah serta penulisan daftar pustaka) hendaknya
mengikuti aturan penulisan yang berlaku, yaitu mengikuti sistem
Vancouver atau sistem Harvard (contoh bisa dilihat dalam sub bab
khusus PKMI).
c. Sistematika dan Format Usulan
Tanpa mengurangi kreativitas dari pengusul, usulan
hendaknya ditulis dengan mengikuti sistematika sebagai berikut:
1) Judul Program
2) Latar Belakang Masalah
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 337
3) Perumusan Masalah
4) Tujuan Program
5) Luaran Yang Diharapkan
6) Kegunaan Program
7) Tinjauan Pustaka (untuk PKM Penelitian dan Penerapan
Teknologi),
8) Gambaran Umum Rencana Usaha (ulasan mengenai hasil
survai pasar atau survai kelayakan usaha untuk kegiatan
kewirausahaan yang direncanakan dalam PKMK),
9) Gambaran Umum Masyarakat Sasaran (untuk PKMM)
10) Metode Pelaksanaan Program
11) Jadwal Kegiatan Program
12) Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok
13) Nama dan Biodata Dosen Pendamping
14) Biaya
15) Daftar Pustaka (untuk PKMP dan PKMT)
16) Lampiran
Penjelasan
1) Judul Program Latar
Judul kegiatan PKM hendaklah singkat dan spesifik, tetapi
cukup jelas memberi gambaran mengenai kegiatan PKM yang
diusulkan.
2) Latar Belakang Masalah
Kegiatan PKMP dilakukan untuk menjawab keingintahuan
mahasiswa untuk mengungkapkan suatu
kreativitas/gejala/konsep/dugaan atau menerapkannya untuk
suatu tujuan. Kemukakan hal-hal yang mendorong atau
argumentasi pentingnya dilakukan kegiatan yang diusulkan.
Uraikan proses dalam mengidentifikasi masalah yang akan dicari
solusinya. Khusus PKMK, uraikan proses dalam mengidentifikasi
peluang usaha. Untuk PKMP dan PKMT, dengan merujuk dari
berbagai sumber pustaka, pandangan singkat dari para
penulis/peneliti lain yang pernah melakukan pembahasan topik
terkait dapat dikemukakan di sini. Gambarkan secara kuantitatif
potret, profil dan kondisi khalayak sasaran yang akan dilibatkan
dalam kegiatan PKMT, PKMK maupun PKMM. Gambarkan pula
kondisi dan potensi wilayah dari segi fisik, sosial, ekonomi
maupun lingkungan yang relevan dengan kegiatan yang akan
dilakukan
3) Perumusan Masalah
Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti atau
dipecahkan. Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab
masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji, dugaan yang
akan dibuktikan, masalah yang akan dicari penyelesaiannya,
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 338
atau peluang usaha yang akan diraih. Dalam perumusan
masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang
menjadi batasan dari kegiatan PKM. Uraian perumusan masalah
tidak harus dalam bentuk pertanyaan.
4) Tujuan Program
Berikan pernyataan singkat mengenai tujuan kegiatan PKMP.
Kegiatan PKMP dapat bertujuan untuk menjajagi, menguraikan,
menerangkan, membuktikan atau menerapkan suatu gejala,
konsep atau dugaan, atau membuat suatu model. Rumuskan
tujuan yang akan dicapai secara spesifik yang merupakan
kondisi baru yang diharapkan terwujud setelah kegiatan PKMT,
PKMK maupun PKMM selesai. Rumusan tujuan hendaknya jelas
dan dapat diukur.
5) Luaran yang Diharapkan
Luaran kegiatan PKM disesuaikan dengan masing-masing
bidang PKM (lihat Tabel 7.A-1)
6) Kegunaan Program
Sebutkan manfaat yang akan diperoleh bagi khalayak sasaran,
dari sisi ekonomi maupun Ipteks, apabila perubahan kondisi
terjadi setelah kegiatan PKM selesai.
7) Tinjauan Pustaka (untuk PKMP dan PKMT)
Usahakan pustaka terbaru, relevan dan asli dari jurnal ilmiah.
Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan
gagasan dan mendasari kegiatan PKM yang akan dilakukan.
Tinjauan Pustaka menguraikan teori, temuan, dan bahan
penelitian lain yang diperoleh dari acuan, yang dijadikan
landasan untuk melakukan kegiatan PKM yang diusulkan.
Uraian dalam Tinjauan Pustaka dibawa untuk menyusun
kerangka atau konsep yang akan digunakan dalam kegiatan
PKM. Tinjauan Pustaka mengacu pada Daftar Pustaka.
8) Gambaran Umum Rencana Usaha (untuk PKMK)
Uraikan kondisi umum lingkungan yang menimbulkan gagasan
menciptakan kegiatan usaha. Gambaran mengenai potensi
sumberdaya dan peluang pasar termasuk analisis ekonomi
usaha yang direncanakan disajikan secara singkat untuk
menunjukkan kelayakan usaha. Gambaran usaha yang
direncanakan harus menjanjikan perolehan profit untuk
menjamin peluang keberlanjutan usaha setelah kegiatan PKMK
selesai dilaksanakan.
9) Gambaran Umum Masyarakat Sasaran (untuk PKMM)
Penjelasan mengenai kondisi masyarakat sasaran yang akan
menerima kegiatan pengabdian harus diberikan secara konkrit.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 339
Uraian permasalahan yang dihadapi masyarakat yang
membutuhkan bantuan pemecahannya, serta berikan gambaran
solusi yang ditawarkan termasuk teknologi yang akan
digunakan. Hindari usulan kegiatan percobaan dalam PKMM.
10) Metode Pelaksanaan Program
Uraikan metode yang digunakan dalam pelaksanaan program
secara rinci. Khusus untuk PKMP dapat diganti dengan Metode
Penelitian. Uraian untuk PKMP dapat meliputi variable dalam
penelitian, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik
pengumpulan data dan analisis data, cara penafsiran dan
penyimpulan hasil penelitian. Uraian untuk PKMT, PKMK dan
PKMM dilakukan untuk menjelaskan metode yang digunakan
untuk mencapai tujuan yang telah dicanangkan dalam butir (4).
11) Jadwal Kegiatan Program
Buatlah jadwal kegiatan PKM yang meliputi kegiatan persiapan,
pelaksanaan dan penyusunan laporan kegiatan PKM dalam
bentuk Bar-chart. Bar-chart memberikan rincian kegiatan dan
jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. Jadwal pelaksanaan
mengacu pada Metode Pelaksanaan Program (8). Untuk
menghindari keterikatan waktu pelaksanaan dengan periode
waktu tertentu, usahakan tidak menggunakan nama bulan
secara eksplisit dalam penjadwalan rencana kegiatan. Sebagai
contoh, untuk menggambarkan urutan waktu pelaksanaan,
gunakan kata “bulan ke-1, bulan ke-2”, dan seterusnya, bukan
bulan Maret, bulan April, dan seterusnya.
12) Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok
1. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : ………………………………….
b. NIM : ………………………………….
c. Fak/Program Studi : ………………………………….
d. Perguruan Tinggi : ………………………………….
e. Waktu untuk kegiatan : …….. jam/minggu
2. Anggota Pelaksana (rincian seperti butir 1)
13) Nama dan Biodata Dosen Pendamping
1. Nama Lengkap : …………………………………
2. NIP : …………………….
3. Golongan Pangkat dan : …………………………………
3. Jabatan Fungsional : …………………………………
4. Jabatan Struktural : …………………………………
5. Fakultas/Program Studi : …………………………………
6. Perguruan Tinggi : …………………………………
7. Bidang Keahlian : …………………………………
8. Waktu untuk kegiatan : ……… jam/minggu
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 340
14) Biaya
Berikan rincian biaya PKM baik yang didanai Depdiknas
(maksimum sesuai ketentuan yang disebutkan pada tahun
anggaran yang berlaku) maupun pihak lain dengan mengacu
pada Metode Pelaksanaan Program (8) dengan Rekapitulasi
biaya yang terdiri atas:
1. Bahan habis pakai
2. Peralatan penunjang PKM
3. Perjalanan
4. Lain-lain
Rincian biaya harus lengkap, wajar dan jelas peruntukannya.
Honorarium bagi tim pelaksana maupun dosen pendamping
tidak diperkenankan.
15) Daftar Pustaka (untuk PKMP dan PKMT)
Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber pustaka yang
telah dirujuk dalam tubuh tulisan. Format perujukan pustaka
mengikuti cara Harvard atau cara Vancouver. Untuk setiap
pustaka yang dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar
pustaka, begitu juga sebaliknya setiap pustaka yang muncul
dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam tubuh tulisan
(lihat Sub bab khusus PKMI untuk detil dan contoh).
16) Lampiran
1. Daftar Riwayat Hidup Ketua dan Anggota Pelaksana
2. Gambaran teknologi yang akan diterapkembangkan (untuk
PKMT, PKMK, PKMM)
3. Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Pengusaha
Kecil, Koperasi atau Kelompok Tani (untuk PKMT, PKMK,
PKMM)
4. Denah detil Lokasi Pengusaha Kecil atau Mitra Kerja (untuk
PKMT, PKMK, PKMM)
5. Hal-hal lain yang dianggap perlu
3. Evaluasi Usul
Evaluasi terhadap usul PKM dilakukan oleh Tim Pakar dari berbagi
bidang ilmu yang merupakan bagian dari Tim Pengelola Program di
tingkat pusat yang dibentuk oleh Dikti. Kriteria penilaian usulan untuk
masing-masing PKM disajikan dalam Form F7.A-3, Form F7.A-4, Form
F7.A-5 dan Form F7.A-6. Setiap usulan dari masing-masing bidang PKM
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 341
akan dievaluasi oleh dua orang pakar dengan kebidangan ilmu yang
bersesuaian dengan bidang ilmu dari program yang diusulkan.
4. Pemantauan Pelaksanaan
Bagi usulan yang disetujui untuk dibiayai, kegiatan pemantauan dan
evaluasi terhadap pelaksanaan program akan dilakukan pada
pertengahan jangka waktu pelaksanaan program. Kegiatan pemantauan
dan evaluasi ini dilakukan dengan kunjungan lokasi dari tiap-tiap PKM.
Untuk keperluan ini, setiap pelaksana PKM diwajibkan menyusun laporan
kemajuan singkat yang berisi informasi mengenai kegiatan yang telah
dilakukan, hasil yang telah dicapai, kesulitan-kesulitan yang dihadapi dan
usaha penyelesaiannya. Laporan kemajuan singkat disusun tidak lebih
dari 12 halaman dengan format bebas, di dalamnya termasuk laporan
penggunaan uang. Laporan kemajuan berisi hal-hal yang terkait dengan
pelaksnaan kegiatan yang telah dilakukan, kemajuan hasil yang telah
dicapai, kendala yang dihadapi, dan usaha-usaha yang telah dilakukan
untuk memecahkan masalah/kesulitan yang dihadapi. Bersama laporan
kemajuan singkat tersebut disertakan pula foto-foto pelaksanaan dan hasil
kegiatan yang telah dicapai. Berdasarkan hasil penilaian dalam
pemantauan ini, Tim Pemantau akan merekomendasikan programprogram
terbaik untuk dimasukkan dalam daftar calon tim yang akan
diundang dalam Seminar Program Kreativitas Mahasiswa Tingkat
Nasional dalam kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
Format pemantauan pelaksanaan program yang digunakan oleh
Tim Pemantau untuk menilai pelaksanaan kegiatan Program Kreativitas
Mahasiswa bisa dilihat pada Form F7.A-7.
5. Laporan Hasil Kegiatan PKM
Pada akhir pelaksanaan program, tiap kelompok pelaksana PKM
menyerahkan laporan akhir dan laporan pertanggungjawaban keuangan
program kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat melalui Pembantu atau Wakil Rektor Bidang
Kemahasiswaan/Direktur Politeknik/Ketua Sekolah Tinggi perguruan tinggi
yang bersangkutan. Evaluasi laporan akhir dilakukan untuk menilai
keberhasilan dari seluruh program yang telah dibiayai. Disamping itu
evaluasi laporan akhir juga sekaligus digunakan untuk verifikasi terhadap
program yang telah direkomendasikan saat pemantauan sebagai calon
tim yang diundang untuk seminar nasional. Untuk program yang tidak
dilakukan pemantauan karena sesuatu alasan, maka evaluasi terhadap
laporan akhir ini merupakan dasar bagi pemberian rekomendasi mengikuti
seminar nasional.
Format kulit muka laporan akhir PKM, format halaman pengesahan
laporan akhir PKM, sistematika penyusunan laporan akhir PKM, dan
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 342
kriteria penilaian laporan akhir PKM masing-masing dapat dilihat pada
Form F7.A-8, Form F7.A-9, Form F7.A-10, dan Form F7.A-11. Untuk
penentuan juara/pemuncak dalam Seminar Program Kreativitas
Mahasiswa Tingkat Nasional dalam kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa
Nasional, digunakan kriteria penilaian dalam Form F7.A-12. Untuk laporan
akhir, disamping menyerahkan laporan dalam bentuk cetakan (hardcopy),
pelaksana diwajibkan pula menyerahkan laporan akhir dalam bentuk CD
dengan format file Microsoft Word (doc) dan Adobe Acrobat Reader (pdf).
Foto dan gambar kalau perlu disimpan dalam direktori terpisah dalam CD.
Format gambar yang disarankan adalah JPG, untuk foto bisa berasal dari
camera digital atau hasil digitasi menggunakan scanner. Semua file
disimpan dalam sebuah folder/direktori dengan nama folder/direktori
mengikuti aturan penamaan sebagai berikut :
PKMX-nn-NamaPT-NamaDepanKetua-Judul_3_Kata_Pertama
dengan X : kode untuk PKM (P/T/K/M)
nn : tahun anggaran pendanaan kegiatan
NamaPT : singkatan perguruan tinggi yang biasa digunakan
Contoh:
PKMP-06-UNDIP-Bambang-Optimasi Proses Separasi
PKMK-06-UNY-Hermawan-Sistem Deteksi Tanpa
Untuk setiap file yang disertakan, usahakan untuk memberi nama
yang menggambarkan isi dari file tersebut
6. Contoh Judul Judul Kegiatan PKM
a. PKM Penelitian (PKMP)
1) Aktivitas Antimikroba Ekstrak Miselia Ganoderma lucidum pada
Media Cair, pH dan Lama Inkubasi Berbeda Terhadap Mikroba
Patogen
2) Immobilisasi Urease Dalam Polimer (SiO2)n Untuk Biosensor Urea
3) Optimasi Produksi Karotenoid Oleh Khamir Phaffia rhodozyma
4) Kajian Sintesa Lapisan Tipis (Thin Film) Dengan Metode DC
Sputtering Untuk Aplikasi Sensor Gas Amonia Stabil Yang
Beroperasi Pada Suhu Kamar
b. PKM Penerapan Teknologi (PKMT)
1) Agenda Elektronik dengan Menggunakan Jam Digital Perekam
Suara
2) Alat Pengepres Enceng Gondok Ergonomis
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 343
3) Otomatisasi Alat Pencacah Tablet Elektronik yang Murah Bagi
Industri Kecil
4) Sistem Penyaklaran Lampu Listrik Melalui Saluran Telepon Dengan
Respon Balik Teks SMS (Short Message Service)
c. PKM Kewirausahaan (PKMK)
1) Usaha Percetakan Sebagai Upaya Pengembangan Potensi
Kewirausahaan Mahasiswa di Salah Satu Bidang Seni dan
Ketrampilan
2) Pendirian Usaha Burger dan Roti Bakar sebagai Makanan Bernilai
Gizi Tinggi untuk Masyarakat Kampus
3) Daur Ulang Sampah Kertas Menjadi Aksessoris Rumah Tinggal
4) Komersialisasi Produk Cakar Naga Ikan Lidah yang Bergizi Tinggi
Dengan Harga Terjangkau
d. PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM)
1) Pelatihan Pemanfaatan Limbah Udang Sebagai Produk Makanan
Pencegah Kolesterol di Mabar Medan Deli
2) Pembinaan Anak-anak Lintas Budaya dan Agama
3) Pembuatan Modul dan Sofware Mekanika Untuk Menarik Minat
Belajar Ilmu Fisika
4) Mainan Edukatif anak Usia Pra Sekolah Untuk Meningkatkan Daya
Imajinasi dan Kemampuan Berkomunikasi
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 344
FORMAT KULIT MUKA USUL PKM (Form F7.A-1)
(Warna hijau tua, ukuran A-4)
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
………………………………………………………………………………
BIDANG KEGIATAN:*
PKM . . . . . . . . . . . . .
Diusulkan oleh:
_______________________ (Nama Ketua Kelompok)
_______________________ (Nama-nama Anggota Kelompok)
_______________________ (Penulisan Nama Ketua maupun Anggota harus )
_______________________ (menyertakan NIM dan tahun angkatan)
NAMA PERGURUAN TINGGI
KOTA
TAHUN
* Pilih salah satu bidang kegiatan (PKMP, PKMT, PKMK, PKMM)
Logo
Perguruan
Tinggi
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 345
HALAMAN PENGESAHAN
USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (Form F7.A-2)
1. Judul Kegiatan :
2. Bidang Kegiatan : ( ) PKMP ( ) PKMK
(Pilih salah satu) ( ) PKMT ( ) PKMM
3. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian
(Pilih salah satu) ( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa
( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora
( ) Pendidikan
4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : ……………………………………………………….
b. NIM : ……………………
c. Jurusan : ……………………………………………………….
d. Perguruan tinggi : ……………………………………………………….
e. Alamat Rumah : ……………………………………………………….
f. No Telp/HP : ……………………………………………………….
g. Email : …………………………………..
5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis: orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap : ………………………………………………………
b. NIP : ……………………..
c. Alamat Rumah : ………………………………………………………
d. No Telpon/HP : ………………………………………………………
7. Biaya Kegiatan Total :
a. Sumber Dikti : Rp …………………………………
b. Sumber lain (sebutkan .. . ) : Rp ………………………………..
8. Jangka Waktu Pelaksanaan : . . .. . bulan
__________, ___________
Menyetujui
Ketua Jurusan/Program Studi/ Ketua Pelaksana Kegiatan
Pembimbing Unit Kegiatan mahasiswa
(__________________________) (_________________________)
NIP. NIM.
Pembantu atau Wakil Rektor Bidang Dosen Pendamping
Kemahasiswaan/Direktur Politeknik/
Ketua Sekolah Tinggi,
(__________________________) (_________________________)
NIP. NIP.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 346
KRITERIA PENILAIAN USUL KEGIATAN PKMP (Form F7.A-3)
No Kriteria Bobot Skor
Nilai
(Bobot x Skor)
1 Kreativitas:
a. Gagasan
b. Perumusan Masalah
c. Tinjauan Pustaka
25
2 Metode Penelitian:
d. Kesesuaian metode
30
3 Kegunaan:
e. Kontribusi perkembangan ilmu dan
teknologi
f. Potensi publikasi artikel ilmiah
25
4 Penjadwalan Kegiatan
g. Lengkap, jelas, waktu sesuai
10
5 Penyusunan Anggaran Biaya
h. Lengkap, rinci, wajar dan jelas
peruntukannya
10
T O T A L 100
Skor yang diberikan: 1, 2, 3, 5, 6 dan 7. Usul kegiatan yang diterima harus
mendapatkan nilai minimum 500. Untuk usul kegiatan yang ditolak, kriteria penolakan
menggunakan komponen yang ada dalam kriteria penilaian (a s/d h) ditambah satu
komponen (i) Lainnya, yang perlu disebutkan.
KRITERIA PENILAIAN USUL KEGIATAN PKMT (Form F7.A-4)
No Kriteria Bobot Skor
Nilai
(Bobot x Skor)
1 Kreativitas:
a. Gagasan
b. Perumusan Masalah
c. Tinjauan Pustaka
20
2 Metode Pelaksanaan:
d. Kesesuaian metode
25
3 Kegunaan:
e. Kontribusi terhadap masyarakat
f. Potensi paten
35
4 Penjadwalan Kegiatan
g. Lengkap, jelas, waktu sesuai
10
5 Penyusunan Anggaran Biaya
h. Lengkap, rinci, wajar dan jelas
peruntukannya
10
T O T A L 100
Skor yang diberikan: 1, 2, 3, 5, 6 dan 7. Usul kegiatan yang diterima harus
mendapatkan nilai minimum 500. Untuk usul kegiatan yang ditolak, kriteria penolakan
menggunakan komponen yang ada dalam kriteria penilaian (a s/d h) ditambah satu
komponen (i) Lainnya, yang perlu disebutkan.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 347
KRITERIA PENILAIAN USUL KEGIATAN PKMK (Form F7.A-5)
No Kriteria Bobot Skor
Nilai
(Bobot x Skor)
1 Kreativitas:
a. Gagasan
b. Perumusan Masalah
20
2 Metode Pelaksanaan:
c. Rencana usaha
d. Kesesuaian metode
30
3 Potensi program:
e. Perolehan profit
f. Keberlanjutan usaha
30
4 Penjadwalan Kegiatan
g. Lengkap, jelas, waktu sesuai
10
5 Penyusunan Anggaran Biaya
h. Lengkap, rinci, wajar dan jelas
peruntukannya
10
T O T A L 100
Skor yang diberikan: 1, 2, 3, 5, 6 dan 7. Usul kegiatan yang diterima harus
mendapatkan nilai minimum 500. Untuk usul kegiatan yang ditolak, kriteria penolakan
menggunakan komponen yang ada dalam kriteria penilaian (a s/d h) ditambah satu
komponen (i) Lainnya, yang perlu disebutkan.
KRITERIA PENILAIAN USUL KEGIATAN PKMM (Form F7.A-6)
No Kriteria Bobot Skor
Nilai
(Bobot x Skor)
1 Kreativitas:
a. Gagasan
b. Perumusan Masalah
c. Ketepatan masyarakat sasaran
30
2 Metode Pelaksanaan:
d. Kesesuaian metode
20
3 Manfaat bagi masyarkat:
e. Kontribusi untuk masyarakat
f. Potensi untuk meningkatkan nilai
tambah
30
4 Penjadwalan Kegiatan
g. Lengkap, jelas, waktu sesuai
10
5 Penyusunan Anggaran Biaya
h. Lengkap, rinci, wajar dan jelas
peruntukannya
10
T O T A L 100
Skor yang diberikan: 1, 2, 3, 5, 6 dan 7. Usul kegiatan yang diterima harus
mendapatkan nilai minimum 500. Untuk usul kegiatan yang ditolak, kriteria penolakan
menggunakan komponen yang ada dalam kriteria penilaian (a s/d h) ditambah satu
komponen (i) Lainnya, yang perlu disebutkan.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 348
FORMAT PEMANTAUAN KEGIATAN PKM (Form F7.A-7)
TAHUN ANGGARAN . . . . .
1. a. Perguruan Tinggi : ………………………………………………………
b. Fakultas/Program Studi : ………………………………………………………
2. a. Ketua Pelaksana : ………………………………………………………
b. Jumlah anggota : ………… orang
3. a. Judul Program : ………………………………………………………
b. Jenis PKM : ( ) PKMP ( ) PKMT ( ) PKMK ( ) PKMM
4. Biaya Pelaksanaan : Rp. ………………………..………………………
5. a. Lokasi Pelaksanaan PKM : Laboratorium / Rumah Kaca / Lapangan *)
b. Nama Lokasi : ………………………………………………………
Alamat Lokasi ………………………………………………………
6. Waktu Pelaksanaan PKM :
a. Tanggal rencana mulai : ………………………………………………………
b. Tanggal riil mulai : ………………………………………………………
c. Tanggal rencana selesai : ………………………………………………………
d. Tanggal perkiraan selesai : ………………………………………………………
7. Peranan Pembimbing / Bidang Kemahasiswaan :
a. Seleksi usul PKM (Proposal) : Ya / Tidak *)
b. Menyelenggarakan Seminar Proposal : Ya / Tidak *)
c. Memantau Pelaksanaan PKM : Ya / Tidak *)
d. Menyelenggarakan Seminar Hasil PKM : Ya / Tidak *)
e. Menggandakan dan Mengirim Laporan : Ya / Tidak *)
f. Memberikan Pelayanan Lainnya, sebutkan : ……………………………….
…………………………………………………………………………………………
8. Keterlibatan anggota dalam pelaksanaan PKM :
 Mhs semester : ……, dari PS …………………………….…. , aktif / tak aktif *)
 Mhs semester : ……, dari PS ……………………….………. , aktif / tak aktif *)
 Mhs semester : ……, dari PS ……………………….………. , aktif / tak aktif *)
 Mhs semester : ……, dari PS ………………………….……. , aktif / tak aktif *)
 Mhs semester : ……, dari PS ……………………….………. , aktif / tak aktif *)
 Uraian kerjasama Tim : …………………………………………………..
…………………………………………………………………………….……………
9. Kesesuaian pelaksanaan PKM dengan usul :
a. Waktu pelaksanaan : sesuai / menyimpang *)
b. Lokasi pelaksanaan : sesuai / menyimpang *)
c. Bahan yang digunakan : sesuai / menyimpang *)
d. Alat yang digunakan : sesuai / menyimpang *)
e. Khalayak sasaran : sesuai / menyimpang *)
f. Metoda yang digunakan : sesuai / menyimpang *)
g. Personalia : sesuai / menyimpang *)
h. Biaya : sesuai / menyimpang *)
Penjelasan ketidak-sesuaian (bila ada) : …………………..….………………
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 349
10. Uraian Kreativitas Pelaksanaan Program : …………………………………..….
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
11. Uraian Kreativitas Luaran* (Barang/Jasa/system/Karya Seni/Model/Prototipe
Alat/Proses/…………….) – pilihan jenis luaran ditentukan tim pelaksana PKM
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
12. Masalah yang dihadapi Pelaksana serta cara penyelesaiannya :
Permasalahan di Lapangan Cara Penyelesaian Masalah
13. Manfaat Program : ……………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
14. Potensi Khusus :
a. Peluang Paten (PKMP, PKMT) : Tak ada / Ada : tinggi/sedang/rendah *)
b. Peluang Komersial (PKMP, PKMT) : Tak ada / Ada : tinggi/sedang/rendah *)
c. Peluang Keberlanjutan Bisnis (PKMK) : Tak ada / Ada : tinggi/sedang/rendah *)
d. Keberlanjutan dan Dampak di Masyarakat : Tak ada / Ada : tinggi/sedang/rendah *)
15. Cara Pemantauan (bisa lebih dari satu) :
( ) Wawancara ( ) Melihat data, foto, laporan
( ) Kunjungan lapangan/lokasi ( ) Kunjungan ke lab./studio
( ) Lainnya, sebutkan : ………………………………………………………
16 Foto-foto pelaksanaan PKM (kalau perlu di lembar terpisah)
……………………………………………………………………….…………………
17. Penilaian Umum dan Saran : ………………………………………………………
……………………………………………………………………………………….…
18. REKOMENDASI :
( ) Diusulkan sebagai calon peserta PIMNAS, nilai = …. (skala 0 – 100)
( ) Tidak diusulkan sebagai calon peserta PIMNAS, nilai = …. (skala 0 – 100)
Judul yang diusulkan untuk PIMNAS minimal mendapat nilai 75.
………….. , ……………………
Pemantau,
…………………….
*) coret yang tidak perlu
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 350
FORMAT KULIT MUKA LAPORAN AKHIR PKM (Form F7.A-8)
(Warna biru, ukuran A-4)
LAPORAN AKHIR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . *
Oleh:
_______________________ (Nama Ketua Kelompok, Penulis Utama)
_______________________ (Nama-nama Anggota Kelompok)
_______________________ (Penulisan Nama Ketua maupun Anggota harus )
_______________________ (menyertakan NIM dan tahun angkatan)
NAMA PERGURUAN TINGGI
KOTA
TAHUN
* Tulis sesuai proposal: PKMP, PKMT, PKMK, atau PKMM
JUDUL KEGIATAN
Logo
Perguruan
Tinggi
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 351
HALAMAN PENGESAHAN (Form F7.A-9)
LAPORAN AKHIR PKM
1. Judul Kegiatan :
2. Bidang Kegiatan : ( ) PKMP ( ) PKMK
(Pilih salah satu) ( ) PKMT ( ) PKMM
3. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian
(Pilih salah satu) ( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa
( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora
( ) Pendidikan
4. Ketua Pelaksana Kegiatan/Penulis Utama
a. Nama Lengkap :
h. NIM :
i. Jurusan :
j. Universitas/Institut/Politeknik :
k. Alamat Rumah dan No Tel./HP :
l. Alamat email :
5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis: orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar :
b. NIP :
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP :
7. Biaya Kegiatan Total :
a. Dikti : Rp
b. Sumber lain (sebutkan . . . ) : Rp
8. Jangka Waktu Pelaksanaan : . . . . . bulan
__________, ______________
Menyetujui
Ketua Jurusan/Program Studi/ Ketua Pelaksana Kegiatan
Pembimbing Unit Kegiatan mahasiswa
(__________________________) (_________________________)
NIP. NIM.
Pembantu atau Wakil Rektor Bidang Dosen Pendamping
Kemahasiswaan/Direktur Politeknik/
Ketua Sekolah Tinggi,
(__________________________) (_________________________)
NIP. NIP.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 352
SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR (Form F7.A-10)
Halaman
LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
ABSTRAK . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
I. PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
1. Latar Belakang Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
2. Perumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
3. Tujuan Program . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
4. Luaran yang Diharapkan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
5. Kegunaan Program . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
II. TINJAUAN PUSTAKA (untuk PKMP dan PKMT) . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
II. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA (untuk PKMK) . . . . . . . . . . . . . .
II. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN (untuk PKMM) . . . . . . . .
III. METODE PENDEKATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
IV. PELAKSANAAN PROGRAM . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
2. Tahapan Pelaksanaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
3. Instrumen Pelaksanaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
V. KESIMPULAN DAN SARAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
DAFTAR PUSTAKA (untuk PKMP dan PKMT) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
LAMPIRAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
PENJELASAN SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR PKM
1. Abstrak: berisi tidak lebih dari 250 kata dan merupakan intisari seluruh tulisan
yang meliputi latar belakang, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan. Di bawah
abstrak disertakan 3-5 kata kunci (key words)
2. Pendahuluan: merupakan gambaran umum dari observasi awal dan fenomena
mengenai topik yang diangkat. Latar belakang, rumusan, tujuan dari kegiatan
(penelitian, pengabdian, atau yang lainnya) serta manfaat untuk waktu yang akan
datang ditunjukkan dalam pendahuluan (lihat sistematika usulan PKM )
3. Tinjauan Pustaka, Gambaran Umum Rencana Usaha, Gambaran Umum
Masyarakat Sasaran: lihat sistematika usulan PKM
4. Metode Pendekatan: lihat sistematika usulan PKM
5. Pelaksanaan Program: cukup jelas
6. Hasil dan Pembahasan: Hasil menjelaskan tentang apa saja yang diperoleh dari
observasi. Data dapat diringkas dalam bentuk tabel dan gambar. Pembahasan
umumnya berisi uraian dan analisis berkaitan dengan temuan-temuan dari
observasi yang telah dilakukan, terutama dalam konteks yang berhubungan
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 353
dengan apa yang pernah dilakukan oleh orang lain. Interpretasi dan ketajaman
analisis dari penulis terhadap hasil yang diperoleh dikemukakan di sini, termasuk
pembahasan tentang pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari hasil observasi
serta dugaan ilmiah yang dapat bermanfaat untuk kelanjutan bagi
penelitian/kegiatan mendatang. Pemecahan masalah yang berhasil dilakukan,
perbedaan dan persamaan dari hasil pengamatan terhadap informasi yang
ditemukan dalam berbagai pustaka (penelitian/ kegiatan terdahulu) perlu
mendapatkan catatan disini.
7. Kesimpulan dan Saran: merupakan bagian akhir tulisan yang membawa
pembaca keluar dari pembahasan. Secara umum kesimpulan menunjukkan
jawaban atas tujuan yang telah dikemukakan dalam pendahuluan
8. Daftar Pustaka: lihat sistematika usulan PKM
KRITERIA PENILAIAN LAPORAN AKHIR PKM (Form F7.A-11)
No Kriteria Bobot Skor
Nilai
(Bobot x Skor)
1 Kreativitas:
a. Originalitas
b. Kebaharuan
c. Inovatif
d. Kemanfaatan
e. Kemandirian
40
2 Kesesuaian dengan Usulan:
f. Metode pelaksanaan program
g. Luaran
10
3 Kegunaan Hasil:
h. Kontribusi untuk khalayak sasaran
sesuai bidang PKM
25
4 Penulisan Laporan:
i. Ringkasan
j. Pendahuluan
k. Metode pelaksanaan program
l. Hasil pelaksanaan dan pembahasan
m. Kesimpulan dan saran
n. Daftar Pustaka (PKMP dan PKMT)
o. Lampiran
25
T O T A L 100
Skor yang diberikan: 1, 2, 3, 5, 6 dan 7. Hasil penilaian: Ditolak / Diterima / Diusulkan
sebagai calon peserta Pimnas. Laporan akhir yang diterima harus mendapatkan nilai
minimum 300. Laporan akhir yang direkomendasikan untuk diikutkan sebagai calon
peserta Pimnas harus mendapatkan nilai minimum 500.
Untuk usul kegiatan yang ditolak, kriteria penolakan menggunakan komponen yang
ada dalam kriteria penilaian (a s/d o) ditambah satu komponen (p) Lainnya, yang
perlu disebutkan.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 354
KRITERIA PENILAIAN SEMINAR NASIONAL PKM DALAM PIMNAS
(Form F7.A-12)
No Kriteria Bobot Skor
Nilai
(Bobot x Skor)
1 Hasil:
a. Kreativitas
b. Kegunaan sesuai bidang PKM
- Kontribusi bagi perkembangan
ilmu dan teknologi bagi PKMP
- Kontribusi terhadap pemecahan
masalah yang dihadapi
masyarakat serta potensi paten
bagi PKMT
- Perolehan profit dan
keberlanjutan usaha bagi PKMK
- Kontribusi untuk meningkatkan
nilai tambah di masyarakat bagi
PKMM
c. Ketajaman analisis
40
2 Tulisan dan Presentasi:
a. Sistematika penulisan
b. Cara presentasi (sikap, sistematika)
c. Alat bantu (audio-visual)
e. Ketepatan waktu
30
3 Diskusi:
a. Cara menjawab
b. Ketepatan jawaban
c. Kerja sama kelompok
30
T O T A L 100
Skor yang diberikan : 1, 2, 3, 5, 6 dan 7
Hasil penilaian dan konsekuensi penghargaannya mengikuti aturan yang khusus
diterbitkan untuk Pimnas.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 355
PKM DAN MEKANISME PENYELENGGARAAN PIMNAS (Form 7.A)
Mahasiswa, Dosen Pembimbing
PR III
PENGAJUAN DP2M DIKTI
USUL PROPOSAL PKM
SELEKSI/EVALUASI
PROPOSAL PKM
HASIL EVALUASI JUMLAH
JUDUL YANG DIDANAI
PELAKSANAAN
KEGIATAN
MONITORING
PELAKSANAAN PKM
LAPORAN HASIL
PELAKSANAAN PKM
Entry Data proposal
PENGUMUMAN
Proposal dengan Perbaikan
EVALUASI HASIL MONITORING
Perjanjian Pelaksanaan Kegiatan/Kontrak
(DP2M dengan PR III)
PIMNAS
DANA 30%
Perguruan
Tinggi
Proposal tanpa
Perbaikan
DANA 70%
Bulan
Rekomendasi ke PIMNAS
Jumlah > Kuota ?
(untuk satu PT)
Seleksi oleh PT dari calon
peserta yang direkomendasikan
oleh DIKTI
Tidak
Ya
8 -10
11
12/1
1/2
1/2 – 4/5
3/4
7
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 356
B. PKM PENULISAN ILMIAH
1. Umum
Program Kreativitas Mahasiswa Penulisan Ilmiah, disingkat PKMI,
merupakan salah satu dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang
dikoordinasikan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat (DP2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan Nasional. Berbeda dengan keempat jenis PKM yang lain [PKM
Penelitian (PKMP), PKM Penerapan Teknologi (PKMT), PKM
Kewirausahaan (PKMK), dan PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM)]
yang merupakan pelaksanaan kegiatan, dalam PKMI tidak ada
pelaksanaan kegiatan berupa penelitian, penerapan teknologi,
kewirausahaan maupun pengabdian kepada masyarakat. Dalam keempat
jenis PKM yang lain, kelompok mahasiswa mengajukan usulan kegiatan
yang akan didanai oleh DP2M, sebaliknya dalam PKMI kelompok
mahasiswa mengusulkan suatu karya tulis dalam bentuk artikel ilmiah.
Karya tersebut ditulis berdasarkan pada kegiatan yang telah selesai
dilakukan oleh kelompok mahasiswa pengusul tersebut, untuk
memenangkan hadiah atau insentif apabila dinilai baik oleh tim penilai.
Program Kreativitas Mahasiswa Penulisan Ilmiah bertujuan
memacu kemampuan mahasiswa untuk menuangkan pemikiran dan hasilhasil
kegiatan ilmiah yang telah dilakukannnya dalam bentuk sebuah
artikel ilmiah yang mengacu kepada standar penulisan jurnal ilmiah.
Dengan demikian program ini diharapkan mampu mengantarkan
mahasiswa untuk memiliki kemampuan menulis secara runut yang
meliputi kemampuan untuk menguraikan suatu permasalahan sehingga
mendorong perlunya dilakukan usaha pemecahan masalah atau
pencarian solusi dengan tujuan tertentu, kaitannya dengan usaha-usaha
yang mungkin telah dilakukan oleh orang lain, teknik dan landasan
metode pemecahan masalah yang dipilih disertai dengan kemampuan
menguraikan landasan teori yang terkait dengan permasalahan yang
dibahas, serta ketajaman dalam membahas dan menganalisis hasil yang
diperoleh, yang akhirnya bermuara pada penyimpulan dari pemecahan
masalah yang telah dilakukan.
Dampak lain yang ingin dicapai melalui program ini ialah terjadinya
diseminasi hasil kegiatan mahasiswa yang cukup berarti sehingga mampu
memberikan kontribusi terhadap kemajuan ilmu dan teknologi. Hal ini
akan tercapai terutama apabila artikel yang telah dinyatakan lolos oleh tim
reviewer dapat diterbitkan dalam salah satu jurnal ilmiah di bidangnya
yang terbit di tanah air. Berkaitan dengan harapan ini, pihak DP2M Ditjen
Dikti juga merencanakan untuk meng-upload artikel PKMI yang lolos
seleksi untuk diletakkan di situs web Dikti (http://www.dikti.org/p3m).
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 357
Ada tiga karakteristik utama dari PKMI, yaitu: a) tidak ada usulan
pembiayaan; b) usulan berupa artikel ilmiah siap terbit yang mengikuti
kaidah penulisan ilmiah yang lazim dijumpai di jurnal ilmiah; c) sumber
penulisan artikel ilmiah tersebut adalah kegiatan yang telah selesai
dilakukan dan pelaku kegiatan tersebut adalah kelompok mahasiswa
pengusul/pembuat artikel ilmiah PKMI. Karakteristik terakhir ini sekaligus
menunjukkan bahwa sumber penulisan merupakan kegiatan, bukan
laporan. Kegiatan yang dapat dijadikan sumber penulisan ialah kegiatan
ilmiah yang memiliki aspek pemecahan masalah (problem solving), bisa
dalam bentuk Praktek Lapang, Kuliah Kerja Nyata, Magang, Penelitian
oleh kelompok mahasiswa secara mandiri (bagi mahasiswa yang
membentuk Kelompok Studi/Riset misalnya), Studi Kasus Kelompok
dalam rangka Tugas Khusus Mata Kuliah tertentu, serta kegiatan lain
dalam rangka kompetisi ilmiah seperti PKMP, PKMT, PKMK, PKMM,
Program Kewirausahaan dan Penelitian Inovatif terkait dengan kegiatan
Program Due-Like atau lainnya. Untuk kegiatan yang telah selesai
dilakukan tersebut, kemungkinan sudah dibuat sebuah laporan lengkap
oleh kelompok mahasiswa yang bersangkutan sehingga akan
mempermudah bagi kelompok mahasiswa pengusul untuk menulis ulang
dalam bentuk artikel ilmiah, namun bukan berarti kegiatan yang belum
ada laporannya tidak dapat dijadikan sumber penulisan ilmiah. Sebagai
catatan, apabila dari kegiatan tersebut pernah dibuat suatu artikel ilmiah
(bukan laporan kegiatan) dan telah diterbitkan atau memenangkan suatu
lomba penulisan ilmiah, maka penulisan untuk PKMI dengan judul yang
sama tidak diperbolehkan.
Dalam Program Kreativitas Mahasiswa, kreativitas dan kerja sama
tim merupakan dua unsur yang diprioritaskan. Oleh karena itu, mulai
implementasi PKMI tahun 2006, sumber penulisan penelitian mahasiswa
tunggal dalam rangka Skripsi atau Tugas Akhir tidak diperkenankan lagi
karena tidak adanya unsur pengembangan kerja sama tim. Keputusan ini
juga merupakan konsekuensi peraturan baru dalam rangka Pekan Ilmiah
Mahasiswa Nasional (Pimnas) yang tidak mengizinkan peserta yang tidak
lagi berstatus mahasiswa, mulai berlaku pada Pimnas 2006 di Malang.
Untuk diketahui bahwa karya PKMI yang mendapatkan hadiah dan
sebagian di antaranya dipandang terbaik akan direkomendasikan untuk
mengikuti Pimnas pada periode berikutnya. Jangka waktu mulainya
menulis PKMI sampai pelaksanaan Pimnas yang cukup panjang (sekitar
1,5 tahun) dalam proses seleksi PKMI sejak pertama kali diluncurkan
sampai dengan tahun anggaran 2005 direncanakan untuk diperpendek
mulai tahun anggaran 2006 sehingga diharapkan hanya memerlukan
waktu sekitar satu semester. Batas penyerahan artikel PKMI adalah pada
bulan Maret setiap tahun anggaran, dan bagi PKMI terbaik akan
direkomendasikan untuk dipanggil Pimnas pada Juli tahun berikutnya.
Mengingat luasnya sumber yang dapat digunakan sebagai bahan
penulisan PKMI serta topik dapat sangat menyebar, maka mulai tahun
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 358
2006 pengajuan artikel PKMI dikelompokkan ke dalam tujuh bidang ilmu,
yaitu:
a. Bidang Kesehatan, meliputi: Farmasi, Gizi, Kebidanan, Kedokteran,
Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Psikologi.
b. Bidang Pertanian, meliputi: Kedokteran Hewan, Kehutanan, Kelautan,
Perikanan, Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian.
c. Bidang MIPA, meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia,
Matematika.
d. Bidang Teknologi dan Rekayasa, meliputi: Informatika, Teknik,
Teknologi Pertanian.
e. Bidang Sosial Ekonomi, meliputi : Agribisnis (Pertanian), Ekonomi, Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik.
f. Bidang Humaniora, meliputi : Agama, Bahasa, Budaya, Filsafat,
Hukum, Sastra, Seni.
g. Bidang Pendidikan, meliputi Program Studi Ilmu-Ilmu Pendidikan di
bawah Fakultas Kependidikan.
Untuk program studi lain yang belum termasuk dalam
pengelompokan bidang ilmu di atas, pengusul dapat memilih kelompok
bidang ilmu yang terdekat. Perlu diketahui bahwa pengelompokan bidang
ilmu tersebut tidak berhubungan dengan kuota bidang ilmu, tetapi akan
digunakan sebagai salah satu dasar alokasi reviewer dalam
seleksi/evaluasi artikel PKMI sesuai bidangnya, dan sekaligus
mempermudah pengelompokan dalam penjurian Pimnas bidang PKMI.
2. Tata Cara Penulisan Artikel PKMI
a. Persyaratan Administratif
1) Peserta Program Kreativitas Mahasiswa Penulisan Ilmiah (PKMI)
adalah kelompok mahasiswa yang sedang mengikuti program
pendidikan S1 atau Diploma secara aktif. Mahasiswa pengusul dapat
berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu
program studi yang sama, bergantung pada bidang kegiatan yang
telah selesai dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan
tinggi yang sama. Keanggotaan mahasiswa berasal dari minimal 2
(dua) angkatan yang berbeda.
2) Seorang mahasiswa tidak dilarang untuk masuk dalam kelompok
pengusul PKMI yang berbeda (lebih dari satu kelompok PKMI). Hal
ini didasarkan pada kenyataan bahwa artikel PKMI ditulis dari
sumber kegiatan yang telah selesai dan kemungkinan seorang
mahasiswa telah menyelesaikan beberapa kegiatan dalam kelompok
yang berbeda. Namun demikian, mempertimbangkan alokasi waktu,
penyebaran dana, serta pelibatan mahasiswa sebanyak mungkin,
seorang mahasiswa hanya dibenarkan mengirimkan sebanyakbanyaknya
dua artikel PKMI, satu sebagai ketua kelompok, satu
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 359
sebagai anggota kelompok, atau kedua-duanya sebagai anggota
kelompok penulisan artikel PKMI.
3) Seorang dosen pembimbing juga diperkenankan membimbing lebih
dari satu kelompok pengusul PKMI, sesuai dengan statusnya saat
pembimbingan kegiatan yang telah selesai dilakukan.
4) Usul Artikel PKMI diberi sampul sesuai dengan Form F7.B-1.
5) Menyertakan halaman pengesahan dari institusi pengusul sesuai
dengan Form F7.B-2.
6) Menyertakan halaman pengesahan “Sumber Penulisan Ilmiah”
sesuai Form F7.B-3.
7) Naskah diserahkan dalam bentuk hardcopy siap terbit (camera
ready) serta soft copy dalam CD dengan format Microsoft Word (doc)
dan Adobe Acrobat Reader (pdf). Foto dan gambar kalau perlu
disimpan dalam direktori terpisah (sebagai cadangan) dalam CD.
Format gambar yang disarankan adalah JPG, untuk foto bisa berasal
dari camera digital atau hasil digitasi menggunakan scanner. Semua
file disimpan dalam sebuah folder/direktori dengan nama
folder/direktori mengikuti aturan penamaan sebagai berikut:
PKMI-nn-NamaPT-NamaDepanKetua-Judul_3_Kata_Pertama
dengan nn : tahun anggaran pendanaan kegiatan
NamaPT : Singkatan perguruan tinggi yang biasa digunakan
Contoh:
PKMI-06-UNIBRAW-Wahyudi-Pengaruh Suhu dan Tekanan
PKMI-06-UMS-Agung-Ketahanan Masyarakat Terhadap ….
8) Untuk setiap file yang disertakan, usahakan untuk memberi nama
yang menggambarkan isi dari file tersebut
9) Pengajuan usulan artikel PKMI dilakukan secara kolektif oleh
perguruan tinggi. Bagi mahasiswa yang berasal dari PTS, harus
memberikan surat tembusan pada Kopertis.
b. Persyaratan Penulisan
1) Tulisan/naskah bersumber dari karya kreatif pada bidang pendidikan
seperti Praktek Lapang, Kuliah Kerja Nyata, Magang, Penelitian oleh
kelompok mahasiswa secara mandiri (bagi mahasiswa yang
membentuk Kelompok Studi/Riset misalnya), Studi Kasus Kelompok
dalam rangka Tugas Khusus Mata Kuliah tertentu, serta kegiatan lain
dalam rangka kompetisi ilmiah seperti PKMP, PKMT, PKMK, PKMM,
Program Kewirausahaan dan Penelitian Inovatif terkait dengan
kegiatan Program Due-Like atau lainnya. Karya tersebut telah
dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa sendiri. Jumlah anggota
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 360
kelompok 3 s/d 5 orang dan merupakan mahasiswa program S1 atau
Diploma yang masih aktif.
2) Naskah belum pernah diterbitkan/dipublikasikan sebelumnya
(naskah yang pernah diterbitkan di suatu jurnal dan naskah yang
pernah memenangkan suatu lomba penulisan ilmiah tidak berhak
lagi diajukan sebagai artikel PKMI).
3) Naskah ditulis menggunakan aplikasi pengolah kata Microsoft Word.
Untuk penyerahan akhir disertai juga dengan format Adobe Acrobat
Reader.
4) Naskah ditulis minimal 8 halaman dan maksimal 12 halaman
termasuk abstrak, daftar pustaka, dan lampiran. Jumlah halaman
yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut dapat mengurangi
penilaian.
5) Bahasa Indonesia yang digunakan hendaknya baku dengan tata
bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, jelas, satu
kesatuan, mengutamakan istilah yang mudah dimengerti, tidak
menggunakan singkatan seperti “tdk”, “tsb”, “yg”, “dgn”, “sbb”, “dll”.
c. Petunjuk Pengetikan
Tanpa mengurangi kreativitas dari pengusul, usulan hendaknya
ditulis dengan mengikuti sistematika sebagai berikut:
1) Naskah diketik 1 spasi pada kertas berukuran A4 dengan font 12,
roman time style, jarak pengetikan 4 cm dari samping kiri, 3 cm dari
samping kanan, 3 cm dari batas atas, dan 2,5 cm dari batas bawah
2) Cara penulisan Bab dan Subbab tidak menggunakan sistem
numeral, artinya tidak ada penomoran Bab dan Sub-bab. Penulisan
bab baru mengikuti bab sebelumnya dengan jarak 3 spasi antara
judul bab dengan baris terakhir bab sebelumnya (tidak berganti
halaman baru)
3) Judul artikel diketik menggunakan huruf besar (kapital) dengan font
style bold (cetak tebal) dengan posisi di tengah tanpa digarisbawahi
4) Judul Bab diketik menggunakan huruf besar (kapital) dengan font
style bold (cetak tebal) dimulai dari sebelah kiri tanpa digaris-bawahi
5) Judul Subbab ditulis dengan font style bold (cetak tebal), dimulai dari
sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar
(kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti preposisi (“di”, “ke”, “dari”,
“yang”, “antara”, “pada”, “untuk”, “tentang”, “dengan”); kata sambung
(“dan”, “atau”, “sejak”, “setelah”, “karena”)
6) Judul Anak Subbab ditulis dengan font style italic (cetak miring)
dimulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan
huruf besar (kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti preposisi (“di”,
“ke”, “dari”, “yang”, “antara”, “pada”, “untuk”, “tentang”, “dengan”);
kata sambung (“dan”, “atau”, “sejak”, “setelah”, “karena”).
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 361
7) Jarak pengetikan antara Bab dan Subbab 2,5 spasi, antara Subbab
dan kalimat dibawahnya 2 spasi
8) Alinea baru diketik menjorok ke dalam (diberi indentation) sebanyak
7-8 karakter (sekitar 1,25 cm)
9) Abstrak dan Daftar Pustaka diketik 1 spasi. Khusus abstrak ditulis
menggunakan font style italic (cetak miring).
10) Nama-nama penulis beserta alamat institusinya diketik tepat di
bawah judul artikel dengan jarak 2 spasi
11) Bagian kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul,
nama/daftar anggota kelompok, halaman pengesahan serta kata
pengantar apabila ada, diberi nomor halaman menggunakan angka
romawi kecil dan diketik di sebelah kanan bawah (i, ii, dan
seterusnya)
12) Bagian utama (naskah artikel) diberi nomor halaman menggunakan
angka arab yang dimulai dengan nomor halaman 1 (satu) dan diketik
di sebelah kanan atas dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm
dari tepi atas
13) Tabel diberi judul dengan penomoran tabel sesuai dengan urutan
kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel
dengan nomor tabel menggunakan angka arab
14) Gambar baik dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dengan
penomoran gambar sesuai dengan urutan kemunculannya dalam
naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor
gambar menggunakan angka arab
15) Hindari penggunaan warna dalam gambar, gunakan teknik greyscale
untuk mengemulasi warna dalam foto atau diagram, dan
gunakan patern/pola untuk menggantikan warna dalam grafik garis
ataupun diagram
3. Sistematika Penulisan Artikel PKMI
Tanpa mengurangi kreativitas dari penulis, naskah hendaknya
ditulis dengan sistematika sebagai berikut: diawali dengan Judul, Nama
Penulis (termasuk alamat/nama institusi), Abstrak dan Kata Kunci, lalu
diikuti dengan Pendahuluan (termasuk latar belakang, tinjauan pustaka,
dan tujuan), Metode Pendekatan atau Metode Penelitian atau Bahan dan
Metode atau Pendekatan Teoretik atau Konsideran Percobaan, Hasil,
Pembahasan (Hasil dan Pembahasan bisa digabung), Kesimpulan,
Ucapan Terima Kasih (Acknowledgment) bila ada, serta Daftar Pustaka.
Format penulisan rujukan, daftar pustaka, ilustrasi (tabel dan gambar)
mengikuti sistem Vancouver atau sistem Harvard. Namun demikian,
penulis diijinkan mengikuti sistematika dan format yang berbeda
sepanjang masih mengacu pada sistematika dan format dari sebuah
jurnal ilmiah yang memiliki ISSN. Untuk kasus yang demikian, maka
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 362
penulis diwajibkan untuk melampirkan sebuah kopi artikel dari jurnal yang
diikuti sistematika dan formatnya tersebut sebagai bukti.
Judul
Judul tulisan hendaknya menggambarkan isi pokok tulisan secara ringkas
dan jelas.
Nama-Nama Penulis
Nama-nama penulis dituliskan tepat dibawah judul, disertai dengan alamat
institusi penulis, serta catatan kaki untuk penulis korespondensi.
Abstrak
Abstrak berisi tidak lebih dari 250 kata dan merupakan intisari seluruh
tulisan yang meliputi: latar belakang, tujuan, metode, hasil dan
kesimpulan. Di bawah abstrak disertakan 3-5 kata kunci (key words).
Pendahuluan
Pendahuluan merupakan gambaran umum dari observasi awal dan
fenomena mengenai topik yang diangkat. Latar belakang, rumusan, tujuan
dari kegiatan (penelitian, pengabdian, atau yang lainnya) serta manfaat
untuk waktu yang akan datang ditunjukkan dalam pendahuluan. Dengan
merujuk dari berbagai sumber pustaka, pandangan singkat dari para
penulis/peneliti lain yang pernah melakukan pembahasan topik terkait
dapat dikemukakan di sini.
Metode Pendekatan
Judul dari bab ini untuk kegiatan penelitian dapat diganti dengan Metode
Penelitian atau Bahan dan Metode, namun dapat diberi judul lain
bergantung pada kegiatan dan metodologi yang telah dilakukan sehingga
penulis diberi kebebasan untuk memberi judul lain seperti Pendekatan
Teoritik atau Konsideran Percobaan. Secara umum, metode pendekatan
berisi tentang bagaimana observasi dilakukan termasuk waktu, lama, dan
tempat dilakukannya observasi, bahan dan alat yang digunakan, metode
untuk memperoleh data/informasi, serta cara pengolahan data dan
analisis yang dilakukan. Metode harus dijelaskan secara lengkap agar
peneliti lain dapat melakukan uji coba ulang. Acuan (referensi) diberikan
pada metode yang kurang dikenal.
Hasil
Bab ini menjelaskan tentang apa saja yang diperoleh dari observasi. Data
dapat diringkas dalam bentuk tabel dan gambar. Tidak ada spekulasi dan
interpretasi dalam bagian ini, yang ada hanya fakta.
Pembahasan
Umumnya berisi uraian dan analisis berkaitan dengan temuan-temuan
dari observasi yang telah dilakukan, terutama dalam konteks yang
berhubungan dengan apa yang pernah dilakukan oleh orang lain.
Interpretasi dan ketajaman analisis dari penulis terhadap hasil yang
diperoleh dikemukakan di sini, termasuk pembahasan tentang
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 363
pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari hasil observasi serta dugaan
ilmiah yang dapat bermanfaat untuk kelanjutan bagi penelitian
mendatang. Pemecahan masalah yang berhasil dilakukan, perbedaan dan
persamaan dari hasil pengamatan terhadap informasi yang ditemukan
dalam berbagai pustaka (penelitian terdahulu) perlu mendapatkan catatan
disini.
Kesimpulan
Kesimpulan merupakan bagian akhir tulisan yang membawa pembaca
keluar dari pembahasan. Secara umum kesimpulan menunjukkan
jawaban atas tujuan yang telah dikemukakan dalam pendahuluan.
Ucapan Terima Kasih
Apabila memang ada pihak yang telah membantu dalam kegiatan yang
dilakukan, maka ucapan terima kasih dapat disampaikan di sini.
Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk
dalam tubuh tulisan. Format perujukan pustaka mengikuti cara Harvard
atau cara Vancouver. Untuk setiap pustaka yang dirujuk dalam naskah
harus muncul dalam daftar pustaka, begitu juga sebaliknya setiap pustaka
yang muncul dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam tubuh
tulisan.
Penulisan Daftar Pustaka Sistem Harvard (author-date style)
Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan
urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi
dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara
menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun
publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam
naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf italic. Terdapat
banyak varian dari sistem Harvard yang digunakan dalam berbagai jurnal
di dunia.
Contoh :
Buller H, Hoggart K. 1994a. New drugs for acute respiratory distress
syndrome. New England J Med 337(6): 435-439.
Buller H, Hoggart K. 1994b. The social integration of British home owners
into French rural communities. J Rural Studies 10(2):197–210.
Dower M. 1977. Planning aspects of second homes. Di dalam Coppock JT
(ed.), Second Homes: Curse or Blessing? Oxford: Pergamon Pr. Hlm
210–237.
Grinspoon L, Bakalar JB. 1993. Marijuana: the Forbidden Medicine.
London: Yale Univ Pr.
Palmer FR. 1986. Mood and Modality. Cambridge: Cambridge Univ Pr.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 364
Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :
“Smith (1983) menemukan bahwa tumbuhan pengikat N dapat diinfeksi
oleh beberapa spesies Rhizobium yang berbeda”.
“Integrasi vertikal sistem rantai pasokan dapat menghemat total biaya
distribusi antara 15% sampai 25 % (Smith 1949, Bond et al. 1955, Jones
dan Green 1963).”
“Walaupun keberadaan Rhizobium normalnya mampu meningkatkan
pertumbuhan kacang-kacangan (Nguyen 1987), namun telah didapat pula
hasil yang berbeda bahkan berlawanan (Washington 1999).”
Penulisan Daftar Pustaka Sistem Vancouver (author-number style)
Sistem Vancouver menggunakan cara penomoran (pemberikan angka)
yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi). Dalam daftar
pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut
menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah
tulisan, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukannya
dibandingkan dengan cara pengurutan secara alfabetis menggunakan
nama penulis seperti dalam sistem Harvard. Sistem ini beserta variasinya
banyak digunakan dibidang kedokteran dan kesehatan.
Contoh :
(1) Prabowo GJ, Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress
syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-9.
(2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the Forbidden Medicine.
London: Yale Univ Pr; 1993.
(3) Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural Neurology and
Neuropsychology. Ed ke-2. New York: McGraw-Hill; 1997.
(4) Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod
1994; 20: 355-6.
(5) Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease. Emerg
Infect Dis [serial online] 1995 Jan-Mar; 1(1):[24 screens]. Available
from: URL: http://www/cdc/gov/ncidoc/EID/eid.htm. Accessed
December 25, 1999.
(6) Amerongen AVN, Michels LFE, Roukema PA, Veerman ECI. 1986.
Ludah dan kelenjar ludah arti bagi kesehatan gigi. Rafiah Arbyono
dan Sutatmi Suryo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pr; 1992.
hlm 1-42.
(7) Salim S. Pengaruh humiditas dan waktu penyimpanan serta cara
curing terhadap sifat fisik, kimia dan mekanik akrilik basis gigi tiruan.
Disertasi. Surabaya: Pascasarjana Universitas Airlangga; 1995. hlm
8-21.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 365
Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan:
“Uraian tentang dampak dari meluasnya flu burung telah disampaikan
oleh penulis dalam publikasi yang lain (1) Beberapa penulis lain juga telah
membahas secara luas terkait dengan masalah sosial yang berkaitan
dengan fenomena tersebut, terutama Lane (2,3) dan Lewis (4) Hasil
penelitian dari beberapa sumber menunjukkan bahwa penggunaan obat
flu konvensional dalam kasus flu burung dapat berakibat fatal (1,4,5)
bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian mendadak
(3,6).
Dua sumber bacaan berikut dapat digunakan untuk membantu penguasaan
teknik penulisan:
1). Gunawan AW, Achmadi SS, Arianti L. 2004. Pedoman Penyajian Karya
Ilmiah. Bogor: IPB Pr.
2). http://abacus.bates.edu/~ganderso/biology/resources/writing/
HTWgeneral.html
Secara garis besar, contoh sistematika penulisan artikel PKMI
dapat dilihat pada lampiran 7.B-1
4. Evaluasi Usul Artikel PKMI
Evaluasi terhadap usul artikel PKMI dilakukan oleh Tim Pakar dari
berbagi bidang ilmu yang merupakan bagian dari Tim Pengelola Program
di tingkat pusat yang dibentuk oleh Dikti. Kriteria penilaian usulan untuk
PKMI disajikan dalam Form F7.B-4. Setiap judul artikel PKMI akan
dievaluasi oleh dua orang pakar dengan kebidangan ilmu yang
bersesuaian dengan bidang ilmu dari judul program yang diusulkan.
Dalam proses evaluasi artikel PKMI yang diusulkan, evaluator akan
membuat catatan-catatan dan saran yang dituliskan langsung dalam
artikel yang dievaluasi, yang selanjutnya merupakan petunjuk bagi
pengusul untuk perbaikan artikelnya apabila telah dinyatakan lolos untuk
mendapatkan hadiah. Pengembalian artikel yang dinyatakan lolos dengan
perbaikan harus mengikuti aturan dalam Tata Cara Usul Artikel PKMI dan
Sistematika Penulisan Artikel PKMI. Pengiriman kembali usulan yang telah
diperbaiki dalam bentuk hardcopy dan softcopy dalam CD.
Artikel yang dinyatakan lolos evaluasi akan mendapatkan
hadiah/insentif berupa uang dengan besaran yang ditetapkan dalam
setiap tahun anggaran.
5. Seleksi Artikel PKMI dalam Pimnas
Artikel PKMI yang telah lolos dalam evaluasi usul artikel PKMI
secara otomatis merupakan kandidat calon peserta Pimnas kelompok
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 366
PKM bidang PKMI. Penentuan akhir dari artikel PKMI yang diundang ke
Pimnas ditentukan melalui beberapa pertimbangan dan pembatasan.
Mekanisme penetapan jumlah peserta Pimnas bidang PKMI dari setiap
perguruan tinggi dilakukan dengan mempertimbangkan komposisi dan
jumlah calon peserta keseluruhan yang direkomendasikan tim evaluator
Dikti, serta alokasi dana yang disediakan. Apabila jumlah calon peserta
dari suatu perguruan tinggi melebihi jumlah yang ditetapkan, maka
perguruan tinggi tersebut diminta untuk menyeleksi berdasarkan daftar
yang direkomendasikan oleh Dikti. Dengan demikian diperkirakan
kesenjangan jumlah peserta dari masing-masing perguruan tinggi tidak
akan terlalu besar, yang dimaksudkan untuk memberi kesempatan yang
sama bagi perguruan tinggi dalam berkompetisi. Mekanisme proses
pengusulan artikel PKMI sampai ke seminar presentasi di Pimnas dapat
dilihat pada Lampiran 7.B-2.
Untuk penentuan juara/pemuncak dalam Seminar Program
Kreativitas Mahasiswa Tingkat Nasional bidang PKMI dalam kegiatan
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, digunakan kriteria penilaian dalam
Form F7.B-5.
6. Contoh Judul Judul Artikel PKMI
1) Teknik Preparasi Cuplikan Superkonduktor YBCO Fasa-123
Menggunakan Reaksi Padatan
2) Pengaruh Implantasi Ion Molydenum Terhadap Laju Korosi Baja
Tahan Karat 304 di Lingkungan 0,005 M HCL
3) Analisis Kerentanan Kerusakan Terumbu Karang di Perairan
Kepulauan Karimunjawa dengan Bantuan Sistem Informasi
Geografis
4) Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa untuk Pembuatan List Profile
5) Formulasi Minuman Fungsional Instan dari Tanaman Kemangi
(Ocimum canum) sebagai Upaya Preventif terhadap Kanker Kolon
6) Inaktifasi Virus Avian Influensa (AI) untuk Pembuatan Vaksin AI
Inaktif dengan Penambahan Formalin Konsentrasi Bertingkat
7) Family Folder Sebagai Model Pembinaan Kesehatan Bagi Pasien
Tuberkulosis Paru dan Keluarganya (Laporan Kasus di Klinik
Menyehatkan Bangsa Kelurahan Cawang Kecamatan Kramatjati,
Kodya Jakarta Timur)
8) Analisis Hubungan Kualitas Jumlah Uang Beredar (M1) dengah
Pertumbuhan Ekonomi (PDB) di Indonesia
9) Perencanaan Pembangunan Desa dalam Upaya Mewujudkan
Kemandirian dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Paradigma
Participatory Rural Apraisal (PRA)
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 367
FORMAT SAMPUL MUKA USUL ARTIKEL PKMI (Form F7.B-1)
(Warna hijau muda, ukuran A-4)
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
………………………………………………………………………………
BIDANG KEGIATAN:
PKM Penulisan Ilmiah (PKMI)
Diusulkan oleh:
_______________________ (Ketua Kelompok/Penulis Utama)
_______________________ (Nama-nama Anggota Kelompok/Anggota Penulis)
_______________________ (Penulisan Nama Ketua maupun Anggota harus )
_______________________ (menyertakan NIM dan tahun angkatan)
NAMA PERGURUAN TINGGI
KOTA
TAHUN
Logo
Perguruan
Tinggi
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 368
HALAMAN PENGESAHAN USUL PKM (Form F7.B-2)
1. Judul Kegiatan :
2. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian
(Pilih salah satu) ( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa
( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora
( ) Pendidikan
3. Ketua Pelaksana Kegiatan/Penulis Utama
a. Nama Lengkap : …………………………………………………………
b. NIM : ……………………………
c. Jurusan : …………………………………………………………
d. Perguruan tinggi : …………………………………………………………
e. Alamat Rumah : …………………………………………………………
f. No Telp/HP : …………………………………………………………
g. Alamat email : …………………………………………
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : …… orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap : …………………………………………………………
b. NIP : ………………………………
c. Alamat Rumah : ………………………………………………………..
d. No Telp/HP : ………………………………………………………..
6. Biaya Kegiatan Total :
a. Sumber Dikti : Rp …………………………………..
b. Sumber lain (sebutkan . …… . ) : Rp …………………………………..
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : . . . . . . bulan
__________, ___________
Menyetujui
Ketua Jurusan/Program Studi/ Ketua Pelaksana Kegiatan
Pembimbing Unit Kegiatan mahasiswa
(__________________________) (_________________________)
NIP. NIM.
Pembantu atau Wakil Rektor Bidang Dosen Pendamping
Kemahasiswaan/Direktur Politeknik/
Ketua Sekolah Tinggi,
(__________________________) (_________________________)
NIP. NIP.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 369
LEMBAR PENGESAHAN SUMBER PENULISAN ILMIAH PKMI (Form F7.B-3)
1. Judul Tulisan yang Diajukan :
2. Sumber Penulisan (beri tanda X yang dipilih)
( ) Kegiatan Praktek Lapang/Kerja dan sejenisnya, KKN, Magang, Kegiatan
Kewirausahaan (pilih salah satu), dengan keterangan lengkap:
_______________________________________________________
Tulis lengkap: Nama penulis. Tahun. Judul karya. Kota: Penerbit/ tempat
kegiatan
_______________________________________________________
( ) Kegiatan Ilmiah lainnya (sebutkan) dengan keterangan lengkap:
_______________________________________________________
Tulis lengkap: Nama penulis. Tahun. Judul karya. Kota: Penerbit/ tempat
kegiatan
_______________________________________________________
Keterangan ini kami buat dengan sebenarnya.
Mengetahui _______, ______________
Ketua Jurusan/Program Studi, Penulis Utama,
(______________________) (_____________________)
NIP. NIM.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 370
KRITERIA PENILAIAN USUL ARTIKEL PKMI (Form F7.B-4)
No Kriteria Bobot Skor
Nilai
(Bobot x
Skor)
1 Kreativitas :
a. Permasalahan
b. Tujuan
c. Gagasan
30
2 Kegunaan :
d. Manfaat luaran dan hasil yang
diperoleh untuk pengembangan
ilmu dan atau masyarakat
30
3 Penulisan :
e. Format Penulisan
f. Alur pikir dan pengorganisasian
gagasan
g. Ketajaman analisis
h. Penggunaan bahasa ilmiah
40
T O T A L 100
Skor yang diberikan : 1, 2, 3, 5, 6 dan 7
Artikel yang diusulkan untuk diberikan insentif harus mendapatkan nilai minimum 500.
Untuk artikel yang ditolak, kriteria penolakan menggunakan komponen yang ada
dalam kriteria penilaian (a s/d h) ditambah satu komponen (i) Lainnya, yang perlu
disebutkan.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 371
KRITERIA PENILAIAN SEMINAR NASIONAL PKM PENULISAN ILMIAH DALAM
PIMNAS (Form F7.B-5)
No Kriteria Bobot Skor
Nilai
(Bobot x Skor)
1 Artikel:
a. Kreativitas
b. Kontribusi bagi perkembangan ilmu
dan teknologi
c. Penulisan dan ketajaman analisis
50
2 Presentasi:
a. Penggunaan bahasa
b. Cara presentasi (sikap,
sistematika)
c. Alat bantu (audio-visual)
e. Ketepatan waktu
25
3 Diskusi:
a. Cara menjawab
b. Ketepatan jawaban
c. Kerja sama kelompok
25
T O T A L 100
Skor yang diberikan : 1, 2, 3, 5, 6 dan 7
Hasil penilaian dan konsekuensi penghargaannya mengikuti aturan yang khusus
diterbitkan untuk Pimnas
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 372
Contoh Struktur Format Penulisan Artikel (Form 7.B-1.)
DETEKSI KEMATANGAN BUAH DURIAN
Amin Rejo, Suroso, I Wayan Budiastra
Jurusan Xxxxxx, Institut Xxxxxx, Bogor
ABSTRAK
Pendugaan kematangan buah durian menggunakan uji sensoris selama ini terkendala oleh kekuatan aroma
yang sering menyesatkan. Karena itu, perlu dikembangkan suatu teknik deteksi kematangan tanpa merusak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendugaan ketuaan dan kematangan buah durian
berdasarkan pada sifat kimia fisika durian dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan. Hasil pengukuran masa
jenis dan karakteristik akustik diumpankan kedalam model sebagai masukan, yang memberikan tingkatan ketuaan
dan kematangan sebagai luaran. Pelatihan data xxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxx
Kata kunci : Jaringan syaraf tiruan, durian, ketuaan, kematangan, zero moment power.
PENDAHULUAN
Xxxxxx xxxxxx x xxxxxxxxxx xxxxx —————————————————————– ——– —– —–
————-. Avvvvvvvvvvv—————— ———————— ——————————- ———– ———— ——
——- —-.
Karakteristik Kimia Fisika
Xxxxxx xxxxxx x xxxxxxxxxx xxxxx —————————————————————– ——– —– —–
————-. Avvvvvvvvvvv—————— ———————— ——————————- ———– ———— ——
——- —-.
Model Jaringan Syaraf
Xxxxxx xxxxxx x xxxxxxxxxx xxxxx —————————————————————– ——– —– ————
——. Avvvvvvvvvvv—————— ———————— ——————————- ———– ———— ————-
-.
BAHAN DAN METODE
Xxxxxx xxxxxx x xxxxxxxxxx xxxxx —————————————————————– ——– —– —–
————-. Avvvvvvvvvvv—————— ———————— ——————————- ———– ———— ——
——- —-.
HASIL PENELITIAN
Xxxxxx xxxxxx x xxxxxxxxxx xxxxx —————————————————————– ——– —– —–
————-. Avvvvvvvvvvv—————— ———————— ——————————- ———– ———— ——
——- —-.
PEMBAHASAN
Xxxxxx xxxxxx x xxxxxxxxxx xxxxx —————————————————————– ——– —– —–
————-. Avvvvvvvvvvv—————— ———————— ——————————- ———– ———— ——
——- —-.
Disain Model
Xxxxxx xxxxxx x xxxxxxxxxx xxxxx —————————————————————– ——– —– —–
————-. Avvvvvvvvvvv
Pembelajaran Sistem
Xxxxxx xxxxxx x xxxxxxxxxx xxxxx —————————————————————– ——– —– —–
————-. Avvvvvvv
Pelatihan Data
Xxxxxx xxxxxx x xxxxxxxxxx xxxxx —————————————————————– ——– —– —–
————-. Avvvvvvv
Xxxxxx xxxxxx x xxxxxxxxxx xxxxx —————————————————————– ——– —– —–
————-. Avvvvvvvvvvv—————— ———————— ——————————- ———– ————.
KESIMPULAN
Xxxxxx xxxxxx x xxxxxxxxxx xxxxx —————————————————————– ——– —– —–
————-. Avvvvvvvvvvv—————— ———————— ——————————- ———– ———— — .
DAFTAR PUSTAKA
Budiantoro, K. (2003). Teknik deteksi tanpa merusak, Agrotek 337 (6) 435-439.
Daryono, H. dan Harjanto, K. (1999). Non destructive algotithm on determining the essential characteristics of
durian, Journal of Applied Science, 10 (2) 197–210.
Kennedy, F. R. (1999). Fundamentals of Non Destructive Test, Cambridge, Cambridge University Press.
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII 373
PKMI DAN MEKANISME PENYELENGGARAAN PIMNAS (Form 7.B-2)
Mahasiswa, Dosen Pembimbing
PR III
PENGAJUAN DP2M DIKTI
Artikel PKMI
SELEKSI/EVALUASI
Usulan Artikel PKMI
HASIL EVALUASI JUMLAH
JUDUL YANG DIDANAI
SELEKSSI / EVALUASI
Artikel yang didanai
Rekomendasi ke PIMNAS
Entry Data proposal
PENGUMUMAN
Artikel dengan Perbaikan
Kontrak Pendanaan
(DP2M dengan PR III)
3
Perguruan
Tinggi
Artikel tanpa
Perbaikan
DANA 100%
4
4/5
5
5
5
5/6
7
Bulan
PIMNAS
Jumlah > Kuota ?
(untuk satu PT)
Seleksi oleh PT dari calon
peserta yang direkomendasikan
oleh DIKTI
Tidak
Ya
Pencairan Dana

One comment on “Modul PKM

  1. susahnya memotivasi mahasiswa untuk ikut PKM ya :) Padahal itu sangat bermanfaat dan menambah pengalaman dan wawasan, apalagi bisa ikut PIMNAS. Jadi menambah track record ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Materi Praktikum

Klasifikasi PINUS:Berdasarkan warintek.riset(Pinus merkisii)

Divisi :Spermatophyta

Subdivisi:Gymnospermae

Kelas:Docotyledonae

Bangsa:Pinales

Suku:Pinaceae

Marga:Pinus

Jenis:Pinus merkisii

Klasifikasi Pakis haji(Cycas rumpii)

Kerajaan: Plantae
Divisi: Cycadophyta
Kerajaan: Plantae
Divisi: Cycadophyta
Kelas: Cycadopsida
Ordo: Cycadales
Famili: Cycadaceae
Persoon
Genus: Cycas
L.

Jenis:Cycas rumpii

Klasifikasi Melinjo(Gnetum gnemon)wiipedia.org
Kerajaan: Plantae
Divisi: Gnetophyta
Kelas: Gnetopsida
Ordo: Gnetales
Famili: Gnetaceae
Genus: Gnetum
Spesies: G. gnemon

Klasifikasi Kenanga(Cananga orodata)wikipedia.org

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Magnoliales
Famili: Annonaceae
Genus: Cananga
Spesies: C. odorata

Klasifikasi Bunga Turi(Sesbania Glandiflora)wikipedia.org

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Faboideae
Bangsa: Robinieae
Genus: Sesbania
Spesies: S. grandiflora

Klasifikasi bunga tasbih(Canna sp)plantomor.com

Kingdom : Plantae (tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub-kelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Familia : Cannaceae
Genus : Canna
Spesies : Canna sp

Artikel

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.

PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya keluarannya konstan (meskipun boiling water reactor dapat turun hingga setengah dayanya ketika malam hari). Daya yang dibangkitkan per unit pembangkit berkisar dari 40 MWe hingga 1000 MWe. Unit baru yang sedang dibangun pada tahun 2005 mempunyai daya 600-1200 MWe.

Hingga tahun 2005 terdapat 443 PLTN berlisensi di dunia [1], dengan 441 diantaranya beroperasi di 31 negara yang berbeda [2]. Keseluruhan reaktor tersebut menyuplai 17% daya listrik dunia.

Sejarah

Reaktor nuklir yang pertama kali membangkitkan listrik adalah stasiun pembangkit percobaan EBR-I pada 20 Desember 1951 di dekat Arco, Idaho, Amerika Serikat. Pada 27 Juni 1954, PLTN pertama dunia yang menghasilkan listrik untuk jaringan listrik (power grid) mulai beroperasi di Obninsk, Uni Soviet [3]. PLTN skala komersil pertama adalah Calder Hall di Inggris yang dibuka pada 17 Oktober 1956 [4].

Jenis-jenis PLTN

PLTN dikelompokkan berdasarkan jenis reaktor yang digunakan. Tetapi ada juga PLTN yang menerapkan unit-unit independen, dan hal ini bisa menggunakan jenis reaktor yang berbeda. Sebagai tambahan, beberapa jenis reaktor berikut ini, di masa depan diharapkan mempunyai sistem keamanan pasif.

[sunting] Reaktor Fissi

Reaktor daya fissi membangkitkan panas melalui reaksi fissi nuklir dari isotop fissil uranium dan plutonium.

Selanjutnya reaktor daya fissi dikelompokkan lagi menjadi:

  • Reaktor thermal menggunakan moderator neutron untuk melambatkan atau me-moderate neutron sehingga mereka dapat menghasilkan reaksi fissi selanjutnya. Neutron yang dihasilkan dari reaksi fissi mempunyai energi yang tinggi atau dalam keadaan cepat, dan harus diturunkan energinya atau dilambatkan (dibuat thermal) oleh moderator sehingga dapat menjamin kelangsungan reaksi berantai. Hal ini berkaitan dengan jenis bahan bakar yang digunakan reaktor thermal yang lebih memilih neutron lambat ketimbang neutron cepat untuk melakukan reaksi fissi.
  • Reaktor cepat menjaga kesinambungan reaksi berantai tanpa memerlukan moderator neutron. Karena reaktor cepat menggunkan jenis bahan bakar yang berbeda dengan reaktor thermal, neutron yang dihasilkan di reaktor cepat tidak perlu dilambatkan guna menjamin reaksi fissi tetap berlangsung. Boleh dikatakan, bahwa reaktor thermal menggunakan neutron thermal dan reaktor cepat menggunakan neutron cepat dalam proses reaksi fissi masing-masing.
  • Reaktor subkritis menggunakan sumber neutron luar ketimbang menggunakan reaksi berantai untuk menghasilkan reaksi fissi. Hingga 2004 hal ini hanya berupa konsep teori saja, dan tidak ada purwarupa yang diusulkan atau dibangun untuk menghasilkan listrik, meskipun beberapa laboratorium mendemonstrasikan dan beberapa uji kelayakan sudah dilaksanakan.

Reaktor thermal

Reaktor cepat

Meski reaktor nuklir generasi awal berjenis reaktor cepat, tetapi perkembangan reaktor nuklir jenis ini kalah dibandingkan dengan reaktor thermal.

Keuntungan reaktor cepat diantaranya adalah siklus bahan bakar nuklir yang dimilikinya dapat menggunakan semua uranium yang terdapat dalam urainum alam, dan juga dapat mentransmutasikan radioisotop yang tergantung di dalam limbahnya menjadi material luruh cepat. Dengan alasan ini, sebenarnya reaktor cepat secara inheren lebih menjamin kelangsungan ketersedian energi ketimbang reaktor thermal. Lihat juga reaktor fast breeder. Karena sebagian besar reaktor cepat digunakan untuk menghasilkan plutonium, maka reaktor jenis ini terkait erat dengan proliferasi nuklir.

Lebih dari 20 purwarupa (prototype) reaktor cepat sudah dibangun di Amerika Serikat, Inggris, Uni Sovyet, Perancis, Jerman, Jepang, India, dan hingga 2004 1 unit reaktor sedang dibangun di China. Berikut beberapa reaktor cepat di dunia:

(Daya listrik yang ditampilkan adalah daya listrik maksimum, tanggal yang ditampilkan adalah tanggal ketika reaktor mencapai kritis pertama kali, dan ketika reaktor kritis untuk teakhir kali bila reaktor tersebut sudah di dekomisi (decommissioned).

Reaktor Fusi

Artikel utama: daya fusi

Fusi nuklir menawarkan kemungkinan pelepasan energi yang besar dengan hanya sedikit limbah radioaktif yang dihasilkan serta dengan tingkat keamanan yang lebih baik. Namun demikian, saat ini masih terdapat kendal-kendala bidang keilmuan, teknik dan ekonomi yang menghambat penggunaan energi fusi guna pembangkitan listrik. Hal ini masih menjadi bidang penelitian aktif dengan skala besar seperti dapat dilihat di JET, ITER, dan Z machine.

Keuntungan dan kekurangan

Keuntungan PLTN dibandingkan dengan pembangkit daya utama lainnya adalah:

  • Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) – gas rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas)
  • Tidak mencemari udara – tidak menghasilkan gas-gas berbahaya sepert karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap fotokimia
  • Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal)
  • Biaya bahan bakar rendah – hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan
  • Ketersedian bahan bakar yang melimpah – sekali lagi, karena sangat sedikit bahan bakar yang diperlukan
  • Baterai nuklir – (lihat SSTAR)

Berikut ini berberapa hal yang menjadi kekurangan PLTN:

  • Resiko kecelakaan nuklir – kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai containment building)
  • Limbah nuklirlimbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan dapat berthan hingga ribuan tahun

    Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

    Sehubungan dengan krisis listrik yang sedang menimpa Jawa – Bali, saya sedang berpikir kenapa pemerintah tidak membuat PLTN saja. Eh, tiba-tiba, Republika 29 Agustus 2005, halaman 3 – ada iklan layanan masyarakat mengenai PLTN, dari BATAN dan Depkominfo. Wah, syukurlah.

    PLTN mempunyai banyak kelebihan, seperti output yang besar dengan biaya relatif lebih murah, serta aman dan jauh lebih bebas polusi; jika dikelola dengan benar.
    Mengenai bebas polusi – saya pernah membaca mengenai aktivis Greenpeace yang keluar dari organisasi tersebut, karena oposisi mereka kepada PLTN justru membantu berkembangnya PLTU / pembangkit listrik dengan bahan bakar fosil lainnya; yang kemudian sangat mencemari lingkungan.

    Mengenai limbah nuklirnya – mungkin sebaiknya pemerintah mulai membicarakan hal ini dengan negara-negara lainnya yang juga yang memiliki PLTN. Misalnya, patungan untuk membuat rudal luar angkasa, yang membawa muatan limbah nuklir tersebut, dan lalu ditembakkan ke arah Pluto )

    Pada akhirnya, saya berharap kalau PLTN Indonesia jadi dibuat dan beroperasi, mudah-mudahan nanti paling banter kita mendapat berita yang lucu-lucu saja.
    Jangan yang membuat jantungan seperti ini )

    Kepemilikan PLTN juga memberikan beberapa efek samping yang strategis bagi negara, tapi apakah itu? Silahkan Anda tebak sendiri…

Kategori Kimia Fisika
Elektrosintesis, Metode Elektrokimia untuk Memproduksi Senyawa Kimia
Oleh Sinly Evan Putra
Asisten II Sekretaris Jenderal Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia

Selama ini kita hanya mendengar bahwa metode elektrokimia selalu didayagunakan atau berkonotasi dengan kata pemurnian logam dan proses penyepuhan/elektroplating (melindungi logam dari korosi). Ini termasuk juga dengan pandangan penulis dan mungkin rekan-rekan lainnya selama ini. Sebuah pandangan yang tidak sepenuhnya salah karena memang aplikasi utama dari metode elektrokimia adalah untuk pemurnian logam dan elektroplating. Selain itu di laboratorium pun, memang kita paling sering melakukan percobaan elektrokimia terutama percobaan sel elektrolisis, sehingga memang klop rasanya jika kita menyandarkan kata elektrokimia dengan elektroplating dan pemurnian logam.

Sesuai dengan namanya, metode elektrokimia adalah metode yang didasarkan pada reaksi redoks, yakni gabungan dari reaksi reduksi dan oksidasi, yang berlangsung pada elektroda yang sama/berbeda dalam suatu sistim elektrokimia. Sistem elektrokimia meliputi sel elektrokimia dan reaksi elektrokimia. Sel elektrokimia yang menghasilkan listrik karena terjadinya reaksi spontan di dalamnya di sebut sel galvani. Sedangkan sel elektrokimia di mana reaksi tak-spontan terjadi di dalamnya di sebut sel elektrolisis. Peralatan dasar dari sel elektrokimia adalah dua elektroda -umumnya konduktor logam- yang dicelupkan ke dalam elektrolit konduktor ion (yang dapat berupa larutan maupun cairan) dan sumber arus. Karena didasarkan pada reaksi redoks, pereaksi utama yang berperan dalam metode ini adalah elektron yang di pasok dari suatu sumber listrik. Sesuai dengan reaksi yang berlangsung, elektroda dalam suatu sistem elektrokimia dapat dibedakan menjadi katoda, yakni elektroda di mana reaksi reduksi (reaksi katodik) berlangsung dan anoda di mana reaksi oksidasi (reaksi anodik) berlangsung.

Aplikasi metode elektrokimia untuk lingkungan dan laboratorium pada umumnya didasarkan pada proses elektrolisis, yakni terjadinya reaksi kimia dalam suatu sistem elektrokimia akibat pemberian arus listrik dari suatu sumber luar. Proses ini merupakan kebalikan dari proses Galvani, di mana reaksi kimia yang berlangsung dalam suatu sistem elektrokimia dimanfaatkan untuk menghasilkan arus listrik, misalnya dalam sel bahan bakar (fuel-cell). Aplikasi lainnya dari metode elektrokimia selain pemurnian logam dan elektroplating adalah elektroanalitik, elektrokoagulasi, elektrokatalis, elektrodialisis dan elektrorefining.

Sedangkan aplikasi lain yang tidak kalah pentingnya dari metode elektrokimia dan sekarang sedang marak dikembangkan oleh para peneliti adalah elektrosintesis. Teknik/metode elektrosintesis adalah suatu cara untuk mensintesis/membuat dan atau memproduksi suatu bahan yang didasarkan pada teknik elektrokimia. Pada metode ini terjadi perubahan unsur/senyawa kimia menjadi senyawa yang sesuai dengan yang diinginkan. Penggunaan metode ini oleh para peneliti dalam mensintesis bahan didasarkan oleh berbagai keuntungan yang ditawarkan seperti peralatan yang diperlukan sangat sederhana, yakni terdiri dari dua/tiga batang elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik, potensial elektroda dan rapat arusnya dapat diatur sehingga selektivitas dan kecepatan reaksinya dapat ditempatkan pada batas-batas yang diinginkan melalui pengaturan besarnya potensial listrik serta tingkat polusi sangat rendah dan mudah dikontrol. Dari keuntungan yang ditawarkan menyebabkan teknik elektrosintesis lebih menguntungkan dibandingkan metode sintesis secara konvensional, yang sangat dipengaruhi oleh tekanan, suhu, katalis dan konsentrasi. Selain itu proses elektrosintesis juga dimungkinkan untuk dilakukan pada tekanan atmosfer dan pada suhu antara 100-900oC terutama untuk sintesis senyawa organik, sehingga memungkinkan penggunaan materi yang murah.

Prinsip Elektrosintesis

Prinsip dari metode elektrosintesis didasarkan pada penerapan teori-teori elektrokimia biasa sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Baik teknik elektrosintesis maupun metode sintesis secara konvensional, mempunyai variabel-variabel yang sama seperti suhu, pelarut, pH, konsentrasi reaktan, metode pencampuran dan waktu. Akan tetapi perbedaannya, jika di elektrosintesis mempunyai variabel tambahan yakni variabel listrik dan fisik seperti elektroda, jenis elektrolit, lapisan listrik ganda, materi/jenis elektroda, jenis sel elektrolisis yang digunakan, media elektrolisis dan derajat pengadukan.

Pada dasarnya semua jenis sel elektrolisis termasuk elektrosintesis selalu berlaku hukum Faraday yakni:

  • Jumlah perubahan kimia yang terjadi dalam sel elektrolisis, sebanding dengan muatan listrik yang dilewatkan di dalam sel tersebut
  • Jumlah muatan listrik sebanyak 96.500 coulomb akan menyebabkan perubahan suatu senyawa sebanyak 1,0 gramekivalen (grek)

Sebelum melaksanakan elektrosintesis, sangatlah penting untuk memahami reaksi yang terjadi pada elektroda. Di dalam sel elektrolisis akan terjadi perubahan kimia pada daerah sekitar elektroda, karena adanya aliran listrik. Jika tidak terjadi reaksi kimia, maka elektroda hanya akan terpolarisasi, akibat potensial listrik yang diberikan. Reaksi kimia hanya akan terjadi apabila ada perpindahan elektron dari larutan menuju ke elektroda (proses oksidasi), sedangkan pada katoda akan terjadi aliran elektron dari katoda menuju ke larutan (proses reduksi). Proses perpindahan elektron dibedakan atas perpindahan elektron primer, artinya materi pokok bereaksi secara langsung pada permukaan elektroda, sedangkan pada perpindahan elektron secara sekunder, elektron akan bereaksi dengan elektrolit penunjang, sehingga akan dihasilkan suatu reaktan antara (intermediate reactan), yang akan bereaksi lebih lanjut dengan materi pokok di dalam larutan. Reaktan antara ini dapat dihasilkan secara internal maupun eksternal:

Perpindahan elektron secara primer : O + ne → P
Perpindahan elektron secara sekunder : X + ne → I, O + I → P

Perlu diketahui juga dalam mengelektrosintesis terutama sintesis senyawa organik bahwa reaksi pada elektroda dapat saja berubah bila kondisi berubah. Salah satu parameter yang penting untuk memahami reaksi yang terjadi adalah dengan mengetahui potensial elektrolisis untuk reaksi oksidasi dan reduksi. Tabel 1 dan 2 berikut ini memperlihatkan potensial reduksi dan oksidasi beberapa senyawa organik:

Senyawa E1/2 (Volt)
Phenacyl Bromide - 0.16
Kloroform - 1.67
Methylen Klorida - 2.33
Benzoquinon + 0.44
Benzoquinon - 0.40
Mesityl oxide - 1.6
Camphor Anil - 2.6
Benzalanin - 1.83
Anthracene - 1.94
Phenantherene - 2.46
Napthalene - 2.47

Tabel . 1 Potensial reduksi senyawa organik

Senyawa E1/2 (Volt)
Anthracene 1.20
Phenantherene 1.68
Napthalene 1.72
Phenol 1.35
Anisol 1.67
Thioanisol 1.82
Bitropyl 1.29
Tropylidiine 1.39
Thiopene 1.91

Tabel. 2 Potensial oksidasi senyawa organik

Sumber: Buchori 2003

Pengaturan potensial juga amat penting dilakukan terutama bila reaksi melibatkan molekul bergugus fungsi banyak (kompleks polyfunctional molecule). Sebagai contoh reaksi reduksi kromida aromatik pada kondisi katon dan alkil klorida tidak aktif dan alpha-kromoketon yang lebih mudah tereduksi dari pada arilkromida. Reaksi reduksi selektif ini dapat diramalkan berjalan sesuai dengan arah yang diinginkan melalui pengaturan potensial. Pengaturan potensial juga berguna untuk suatu reaksi transformasi pembuatan suatu senyawa organik yang melibatkan iodikal, karbanion ataupun korbonium, yang secara kimia biasa tidak dapat dilakukan ternyata dapat dilaksanakan secara elektrokimia.

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa sebenarnya dasar dari terjadinya reaksi elektrosintesis adalah :

  1. Pemutusan ikatan tunggal
    Beberapa jenis ikatan tunggal yang elektroaktif antara lain : alkil halida, ikatan karbon-oksigen, ikatan karbon-nitrogen, ikatan karbon-belerang, ikatan karbon-fosfor dan ikatan oksigen-oksigen.
  2. Reduksi Ikatan rangkap (rangkap dua dan rangkap tiga)
    Beberapa kelompok ikatan rangkap yang elektroaktif, antara lain gugusan karbonil (aldehida, keton, karboksilat dan turunannya), ikatan ganda karbon nitrogen (Irium, turunan karbonil lainnya), gugus nitro (senyawa nitro aromatik, nitro alifatik), ikatan rangkap lainnya (senyawa azo dan nitrozo, diazo dan diazinum).

Aplikasi Metode Elektrosintesis

Dari beberapa contoh hasil penelitian yang penulis peroleh, metode elektrosintesis telah banyak dimanfaatkan oleh para peneliti dalam mensintesis senyawa organik (elektrosintesis organik) dan elektrosintesis bahan konduktor organik serta yang tak kalah bergengsinya dan sedang dikembangkan saat ini adalah pemanfaatan polutan menjadi senyawa yang bermanfaat melalui metode elektrosintesis. Aplikasi di luar yang penulis ketahui sebagaimana tersebut di atas mungkin telah sangat jauh berkembang karena memang sifat ilmu pengetahuan yang dinamis dan selalu berkembang seiring waktu.

Untuk sintesis bahan organik, didasarkan pada reaksi penggabungan, substitusi, siklisasi dan reaksi eliminasi yang diikuti pengaturan kembali secara elektrokimia. Ini berbeda dengan metode secara konvensional yang memakai dasar reduksi aldehid, oksidasi alkohol, reduksi senyawa nitro dan oksidasi senyawa sulfur. Kesulitan yang timbul selama elektrosintesis organik yakni apabila zat antara yang diinginkan memiliki kestabilan yang rendah, cara mengatasinya adalah dengan menyediakan zat perangkap (trapping agent) di dalam larutan dengan syarat zat perangkap ini tidak bereaksi dengan zat elektroaktif dan tidak mengalami elektrolisis.

Berikut adalah contoh gambar rangkaian sel elektrolisis dengan menggunakan dua buah elektroda untuk sintesis senyawa organik:


Sumber : Suwarso., et al (2003)

Beberapa contoh dari elektrosintesis organik adalah pembuatan chiral drug untuk industri farmasi (Weinberg, 1997), sintesis p-aminofenol melalui reduksi nitrobenzena secara elektrolisis (Suwarso., et al, 2003), pembuatan soda (NaOH) dan asam sulfat (H2SO4) dari Na2SO4 melalui proses splitting electrochemistry (Genders., et al, 1995), reduksi senyawa Triphenylbiomoethylene menjadi Triphenilethylene dan Triphenylethane (Miller, 1968) serta ratusan senyawa organik lainnya yang telah berhasil dibuat untuk keperluan bahan baku obat (Buchari, 2003). Untuk skala perusahaan/pabrik telah dilakukan oleh Perusahan Monsanto (Kanada) dengan memproduksi adiponitril (bahan dasar nylon 6,6) dan produksi fluorokarbon oleh Perusahaan Philips (Belanda).

Sedangkan metode elektrosintesis bahan konduktor organik telah dilakukan oleh para peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Bahan (P3IB) Batan Indonesia yakni polipirol dan polialanin, pembuatan lapisan tipis superkonduktor YBCO-123 dan Bi-Pb-Sr-Ca-Cu-O serta pengkajian pembuatan prekursor superkonduktor YBCO-123.Bi-Pb-Sr-Ca-Cu-O, Ti-Sr-Ca-Cu-O dan lain-lain yang didasarkan pada elektrodeposisi unsur-unsur penyusun superkonduktor tersebut.

Penanggulangan masalah polutan dalam arti pemisahan polutan dari lingkungan mungkin telah sering kita dengar, tetapi metode atau aspek lain pemanfaatan polutan menjadi senyawa yang bermanfaat mungkin hal baru bagi sebagian orang (terutama non kimia). Untuk tujuan ini, elektrosintesis merupakan metode yang paling banyak mendapat perhatian dan sedang giat dikembangkan oleh para ahli lingkungan dewasa ini. Polutan yang paling banyak diteliti dalam perspektif elektrosintesis adalah karbondioksida. Karbon dioksida mendapat perhatian khusus karena polutan ini merupakan gas buangan paling banyak yang ditemukan dan dampaknya yang sudah dikenal secara luas terhadap atmosfir bumi, terutama terjadinya efek rumah kaca. Penelitian untuk pemanfaatan karbondioksida yang sedang dilakukan dewasa ini adalah pengubahan polutan ini menjadi metana, yang telah dikenal luas sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Meskipun baru dalam tahap pengembangan, hasil percobaan oleh Kaneco., et al (2002) telah menunjukkan tingkat konversi karbon dioksida menjadi metana hingga sekitar 45%. Di samping metana, hasil lain dari elektrosintesis dengan bahan baku karbondioksida yang telah diidentifikasi adalah asetilena dan metanol, yang juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Meskipun jumlah polutan yang diteliti masih terbatas, hasil yang dicapai dengan elektrosintesis ini mempunyai makna lain, yakni tidak tertutup kemungkinan bahwa polutan lain baik yang terdapat dalam limbah cair, padat dan gas untuk dapat dimanfaatkan menjadi senyawa yang bermanfaat dengan penggunaan metode yang sama.

Hasil-hasil penelitian tentang aplikasi teknik/metode elektrosintesis seperti disajikan dalam tulisan ini hanya sebagian kecil dari penelitian yang telah dilakukan di berbagai negara termasuk Indonesia. Cakupan aplikasi yang sangat luas merupakan keuntungan yang membuat elektrosintesis oleh para peneliti dianggap sebagai salah satu teknologi masa depan bagi sintesis organik dan penanggulangan permasalahan lingkungan yang berkaitan dengan polutan. Dalam konteks ini yang dimaksud dengan para peneliti, tidak hanya dosen ataupun peneliti di institusi penelitian yang telah memiliki gelar S.Si, MSc, Dr, Ph.D ataupun Profesor tetapi juga para mahasiswa yang belum bergelar yang tertarik menjadikan elektrosintesis sebagai bahan skripsi ataupun studi riset biasa semisal untuk bahan karya tulis.

Referensi Utama (Buku/Paper penelitian) :

  • Atkins, P.W. 1999. Kimia Fisika Jilid 1 Edisi ke-4. Diterjemahkan oleh Irma I. Kartohadiprojo. Penerbit Erlangga. Jakarta
  • Buchari. 2003. Elektrokimia dalam Bahan Makanan dan Obat-obatan. Prosiding Seminar Nasional Elektrokimia. P3IB BATAN. Jakarta
  • Fagi, Fathurrachman. 2003. Elektrokimia dalam Industri Bahan Bakar Nuklir. Prosiding Seminar Nasional Elektrokimia. P3IB BATAN. Jakarta
  • Harini. 2003. Elektrokimia dalam Perlindungan Logam. Prosiding Seminar Nasional Elektrokimia. P3IB BATAN. Jakarta
  • Kaneco, S., Hiei, N.-h., Xing, Y., Katsumata, H., Ohnishi, H., Suzuki, T., and Ohta, K. (2002). Electrochemical conversion of carbon dioxide to methane in aqueous NaHCO3 solution at less than 273 K. Electrochimica Acta, 48, 51-55
  • Putra, Sinly Evan. 2005. Metode Elektrokimia Untuk Menanggulangi Pencemaran Limbah Cair Industri. Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Universitas Lampung. Lampung
  • Suwarso, W., Wibowo, W., dan Trimongsowati. 2003. Peranan Litbang Elektrokimia untuk Sintesis Bahan Obat-Obatan: Elektrosintesis p-Aminofenol dari Nitrobenzena. Prosiding Seminar Nasional Elektrokimia. P3IB BATAN. Jakarta
  • Wasinton dan Rudy Situmeang. 2005. Penuntun Praktikum Teknik Pengolahan Limbah Industri. Jurusan Kimia FMIPA Unila. Lampung
  • Wuryanto. 2003. Aplikasi Elektrokimia dalam Penelitian dan Pengembangan Bahan. Prosiding Seminar Nasional Elektrokimia. P3IB BATAN. Jakarta


Kinetika Kimia

Kategori Berita
Alga Laut sebagai Biotarget Industri
Oleh Sinly Evan Putra
Asisten II Sekretaris Jenderal Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia

Indonesia telah dikenal luas sebagai negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km. Didalam lautan terdapat bermacam-macam mahluk hidup baik berupa tumbuhan air maupun hewan air. Salah satu mahluk hidup yang tumbuh dan berkembang di laut adalah alga.

Ditinjau secara biologi, alga merupakan kelompok tumbuhan yang berklorofil yang terdiri dari satu atau banyak sel dan berbentuk koloni. Didalam alga terkandung bahan-bahan organik seperti polisakarida, hormon, vitamin, mineral dan juga senyawa bioaktif. Sejauh ini, pemanfaatan alga sebagai komoditi perdagangan atau bahan baku industri masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keanekaragaman jenis alga yang ada di Indonesia. Padahal komponen kimiawi yang terdapat dalam alga sangat bermanfaat bagi bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain.

Berbagai jenis alga seperti Griffithsia, Ulva, Enteromorpna, Gracilaria, Euchema, dan Kappaphycus telah dikenal luas sebagai sumber makanan seperti salad rumput laut atau sumber potensial karagenan yang dibutuhkan oleh industri gel. Begitupun dengan Sargassum, Chlorela/Nannochloropsis yang telah dimanfaatkan sebagai adsorben logam berat, Osmundaria, Hypnea, dan Gelidium sebagai sumber senyawa bioaktif, Laminariales atau Kelp dan Sargassum Muticum yang mengandung senyawa alginat yang berguna dalam industri farmasi. Pemanfaatan berbagai jenis alga yang lain adalah sebagai penghasil bioetanol dan biodiesel ataupun sebagai pupuk organik.

Alga Laut sebagai Sumber Makanan
Kandungan bahan-bahan organik yang terdapat dalam alga merupakan sumber mineral dan vitamin untuk agar-agar, salad rumput laut maupun agarose. Agarose merupakan jenis agar yang digunakan dalam percobaan dan penelitian dibidang bioteknologi dan mikrobiologi.

Potensi alga sebagai sumber makanan (terutama rumput laut), di Indonesia telah dimanfaatkan secara komersial dan secara intensif telah dibudidayakan terutama dengan tehnik polikultur (kombinasi ikan dan rumput laut).

Alga Laut sebagai Adsorben Logam Berat
Pemanfaatan sistem adsorpsi untuk pengambilan logam-logam berat dari perairan telah banyak dilakukan. Beberapa spesies alga telah ditemukan mempunyai kemampuan yang cukup tinggi untuk mengadsorpsi ion-ion logam, baik dalam keadaan hidup maupun dalam bentuk sel mati (biomassa). Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa gugus fungsi yang terdapat dalam alga mampu melakukan pengikatan dengan ion logam. Gugus fungsi tersebut terutama adalah gugus karboksil, hidroksil, sulfudril, amino, iomodazol, sulfat, dan sulfonat yang terdapat didalam dinding sel dalam sitoplasma.

Menurut Harris dan Ramelow (1990), kemampuan alga dalam menyerap ion-ion logam sangat dibatasi oleh beberapa kelemahan seperti ukurannya yang sangat kecil, berat jenisnya yang rendah dan mudah rusak karena degradasi oleh mikroorganisme lain. Untuk mengatasi kelemahan tersebut berbagai upaya dilakukan, diantaranya dengan mengimmobilisasi biomassanya. Immobilisasi biomassa dapat dilakukan dengan mengunakan (1) Matrik polimer seperti polietilena glikol, akrilat, (2) oksida (oxides) seperti alumina, silika, (3) campuran oksida (mixed oxides) seperti kristal aluminasilikat, asam polihetero, dan (4) Karbon.

Berbagai mekanisme yang berbeda telah dipostulasikan untuk ikatan antara logam dengan alga/biomassa seperti pertukaran ion, pembentukan kompleks koordinasi, penyerapan secara fisik, dan pengendapan mikro. Tetapi hasil penelitian akhir-akhir ini menunjukan bahwa mekanisme pertukaran ion adalah yang lebih dominan. Hal ini dimungkinkan karena adanya gugus aktif dari alga/biomassa seperti karboksil, sulfat, sulfonat dan amina yang akan berikatan dengan ion logam.

Alga Laut sebagai Sumber Senyawa Bioaktif
Alga hijau, alga merah ataupun alga coklat merupakan sumber potensial senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat bagi pengembangan (1) industri farmasi seperti sebagai anti bakteri, anti tumor, anti kanker atau sebagai reversal agent dan (2) industri agrokimia terutama untuk antifeedant, fungisida dan herbisida.
Kemampuan alga untuk memproduksi metabolit sekunder terhalogenasi yang bersifat sebagai senyawa bioaktif dimungkinkan terjadi, karena kondisi lingkungan hidup alga yang ekstrem seperti salinitas yang tinggi atau akan digunakan untuk mempertahankan diri dari ancaman predator. Dalam dekade terakhir ini, berbagai variasi struktur senyawa bioaktif yang sangat unik dari isolat alga merah telah berhasil diisolasi. Namun pemanfaatan sumber bahan bioaktif dari alga belum banyak dilakukan. Berdasarkan proses biosintesisnya, alga laut kaya akan senyawa turunan dari oksidasi asam lemak yang disebut oxylipin. Melalui senyawa ini berbagai jenis senyawa metabolit sekunder diproduksi.

Alga Laut sebagai Sumber Senyawa Alginat
Alginat merupakan konstituen dari dinding sel pada alga yang banyak dijumpai pada alga coklat (Phaeophycota). Senyawa ini merupakan heteropolisakarida dari hasil pembentukan rantai monomer mannuronic acid dan gulunoric acid. Kandungan alginat dalam alga tergantung pada jenis alganya. Kandungan terbesar alginat (30-40 % berat kering) dapat diperoleh dari jenis Laminariales sedangkan Sargassum Muticum, hanya mengandung 16-18 % berat kering.

Pemanfaatan senyawa alginat didunia industri telah banyak dilakukan seperti natrium alginat dimanfaatkan oleh industri tektil untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas bahan industri, kalsium alginat digunakan dalam pembuatan obat-obatan. Senyawa alginat juga banyak digunakan dalam produk susu dan makanan yang dibekukan untuk mencegah pembentukan kristal es. Dalam industri farmasi, alginat digunakan sebagai bahan pembuatan pelapis kapsul dan tablet. Alginat juga digunakan dalam pembuatan bahan biomaterial untuk tehnik pengobatan seperti micro-encapsulation dan cell transplantation.

Alga Laut sebagai Penghasil Bioetanol dan Biodiesel
Meskipun masih dalam tahap riset yang mendalam, potensi alga laut sebagai penghasil bioetanol dan biodiesel sangat menjanjikan dimasa mendatang. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang dan Kanada mentargetkan mulai tahun 2025 bahan bakar hayati (biofuel) bisa diproduksi dari budidaya cepat alga mikro yang tumbuh diperairan tawar/asin. Keuntungan lebih yang dapat diperoleh adalah tak butuh traktor seperti didarat, tanpa penyemaian benih, gas CO2 yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan panen yang terus-terusan (continuous) yang dikarenakan waktu tanam alga hanya 1 minggu.

Berikut adalah gambar skenario mekanisme pembuatan bioetanol dan biodiesel dari alga laut.


Sumber : Tatang H. Soerawidjaja (2005)

Alga Laut sebagai Pupuk Organik
Dikarenakan kandungan kimiawi yang terdapat dalam alga laut merupakan nutrien yang sangat penting bagi semua mahluk hidup termasuk tumbuh-tumbuhan, maka alga laut dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif penganti pupuk-pupuk pertanian yang mengandung bahan kimia sintesis.

Alga dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung bahan-bahan mineral seperti potasium dan hormon seperti auxin dan sytokinin yang dapat meningkatkan daya tumbuh tanaman untuk tumbuh, berbunga dan berbuah. Pemanfaatan alga sebagai pupuk organik ditunjang pula oleh adanya sifat hydrocolloids pada alga laut yang dapat dimanfaatkan untuk penyerapan air (daya serap tinggi) dan menjadi substrat yang baik untuk mikroorganisme tanah.

Penutup
Indonesia adalah negara yang mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km. Disepanjang garis pantai, tumbuh dan berkembang berbagai jenis alga laut yang berpotensi sebagai biotarget industri. Berbagai riset mutlak dilakukan untuk pemanfaatan secara optimal kekayaan hayati ini secara berkelanjutan. Riset-riset kimiawan terutama dituntut untuk mencari bahan baku industri, senyawa bioaktif, pengembangan produk-produk turunan berbasis alga, dan mempelajari misteri dan keunikan-keunikan alga dalam hubungannya sebagai bagian dari ekosistem.

Daftar Pustaka

  • Harris dan Ramelow. 1990. Binding of Metal Ions by Particulate
    Quadricauda. Environ. Sci. 627-652
  • Putra, Sinly Evan. 2006. Tinjauan Kinetika dan Termodinamika Proses
    Adsorpsi Ion Logam Pb, Cd, dan Cu oleh Biomassa Alga Nannochloropsis sp. Yang DiImmobilisasi Polietilamina-Glutaraldehid. Laporan Penelitian. Universitas Lampung. Bandar Lampung
  • Setiawan, Andi. 2004. Potensi Pemanfaatan Alga Laut Sebagai Penunjang
    Perkembangan Sektor Industri. Makalah Ilmiah Ketua Jurusan Kimia. Universitas Lampung. Bandar Lampung
  • Soerawidjaja, Tatang H. 2005. Membangun Industri Biodiesel di Indonesia.
    Makalah Ilmiah Forum Biodiesel Indonesia. 16 Desember 2005. Bandung
Blog Entry Sistem Pencernaan Jun 10, ’07 12:43 AM
for everyone

1. MAKANAN DAN KESEHATAN

Makanan merupakan faktor yang menentukan kesehatan individu. Kita harus tetap makan teratur meskipun sedang tidak nafsu makan . Makanan yang kurang bergizi dan waktu makan yang tidak teratur dapat menyebabkan kesehatan tergganggu.Agar kita dapat memilih makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh, maka perlu pengetahuan tentang fungsi makanan, cara pengolahannya , dan penyajiannya.

A. Fungsi Makanan
Setiap orang memerlukan makanan yang bergizi . Jumlah zat makanan yang kita makan tidak sama, tergantung kebutuhan tubuh.
Orang yang bekerja keras dan banyak bergerak, harus cukup mengkonsumsi karbohidrat. Jika pekerjaan telah selesai, jumlah karbohidrat yang dimakan dapat dikurangi. Orang yang sedang dalam masa pertumbuhan, sehabis sakit, menyusui, dan hamil, memerlukan protein yang cukup.
Pada saat berlangsung respirasi didalam sel tubuh, terjadi pembakaran atau oksidasi biologi. Oksidasi biologi adalah reaksi antara makanan dengan oksigen. Oksidasi menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan itu digunakan untuk melakukan semua prosese kegiatan, termasuk mempertahankan suhu tubuh .

1). Karbohidrat sebagai sumber energi
Karbohidrat merupakan senyawa karbon, karena banyak mengandung unsur karbon, di samping unsur–unsur hidrogen dan oksigen.
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi. Satu gram Karbohidrat menghasilkan 4,0-4,1 kilokalori. Satu kilokalori sama dengan 4,2 kilojoule, sehingga 1 gram karbohidrat menghasilkan sekitar 16,8 sampai 17,2 kilojoule. Energi digunakan untuk bergerak, tumbuh, mempertahankan suhu tubuh, dan berkembang biak. Kelebihan karbohidrat akan disimpan dalam bentuk lemak di daerah perut, di sekeliling ginjal, jantung, atau dibawah kulit yang menyebabkan tubuh menjadi gemuk.

2). Lemak sebagai Sumber Energi
Lemak adalah sumber energi yang tinggi. Satu gram lemak menghasilkan 9 kilokalori. Makanan yang banyak mengandung lemak misalnya kacang, kelapa, lemak hewan, lemak tumbuhan, minyak jagung, minyak kedelai, dan mentega.
Fungsi lemak adalah :
a. sebagai sumber energi;
b pelarut vitamin A, D, E, dan, K;
c pelindung organ tubuh yang penting, misalnya mata, ginjal, dan, jantung;
d. pelindung tubuh terhadap suhu yang rendah, yaitu sebagai isolator di bawah kulit untuk menghindari hilangnya panas tubuh.

Lemak hewan banyak mengandung kolestrol. Kolestrol diperlukan oleh tubuh antara lain untuk menyusun membran sel dan hormon. Namun kelebihan kolestrol dapat mengendap di dinding pembuluh darah. Endapan kolestrol. Menyebabkan pembuluh darah menyempit. Akibatnya terjadi tekanan darah tinggi . Kolestrol banyak terdapat pada organ dalam hewan dan lemak hewan. Minyak tumbuhan merupakan lemak yang bebas kolestrol.

3). Protein untuk pengganti dan pertumbuhan sel

Berdasarkan asalnya, protein dibedakan menjadi protein hewani dan protein nabati. Protein hewani adalah protein yang diperoleh dari hewan. Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuhan. Protein hewani mengandung asam amino lebih lengkap daripada protein nabati . Asam amino adalah senyawa penyusun protein .
Protein yang kita makan dicerna menjadi asam amino . Di dalam tubuh, asam amino tersebut diubah kembali menjadi protein sesuai dengan kebutuhan tubuh. Protein berfungsi untuk pertumbuhan, mengganti sel yang rusak atau mati, dan mengatur proses di dalam tubuh. Kekurangan protein menyebabkan pertumbuhan terhambat dan mudah terkena infeksi. Di dalam sel tubuh, protein juga dapat diubah menjadi energi. Setiap satu gram protein menghasilkan 4 kilokalori.

4). Vitamin untuk melancarkan metabolisme tubuh

Metabolisme tubuh adalah prosese pembentukan dan pembongkaran zat yang berlangsung di dalam tubuh. Reaksi-reaksi tersebut berjalan lancar jika ada vitamin. Akan tetapi tubuh kita tidak mampu membuat vitamin. Oleh karena itu, makanan yang kita makan harus mengandung vitamin yang cukup
Vitamin dapat dikelompokan menjadi kelompok vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam lemak adalah A, D, E, dan K. Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B dan C.
Kekurangan vitamin dapat menyebabkan penyakit. Penyakit kekurangan vitamin disebut avitaminosis.

a. Vitamin A
Vitamin A banyak terdapat pada minyak ikan, wortel, tomat, dan buah-buahan yang banyak mengandung pigmen karoten ( berwarna merah ). Vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan mata. Kekurangan vitamin A menyebabkan gangguan penglihatan.

b. Vitamin B
Vitamin B banyak macamnya, misalnya B1, B2, B6, dan B12. Vitamin yang mengandung berbagai macam vitamin B disebut vitamin B kompleks . Vitamin banyak terdapat di kulit ari beras, kacang hijau, kedelai, dan sayuran, yang berfungsi untuk melancarkan reaksi metabolisme tubuh, terutama reaksi pembakaran atau oksidasi. Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan penyakit beri- beri.

c. Vitamin C
Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Vitamin C larut dalam air sehingga kelebihannya dikeluarkan melalui urin. Kekurangan vitamin C menyebabkan penyakit gusi berdarah (skorbut) dan sariawan.

d. Vitamin D
Vitamin D banyak terdapat pada susu, daging, dan sayuran dalam bentuk pro vitamin D atau calon vitamin D. Cahaya Matahari dapat membantu pengubahan pro vitamin D di kulit menjadi vitamin D. Vitamin D berfungsi dalam proses pembentukan tulang. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan penyakit rakitis atau penyakit Inggris. Penderita rakitis memiliki kaki berbentuk X atau O

e. Vitamin E

Vitamin E berfungsi untuk mencegah oksidasi lemak tak jenuh (misal kolestrol), menjaga struktur sel-sel darah merah, dan menjaga keremajaan sel. Banyak terdapat pada kecambah, minyak tunbuhan, dan tumbuhan hijau.

f. Vitamin K

Vitamin K dihasilkan oleh bakteri yang hidup dalam usus kita yang bernama E. Coli. Selain vitamin K juga dapat diperoleh dari kangkung, kubis, bayam, hati, dan, daging.Vitamin K berguna dalam proses pembekuan darah dan pembentukan protrombin. Kekurangan vitaminh K dapat menyebabkan darah sulit membeku.

5). Mineral

Beberapa mineral antara lain zat besi, magnesium, kalsium, natrium, dan kalium diperlukan oleh tubuh supaya organ tubuh berfungsi dengan baik . Zat-zat tersebut dapat diperoleh dari daging, sayuran, buah-buahan, susu, dan keju. Mineral berfungsi sebagai zat penyusun tubuh, mempercepat reaksi, dan menjaga proses fisiologi tubuh.
Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh, garam mineral dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu makroelemen dan mikroelemen.
Makroelemen adalah unsur–unsur yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang banyak. Mikroelemen adalah unsur-unsur yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang sedikit.

a. Kalsium (Ca)

Kalsium berfungsi untuk :
• Bersama fosfor membentuk matriks tulang dan gigi;
• Membantu proses pembentukan dan penggumpalan darah;
• Membantu proses kontraksi otot;
• Membantu menghantarkan impuls syaraf.

Jumlah kebutuhan kalsium pada setiap orang tidak sama. Hal ini dipengaruhi oleh faktor umum, jenis kelamin, dan kondisi tubuh. Penggunaan mineral kalsium di dalam tubuh diatur oleh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar anak gondok, yaitu parathormon. Kekurangan mineral kalsium didalam tubuh akan menimbulkan gangguan, diantaranya adalah sbb :
• Karies pada gigi,
• Pertumbuhan tulang yang tidak sempurna ( rakitis ),
• Mudah terjadi kejang pada otot,
• Jika terjadi luka, darah sukar membeku.

b. Fosfor (P)

Fungsi mineral fosfor di dalam tubuh adalah untuk :
• Pembentukan matriks tulang,
• Proses kontraksi otot,
• Proses metabolisme,
• Bahan baku pembentukan fosfatid,
• Proses pembelahan sel, yaitu berhubungan dengan pemindahan sifat keturunan.

Bahan makanan yang mengandung fosfor adalah ikan, jagung, dan kacang-kacangan. Tubuh memerlukan sekitar 1 mg fosfor setiap hari.

c. Besi (Fe)
Di dalam tubuh,zat besi berfungsi sebagai :
• Komponen enzim yang berperan dalam respirasi sel,
• Komponen inti logam dari hemoglobin, yaitu zat yang berperan mengikat oksigen dalam darah.

Bahan makanan yang banyak mengandung zat besi adalah sayuran hijau. Daging dan ikan juga banyak mengandung zat besi, tetapi sukar untuk diserap ke dalam darah. Dalam satu hari setiap orang memerlukan 15-30 mg zat besi. Kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia.

d. Natrium (Na)

Di dalam tubuh, mineral natrium berguna untuk:
• Membentuk natrium bikarbonat. Natrium bikarbonat merupakan senyawa penting untuk mempertahankan keseimbangan asam basa cairan tubuh,
• Membantu mempertahankan kepekaan sel-sel otot dan sel-sel saraf,
• Menyusun komponen anorganik cairan ekstraseluler, untuk menjaga keseimbangan osmotik cairan ekstraseluler.
Sumber utama natrium adalah garam dapur. Kekurangan natrium akan menurunkan nilai osmotik cairan ekstrasel sehingga mengakibatkan pengaturan suhu tubuh tergganggu, kejang otot, dan kelelahan.

e. Kalium (K)

Kegunaan mineral kalium di dalam tubuh adalah:
• Sebagai katalisator pada pembentukan karbohirat dan protein,
• Membantu kontraksi otot,
• Membantu menghantarkan impuls saraf,
• Memelihara denyut jantung,
• Mengatur pelepasan insulin dari pankreas

Bahan makanan yang banyak mengandung kalium adalah daging unggas, buah-buahan, dan sayuran. Kekurangan kalium dapat menyebabkan kelemahan otot serta denyut jantung tidak normal.

f. Yodium (I)

Yodium memegang peranan yang penting dalam proses fisiologi kelenjar tiroid. Yodium merupakan komponen penyusun hormon tiroksin yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh. Kekurangan yodium pada janin akan mengakibatkan daya pendengaran berkurang. Sedangkan kekurangan yodium setelah lahir mengakibatkan kelenjar gondok membesar dan pertumbuhan terhambat.

g. Belerang (S)

Di dalam tubuh, belerang merupakan komponen penyusun beberapa vitamin ( tiamin, biotin, dan asam panthotenat), mengaktifkan enzim tertentu, dan membantu dalam penyimpanan dan pembebasan energi.

h. Magnesium (Mg)

Magnesium diperlukan oleh tubuh untuk :
• Respirasi intrasel,
• Unsur penting dalam tulang, otot dan sel darah merah.

Kekurangan magnesium dapat mengakibatkan emosi kurang terkendali dan terjadi kerusakan ginjal serta pembuluh darah jantung.
i. Fluor (F)
Fluor berperan penting untuk menguatkan gigi. Kekurangan fluor akan menyebabkan gigi gigis atau gigi karies (pembusukan atau kerusakan pada gigi). Bahan makanan yang mengandung fluor adalah telur, susu, garam, dan ikan.

6. Air

Air merupakan bahan makanan yang berfungsi melarutkan zat makanan, mempercepat reaksi tubuh, membentuk cairan tubuh, mengatur panas tubuh, mengangkut zat sisa ke alat pembuangan. Dalam sehari kita harus minum air minimal delapan gelas atau sekitar 2 sampai 2,5 liter. Kekurangan air dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan pada ginjal.
B Kebutuhan Energi

Setiap orang memerlukan energi yang tidak sama, tergantung pada umur, jenis kelamin, kegiatan/ gerak tubuh, dan iklim. Semakin berat kegiatan yang dilakukan manusia, semakin banyak jumlah energi yang dibutuhkan. Energi yang dibutuhkan tubuh berbentuk kalori.

Jumlah Kalori yang diperlukan untuk Berbagai Kegiatan
No Kegiatan Kebutuhan kalori/ kg berat badan/ jam
1 Tiduran 0,4
2 Duduk atau makan 0,45
3 Menulis 0,5
4 Berdiri tenang 0,5
5 Berhias 0,6
6 Cuci piring 1,0
7 Mengetik 1,0
8 Berjalan cepat 1,8
9 Menukang 2,0
10 Naik sepeda 2,4
11 Menari 3,5
12 Main pingpong 4,0
13 Menggergaji 5,2
14 Lari cepat 6,8
15 Balap sepeda 7,0
16 Berenang 7,4

2. MENU MAKANAN YANG SEIMBANG

Mengetahui kandungan zat yang terdapat di dalam bahan makanan sangat penting untuk menyusun makanan yang seimbang. Di dalam menu makanan seimbang harus terdapat golongan makanan sumber tenaga, golongan pembangun sel jaringan tubuh, dan pengatur golongan pengatur kerja faal dalam tubuh.
Makanan yang sehat dan seimbang tidak selalu makanan makanan yang mahal. Yang terpenting adalah jumlah jumlahnya cukup dan gizinya lengkap. Makanan yang cukup artinya tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Terlalu banyak zat makanan atau terlalu sedikit dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Terlalu banyak makanan yangmenyebabkan kegemukan (obesitas) dengan berbagai macam penyakit yang menyertainya. Makanan lengkap artinya makanan yang mengandung semua bahan yang diperlukan tubuh.
Jumlah makanan seimbang untuk setiap orang berbeda, tergantung pada umur, berat badan, jenis kegiatan, jenis kelamin, dan iklim.

A. TUJUH BAHAN POKOK MAKANAN SEHAT

Ada tujuh kelompok bahan makanan yang dapat dipilih untuk menyusun makanan. Setiap kelompok makanantersebut mengandung bahan makanan yang diperlukan tubuh.

1. kelompok 1 adalah berbagai macam sayuran berwarna hijau dan kuning. Sayuran tersebut mengandung vitamin A, mineral besi, kalsium, dan kalium.
2. kelompok 2 adalah berbagai macam buah-buahan yang berair dan berwarna. Buah-buahan tersebut mengandung vitamin C.
3. kelompok 3 adalh berbagai buah-buahan dan umbi-umbian yang banyak mengandung vitamin A dan C, mineral, dan gula. Misalnya kentang adalah sumber karbohidrat dan mineral.
4. kelompok 4 adalah susu atau bahan makanan yang terbuat dari susu, misalnya keju. Susu sapi mengandung karbohidrat, lemak, protein, zat kapur, fosfor serta beberapa vitamin A, B1, dan B2.
5. kelompok 5 adalah daging, telur, dan kacang-kacangan. Bahan makanan tersebut mengandung protein hewani. Protein nabati diperoleh dari kacang-kacangan. Makanan tersebut menganmdung lemak, vitamin B, dan zat besi.
6. kelompok 6 adalah beras, jagung, tepung terigu, ketela, kentang, roti, dan sagu. Makanan-makanan ini mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin B(pada kulit ari beras).
7. kelompok 7 adalah makanan yang mengandung minyak, misalnya minyak kelapa, mentega, margarine, kacang tanah, wijen, dan gajih. Mentega terbuat dari lemak susu; sedangkan margarin terbuat dari minyak tumbuhan. Selain sebagai sumber energi, lemak juga merupakan bahan pelarut vitamin A, D, E, dan K.

B. MENYUSUN MENU MAKANAN
Penyusunan menu makanan yang memenuhi syarat kesehatan harus memperhatikan kecukupan energi, protein, lemak, dan, karbohidrat sesuai dengan yang diperlukan oleh golongan umur tertentu.

Kecukupan energi sehari untuk manusia :
1). Umur 10-14 tahun
• untuk pria : 210-219 kJ/ kg berat badan
• untuk wanita : 169-221 kJ/ kg berat badan

2). Umur 14-18 tahun
• untuk pria : 168-210 kJ/ kg berat badan
• untuk wanita : 168 kJ/ kg berat badan

Kecukupan protein untuk anak golongan umur 10-18 tahun sekitar 1-1,5 g/ kg berat badan; kebutuhan lemak yang dianjurkan 10-20% dari energi total; dan kebutuhan karbohidrat dianjurkan 60-70% dari energi total.

C. MAKANAN PADA BAYI
Makanan bayi berbeda dengan orang dewasa. Makanan bayi harus padat gizi karena, laju pertumbuhannya sangat besar. Selain itu, karena system pencernaannya masih berkembang, makanan bayi juga harus mudah dcerna
Di awal bulan, makanan yang diperlukan bayi untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya adalah susu. ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah yang tepat dan menyediakan antibodi. ASI juga bersifat steril, gratis, dan selalu siap pada suhu yang tepat sesuai kebutuhan. Kolestrum adalah ASI yang keluar pada beberapa hari pertama setelah melahirkan. Kolestrum ini kaya protein dan antibodi. Kadangkala ada wanita yang tidak dapat menyusui sendiri, jadi ASI bisa digantikan susu formula khusus bayi.
Setelah 4 bulan atau 6 bulan, biasanya sudah waktunya bagi bayinya untuk memperoleh makanan padat. Makanan padat ini berupa bubur. Setelah bayi mampu mengkonsumsi berbagai makanan (biasanya setelah 12 bulan ke atas)ibu dapat menghentikan pemberian ASI (menyapih).

D. PENYAKIT DEFISIENSI AKIBAT MAKANAN TIDAK SEIMBANG

Mutu dan jumlah makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat mengakibatkan terkena penyakit gangguan gizi dan gizi buruk. Penyakit gangguan gizi adalah suatu keadaan akibat zat makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh. Gizi buruk adalah suatu keadaan akibat kebutuhan tubuh terhadap berbagai zat makanan tidak terpenuhidalam jangka waktu yang lama .
Beberapa penyakit akibat kekurangan zat tertentu disebut penyakit defisiensi.

1). Penyakit KEP
Penyakit KEP ada dua macam yaitu marasmus dan kwashiorkor.

a. Marasmus adalah penyakit kelaparan atau kurang energi. Ciri-cirinya adalah : otot mengecil, tidak ada lapisan lemak di bawah kulit, wajah tampak tua, berat badan sangat kurang.
b. Kwashiorkor yaitu penyakit yang disebabkan kekurangan protein. Ciri-cirinya adalah otot tidak berkembang baik, kaki bengkok, rambut coklat dan mudah rontok, wajah kelihatan menderita.

2). Rabun Senja (Xeroftalmia )

Penderita rabun senja tidak dapat melihat benda di sekellilingnya pada waktu senja. Jika parah, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan. Penyebab rabun senja antara lain tidak adanya cadangan vitamin A dalam tubuh, dan orang yang tidak menyenangi makanan yang mengandung vitamin A.

3). Penyakit Anemia

Penyebabnya antara lain kekurangan zat besi dalam tubuh sehingga kadar hemoglobin di dalam darah menjadi rendah. Selain itu sel-sel darah merah dapat berkurang karena infeksi cacing tambang.

4). Penyakit Gondok

Penyebab penyakit ini antara lain kekurangan yodium dan terdapat zat kapur yang tinggi pada air minum. Apabila kekurangan yodium, kelenjar gondok bekerja keras agar produksi hormon tirosid terpenuhi. Akibatnya, kelenjar gondok membengkak. Penderita penyakit gondok dapat mengalami penurunan kecerdasan dan pertumbuhannya terhambat.

3. MENJAGA KESEHATAN TUBUH MELALUI PEMILIHAN MAKANAN

Saran yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh melalui pemilihan makanan yang akan dikonsumsi adalah

1) Makanlah salah satu macam makanan dari setiap kelompok tujuh bahan pokok makanan setiap harinya. Artinya, makanan yang dikonsmsi hendaknya beraneka ragam.
2) Usahakan makan secara teratur sebanyak 3 kali, yaitu pagi, siang, dan malam.
3) Makanan manis dapat mengurangi selera makan karena tubuh telah mendapatkan energi dari makanan manis tersebut. Meskipun demikian, zat-zat lain belum terpenuhi. Karena itu hendaknya hindari makan makanan manis sebelum makan.
4) Sebaiknya tidak minum sebelum makan karena dapat menurunkan selera makan.
5) Memilih makanan berdasarkan pertimbangan gizi yang baik.
6) Makanlah dalam keadaan tenang, cukup waktu, dalam suasana gembira.
7) Sebaiknya berolahraga dan tidur atau beristirahat yang cukup.
8) Perbanyaklah kegiatan positif agar fisik dan mental juga tumbuh dengan baik.
9) Jagalah kesehatan lingkungan.
10) Terlalu banyak makan juga mengganggu kesehatan. Kelebihan makanan akan dibuang oleh tubuh melalui ginjal. Jika ginjal bekerja terlalu keras, maka fungsi ginjal dapat terganggu

4. SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

Agar dapat diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh, makanan perlu dicerna terlebih dahulu. Proses pencernaan makanan dibedakan menjadi pencernaan makanan secara mekanis dan kimiawi. Sistem pencernaan makanan terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongann, lambung usus, dan anus. Makanan diserap di usus kemudian di edarkan ke seluruh bagian tubuh. Sisa makanan di keluarkan melalui anus.

1). MULUT

Di dalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar pencernaan secara mekanis dan kimiawi.

a. Gigi

Gigi manusia terdiri dari gigi seri, taring, dan geraham. Gigi seri terletak di depan berbentuk seperti kapak yang mempunyai fungsi memotong makanan. Di samping gigi seri terdapat gigi taring. Ggi taring berbentuk runcing yang berguna untuk merobek makanan. Di belakang gigi taring terdapat gigi geraham yang mempunyai fungsi menghaluskan makanan.
Setiap gigi tersusun atas bagian-bagian sbb
• Puncak gigi atau mahkota gigi, yaitu bagian yang tampak dari luar.
• Leher gigi, yaitu bagian gigi yang terlindung di dalam gusi dan merupakan batas antara mahkota dan akar gigi.
• Akar gigi, yaitu bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
Lapisan-lapisan gigi terdiri dari email, tulang gigi, semen gigi, dan rongga gigi.

• Email
Email merupakan lapisan yang keras pada puncak gigi. Email berfungsi melindungi tulang gigi. Jika email rusak, maka gigi akan rusak pula.
• Tulang gigi
Di lapisan berikutnya terdapat tulang gigi yang terbuat dari dentin. Dentin berupa jaringan berwarna kekuningan.
• Semen gigi
Di lapisan luar akar gigi terdapat semen gigi atau sementum.
• Rongga gigi
Di bagian dalam gigi terdapat rongga gigiatau pulpa. Rongga gigi berisi saraf dan pembuluh darah. Lubang yang dalam pada gigi dapat mencapai rongga gigi dan mengenai saraf sehingga menimbulkan nyeri.
Susunan gigi
Gigi manusia mulai tumbuh pada bayi berumur kira-kira 6-7 bulan sampai 26 bulan. Gigi pada anak-anak di sebut gigi susu atau sulung. Setelah anak berumur 6 sampai 14 tahun gigi susu tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi tetap. Gigi tersusun berderet pada rahang atas dan bawah. Gigi susu berjumlah 20 buah terdiri atas gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham 8 buah.
Gigi tetap pada orang dewasa berjumlah 32 buah yang terdiri dari gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham depan 8 buah, dan gigi geraham belakang 12 buah. Dengan demikian kalian dapat menemukan perbedaan jumlah antara gigi susu dan gigi tetap.

b. Lidah

Lidah berguna untuk membantu mengatur letak makanan di dalam mulut mendorong makanan masuk ke kerongkongan. Selain itu lidah lidah juga berfungsi untuk mengecap atau merasakan makanan. Pada lidah terdapat daerah-daerah yang lebih peka terhadap rasa-rasa tertentu, seperti asin, masam, manis, dan pahit.

c. Kelenjar lidah

Ludah dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar ludah. Kelenjar ludahtersebut adalah kelenjar ludah parotis, kelenjar ludah rahang bawah, kelenjar ludah bawah lidah. Ludah yang dihasilkan dialirkan melalui saluran ludah yang bermuara ke dalam rongga mulut.
Ludah mengandung air, lendir, garam, dan enzim ptialin.enzim ptialin berfungsi mengubah amilum menjadi gula, yaitu maltosa dan glukosa.

2). Kerongkongan

Dari mulut, makanan masuk ke dalam kerongkongan. Kerongkongan merupakan saluran panjang sebagai jalan makanan dari mulut menuju ke lambung. Panjang kerongkongan lebih kurang 20 cm dan diameter lebih kurang 2 cm. kerongkongan dapat melakukan gerakan melebar, menyempit, bergelombang, dan meremas-meremas untuk mendorong makanan masuk ke lambung. Gerak demikian disebut dengan gerak peristaltik. Di esophagus, makanan tidak mengalami pencernaan.
Di sebelah depan kerongkongan terdapat saluran pernapasan yang disebut trakea. Trakea menghubungkan rongga hidung dengan paru-paru. Pada saat kita menelan makanan, ada tulang rawan yang menutup lubang ke tenggorokan. Bagian tersebut dinamakan epiglottis. Epiglottis mencegah makanan masuk ke paru-paru.

3). Lambung

Lambung merupakan suatu kantong yang terletak di dalam rongga perut sebelah kiri di bawah sekat rongga badan. Lambung dapat dibagi menjadi 3 daerah yaitu daerah kardia, fundus, dan pilorus.
o Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan.
o Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat.
o Pilorus adalh bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari.
Lambung mempunyai dua otot lingkar, yaitu otot lingkar pardia dan otot lingkar pilorus. Otot lingkar kardia terletak di bagian atas dan berbatasan dengan bagian bawah kerongkongan. Fungsinya adalah untuk mencegah makanan dari lambung agar tidak kembali ke kerongkongan dan mulut. Otot lingkar pilorus hanya terbuka apabila makanan telah tercerna di lambung
Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi. Dinding lambung berkontraksi, menyebabkan gerak peristaltik. Gerak peristaltik dinding lambung mengakibatkanmakanan di dalam lambung teraduk-aduk. Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdepat kelenjar yang menghasilkan getah lambung.. getah lambung mengandung asam lambung, serta enzim-enzim lain. Asam lambung berfungsi sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengantifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil.

4). Usus Halus

Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang yang terdiri dari 3 bagian yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan.

a. Usus Dua Belas Jari

Bagian usus ini disebut usus dua belas jari karena panjangnya sekitar 12 jari berjajar parallel. Di dalam dindin usus dua belas jari terdapatmuara saluran bersama dari kantong empedu berisi empedu yang dihasilkan oleh hati. Berguna untuk mengemulsikan lemak. Empedu berwarna kehijauan dan berasa pahit.
Pankreas terletak di bawah lambung dan menghasilkan getah pankreas. Getah pankreas mengandung enzim amilase, tripsinogen, dan lipase. Amilase mengubah zat tepung menjadi gula. Tripsinogen merupakan enzim yang belum aktifnamun dapat diaktifkan terlebih dahulu oleh enzim enterokinase yang dihasilkan oleh usus halus. Enzim enterokinase mengubah tripsinogen menjadi tirpsin yang aktif. Tripsin mengubah protein menjadi peptide dan asam amino. Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Zat-zat hasil pencernaan tersebut mudah terserap oleh dinding usus melalui proses difusi dan osmosis. Zat-zat yang belum teruraikan dapat memasuki membran sel usus melalui transport aktif.

b. Usus Kosong

Panjang usus kosong antara 1,5 sampai 1,75 m. di dalam usus ini makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus. Usus kosong menghasilkan getah usus yang mengandung lendir dan bermacam-macam enzim. Enzim-enzim tersebut tersebut dapat memecah molekul makanan menjadi lebih sederhana. Di dalam usus ini makanan menjadi bubur yang lumat dan encer.

c. Usus Penyerapan

Usus penyerapan panjangnya antara 0,75 sampai 3,5 m. di dalam usus ini terjadi penyerapan sari-sari makanan. Permukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot usus atau vili. Jonjot usus menyebabkan permukaan permukaan ileum menjadi luas sehingga proses penyerapan sari makanan dapat berjalan baik. Penyerapan sari makanan oleh usus halus disebut absorpsi.
Makanan yang mengalami pencernaan secara kimiawi adalh karbohidrat, protein, dan lemak. Hasil ahir pencernaan karbohidrat adalah glukosa, protein menjadi asam amino, dan lemak menjadi asam lemak dsan gliserol. Vitamin dan mineral tidak mengalami proses pencernaan. Glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral masuk ke dalam pembuluh darah kapiler yang ada dalam jonjot usus. Sari makanan dialirkan bersama makanan melalui pembuluh darah menuju kehati. Glukosa sebagian disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen yang tidak larut dalam air. Sebagian sari makanan yang lain di edarkan ke seluruh sel tubuh melalui pembuluh darah. Asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh kil karena ukuran molekulnya cukup besar. Pembuluh kil adalah pembuluh limfa atau pembuluh getah bening yang ada di daerah usus. Selanjutnya pembuluh kil akan bergabung dengan pembuluh kil lainnya dan akhirnya bermuara pada pembuluh getah bening di bawah tulang selangka

5). Usus Besar, Rektum, dan Anus

Usus besar atau kolon merupakan kelanjutan dari usus halus. Panjang usus besar lebih kurang satu meter. Batas antara usus halus dengan usus besar disebut sekum(usus buntu). Usus buntu memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing (apendiks). Peradangan pada usus tambahan tersebut dinamakan apendisitis dan sering disebut sebagai ”sakit usus buntu”. Usus besar terdiri atas bagian usus yang naik, bagian mendatar, dan bagian menurun.
Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air sisa makanan. Jika kadar air yang terkandung dalam sisa makanan berlebihan, kelebihan air akan diserap oleh usus besar. Sebaliknya jika sisa makanan kekurangan air, akan diberi tambahan air.
Di dalam usus besar terdapat bakteri pembusuk Escherichia Coli yang membusukkan sisa makanan menjadi kotoran. Dengan demikian kotoran menjadi lunak dan mudah dikeluarkan. Bakteri ini pada umumnya tidak mengganggu kesehatan manusia. Bakteri tsb bahkan ada yang menghasilkan vitamin K dan asam amino tertentu yang berguna bagi manusia.
Bagian akhir usus besar disebut poros usus ( rektum ). Panjang rektum lebih kurang 15 cm. Rektum bermuara pada anus. Anus mempunyai dua macam otot, yaitu otot tak sadar dan otot sadar.
Pada saat sampai di rektum, semua zat yang berguna telah diserap ke dalam darah. Sisanya berupa makanan yang tidak dapat dicerna, bakteri, dan sel-sel mati dari saluran pencernaan makanan. Campuran bahan-bahan tersebut dinamakan feses.
Berbagai penyakit masuk ke tubuh melalui sistem pencernaan makanan. Ini berarti bahwa kebersihan dan kesehatan makanan harus dijaga.

5. GANGGUAN DAN KELAINAN PADA SISTEM PENCERNAAN

Banyak faktor penyebab gangguan pada istem pencernaan, antara lain pola makanan yang salah, infeksi bakteri, atau karena adanya kelainan pada alat pencernaan makanan. Beberapa gangguan tersebut antara lain sbb.

1). Karies
Terjadi dalam rongga mulut pada gigi yang tidak terawat. Karies terjadi karena adanya penumpukan sisa makanan pada gigi yang difermentasikan oleh bakteri menyebabkan lubang pada gigi.

2). Sariawan
Diawali dengan timbulnya luka kecil dalam rongga mulut. Bil tidak segera disembuhkan, sariawan dapat mengganggu pencernaan makanan di dalam mulut. Pencegahannya dilakuakan dengan mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah yang cukup.

3). Apendisitis
Yaitu terjadi peradangan bagian apendiks ( umbai cacing ) karena infeksi bakteri.

4). Diare
Disebabkan oleh protozoa atau bakteri, sehingga terjadi gangguan penyerapan air di usus besar. Akibatnya, ampas makanan yang dikeluarkan berwujud cair.

5). Enteritis
Peradangan pada usus halus atau usus atau usus besar karena infeksi oleh bakteri.

6). Konstipasi atau sembelit
Gejalanaya sulit buang air besar karena penyerapan air di kolon terlalu banyak

7). Ulkus ( radang lambung )
Peradangan pada dinding lambung akibat produksi asam lambung lebih banyak dari jumlah makanan yang masuk atau karena infeksi oleh bakteri.

8). Parotitis ( gondong )
Peradangan pada kelenjar parotis karena infeksi virus.

9). Kanker lambung
Penyakit ini disebabkan oleh konsumsi alcohol yang berlebihan, merokok, dan sering mengkonsumsi makanan berbahan pengawet.

10). Kolitis ( radang usus besar )
Gejalanya berupa diare, kram perut, atau konstipasi, bahkan dapat terjadi luka atau pendarahan di usus.

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA HEWAN DAN PROTOZOA

Proses pencernaan makanan pada mahluk hidup ada yang terjadi di luar sel dan juga ada yang terjadi di dalam sel. Pada hewan bersel banyak terdapat sistem pencernaan yang berbeda tergantung pada tingkatan organisme dan jenis makanannya. Berikut ini akan diuraikan sistem pencernaan protozoa, cacing, serangga, ikan, amfibi, reptilian, burung, dan hewan pemamah biak.

A. Sistem Pencernaan Makanan Protozoa

Organisme bersel satu tidak mempunyai sistem pencernaan seperti pada hewan bersel banyak. Proses pencernaan makanan pada organisme bersel satu berlangsung di dalam sel itu sendiri. Jika ada makanan, organisme tsb bergerak kea rah makanan . kemudian mengelilingi makanan tersebut dengan pseudopodium ( kaki semu ). Makanan tersebut terkurung oleh kaki semu dan terbentuk vakuola makanan. Di dalam vakuola ini makanan dicerna, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Sari-sari makanan di edarkan ke dalam sitoplasma dan sisa-sisa makanan dikeluarkan dari membran plasma.

B. Sistem Pencernaan Makanan Cacing

Pada cacing pipih terdapat sistem pencernaan makanan yang terdiri dari mulut dan usus, yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh untuk mengedarkan sari makanan
Pada cacing berbuku-buku, sustem pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, tembolok, lambung pengunyah, usus, dan anus. Makanan cacing tanah berupa humus. Humus dan sisa-sisa organisme yang merupakan makanan cacing telah mengalami pembusukan saehingga bersifat asam, maka perlu dinetralisir. Di sekitar kerongkongan terdapat tiga pasang kelenjar kapur yang menghasilkan yang dapat menetralkan sifat asam makanannya.
Dari kerongkongan, makanan masuk kedalam tembolok untuk disimpan sementara. Kemudian di dalam empedal, makanan dihancurkan atau dihaluskan secara kimiawi. Hasil pencernaan berupa sari makanan diserap dan sisa-sisa makanan dikeluarkan melalui anus.

C. Sistem Pencernaan Makanan Serangga

Jenis makanan serangga berbeda-beda. Serangga ada yang memakan tumbuhan, ada pula yang memakan daging.
Saluran pencernaan belalang terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung pengunyah, lambung, usus, rektum, dan anus. Kerongkongan mempunyai bagian membesar seperti gelembung tipis dan berduri. Gelembung itu disebut tembolok. Tembolok berfungsi sebagai alat untuk menyimpan makanan sementara. Di bagian depan lambung terdapat enam pasang usus buntu yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan.
Makanan masuk melalui mulut. Di dalam rongga mulut makanan dicerna secara mekanis yaitu dikunyah, dan dicerna secara kimiawi dengan air ludah. Dari mulut, makanan masuk ke kerongkongan lalu menuju ke tembolok. Di tembolok, makanan disimpan sementara dan kemudian ke empedal. Empedal memiliki dinding dari kitin untuk menghaluskan makanan. Makanan akhirnya menuju ke lambung. Proses penyerapan sari makanan terjadi di dalam usus. Makanan masuk ke dalam darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh . sisa makanan yang tidak diserap dikeluarkan melalui anus.
Serangga yang mempunyai alat pengisap tidak mengunyah makanannya. Mereka tidak mempunyai alat pencernaan yang lengkap karena makanannya berupa cairan.

D. Sistem Pencernaan Makanan Ikan

Saluran pencernaan makanan pada ikan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Di dalam rongga mulut ikan terdapat lidah pendek pada dasar mulut. Ikan mempunyai gigi yang tumbuh pada rahang atas dan bawah.,. ikan mempunyai kelenjar lendir di mulutnya. Lambung merupakan pelebaran dari saluran pencernaan. Antara lambung dengan usus terdapat 3 buah usus buntu. Ikan mempunyai hati, kantong empedu serta saluran empedu yang bermuara ke dalam usus. Pankreas tidak begitu jelas dan bersatu dengan hati sehingga disebut hepatopankreas. Makanan dari lambung masuk ke dalam usus. Di sini terjadi penyerapan makanan. Sisa-sisa makanan dikeluarkan melalui usus.

E. Sistem Pencernaan Makanan Amfibi

Saluran pencernaan makanan pada katak terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan kloaka. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, hati, dan pankreas.
Gigi tumbuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit disebut gigi vomer. Setiap kali tanggal, akan tumbuh gigi baru sebagai ganti. Lidah pada katak bercabang dua dan berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Sesudah makanan masuk mulut, ditelan, kemudian melewati kerongkongan menuju lambung. Di dalam lambung makanan dicerna kemudian masuk ke usus halus. Dinding usus halus mengandung kapiler darah yang berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan. Selanjutnya sisa makanan masuk ke usus besar. Dari usus besar sisa makanan didorong keluar melalui kloaka.

F. Sistem Pencernaan Makanan Reptilia

Saluran pencernaan makanan pada reptilia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, pankreas, dan hati. Reptilia mempunyai gigi, lidah, dan ludah. Gigi tumbuh pada rahang atas dan bawah.
Pada ular berbisa, terdapat gigi bisa yang tumbuh pada langit-langit mulutnya. Bisa digunakan untuk melumpuhkan atau membunuh mangsanya. Lidah pada cicak digunakan untuk menangkap mangsa. Ular, bengkarung dan cicak tidak mengunyah mangsa. Kelenjar ludah yang terdapat pada rongga mulut menghasilkan lendir yang berguna untuk membantu memudahkan menelan mangsa. Makanan yang ditangkap langsung dikunyahnya.
Bentuk lambung pada reptilia sesuai dengan bentuk tubuhnya. Kura-kura memiliki lambung membulat, ular dan bengkarung memiliki bentuk perut yang memanjang,

G. Sistem Pencernaan Makanan Burung

Susunan saluran pencernaan burung pemakan biji terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Misal ayam dan burung merpati.
Pada mulut terdapat paruh yang kuat dan berfungsi untuk mengambil makanan, tidak berfungsi untuk mengunyah makanan karena tidak mempunyai gigi . makanan yang diambil oleh paruh kemudian masuk ke dalam rongga mulut lalu menuju ke kerongkongan. Bagian bawah kerongkongan membesar berupa kantong yang disebut tembolok. Tembolok berguna untuk menyimpan makanan sementara.
Lambung terdiri dari dua bagian, yaitu lambung kelenjar di bagian depan dan empedal di bagian belakang. Disebut lambung kelenjar karena dindingnya mengandung kelenjar yang menghasilkan getah lambung yang berfungsi mencerna makanan secara kimiawi. Disebut lambung pengunyah karena karena dindingnya mengandung otot-otot kuat yang berguna untuk menghancurkan makanan. Di dalam empedal sering terdapat batu kecil atau pasir untuk membantu mencerna makanan secara mekanis.
Enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan empedu dialirkan ke usus halus. Hasil pencernaan berupa sari-sari makanan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus halus. Burung mempunyai dua usus buntu. Usus buntu berguna memperluas daerah penyerapan sari-sari makanan.

Sisa makanan didorong ke usus besar kemudian ke dalam rektum dan akhirnya dikeluarkan melalui kloaka. Kloaka merupakan muara dari tiga saluran, yaitu saluran pencernaan usus, saluran uretra, dan saluran kelamin.

Arsenik dan Kasusnya

Akhmad Sabarudin, 2006-02-04 00:00:00

kategori: Demistifikasi Alam
Dilihat: 203 kali

Arsenik menjadi sangat populer di Indonesia ketika seorang aktivis hak asasi manusia, Munir, meninggal dunia di pesawat Garuda dalam penerbangan dari Singapore-Amsterdam beberapa waktu lalu. Kasus buyat, yang sampai saat ini belum jelas ujung ceritanya, juga tak lepas dari arsenik. Sebelum membahas lebih jauh tentang beberapa kasus yang ditimbulkan baik di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya, penulis akan memberikan informasi umum terlebih dahulu tentang arsenik.

Secara kimia, arsenik adalah nama sebuah unsur yang merupakan unit penyusun senyawa kimia. Dalam notasi kimia, arsenik disingkat As. Karena nama sebuah unsur, ia bisa tampil dalam bentuk bermacam-macam senyawa. Arsenik terjadi secara alami di alam dan terdistribusi sangat luas di kerak bumi. Di lingkungan, arsenik berkombinasi dengan oksigen, klorin, sulfur untuk membentuk senyawaan anorganiknya. Pada manusia, hewan, dan tumbuhan, arsenic berkombinasi dengan karbon dan oksigen untuk membentuk senyawa senyawa organic arsenic.

Arsenik dalam bentuk senyawa anorganik banyak digunakan untuk pengawetan kayu. Di dunia elektronik, senyawa ini juga dipakai secara luas. Gallium arsenide (GaAs) di dunia elektronik di pakai dalam teknologi semikonduktor, diode, transitor, dan juga integrated circuits (IC). Dalam bentuk senyawa organiknya, arsenic banyak digunakan sebagai pestisida, khususnya untuk tanaman kapas.

Di alam arsenic tidak dapat dirusak atau dihilangkan tetapi hanya berubah bentuk saja dengan muatan yang berbeda. Pemakaian yang luas arsenic dalam dunia industri dan pertanian seperti dijelaskan diatas telah mengakibatkan semakin besarnya distribusi arsenic di lingkungan. Bentuk yang paling umum di perairan adalah arsenik III (arsenite) dan arsenik V (arsenate). Bentuk anorganiknya ini jauh lebih berbahaya dan beracun di bandingkan bentuk organiknya seperti monomethylarsonic acid (MMA) dan dimethylarsinic acid (DMA). Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan konsentrasi maksimum arsenik yang di perbolehkan di air minum sebesar 10 µg/L. Ketika kita bernafas, dan terhirup arsenic anorganik dalam konsentrasi yang tinggi maka dapat terjadi kerusakan pada tenggorokan dan jantung. Bahkan dalam jumlah yang lebih besar lagi, arsenic anorganik dapat menyebabkan kematian. Konsentrasi rendah arsenic dapat menyebabkan mual dan muntah, menurunnya produksi sel darah merah dan putih, ketidaknormalan kerja hati, dan merusak pembuluh darah. Dalam waktu yang lama, juga dapat menyebabkan kulit menjadi hitam dan keras di sertai tumbuh benjolan-benjolan seperti jagung atau kutil. Kulit akan memerah dan menggelembung jika terjadi kontak dengan arsenic anorganik.. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa arsenik yang terakumulasi secara berlebih dalam tubuh kita dapat meningkatkan resiko penyakit berbahaya seperti kanker hati, darah, jantung, dan ginjal. Bersyukurlah kita bahwa arsenic dalam bentuk senyawa organiknya, yang banyak terakumulasi pada ikan, kerang-kerangan, rumput laut, telah di teliti sebagai senyawa yang tidak berbahaya.
Sedikitnya ada tiga bentuk senyawa anorganik arsenic yang memiliki tingkat racun yang tinggi, yaitu :

  1. Arsenik trioksida (As2O3). Di Indonesia senyawa ini sering disebut sebagai warangan, yang biasanya sering dipakai untuk membersihkan keris. Sebenarnya tidak hanya membersihkan saja, tetapi juga untuk menambah racun pada keris. Jadi sebenarnya tidak ada keris yang sakti, tetapi keris yang berdaya racun tinggi. Secara umum, senyawa ini dikenal dengan nama arsenikum yang berwarna putih dan mudah larut dalam air, khususnya air panas. Maka janganlah sekali kali anda mencampurkannya dalam teh dan kopi.
  2. Arsenik triklorida (AsCl3). Toksisitas atau daya racun senyawa ini lebih rendah di bandingkan arsenic trioksida. Di dalam dunia kriminal, senyawa ini jarang dipakai karena selain daya racunnya rendah, juga karena relatif lebih sulit untuk dilarutkan. Ia lebih mudah larut dalam sesuatu yang berminyak.
  3. Arsin (AsH3). Senyawa ini berbentuk gas dan sering dipakai sebagai senjata kimia dalam perang modern. Senyawa ini memiliki daya racun yang paling tinggi. Arsin dapat terbentuk dari reaksi antara arsenic anorganik dengan sodium borohydride.

Beberapa contoh kasus arsenic yang menimpa perorangan dan masyarakat luas adalah sbb :

1. Kematian Napoleón Bonaparte
Sebagimana kita ketahui, Napoleón adalah mantan kaisar perancis yang popular di daratan eropah sekitar awal abad 18. Ia meninggal dalam pengasingan 184 tahun yang lalu. Pada awalnya, kematian Napoleon dianggap kematian yang biasa. Menurut hasil otopsi, Napoleon meninggal karena penyakit system pencernaan yang aku, sama seperti penyebab kematian ayahnya. Namun, akhirnya di ketahui ketika pada sekitar tahun 1960 sampel rambut Napoleon mengandung arsenic dalam jumlah yang sangat tinggi. Menurut catatan Louis Marchand, pembantu Napoleon yang mencatat kondisi Napoleon selama di pengasingan, saat meninggal keadaan fisik Napoleon cukup menyedihkan, kakinya bengkak sehingga sukar berjalan. Tak hanya itu, Napoleon juga sering mengeluhkan sulit tidur, pusing-pusing, hilang nafsu makan, muntah-muntah, gatal-gatal, dan sakit dada. Gejala yang dialami Napoleon sama dengan gejala keracunan arsenik. Forshufvud, seorang dokter gigi dan pengagum napoleon, meyakini ketika mengetahui kondisi tubuh mayat Napoleon yang masih utuh ketika kuburannya dipindahkan di Santa Helena ke Perancis. Tubuh Napoleon tidak rusak walaupun tidak menggunakan pengawet karena kandungan arsenik di dalam tubuh membuat tubuhnya awet dan salah satu kegunaan arsenic ini adalah dapat mengawetkan mayat.
Dr. Hamilton Smith dalam publikasinya Journal Analytical Chemistry telah menganilis rambut Napoleon dengan menggunakan Analisis Aktivasi Neutron (Neutron Activation Analysis). Kemudian, Forshufvud bekerja sama dengan Smith menganalisis kandungan arsenik dalam rambut Napoleon. Hasil analysis tersebut menunjukkan bahwa kadar arsenik tertinggi dalam rambut Napoleon adalah 51.2 ppm dan paling rendah adalah 2.8 ppm. Dengan rata-rata sekitar 24.3 ppm. Padahal, kadar normal arsenik dalam tubuh adalah 0.8 ppm. Sedangkan dalam sample rambut Napoleon 30 kali lipat lebih tinggi dari kadar normal.

2. Kontaminasi Arsenik di beberapa belahan dunia
Sebanarnya ada 20 negara di dunia yang air tanahnya terkontaminasi arsenik. Tetapi, 4 kasus terbesar kasus kontaminasi arsenik ini terjadi di Asia, yaitu di Bangladesh, West Bengal-India, Inner Mongolia, China dan Taiwan. Roger Smith, Profesor Emeritus farmakologi dan toksikologi, Sekolah Medis Dartmouth, menyatakan kontaminasi arsenik alami dalam air merupakan problem di sumur yang terdapat di Bangladesh. Peracunan sumur di Bangladesh merupakan problem yang rumit; jutaan orang mengambil air minum dari sumur yang dibor melalui lapisan batu yang mengandung arsenik. Peracunan kronik, level rendah seperti di Banglades menyebabkan korbannya menderita kanker, kulit melepuh, dan lain-lain. World Bank dalam laporannya menyatakan bahwa 43 ribu desa dari 68 ribu desa di Banglades beresiko terkontaminasi oleh arsenic. Lebih lanjut WHO memprediksi bahwa kematian 1 di antara 10 penduduk di bagian selatan Banglades di sebabkan oleh kanker yang diakibatkan akumulasi arsenic di dalam tubuh penduduk. Problem kontaminasi air bawah tanah di Bengal barat, India telah di ketahui sejak tahun 1993, dan masalah ini semakin parah dari hari ke hari. Namun sungguh sangat di sayangkan setelah 22 tahun berlalu tidak ada upaya yang konkrit untuk mengatasi situasi tsb, dan keracunan arsenic semakin merajalela di sana.

3. Kematian Munir, aktivis HAM Indonesia
Munir Said Thalib lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965 dan meninggal di pesawat Garuda dari Jakarta jurusan ke Amsterdam, pada tanggal 7 September 2004. Pria keturunan Arab ini adalah seorang aktivis HAM Indonesia dan jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial. Pada tanggal 12 November 2004 dikeluarkan kabar bahwa polisi Belanda (Institut Forensik Belanda) menemukan jejak-jejak senyawa arsenikum setelah otopsi. Hal ini juga dikonfirmasi oleh polisi Indonesia. Belum diketahui siapa yang telah meracuni Munir, meskipun ada yang menduga bahwa oknum-oknum tertentu memang ingin menyingkirkannya. Ditemukan kadar arsenik di tubuh Munir mencapai 460 mg dan Institute Forensik Belanda menyebutnya acute arsenic poisoning. Menurut standar, arsenik mencapai taraf mematikan mulai kadar 200-300 mg.

H. Sistem Pencernaan Makanan Hewan Pemamah Biak

Pada mamalia terdapat jenis gigi dan susunan alat pencernaan makanan yang berbeda sesuai dengan makanannya. Bentuk dan susunan gigi hewan herbivor berbeda dengan susunan gigi hewan karnivor. Hewan herbivor mempunyai tidak mempunyai gigi taring sebaliknya hewan karnivor mempunyai gigi taring. Pada hewan herbivor, di antara gigi taring dan geraham depan ada ruang yang tidak ditumbuhi dinding. Ruang ini disebut diastema. Gigi hewan herbivor selalu tumbuh dan gigi yang tanggal akan digantikan.
Hewan herbivor ada yang digolongkan hewan pemamah biak karena mengunyah makanannya dua kali. Saluran pencernaan makanan hewan pemamah biak terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, dan anus. Lambung terdiri dari perut besar, perut jala, perut kitab, dan perut masam. Makanan yang berupa rumput kemudian ditelan masuk ke kerongkongan menuju ke perut besar. Di perut besar makanan disimpan sementara, kemudian masuk ke dalam perut jala. Di dalam perut jala makanan dicerna secara kimiawi dan menjadi gumpalan-gumpalan kecil. Gumpalan tersebut dikeluarkan kembali ke mulut untuk dimamah sampai lumat oleh geraham. Setelah makanan dimamah, ditelan lagi dan masuk ke perut kitab untuk digiling. Selanjutnya makanan masuk ke dalam perut masam. Di dalam perut ini makanan dicerna secara kimiawi oleh enzim-enzim. Akhirnya sari makanan masuk ke usus halus, kemudian diserap dan diedarkan olewh darah ke seluruh tubuh. Sisa makanan keluar melalui anus.

Cinta Itu Menyembuhkan

- Jawaban -

Untuk tetap sehat dan panjang umur kita selalu dianjurkan untuk menjalani pola hidup yang sehat, tetapi kita sering melupakan faktor lain yang juga penting untuk membuat kita selalu sehat yaitu cinta.

Meskipun tidak bisa dilihat bukan berarti cinta tidak berpengaruh pada kesehatan kita. Kalau tidak percaya, lihatlah orang yang sedang jatuh cinta. Meski pola hidup dan pola makannya belum tentu sehat, tapi mereka nampak segar dan penuh energi. Tiba-tiba saja menjadi kuat bekerja siang dan malam seolah mendapatkan energi ekstra.

Kenyataannya, sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa cinta mambuat kita lebih sehat. Namun tidak semua cinta memiliki efek menyembuhkan. Misalnya cinta romantis. Meski bisa membantu penyembuhan; namun cinta jenis ini cepat sekali berlalu. Dan seringkali malah menimbulkan depresi ketika patah hati atau saat bertepuk sebelah tangan. Cinta yang paling baik dalam penyembuhan adalah cinta yang mengandung kasih, penerimaan dan pengertian. Jadi mengandung unsur spiritual dan emosional, walau bisa juga menjadi romantis.

Dr. Bernie Siegel, penutis buku Love, Medicine and Miracle menyebutnya cinta tanpa pamrih (unconditional Iove). Cinta jenis ini menurutnya mengandung energi penyembuhan yang kuat. Bagaimana bisa demikian?

Orang Yang Dicintai Dan Mencintai Sama-sama Sehat

Penelitian di Yale University terhadap 119 pria dan 40 wanita yang menjalani pemeriksaan pembuluh darah koroner, hasilnya mereka yang merasa paling dicintai dan didukung oleh pasangannya memiliki lebih sedikit penyumbatan di arteri jantungnya dibandingkan kelompok lainnya.

Jika merasa dicintai baik pengaruhnya bagi kesehatan jantung, memberikan cinta juga bisa membuat orang awet muda. Dengan kata lain, semakin banyak mereka memberikan cinta dan dukungan kepada sesamanya, semakin lambat proses penuaan yang terjadi pada mereka.

Orang yang merasa dicintai, dipedulikan, menikmati dukungan serta kedekatan, akan menjadi lebih berbahagia dan lebih sehat. Risiko menderita penyakit menjadi lebih kecil, dengan begitu kesempatannya menjadi Iebih besar untuk bertahan hidup. Mengapa pengaruh cinta bisa sedemikian kuatnya?

Cinta Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Meskipun dalam praktiknya selama ini lebih banyak membantu penderita kanker, Dr. Bemie Siegel begitu yakin bahwa kekuatan cinta bisa mengatasi berbagai penyakit. Menurutnya, cinta tanpa syarat (unconditional love) merupakan perangsang sistem kekebalan yang paling hebat. Dengan sepenuhnya menyayangi diri sendiri dan orang lain, secara otomatis kadar immunoglobulin dalam darah kita akan meningkat.

Jadi tak peduli bagaimana pun kondisi kita, tak ada salahnya untuk mulai mencintai dan mempersiapkan diri untuk dicintai sesama manusia dengan cinta tanpa pamrih seperti yang diteladankan Yesus semasa hidupnya di dunia.

Kategori berita
Pembentukan Karsinogen Dalam Makanan
Sumber: Kompas, 03 Januari 2003

TERNYATA reaksi yang menyebabkan makanan berasa enak dan berwarna menarik pada saat yang sama juga memungkinkan terbentuknya bahan karsinogen. Karena itu, makanan cepat saji (fast food) yang kian populer jangan dikonsumsi berlebihan.

Ada berbagai alasan di balik itu. Kelebihan kalori dan kandungan lemak yang tinggi adalah di antaranya. April lalu ilmuwan-ilmuwan dari Swedia menambahkan alasan mengapa makanan seperti french fries dan potato chips harus hati-hati dikonsumsi. Ternyata, makanan yang kaya karbohidrat bila dipanaskan dapat mengandung akrilamida, senyawa yang diketahui menyebabkan kanker pada tikus.

Namun, saat itu bagaimana proses terbentuknya akrilamida masih belum jelas. Kini, majalah Nature-dalam edisi 2 Oktober 2002-menurunkan dua artikel hasil penelitian ilmuwan di Inggris dan Swiss yang mengungkap proses produksi akrilamida.

Selama proses memasak, asam amino (bahan penyusun protein) dan gula dapat bereaksi melalui apa yang dikenal dengan reaksi Maillard. Reaksi ini ditemukan pertama kali oleh Maillard pada awal abad ke-20, saat ia ingin meneliti bagaimana asam-asam amino berikatan membentuk protein.

Maillard menemukan itu saat memanaskan campuran gula dan asam amino. Campuran berubah warna menjadi kecoklatan. Reaksi berlangsung dengan mudah pada suhu antara 150-260 derajat Celcius, kira-kira suhu pemanasan saat memasak. Tetapi hubungan antara reaksi Maillard dengan perubahan warna dan cita rasa makanan baru diketahui tahun 1940.

PARA prajurit di Perang Dunia II mengeluhkan serbuk telur (mereka diberi ransum telur dalam bentuk serbuk) yang berubah warna menjadi coklat dan rasanya tidak enak. Setelah diteliti, ada hubungan erat antara perubahan warna menjadi coklat dan perubahan rasa itu.

Walaupun serbuk telur disimpan di suhu ruang, konsentrasi asam amino dan gula yang tinggi memungkinkan reaksi Maillard terjadi. Sejak itu diketahui, misalnya, bahwa pada saat memasak daging, ada hubungan antara perubahan warna coklat dan perubahan cita rasanya. Kini bahkan diketahui bahwa cita rasa dan aroma daging panggang ditimbulkan tidak kurang dari 600 senyawa.

Pekerjaan kedua tim ini menyebutkan bahwa reaksi Maillard seringkali dapat menghasilkan akrilamida juga. Donald S Mottram dari University of Reading, mereaksikan asparagin (salah satu jenis asam amino) yang merupakan 40 persen asam amino dalam kentang dengan glukosa. Mereka menemukan bahkan pada suhu 100 derajat Celcius pun telah cukup untuk menghasilkan akrilamida. Jumlah akrilamida yang diproduksi akan meningkat tajam di atas 185 derajat Celcius.

Tim kedua yang diketuai oleh Richard T Stadler dari Nestle Research Center di Lausanne, Swiss, menyimpulkan hal yang sama setelah menguji 20 asam amino pada suhu tinggi. Makanan lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti gandum dan sereal, juga kaya akan asparagin dan mungkin akan bereaksi mirip bila dipanaskan.

Efek akrilamida pada manusia memang belum jelas, namun untuk tikus dan lalat buah positif menimbulkan kanker bila dikonsumsi dalam jumlah 1.000 kali diet rata-rata. WHO telah mendaftar akrilamida sebagai senyawa yang “mungkin karsinogenik bagi manusia” dan sedang mengoordinasikan riset untuk meneliti lebih jauh.

Dengan mengetahui pengaruh panas pada makanan yang dapat menghasilkan akrilamida, mungkin arah selanjutnya adalah menggunakan bahan yang kandungan asparaginnya rendah atau memodifikasi reaksi Maillard. Yang jelas, mari kembali pada cara makan yang sehat dan seimbang, termasuk banyak makan buah dan sayur.

(Oleh Ismunandar, Dosen Kimia Institut Teknologi Bandung)

Dampak Perubahan Iklim

Gatot Irianto

Data statistik anomali iklim menunjukkan sampai tahun 1987 periode, pola cuaca, iklim, musim kemarau dan penghujan Indonesia masih predictable dengan return period pattern 5-8 tahunan. Setelah itu, gangguan anomali iklim mulai terjadi dengan berubahnya periode ulang menjadi 3-4 tahun dan saat itu kesulitan prediksi musim mulai dirasakan.

Setelah anomali iklim ekstrem semakin kerap terjadi terutama mulai November 2006 sampai sekarang (2007), maka cuaca, musim, dan iklim di sebagian wilayah Indonesia semakin unpredictable. Ilustrasi kuantitatif tersebut menunjukkan telah terjadi propagasi iklim di Indonesia, dari iklim dengan periode ulang normal bergeser ke periode transisi dalam bentuk anomali iklim luar biasa dan akhirnya terjadi perubahan iklim permanen.

Diprakirakan perubahan iklim masih terus berlangsung. Bahkan akan semakin ekstrem, sehingga konsekuensi ekologisnya harus diantisipasi, karena pantauan lapangan menunjukkan perubahan iklim menyebabkan komponen penyusun ekosistem baik biotik (manusia, tumbuhan, hewan) maupun abiotik (tanah, air, dan batuan) akan mengalami proses seleksi, evaluasi, dan eksaminasi alamiah, sampai mencapai keseimbangan baru.

Dengan demikian dipastikan akan ada perubahan besar di hampir semua struktur ekosistem termasuk peradaban manusia. Sayangnya, sampai saat ini pemerintah dan kepedulian masyarakat masih sangat terbatas, sehingga Indonesia praktis tanpa persiapan yang memadai dan menyerahkan sepenuhnya mekanisme alam dalam menghadapi perubahan iklim. Padahal, banyak bukti sejarah menunjukkan kehancuran peradaban kerajaan Mesir kuno, dinasti di Tiongkok, Kerajaan Majapahit, sampai Demak Bintoro, terjadi akibat kegagalan manusia dalam mengelola perubahan iklim ekstremnya.

Dampak Anomali

Terjadinya iklim luar biasa (eksepsionel) dalam bentuk curah hujan, suhu, dan kelembaban udara ekstrem maksimum maupun minimum secara sistemik, berdampak langsung terhadap penurunan distribusi dan ketersediaan air bagi manusia, tanaman, dan ternak. Tingginya laju evaporasi, transpirasi, dekomposisi, dan disintegrasi batuan hampir semua komponen ekosistem mengalami kedodoran untuk adaptasinya.

Banjir di Polewali Mandar, Samarinda, Bone, Aceh Singkil, serta Timika Papua yang terjadi lebih dua kali setahun, termasuk kali ini terjadi pada musim kemarau, merupakan contoh dampak perubahan iklim yang harus diantisipasi. Banyak negara kepulauan dengan batas pulau terluar sangat kecil seperti Pulau Nipah, berpotensi hilang, dan bahkan ada yang sudah hilang, sehingga dapat mengganggu stabilitas kawasan.

Guncangan perubahan iklim dipastikan semakin keras dengan hancurnya daerah aliran sungai sebagai wadah (sink) dan meningkatnya sumber gas rumah kaca (sources), baik secara alamiah maupun artifisial. Tenggelamnya beberapa pulau terluar di Indonesia, terjadinya longsor, kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas dan tidak terkendali, terjadinya krisis energi, munculnya strain/biotipe baru penyakit pada manusia (flu burung, demam berdarah) akibat rentannya manusia terhadap penyakit dipastikan akibat perubahan iklim sedang terjadi. Bahkan punahnya spesies tanaman dan hewan di beberapa wilayah juga dipengaruhi perubahan iklim, terutama iklim ekstrem tinggi dalam waktu singkat.

Berdasarkan tren data anomali, diprakirakan anomali ini akan terus berlanjut, karena negara maju terutama Amerika Serikat dan sekutunya masih bersikeras tidak bersedia menurunkan emisi gas rumah kacanya. Dampak perubahan iklim dipastikan akan sangat dahsyat bahkan dibandingkan bom atom sekalipun, karena perubahan lingkungan liputannya luas dengan daya bunuh luar biasa tanpa pandang strata ekonomi. Jatuhnya ribuah korban jiwa akibat peningkatan kalor di Prancis awal tahun 2003 merupakan teladan yang harus dijadikan pelajaran.

Mitigasi dan Adaptasi

Ada dua program aksi utama yang harus dilakukan masyarakat bersama pemerintah, yaitu: program mitigasi dan adaptasi. Program mitigasi ditujukan untuk menurunkan sumber gas rumah kaca, utamanya dari sektor industri dan perhubungan sebagai kontributor terbesar gas rumah kaca melalui penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan misalnya biofuel yang sustainable.

Program tersebut dimaksudkan agar peningkatan suhu dapat diminimalkan, sehingga kalor (heat) yang dihasilkan dapat direduksi. Sementara itu program adaptasi harus dilakukan semua orang dengan meningkatkan kapasitas wadah dalam menyerap gas rumah kaca.

Penanaman setiap jengkal tanah adalah solusi praktisnya, agar neraca pertumbuhan pohon yang selama ini terus negatif dapat dipositifkan. Gerakan itu seharusnya berbasis masyarakat agar lebih murah, efektif, dan menumbuhkan kesadaran bersama.

Satu hal yang harus dilakukan kembali adalah membangun bendung besar agar dapat meredam suhu dan kalor atmosfer yang terus meningkat luar biasa belakangan ini. Pemerintah perlu secepatnya mengambil keputusan itu, karena selain bermanfaat dalam meredam perubahan iklim juga bermanfaat meningkatkan produksi pangan nasional yang permintaannya semakin sulit dipenuhi dengan cara-cara biasa.

Tanpa upaya tersebut, cepat dan pasti Indonesia akan mengalami overheating sebagai dampak pemanasan global sekaligus ancaman krisis pangan yang sangat mengerikan. Berdasarkan Protokol Kyoto dan keputusan sidang pertemuan para pihak dari United Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), maka ada beberapa sumber pendanaan adaptasi seperti: clean development mechanism (CDM), special climate change fund (SCCFF), carbon fund, dan adaptation fund. Kantor Menteri Lingkungan Hidup dan Departemen Luar Negeri harus secepatnya memfasilitasi dalam mengakses sumber pendanaan tersebut untuk meringankan beban dan derita masyarakat yang terkena dampak perubahan iklim.

Direktur Pengelolaan Air, Direktorat Jenderal PLA, Deptan; Pengajar Analisis Sistem Hidrologi Sekolah Pascasarjana IPB
Kategori Kimia Pangan
Tempe bisa menawarkan racun?
Oleh Iman Salman
Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Protein yang kita kenal sampai saat ini

Persepsi kita terhadap sesuatu hal memang berbeda karena persepsi terbentuk atas informasi dari luar yang kemudian berkombinasi dengan karakter dan ilmu yang telah ada di dalam diri kita. Begitu pula halnya dengan persepsi kita terhadap sebuah kata “protein”, sebuah kata sederhana yang tersusun dari tujuh buah huruf: p, r, o ,t, e, i, dan n. Kata yang sederhana namun ternyata penuh makna terutama ketika kata protein itu dibawa kedalam ruang sistem kajian ilmu kimia atau biokimia.

Beragam pengenalan masyarakat terhadap protein. Sebagian masyarakat kita ada yang telah mengenal kata itu, ada yang telah mendengar saja, atau ada juga yang mungkin belum mendengar sama sekali. Ada yang mengetahui bahwa protein adalah zat pembangun meski tidak tau apa maksud zat pembangun itu, ada yang mengetahui bahwa protein adalah salah satu zat makanan yang harus ada pada tiap menu makanan, ada yang mengetahui bahwa kekurangan protein dapat menyebabkan busung lapar, ada yang mengetahui bahwa protein adalah salah satu zat gizi dalam makanan yang sangat diperlukan tubuh, dan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Ini semua benar.

Kita memperoleh protein dari makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, sedangkan protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Beberapa makanan sumber protein ialah daging, telur, susu, ikan, beras, kacang, kedelai, gandum, jagung, dan beberapa buah-buahan.

Protein dalam praktikum kimia dan ilmu (bio)kimia

Pengarahan Praktikum kimia

Ketika saya memasuki kuliah di jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI, disanalah mulai terjadi persepsi tambahan yang baru tentang protein. Ketika para mahasiswa-baru masuk laboratotium kimia dan mendapatkan pengarahan dari instruktur laboratorium, yang salah satunya adalah sebuah anjuran agar meminum susu murni setelah melaksanakan praktikum. Sebuah anjuran yang menyenangkan untuk dilakukan karena susu adalah sebuah bagian dari menu makanan yang merupakan ”penyempurna” makanan dalam teori lama mengenai konsep makanan: empat sehat lima sempurna

Kemudian setelah dibaca ternyata anjuran meminum susu ini memang terdapat secara formal pada buku panduan praktikum, dan pada buku panduan tersebut terdapat tambahan yakni ”susu murni atau putih telur”

”Kuliah Ilmu (bio)kimia”

Mengapa meminum susu murni atau putih telur? Ternyata yang menjadi alasannya adalah karena adanya protein yang terdapat dalam susu murni atau putih telur tesebut. Apa hubungannya protein dengan praktikum?

Karena aktivitas praktikum akan memberikan peluang masuknya beberapa ”zat kimia” kedalam tubuh, yang mana bisa jadi diantara zat kimia tersebut adalah zat beracun seperti uap asam klorida (HCl), uap kloroform (CHCl3), uap logam berat, dll.

Untuk dapat menjelaskan mengapa protein dapat menjadi penawar racun, berikut saya pindahkan saja sebuah potongan kalimat yang terdapat dalam buku “Dasar-dasar Biokimia” Bab Protein, karya Prof. Dr. Anna Poedjiadi ke hadapan para pembaca. “ Ion-ion positif yang dapat mengendapkan protein antara lain ialah Ag+, Ca2+, Zn2+, Hg2+, Fe2+, Cu2+ dan Pb2+. ……. Berdasarkan sifat tersebut putih telur atau susu dapat digunakan sebagai antidotum atau penawar racun apabila orang keracunan logam berat.” Mudah-mudahan pemindahan teks ini merupakan sebuah pemindahan yang berharga, dalam rangka memindahkan ilmu dari kampus ke meja para pembaca.

Apa manfaatnya untuk kita

Sengaja tidak dibahas kajian teoritis bagaimana proses kerjanya sehingga protein dalam susu murni atau putih telur dapat menjadi penawar racun, karena pembahasannya membutuhkan pemahaman ilmu kimia mengenai konsep titik isolistrik dan reaksi pengendapan serta ilmu biologi mengenai proses metabolisme dalam tubuh yang barangkali hanya akan membuat kita kebingungan. Yang terpenting dari tulisan ini adalah agar dapat menjadikan aktivitas konkrit yang bisa kita lakukan atas ilmu ini dalam aktivitas keseharian kita.

Wujudkan dalam aktivitas keseharian.

“Dari laboratorium menuju meja aktivitas keseharian”.

Selain di laboratorium, dalam aktivitas keseharian pun kita tidak lepas dari kemungkinan masuknya zat beracun kedalam tubuh. Beberapa diantaranya adalah gas kendaraan bermotor. Pada umumnya dapat dipastikan bahwa akibat aktivitas kendaraan bermotor, udara di sekeliling kita setidaknya akan mengandung gas NOx dan partikulat Timbal (Pb). Selain dari kendaraan bermotor, dalam makanan keseharian kita pun kemungkinan adanya zat-zat kimia beracun yang masuk kedalam tubuh sangat dimungkinkan.

Berkaitan dengan hal ini, maka kita pun perlu membentengi diri dengan protein salah salah satunya. Prof.Dr.Anna Poedjiadi dalam buku yang disebutkan di atas menyuguhkan sebuah tabel daftar komposisi Bahan makanan sumber protein sebagai berikut.

Nama bahan makanan Kadar protein (%)
Daging ayam 18.2
Daging sapi 18.8
Telur ayam 12.8
Susu sapi segar 3.2
Keju 22.8
Bandeng 20.0
Udang segar 21.0
Beras tumbuk merah 7.9
Beras giling 6.8
Kacang hijau 22.2
Kedelai basah 30.2
Tepung terigu 8.9
Jagung kuning (butir) 7.9
Pisang ambon 1.2
Durian 2.5

Susu murni atau putih telur bisa kita ganti dengan tempe misalnya, atau tahu juga bisa kita gunakan dalam rangka menangkal racun yang barangkali telah masuk kedalam tubuh kita. Ingat, tempe dan tahu terbuat dari kacang kedelai yang tentu akan mengandung protein juga seperti halnya zat asalnya. Mari kita hidup sederhana. Obat tidak perlu mahal, bahkan obat tidak perlu bernama obat. Makanan keseharian kita pun sebenarnya dapat berfungsi sebagai obat penangkal racun. Bagi para ibu yang suka memasak, bumbu masakan seperti kunyit, kencur, daun sirih, daun salam, dan rempah-rempah lainnya pada umumnya juga memiliki daya penangkal racun yang akan bermanfaat untuk tubuh. Begitu juga dengan sayuran dan buah-buahan memiliki daya penangkal terhadap racun. Kemudian sebisa mungkin hindari bumbu-bumbu masakan yang merupakan bumbu sintesis. Kalau bumbu masakan dengan rempah-rempah justru lebih nikmat serta memiliki kemampuan menangkal racun, mengapa kita tidak memilih rempah-rempah saja, capek sedikit untuk sekedar mengulek nampaknya lebih baik kalau kita ingin hidup lebih sehat.

Nampaknya layak juga wacana teoritis ilmiah ini menjadi sumbangan ilmu bagi proses belajar-mengajar di sekolah mulai dari SD hingga SMA, bahkan hingga mahasiswa sekali pun karena sebenarnya wacana bahwa protein dapat berfungsi sebagai penangkal racun ini tidak banyak diketahui meskipun oleh seorang mahasiswa kimia. Sepanjang yang saya ketahui. Dan apa yang dituliskan ini juga adalah sekedar estimasi atas teori yang ada, kalau ternyata apa yang dituliskan ini adalah wacana yang keliru maka itulah tugas pakar ilmu untuk membenarkannya. Karena memang tiap ilmu itu ada “barisan pemegang kuncinya”.

THB in religious fundamentalis concept

ERAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI*
Oleh : M. Shiddiq Al-Jawi**

Ringkasan

Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Pertama, menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam, bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa?idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Ini bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan.

Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan, sedang yang bertentangan dengannya, wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Kedua, menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam, bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. Standar syariah ini mengatur, bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek, didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Umat Islam boleh memanfaatkan iptek, jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah, maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya, walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Pengantar

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif, yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Berbagai sarana modern industri, komunikasi, dan transportasi, misalnya, terbukti amat bermanfaat. Dengan ditemukannya mesin jahit, dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan, hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi, 1997). Dahulu Ratu Isabella (Italia) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?).
Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Tapi pada 1969, dengan sarana komunikasi canggih, dunia hanya perlu waktu 1,3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno, 2004). Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. Sekarang dengan naik pesawat terbang, kita hanya perlu 12 jam saja. Subhanallah?

Tapi di sisi lain, tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Pada tahun 1995, Elizabetta, seorang bayi Italia, lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli, ternyata telah disimpan di ?bank? dan kemudian baru dititipkan pada bibinya, Elenna adik Luigi (Kompas, 16/01/1995). Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono, 1995). Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya, menjadi lebih berbahaya, misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry, 1996). Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly, akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). Lingkungan hidup seperti laut, atmosfer udara, dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi, kekerasan, dan perjudian.

Di sinilah, peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja, seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut.

Paradigma Hubungan Agama-Iptek

Untuk memperjelas, akan disebutkan dulu beberapa pengertian dasar. Ilmu pengetahuan (sains) adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode ilmiah (scientific method) (Jujun S. Suriasumantri, 1992). Sedang teknologi adalah pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari (Jujun S. Suriasumantri,1986). Perkembangan iptek, adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan iptek (Agus, 1999). Agama yang dimaksud di sini, adalah agama Islam, yaitu agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, untuk mengatur hubungan manusia dengan Penciptanya (dengan aqidah dan aturan ibadah), hubungan manusia dengan dirinya sendiri (dengan aturan akhlak, makanan, dan pakaian), dan hubungan manusia dengan manusia lainnya (dengan aturan mu?amalah dan uqubat/sistem pidana) (An-Nabhani, 2001).

Bagaimana hubungan agama dan iptek? Secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasari hubungan keduanya, terdapat 3 (tiga) jenis paradigma (Lihat Yahya Farghal, 1990:99-119) :

Pertama, paradagima sekuler, yaitu paradigma yang memandang agama dan iptek adalah terpisah satu sama lain. Sebab, dalam ideologi sekularisme Barat, agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din ?an al-hayah). Agama tidak dinafikan eksistensinya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan pribadi manusia dengan tuhannya. Agama tidak mengatur kehidupan umum/publik. Paradigma ini memandang agama dan iptek tidak bisa mencampuri dan mengintervensi yang lainnya. Agama dan iptek sama sekali terpisah baik secara ontologis (berkaitan dengan pengertian atau hakikat sesuatu hal), epistemologis (berkaitan dengan cara memperoleh pengetahuan), dan aksiologis (berkaitan dengan cara menerapkan pengetahuan).

Paradigma ini mencapai kematangan pada akhir abad XIX di Barat sebagai jalan keluar dari kontradiksi ajaran Kristen (khususnya teks Bible) dengan penemuan ilmu pengetahuan modern. Semula ajaran Kristen dijadikan standar kebenaran ilmu pengetahuan. Tapi ternyata banyak ayat Bible yang berkontradiksi dan tidak relevan dengan fakta ilmu pengetahuan. Contohnya, menurut ajaran gereja yang resmi, bumi itu datar seperti halnya meja dengan empat sudutnya. Padahal faktanya, bumi itu bulat berdasarkan penemuan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari hasil pelayaran Magellan. Dalam Bible dikatakan? Kemudian daripada itu, aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru angin bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut, atau di pohon-pohon.? (Wahyu-Wahyu 7:1)

Kalau konsisten dengan teks Bible, maka fakta sains bahwa bumi bulat tentu harus dikalahkan oleh teks Bible (Adian Husaini, Mengapa Barat Menjadi Sekular-Liberal, http://www.insistnet.com). Ini tidak masuk akal dan problematis Maka, agar tidak problematis, ajaran Kristen dan ilmu pengetahuan akhirnya dipisah satu sama lain dan tidak boleh saling intervensi.

Kedua, paradigma sosialis, yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafikan eksistensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada, dus, tidak ada hubungan dan kaitan apa pun dengan iptek. Iptek bisa berjalan secara independen dan lepas secara total dari agama. Paradigma ini mirip dengan paradigma sekuler di atas, tapi lebih ekstrem. Dalam paradigma sekuler, agama berfungsi secara sekularistik, yaitu tidak dinafikan keberadaannya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan vertikal manusia-tuhan. Sedang dalam paradigma sosialis, agama dipandang secara ateistik, yaitu dianggap tidak ada (in-exist) dan dibuang sama sekali dari kehidupan.

Paradigma tersebut didasarkan pada pikiran Karl Marx (w. 1883) yang ateis dan memandang agama (Kristen) sebagai candu masyarakat, karena agama menurutnya membuat orang terbius dan lupa akan penindasan kapitalisme yang
kejam. Karl Marx mengatakan :

Religion is the sigh of the oppressed creature, the heart of the heartless world, just as it is the spirit of a spiritless situation. It is the opium of the people.?

(Agama adalah keluh-kesah makhluk tertindas, jiwa dari suatu dunia yang tak berjiwa, sebagaimana ia merupakan ruh/spirit dari situasi yang tanpa ruh/spirit. Agama adalah candu bagi rakyat) [Lihat Karl Marx,?Contribution to The Critique of Hegel?s Philosophy of Right?, termuat dalam On Religion, 1957:141-142) (Ramly, 2000:165-166)

Berdasarkan paradigma sosialis ini, maka agama tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan iptek. Seluruh bangunan ilmu pengetahuan dalam paradigma sosialis didasarkan pada ide dasar materialisme, khususnya Materialisme Dialektis (Yahya Farghal, 1994:112). Paham Materialisme Dialektis adalah paham yang memandang adanya keseluruhan proses perubahan yang terjadi terus menerus melalui proses dialektika, yaitu melalui pertentangan-pertentangan yang ada pada materi yang sudah mengandung benih perkembanganitu sendiri (Ramly, 2000:110).

Ketiga, paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan. Aqidah Islam menjadi basis dari segala ilmu pengetahuan. Aqidah Islam ?yang terwujud dalam apa-apa yang ada dalam Al-Qur`an dan Al-Hadits-- menjadi qa?idah fikriyah (landasan pemikiran), yaitu suatu asas yang di atasnya dibangun seluruh bangunan pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia (An-Nabhani, 2001).

Paradigma ini memerintahkan manusia untuk membangun segala pemikirannya berdasarkan Aqidah Islam, bukan lepas dari aqidah itu. Ini bisa kita pahami dari ayat yang pertama kali turun (artinya) :

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.? (QS Al-?Alaq [96] : Ayat ini berarti manusia telah diperintahkan untuk membaca guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam, karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika, yaitu tetap berdasarkan iman kepada Allah, yang merupakan asas Aqidah Islam (Al-Qashash, 1995:81).
Paradigma Islam ini menyatakan bahwa, kata putus dalam ilmu pengetahuan bukan berada pada pengetahuan atau filsafat manusia yang sempit, melainkan berada pada ilmu Allah yang mencakup dan meliputi segala sesuatu (Yahya Farghal, 1994:117). Firman Allah SWT (artinya) :
Dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.? (QS An-Nisaa` [4] : 126)? Dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.? (QS. Ath-Thalaq [65] : 12)
Itulah paradigma yang dibawa Rasulullah SAW (w. 632 M) yang meletakkan Aqidah Islam yang berasas Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah sebagai asas ilmu pengetahuan. Beliau mengajak memeluk Aqidah Islam lebih dulu, lalu setelah itu menjadikan aqidah tersebut sebagai pondasi dan standar bagi Berbagai pengetahun. Ini dapat ditunjukkan misalnya dari suatu peristiwa ketika di masa Rasulullah SAW terjadi gerhana matahari, yang bertepatan dengan wafatnya putra beliau (Ibrahim). Orang-orang berkata.?Gerhana matahari ini terjadi karena meninggalnya Ibrahim.? Maka Rasulullah SAW segera menjelaskan :
Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau
kelahiran seseorang, akan tetapi keduanya termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah. Dengannya Allah memperingatkan hamba-hamba-Nya?? (HR. Al-Bukhari dan An-Nasa`i) (Al-Baghdadi, 1996:10)

Dengan jelas kita tahu bahwa Rasulullah SAW telah meletakkan Aqidah Islam sebagai dasar ilmu pengetahuan, sebab beliau menjelaskan, bahwa fenomena alam adalah tanda keberadaan dan kekuasaan Allah, tidak ada hubungannya dengan nasib seseorang. Hal ini sesuai dengan aqidah muslim yang tertera dalam Al-Qur`an (artinya) :

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.? (QS Ali ?Imran [3] :190)

Inilah paradigma Islam yang menjadikan Aqidah Islam sebagai dasar segala pengetahuan seorang muslim. Paradigma inilah yang telah mencetak muslim-muslim yang taat dan shaleh tapi sekaligus cerdas dalam iptek. Itulah hasil dan prestasi cemerlang dari paradigma Islam ini yang dapat dilihat pada masa kejayaan iptek Dunia Islam antara tahun 700 ? 1400 M. Pada masa inilah dikenal nama Jabir bin Hayyan (w. 721) sebagai ahli kimia termasyhur, Al-Khawarzmi (w. 780) sebagai ahli matematika dan astronomi, Al-Battani (w. 858) sebagai ahli astronomi dan matematika, Al-Razi (w. 884) sebagai pakar kedokteran, ophtalmologi, dan kimia, Tsabit bin Qurrah (w. 908) sebagai ahli kedokteran dan teknik, dan masih banyak lagi (Tentang kejayaan iptek Dunia Islam lihat misalnya M. Natsir Arsyad, 1992; Hossein Bahreisj, 1995; Ahmed dkk,
1999; Eugene A. Myers 2003; A. Zahoor, 2003; Gunadi dan Shoelhi, 2003).

Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek

Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek, yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Diakui atau tidak, kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya; dalam pandangan hidup, gaya hidup, termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan, mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam, diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini, dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama, bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek, bukan berarti konsep-konsep iptek harus sumber (mashdar) iptek. Artinya, apa pun konsep iptek yang dikembangkan, harus sesuai dengan Al-Qur`an dan Al-Hadits, dan tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur`an dan Al-Hadits itu. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan Al-Qur`an dan Al-Hadits, maka konsep itu berarti harus ditolak. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. Berarti, manusia sekarang bukan keturunan manusia pertama, Nabi Adam AS, tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan, Adam AS adalah manusia pertama, dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu, bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum, 2001). Firman Allah SWT (artinya) :

(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani).? (QS As-Sajdah [32] : 7)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.? (QS Al-Hujuraat [49] : 13)

Implikasi lain dari prinsip ini, yaitu Al-Qur`an dan Al-Hadits hanyalah standar iptek, dan bukan sumber iptek, adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). Dulu Nabi SAW menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah, padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. Dulu Nabi SAW juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman, padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara), yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. Jadi, selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam, iptek dapat diadopsi dari kaum kafir.

Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek

Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek, adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek, bagaimana pun juga bentuknya. Iptek yang boleh dimanfaatkan, adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan, adalah yang telah diharamkan syariah Islam.

Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyakayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. Antara lain firman Allah (artinya) :

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (QS An-Nisaa` [4] : 65)

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya?? (QS Al-A?raaf [7] : 3)

Sabda Rasulullah SAW :

Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya,
maka perbuatan itu tertolak.? (HR Muslim)

Kontras dengan ini, adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat, apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. Selama sesuatu itu bermanfaat, yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia, maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama.

Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan, mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral, tidak berperikemanusiaan, dan bertentangan dengan nilai agama. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa, memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti), mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual, bukan seksual), mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya, dan seterusnya.

Karena itu, sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia, dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam.

Penutup

Dari uraian di atas dapat dipahami, bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). Pertama, menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. Jadi, paradigma Islam, dan bukannya paradigma sekuler, yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. Kedua, menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. Jadi, syariah Islam-lah, bukannya standar manfaat (utilitarianisme), yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek.

Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik, insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia.

Th support couples should go through a genelogy check up before walking down the aisle.

Mau menikah? Check this out….KUDU! May 21, ’07 1:46 PM
for everyone

Penting!

CEK kesehatan Sebelum Menikah


Jangan sepelekan pemeriksaan kesehatan sebelum melangsungkan pernikahan.

Cinta Saja Tak Cukup

MENENTUKAN pasangan hidup memang gampang-gampang susah. Cinta, kesiapan mental dan materi saja tak cukup untuk menjadi modal melangsungkan pernikahan. Keterbukaan tentang riwayat kesehatan calon suami dan istri pun penting untuk menghindari timbulnya kekecewaan dan kemarahan di kemudian hari. Hal ini karena pada kenyataannya, tidak sedikit persoalan rumah tangga yang timbul belakangan akibat masalah kesehatan. Indahnya masa berpacaran, baik singkat maupun lama, kadang menutupi sifat dan kondisi, termasuk soal kesehatan masing-masing pihak yang sebenarnya. Karena itu, pemeriksaan kesehatan pranikah perlu untuk membentuk keluarga yang sehat sejahtera.

Sayangnya menurut Pramugari Widyastuti, psikolog dan konsultan perkawinan, kesadaran untuk memeriksakan kesehatan sebelum menikah sebagai pasangan calon suami istri masih kurang lumrah di Indonesia. Hal ini karena mereka kurang menyadari dampak dari aspek kesehatan terhadap kebahagiaan perkawinan. “Hal-hal kecil yang berkaitan dengan masalah fisik, kalau bermasalah bisa mengganggu hubungan suami istri dalam rumah tangga lho,” tambah Pramugari.

Rendahnya kesadaran untuk memeriksakan kesehatan sebelum menikah disebabkan berbagai hal. Kurangnya sosialisasi dan kuatnya pengaruh budaya serta dogma agama masih menjadi kendala, misalnya pandangan yang mengatakan bahwa jodoh ditentukan oleh Tuhan, jadi apapun risikonya harus dihadapi dan disyukuri. Selain itu, tes kesehatan semacam itu dianggap hanya akan menambah daftar kesibukan dan kerepotan menjelang pernikahan. Belum lagi anggapan bahwa pemeriksaan kesehatan hanyalah pemborosan karena memakan biaya yang tidak sedikit. Untuk pemeriksaan lengkap saja, calon pasangan suami istri rata-rata harus mengeluarkan uang diatas Rp500 ribu.

Ketakutan akan batalnya pernikahan setelah hasil pemeriksaan kesehatan turut berperan menyebabkan tidak banyaknya pasangan calon suami istri yang melakukan uji kesehatan sebelum menikah. “Secara psikologis, manusia paling takut ditolak,” kata pramugari. Padahal pemeriksaan kesehatan sebelum menikah berguna untuk menilai kesehatan pasangan, baik secara umum maupun khusus, akan ada atau tidaknya risiko atau kelainan kesehatan yang bisa membahayakan pasangan tersebut dan keturunan mereka kelak. “Pernikahan itu untuk menghasilkan generasi penerus yang jauh lebih sehat daripada generasi sebelumnya,” kata dr. Boyke Dian Nugraha, ginekolog dari Klinik Pasutri.

Pemeriksaan sebelum menikah meliputi pemeriksaan fisik akan ada atau tidaknya penyakit infeksi maupun penyakit keturunan yang dapat ditularkan atau diturunkan. “Pemeriksaan itu untuk mempersiapkan diri calon pasangan suami istri dari awal kalau ada apa-apa pada kesehatan mereka,” tambah dr. Boyke. Jangan sampai timbul penyesalan setelah menikah, hanya karena penyakit yang sebenarnya dapat disembuhkan jauh-jauh hari. Misalnya, setelah menikah, ternyata istri mengalami keguguran karena virus toksoplasma yang sebenarnya bisa disembuhkan dari dulu.

Penyakit menular seperti tuberkulosis, hepatitis, sifilis dan gonore (GO) pun bisa ditemukan pada kedua pasangan atau salah satunya dapat diobati sampai sembuh total sebelum pernikahan, sehingga risiko penyakit akan menulari pasangan dapat berkurang.

Mereka yang membawa gen penyakit atau kelainana yang dapat diturunkan seperti diabetes mellitus, asma, dan penyakit-penyakit kelainan darah, dianjurkan untuk berhati-hati dan menjaga faktor pencetus penyakit supaya tidak memunculkan penyakit yang dibawa. Mereka menyiapkan diri untuk menerima keadaan kalau keturunan mereka kelak menderita penyakit tertentu, misalnya asma karena kedua orang tuanya sama-sama mempunyai gen asma.

Riwayat penyakit dan kecenderungan gangguan kesehatan dalam keluarga juga merupakan hal yang perlu didiskusikan sebelum memutuskan menikah. Hal ini karena secara medis dapat meningkatkatkan risiko bagi keturunan mereka nanti. Pemeriksaan kesehatan pranikah akan mendeteksi berbagai kemungkinan yang akan terjadi setelah pernikahan, misalnya apakah ada kemungkinan keturunan mereka akan menderita diabetes mellitus, hemofilia, thalasemia, atau bahkan keterbelakangan mental.

Pemeriksaan kesehatan pranikah juga dapat mengungkapkan apakah ada ketidakcocokan rhesus darah yang dapat berakibat fatal pada bayi yang kelak akan dilahirkan. Perbedaan golongan darah tertentu bisa membahayakan janin. Misalnya, ibu bergolongan darah O, sementara janinnya memiliki golongan darah A atau B, maka bisa menimbulkan keguguran karena terjadi penolakan dari antibodi ibu terhadap antigen yang terdapat dalam darah janin tersebut.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga dapat diarahkan untuk memeriksa kesehatan reproduksi. “Makanya pemeriksaan biasanya ditambah dengan pemeriksaan yang meliputi kesehatan reproduksi, serta pemeriksaan alat kelamin calon suami dan istri,” tutur dr. Boyke. Pada wanita, dilakukan pemeriksaan USG untuk memeriksa apakah ada kista atau tidak dalam kandungan. Pada laki-laki, jika dianggap perlu, juga dilakukan pemeriksaan untuk mengungkapkan apakah calon suami mempunyai cukup sperma atau tidak. Selain itu, juga bisa dilakukan pemeriksaan analisis sperma untuk mengetahui kualitas sperma pasangan.

Idealnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan enam bulan sebelum pernikahan. Sehingga kalau ternyata salah satu pasangan mengidap penyakit tertentu, masih ada waktu untuk melakukan pengobatan terlebih dahulu. Dan seandainya terdeteksi penyakit keturunan pun, calon suami istri masih memiliki kesempatan untuk berpikir masak-masak apakah tetap akan melangsungkan pernikahan atau tidak. Namun pemeriksaan yang dilakukan tiga bulan sebelumnya juga oke. Bahkan, ada juga yang melakukan mendadak, sebulan sebelumnya. Yang penting, dilakukan sebelum menikah, ungkap dr. Boyke.

Meski dari pemeriksaan ditemukan adanya penyakit yang membahayakan keturunan, seperti gangguan darah, thalasemia, leukimia, diabetes mellitus, kanker atau HIV/AIDS sekalipun, kesepakatan untuk menikah tetap menjadi hak mutlak calon pasangan. Dokter hanya akan memberikan gambaran tentang resiko yang akan dihadapi pasangan dan keturunannya.

Bila hasil pemeriksaan kesehatan ternyata menggoyahkan jalinan cinta yang telah dibina, tentu saja yang patut disalahkan bukanlah pemeriksaan kesehatan itu, melainkan diri sendiri. Karena hal itu membuktikan bahwa calon pasangan belum siap 100% untuk menikah. ”Sekalian untuk menguji kadar cinta dan melihat apakah semata-mata rasa sentimental saja ataukah cinta yang dilandasi kebijaksanaan. Melestarikan hubungan, tidak cukup hanya dengan saling menyayangi saja. Kalau pasangan kita berubah, kita juga harus punya cukup kearifan untuk menerimanya, tidak menghakimi, mengucilkan dia, tapi membiarkan segalanya berjalan sesuai proses,” kata Pramugari.

PROSEDUR PEMERIKSAAN

Langkah-langkah melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah mudah sajadan tidak merepotkan.

· Datangi dokter puskesmas ataupun dokter umum, tidak perlu spesialis, untuk berkonsultasi.

· Biasanya akan dilakukan wawancara singkat seputar riwayat kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui penyakit yang pernah diderita, riwayat kesehatan anggota keluarga, juga keadaan lingkungan sekitar dan kebiasaan sehari-hari.

· Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan untuk mengetahui adanya kelainan fisik dan tanda-tanda fisik dari penyakit tertentu.

· Menjalani rangkaian tes radiologi dan laboratorium.


PEMERIKSAAN YANG PENTING SEBELUM MENIKAH

· Pemeriksaan riwayat kesehatan

· Pemeriksaan fisik

· Pemeriksaan rongen paru-paru

· Pemeriksaan ECG (untuk jantung)

· Tes darah lengkap (hemoglobin, patelet, ESR/laju endap darah), golongan darah dan rhesus, complete blood count (termasuk darah putih), MCV/MCH/MCHC (untuk mengetahui hubungan antar sel-sel darah)

· Pemeriksaan lab. TORCHS (untuk penyakit toksoplasma, rubella, herpes)

· Pemeriksaan gula darah

· HbsAg dan TPHA (untuk penyakit menular seksual)

· Widal (untuk penyakit tipus)

· Pap. TB (untuk penyakit tuberkulosis)

· Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal

· Pemeriksaan urin dan tinja lengkap

· Tumor maker (bagi mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga)

· Vaksinasi hepatitis B (dua bulan sebelum menikah)

· Vaksinasi Antitetanus (tetanus toksoid) bagi wanita (dua bulan sebelum menikah)

Penting Dan Wajib Dilakukan Sebelum Menikah !!!

Cek Kesehatan Sebelum Menikah

Pemerikasaan Yang Penting Sebelum Menikah :

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan rontgen paru-paru
  • Pemeriksaa ECG (untuk jantung)
  • Tes darah Lengkap(hemoglobin, platelet, ESR/laju endap darah, golongan darah dan rhesus, complete blood count (termasuk darah putih), MCV/MCHC (untuk mengetahui hubungan antarsel-sel darah)
  • Pemeriksaan lab. TORCHS (untuk penyakit toksoplasma, rubella, herpes)
  • Pemeriksaan gula darah
  • HbsAg dan antiHbsAg (hepatitis) serta HIV
  • VDRL dan TPHA (untuk penyakit menular seksual)
  • Widal (untuk penyakit tipus)
  • Pap. TB (untuk Tuberkulosis)
  • Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal
  • Pemeriksaan urin dan tinja lengkap
  • Tumor marker (bagi mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga)
  • Vaksinasi Hepatitis B (dua bulan sebelum menikah)
  • Vaksinasi Antitetanus (Tetanus Toksoid) bagi wanita (dua bulan sebelum menikah)

Prosedur Pemeriksaan :

  • Datangi dokter puskesmas ataupun dokter umum, tidak perlu dokter spesialis, untuk konsulatasi.
  • Biasanya akan dilakukan wawancara singkat seputar riwayat kesehatan. Tujuannya untuk mengetahui penyakit apa yang pernah diderita, riwayat kesehatan anggota keluarga (kanker, epilepsi, dan diabetes) juga keadaan lingkungan sekitar dan kebiasaan sehari-hari (merokok, pengguna narkoba).
  • Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan untuk mengetahui adanya kelainan fisik dan tanda-tanda fisik dari penyakit tertentu.
  • Menjalani rangkaian tes radiologi dan laboratorium.

Periksa Di Mana ?

  • RSUD Cengkareng
  • Klinik Pasutri
  • Laboratorium Klinik Pramita
  • RS Bunda
  • Laboratorium Klinik Prodia

    DINAS PERTANIAN PROPINSI DIY

    http://www.distan.pemda-diy.go.id

    Cetak

    12-01-2006

    MENGENAL FORMALIN LEBIH DEKAT

    Sejak ditemukan sebuah produk makanan yang mengandung formalin beberapa waktu lalu, masyarakat semakin sadar untuk berhati-hati dalam memilih produk makanan, khususnya bagi produk-produk olahan yang diindikasikan melibatkan formalin dalam proses pembuatannya. Selama ini, masyarakat pada umumnya mengetahui formalin sebagai zat yang dipakai dalam proses pengawetan jenazah, Sesunguhnya apakah Formalin itu, nampaknya belum banyak orang yang mengetahuinya lebih jauh.

    Formalin memiliki beberapa nama lain, seperti Formaldehid atau formol. Formalin merupakan cairan tidak berwarna dengan karakteristik bau menyengat, iritan dan menghasilkan aroma terbakar. Formalin dapat dicampur dengan alkohol dan air, namun tidak dapat dicampur dengan kloroform dan eter. formalin tidak dapat digunakan bersamaan dengan ammonia, gelatin, fenol, dan zat oksidator. Untuk menjaga kualitasnya, larutan ini harus disimpan dalam tempat yang hangat (diatas 15° C) pada tekanan udara yang cukup tingi, dan jauhkan dari cahaya. Endapan kecil berwarna putih dapat terbentuk jika disimpan pada tempat yang dingin. Formalin merupakan larutan cair mengandung 34%-38% CH2O dengan metil alkohol sebagai zat stabilisator untuk memperlambat polimerisasi formalin menjadi paraformaldehid yang padat.

    Efek samping

    Formalin bersifat iritan bagi mata, hidung, saluran pernapasan, dapat menyebabkan bersin, disphagia, konstraksi laring, bronchitis dan pneumonia. Hal yang lebih buruk adalah pada paparan berulang kali dapat menyebabkan asma. Larutan pekat yang mengenai kulit menyebabkan pemutihan dan pengerasan. Dermatitis kontak dan reaksi sensitifitas terjadi setelah penggunaan konsentrasi konvensional atau setelah kontak dengan sisa formalin pada resin.

    Penghirupan formalin dapat menyebabkan rasa nyeri yang intens disertai dengan inflamasi ulcerasi, dan nekrosis pada membran mucus. Dapat terjadi mual, hematemesis, diare disertai darah, hematuria (adanya darah dalam urin) , anuria (tidak ada produksi urin), asidosis, vertigo, dan kegagalan sikulasi. Kematian dapat terjadi setelah menghirup sebanyak 30 ml. Jika korban selamat dalam 48 jam, maka ia masih dapat ditolong. Batas maksimum yang diperbolehkan di udara adalah 2 ppm.

    Pengobatan efek samping

    Kulit yang terkena formalin harus dicuci dengan sabun dan air. Jika formalin terlanjur terhirup, berikan, air, susu, dan atau demulcents (obat untuk mengurangi iritasi). Asidosis yang terjadi akibat menghirup formalin membutuhkan penanganan intravena dengan natrium bikarbonat atau natrium laktat. Larutan encer ammonia dapat diberikan untuk mengubah formalin menjadi heksamin. Penggunaan hemodialisis juga disarankan.

    Penyerapan

    Formalin dapat dengan cepat dimetabolisir menjadi asam format dalam jaringan tubuh, khususnya pada hati dan sel darah merah. Asam format kemudian dapat diekskresikan dalam bentuk karbon dioksida dan air, atau dapat juga dikeluarkan lewat urin sebagai format atau dimetabolisir menjadi group metil yang labil.

    Penggunaan

    Larutan Formalin merupakan desinfektan yang efektif melawan bakteri vegetatif, jamur dan beberapa virus, tapi hanya bekerja efektif secara perlahan terhadap spora bakteri dan bakteri tahan asam. Formalin bereaksi terhadap protein yang kemudian dapat mengurangi kemampuannya melawan mikroorganisme. Efek sporisidal yang dimiliki formalin meningkat signifikan seiring dengan peningkatan temperatur. Formalin juga memilki kemampuan penetrasi, polimerisasi cepat serta pengendapan di permukaan.

    Efektivitas gas formalin bergantung pada kemampuan kelarutannya dalam air sebelum bereaksi pada mikroorgansme. Pada kenyataannya kelembaban relative sebesar 75% dibutuhkan. Jika dipakai pada kulit yang tidak luka, formalin dapat mengeraskan kulit, merusak kekuatannya dan memutihkan serta menghasilkan efek anastesi lokal. Larutan yang mengandung 3% Formalin telah digunakan untuk kutil pada tangan dan telapak kaki. Kaki yang lembab akibat luka dapat diobati dengan penggunaan formalin dan alkohol dengan perbandingan formalin berbanding alkohol, 1: 5-10 atau formalin berbanding gliserol dengan perbandingan 1 : 3. Namun pengunaan tersebut cenderung menyebabkan reaksi sensitisasi.

    Formalin memang secara umum iritan bagi mucus membran, namun telah digunakan sebagai obat kumur/antiseptic dan sebagai zat pengeras gusi. Dalam dunia kedokteran gigi telah digunakan sebagai pasta bersama dengan timol, kresol, gliserol dan oksida zinc untuk melokalisasi jaringan pulpa yang terinfeksi, sehingga jaringan yang tersisa tetap aman.. Dalam jumlah yang sesuai, Formalin dapat digunakan pada kresol atau kreosot sebagai pembersih saluran akar gigi.

    Larutan Formalin tidak dapat merusak logam atau kain namun tidak boleh digunakan untuk desinfeksi pada alat yang terbuat dari kedua bahan tersebut, jika terdapat metode lain yang lebih teruji. Pada desinfeksi selimut dan tempat tidur, digunakan dalam bentuk uap. Jumlah larutan Formalin yang digunakan harus dalam kadar yang diperkenankan untuk penyerapan bahan tersebut. Formalin juga digunakan sebagai larutan sebelum pencucian laundry dan sebagai bagian dalam proses dry celaning. Larutan Formalin 10 % dalam garam digunakan sebagai pengawet spesimen-spesimen patologis. Larutan ini tidak cocok untuk menyimpan urin pada pemeriksaan subsequent.

    Sumber : Depkes RI – MARTINDALE THE EXTRA PHARMACOPOEIA, Twenty Eighth Edition, 1982, The Pharmaceutical Press, London

    FORMALIN BUKAN BAHAN PENGAWET MAKANAN

    Bogor, CyberNews. Pakar Mikrobiologi Pangan dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Ir Ratih Dewanti, menegaskan bahwa formalin, yang sehari-hari lazim digunakan untuk mengawetkan jenazah, sama sekali bukan bahan pengawet untuk pangan.

    “Formalin itu bukan pengawet pangan, namun merupakan antiseptik mikroba yang hanya digunakan dalam industri pengolahan produk non-pangan seperti plastik. Formalin sama sekali tidak boleh dipakai dalam pangan,” katanya di Bogor, Senin.

    Ia mengemukakan itu berkaitan dengan “geger” penemuan kandungan formalin pada sejumlah produk makanan, dan sebagian besar pada jenis mi, tahu, bakso dan juga ikan asin, yang selama ini banyak dikonsumsi masyarakat luas.

    Dengan pemahaman bahwa formalin sama sekali tidak bisa difungsikan sebagai bahan pengawet makanan –karena mengandung racun– karena jika dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan beberapa penyakit di antaranya tenggorokan terasa panas, dan memicu kanker dan mempengaruhi fungsi organ tubuh lainnya.

    Ia mengatakan, sebenarnya ada alternatif yang dapat dilakukan oleh para pelaku usaha atau pembuat makanan dalam mengawetkan makanan, yaitu dengan menggunakan pengawet legal dengan dosis yang telah ditentukan, misalnya zat asam. “Atau ada perlakukan khusus terhadap proses pengolahan makanannya,” katanya.

    Penyuluhan kepada produsen untuk menerapkan program sanitasi dan praktik produksi yang baik sangat diperlukan demikian pula mengenai teknologi dalam menekan pertumbuhan mikroba dengan cara aplikasi teknologi pendinginan di seluruh mata rantai (cold chain).

    Hanya saja, menurut Ratih Dewanti, perlu diingat pula bahwa penyimpanan dingin tidak akan memberikan perpanjangan waktu simpan sangat banyak, mengingat produk basah –seperti salah satunya mi basah yang tinggi kandungan airnya–apalagi bila jumlah mikroba awalnya sudah tinggi.

    Kemudian, kata dia, dalam alternatif pengawetan ini juga dapat mengaplikasikan formula pengawet yang diizinkan yang dibuat dari BTP (Bahan Tambahan Pangan) untuk menghambat mikroba.

    Selain itu, juga bisa mengaplikasikan teknologi lain seperti pemanasan, pengemasan atau kombinasinya untuk menginaktifkan mikroorganisme pembusukan dalam produk makanan basah itu.

    Mengenai ciri-ciri fisik yang dapat diamati pada produk-produk makanan yang mengandung formalin, dijelaskan bahwa terutama pada produk basah, bisa dilakukan yaitu dengan melihat bentuk fisik yang kaku, dan bila formalinnya yang terkandung banyak, maka akan memiliki bau yang menyengat.

    Namun ciri-ciri fisik itu tidak akan terdeteksi bila kandungan formalin yang terdapat dalam makanan itu memiliki dosis yang rendah. “Untuk permasalahan ini memerlukan uji laboratorium, karena secara fisik tidak dapat dirasakan dengan pancaindera,” katanya. ( ant/Cn08 )

    CIRI-CIRI MAKANAN YANG MENGANDUNG FORMALIN

    Bagaimana mengetahui secara pasti adanya formalin pada produk pangan?

    Deteksi formalin secara kualitatif maupun kuantitatif secara akurat hanya dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pereaksi kimia.

    Bagaimana mengenali kemungkinan suatu produk pangan mengandung formalin sebagai pengawetnya?

    Berikut ini terdapat beberapa ciri penggunaan formalin, walaupun tidak terlampau khas untuk mengenali pangan berformalin, namun dapat membantu membedakannya dari pangan tanpa formalin.

    Ciri-ciri mi basah yang mengandung formalin:

    · Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius)

    · Bau agak menyengat, bau formalin

    · Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal

    Ciri-ciri tahu yang mengandung formalin:

    · Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius)

    · Tahu terlampau keras, namun tidak padat

    · Bau agak mengengat, bau formalin (dengan kandungan formalin 0.5-1ppm)

    Ciri-ciri baso yang mengandung formalin:

    · Tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)

    · Teksturnya sangat kenyal

    Ciri-ciri ikan segar yang mengandung formalin:

    · Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)

    · Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih

    · Bau menyengat, bau formalin

    Ciri-ciri ikan asin yang mengandung formalin:

    · Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)

    · Bersih cerah

    · Tidak berbau khas ikan asin

    Dikutip dari : Republika – 23 Agustus 2005 – Anda Bertanya,Badan POM Menjawab

    PENGAWETAN SPESIMEN-SPESIMEN HAIWAN KECIL DAN TUMBUHAN

    Pengawetan haiwan dalam cecair

    Semua haiwan mesti dipengsankan dahulu sebelum dibunuh agar ianya dapat diawet dalam keadaan yang sempurna. Formalin dan etil alkohol(etanol) adalah pengawet dan penetap yang paling umum digunakan.Formalin komersial biasanya diperolehi sebagai 40% larutan formaldehid. Semua pencairan fomalin adalah disediakan dari bahan komersial 40% ini.

    Formalin mengeraskan tisu dan menghasilkan kerapuhan jika dibandingkan dengan alkohol . Walaubagaimanapun ia adalah pengawet yang sesuai untuk pengawetan sementara terutama sekali dengan haiwan vetebrata . Semua spesimen yang diawet dalam fomalin lambat laun akan menjadi keras dan rapuh jika tidak dipindahkan dalam pengawet dalam alkohol. Jika ini perlu dilakukan spesimen-spesimen boleh terlebih dahulu dibasuh bagi menghilangkan baunya.

    Formalin adalah tidak sesuai untuk haiwan yang mempunyai kerangka atau spikul-spikul kapur kerana larutan komersil ini biasanya adalah berasid dan akan melembutkan bahagian berkapur ( calcareous) . Hal ini dapat diatasi dengan menuetralkan fomalin tersebut. Formalin dapat mengawet warna spesimen-spesimen lebih lama lagi jika dibandingkan dengan alkohol sungguhpun memang diketahui tidak ada satu pun bahan pengawet yang dapat mengekalkan warna asal spesimen sampai bila-bila.

    Haiwan yang lembut elok ditetapkan dan diawetkan dalam alkohol. Organisma bergelatin lembut memerlukan penetanan beransur bergantung kepada ketumpatan dan saiznya.

    Ini biasanya dari dua hingga enam jam bagi setiap kepekatan alkohol dari 30% , 50% dan 60% yang mana selepas itu ianya disimpan dalam alkohol 70%.

    Di bawah ini ada diberikan panduan bagi cara-cara memengsan membunuh dan bahan-bahan pengawet yang digunakan keatas spesimen-spesimen haiwan .

    Spesimen

    Bahan Pemengsan

    Atau Membunuh

    Bahan Pengawet

    i. Coelenterata

    Contoh : Hydra,Obor-obor,dll

    Bubuhkan hablur mentol ke dalam air .

    Alkohol 70%

    ii. Annelida

    Contoh : Cancing tanah,lintah dll.

    Megnesium Klorid 7%

    Fomalin 5% atau alkohol 70%

    iii. Mollusca( tidak berangka)

    Contoh: Lintah Bulan dan Sotong.

    Urethane 2% atau beberapa titik propyline

    klorid

    Fomalin 5% atau alkohol 70%

    iv. Mollusca

    Contoh: Siput dan Kerang

    Magnesium klorid 7%

    Formalin 5% jika besar suntikan dengan 10% formalin dahulu.

    V. Echinodermata

    Contoh: Gamat, tapak sulaiman

    Masukkan terus kedalam air tawar

    Formalin 5% jika besar suntik dengan formalin 10 % dahulu.

    Vi. Crustacea (laut)

    Contoh: Udang,ketam dll

    Masukkan dalam air tawar

    Formalin 5% Jika besar suntik dengan fomalin 10 % dahulu.

    Vii.Serangga

    Contoh: Kumbang

    Ethyl Acetat

    Keringkan dipinkan larva disimpan dalam alkohol 70 – 80%.

    X. Veterbrata daratan reptilia, amphibia dan lain-lain.

    Ether , klorofom

    Suntik dengan alkhol 70% atau fomalin 10% dan disimpan dalam fomalin 10%.

    Xi. Ikan

    Larutan urethane 10% atau ms-222 sandoz 1:1,000 hingga 1:20,000

    Formalin 10% ( suntik jika spesimen besar )

    Cara-cara menyediakan bahan pengawet cecair

    Anda boleh menyediakan bahan pengawet dengan mengikuti cara-cara dibawah:-

    Untuk Formalin

    Kepekatan 1% Formalin ( formaldehyde 40% ) 1 ml Air suling 99 ml ——– 100 ml ———

    Formalin 5% 5 ml

    Air suling 95 ml

    ——– 100 ml

    ———Formalin

    10% 10 ml

    Air suling 90 ml 100 ml

    ———

    Untuk alkohol

    Dari alkohol grade mutlak 70% Alkohol 70 ml

    Air suling 30 ml

    ——–

    100 ml

    ———

    Dari alkohol grade 95 % Alkohol 75 ml

    70% Air suling 25 ml

    ——-

    100 ml

    ———

    Pengawetan rangka haiwan vertebrata ( burung, tikus, arnab,ayam dan lain-lain )

    Satu cara pengawetan ialahpengawetan dalam bentuk penyediaan rangka haiwan ( taksidermi ). Ia adalah satu kaedah yang mana tulang-tulang haiwan tersebut diproses untuk diawet dan dibentuk dalam kedudukan yang aslinya. Ianya sangat sesuai untuk dijadikan bahan bahn rujukan dan bahan pameran di sekolah.Berikut adalah senarai langkah-langkah yang anda ikuti untuk menyediakan rangka haiwan anda.

    1. Mula-mula matikan haiwan dengan menggunakan klorofom dalam bekas yang tertutup.

    2. Kemudian buangkan kulit atau bulu pada haiwan tersebut.

    3. Buangkan segala isi perut dan organ-organ dalam badan.

    4. Lepaskan itu masukkan kedalam air mendidih selama satu jam. ( tertakluk pada saiz haiwan ) supaya senang di buang.

    5. Keluarkan spesimen tadi dan mula buangkan semua otot ( isi ) yang melekat pada tulang-tulang.

    6. Kemudian rendamkan ke dalam amonium hidroksida ( pelarut lemah ) selama 24 jam.

    7. Keluarkan selepas itu dan rendamkan ke dalam larutan 5% hidrogen prosikda selama 8 jam untuk memutikkan tulang.

    8. Lepas itu basuhkan dengan air dan keringkan di bawah cahaya lampu.

    9. Apabila tulang-tulang telah kering anda gamkan semila tulang-tulang yang tertanggal dan di samping itu membentuk kedudukan semulajadi haiwan tersebut.Rangka yang telah siap seeloknya dipaku atau dilekatkan pada pelantar untuk mudah di alihdan di simpan.

    10. Anda boleh disapuskan tulang-tulang tersebut shelac untuk melindungi daripada kulat atau bakteria.

    KUTIPAN DAN PENGAWETAN SERANGGA

    Serangga terdapat di mana-mana di sekeliling kita. Kebolehannya untuk hidup di berbagai-bagai jenis menjadikan ia berjaya sebagai satu kum[ulan. Separuh dan spesies-spesies lain tersebar luas di berbagai-bagai jenis lokasi. Ada jenis-jenis afid, sebagai contoh terbatas kehidupan pada satu spesies pokok sebagai perumah ( Host ) sementara ada yang menjadikan beratus-ratus jenis pokok berlaianan spesies sebagai perumah.

    Cara-cara kutipan

    Biasanya cara-cara kutipan adalah kurang selective (memilih) iaitu kemungkinan speseis -spesies berlainan tidak akan dikutip sekali. Sebagai contoh kutipan dengan cara-cara menyapu permukaan daun dengan jaring serangga (insect net) akan menghasilkan kutipan serangga-serangga di bahagian atas tumbuhan tersebut. Serangga-serangga di bahagian bawah tumbuh-tumbuhan tidak akan dapat dikutip untuk mewakili sepenuhnya tangkapan. Begitu juga serangga yang terdapat di atas permukaan tanah dan di bawah tidak akan dikutip langsung dengan kaedah begini.

    Salah satu cara yang biasa digunakan ialah dengan menggunakan jaring (sweep net) jaring ini digunakan pada permukaan-permukaan tumbuhan sepertirimbunan daun-daun, pokok-pokok renik, semak-semak, rumput-rumput dan lain-lain lagi.

    Membunuh dan Mengawet Serangga

    Bahan kimia bagi membunuh serangga yang sesuai ialah ethyl acetate. Ianya boleh diletakkan pada kapas atau bahan-bahan jerap (absorbent materials) di dalam sebuah botol (killing bottle). Walaupun ia terbakar tetapi ianya tidaklah sebahaya menggunakan

    sianid (syanide). Spesimen akan menjadi lebih lembut (relex) dan tidak tegang) walaupun ditinggalkan beberapa hari di dalam botol yang mengandungi ethyl acetate.

    Serangga-serangga yang berkulit keras biasanya dipin atau disemat. Serangga berbadan lembut seperti afid dan anai-anai boleh dibunuh dan disimpan dalam alkohol 70%. Alkohol isopropyl boleh digunakan jika ethyl alkohol tidak dapat diperolehi. Ada sesetengah orang lebih suka menggunakan larutan Hood’s yang mana ianya boleh disediakan dengan cara berikut:-

    Larutan Hood’s

    Ethyl alkohol 1485 ml

    air suling 330 ml

    asid glacial acetik 83 ml

    benzol 83 ml ——– larutan Hood’s

    Larva kupu-kupu atau rama-rama perlu disimpan dalam larutan KAAD

    sehingga ianya kembang sepenuhnya ( 30 minit hingga beberapa jam) dan kemudian barulah disimpan dalam alkohol 95%

    Larutan KAAD

    Kerosene 1 bahagian

    Alkohol ethyl 95% 10 bahagian

    asid asetik glacial 2 bahagian

    diaxane 1 bahagian

    Menyemat (Pinning) Serangga-Serangga

    Serangga yang berkulit keras ( yang besar) boleh disemat dengan pin dari atas menembusi badannya. Jenis Coleoptera ( kumbang) disemat menerusi kepak kanannya.,

    lalat, lebah, rama-rama/kupu-kupu biasa ianya disemat menerusi thorax dan pangkal kepaknya. Semua spesimen mesti disemat pada paras tinggi yang sama iaitu 1 inci dari atas hujungpin. Ini dapat ditentukan dengan menggunakan blok-blok penyemat (pinning block) . Kupu-kupu dan rama-rama biasanya diletakkan di atas papan (spreading boads yang dibuat daripada kayu ataupun polystyrene) di mana kepak-kepak perlu diatur dan dikembangkan hingga ianya kering dan dalam kedudukannya yang diperlukan. Serangga-serangga kecil boleh ditenggekkan (mount) ke atas kertas tebal (cardbord points) dengan menggunakan gam. Serangga tersebut mestilah diletakkan dalam kedudukan di mana kepalanya berhadapan ke hadapan dan point hujung tiga segi cardboard tersebut berada di sebelah kiri pin.

    Mengering Serangga

    Serangga yang telah disemat perlu dikeringkan sebelum boleh disimpan di dalam kotak-kotak serangga. Susun serangga-serangga tersebut di atas keratan polystrene dan masukkan ke dalam ketuhar pada suhu 45 C, keringkan sehingga beberapa hari. Serangga boleh juga dikeringkan di bawah matahari jika tidak terdapat ketuhar, tetapi mestilah diawasi dari dimakan oleh semut-semut perosak dan lainnya.

    Melabel

    Tiap-tiap spesimen mestilah dilabel dengan nama tempat dari mana ianya dikutip berserta dengan tarikh kutipan dan juga nama pengutip, label-label mestilah kecil dan diletakkan lebih kurang 5/8 inci pada pin serta dilekatkan selari dengan specimen. Nota-nota tambahan seperti jenis, tumbuhan di mana ianya dikutip juga adalah perlu dan ini boleh ditulis pada lebel yang lain dan dilekatkan lebih kurang 1/2 inci pada pin di bawah label yang terdahulu tadi.

    Menyimpan Serangga

    Specimen yang telah dikeringkan dan dilabel perlu disimpan dalam kotak-kotak serangga yang khusus. Kotak-kotak itu selalunya dilapis gabus dan ditutupdengan kertas putih. Ianya seeloknya mesti kedap udara dan dapat menghalang perosak-perosak seperti semut, lipas atau gegat memasukinya. Ubat gegat (Naptelene) perlu dilekatkan dalam gulungan kain nipis di bahagian bawah di sebelah tepi kotak . Ini perlu diperiksa dan ditambah dari masa ke semasa. Sejenis larutan boleh disediakan sebagai rawatan kepada kotak-kotak serangga ini. Ianya disapukan di permukaan dalam kotak dan dijemur sehingga kering. Cara menyediakan adalah seperti berikut:

    Bahan kuantiti

    1. Serbuk Napthelene 3 lb (1360 g)

    2. Kloroform 1 lb

    3. Beechwood Creosolte 1 ib

    4. Minyak petrol 4 1/2 pts.

    Cara menyediakan

    Campurkan kloroform dengan 1 1/2 lb serbuk nepthlene, kacau hingga sekata dan tambahkan lagi 1 1/2 lb serbuk nepthlene dan diikuti dengan beechwood Cresote. Kacau untuk melarutkan dan kemudian tambahkan petrol.

    Selepas disapukan pada kotak, keringkan kotak sehingga yang tinggal cuma selapis serbuk halus napthlene.

    Melembutkan (relex) Serangga (dewasa)

    spesimen yang kering mestilah dilembutkan sebelum ianya disemat atau ditenggek. Serangga-serangga yang kering boleh diletakkan dalam bekas yang tidak masuk angin (air-tight) di atas sekeping kertas tebal ataupun kertas jerap yang diletakkan di atas pasir basah. Bubuh sedikit (beberapa titik) asid karbolik pada pasir ini bagi mengelakkan kulat dari tumbuh. Spesimen-specimen akan menjadi lembut selepas 24 jam hingga 48 jam. Walau bagaimanapun adalah lebih elok sekiranya spesimen-spesimen disemat samasa ianya baru ditangkap dari ditunggu hingga ke saat-saat akhir dimana ianya perlu dilembutkan.

    PENGAWETAN TUMBUHAN

    1. Lumut Hati dan Lumut Jati

    Pengawet secara basah dan kering akan dibincangkan dalam bahagian ini. Kedua-dua cara ini adalah sama penting dan perlu diberikan perhatian. Specimen-specimen boleh diawet dalam jangkan masa tertentu dalam larutan F.A.A. Bermacam jenis larutan yang ditambah dengan kuprum telah disyorkan untuk mengawet serta mengekalkan warna hijau dalam tumbuhan namun demikian tidak terdapat satu pun yang boleh mengekalkan warna hijau selama-lamanya.

    Peenyediaan Larutan F.A.A. (Formalin-aseto-alkohol solution)

    Bahan Kuantiti

    Ethyl Alkohol 70% 90 ml

    Formalin , Formaldehyde 5 ml

    Asid Asitik glacial 5 ml

    Bagi bahan tumbuhan yang lembut digunakan 50% , gunakan 3 ml asid asetik dan 7 ml formalin bagi bahan-bahan keras seperti berkayu (woody)

    Kaedah-kaedah berikut ini dapat mengawet dan mengekalkan warna hijau pada tumbuhan dengan berkesan bagi satu-satu jangkamasa tertentu. Ini adalah bergantung pada jenis tumbuhan pula.

    1. F.A.A dengan kuprum sulfat

    Bahan Kuantiti

    Kuprum sulfat 0.1 g

    Ethyl alkohol, 50% 90 ml

    Formalin,40% formaldehyde 5 ml

    Asid setik, glacial 5 ml

    Cara : Rendamkan spesimen dalam larutan ini selama 3-4 hari. Selepas itu pindahkan ke larutan F.A.A (tanpa CuSo4) untuk disimpan.

    2. Lactophenol kuprum

    Bahan Kuantiti

    Fenol 20 g

    Asid laktik 20 g

    Gliserin 40 g

    Air suling 20 ml

    Kuprik Keloroid 0.2 g

    Kuprik asetat 0.2 g

    Larutan ini dicadangkan untuk alga hijau tetapi sesuai juga untuk lumut hati dan lumut jati. Rendamkan spesimen dahulu dalam larutan selama 3 hingga 10 hari bergantung pada saiz tumbuhan. Kemudian pindahkan ke dalam larutan F.A.A. untuk disimpan.

    2. Alga

    Pengawetan dalan cecair

    1) Alga air tawar : larutan-larutan yang disebut di bawah adalah dicadangkan untuk semua jenis kecuali yang berbentuk unicellular lembut (delicate) penambahan sedikit kuprum sulfat munkin dapat membantu mengekalkan sedikit warna alga hijau.

    A) Formalin-chroma alum

    Kalium-kronalum 10 g

    Formalin 4% 5 ml

    Air 500 ml

    b) Formalin -asid asetik glacial

    Air 72 ml

    Formalin (40% Fornaldehyde) 5 ml

    Gliserin 20 ml

    Asid asetik glacial 3 ml

    c) Transean’ s solution

    Air 60 ml

    Ethyl alkohol 30 ml

    Formalin 10 ml

    Gliserin 5 ml

    ii) Alga Laut

    a) 3 % Formalin

    Formalin 3 ml

    Air laut 97 ml

    Untuk alga yang besar gunakan 5 ml formalin

    b) Ethly alkohol

    Ethyl alkohol 70 ml

    Air laut 30 ml

    Untuk menetapkan warna hijau dalam alga laut, larutan berikut adalah dicadangkan.

    3. Kulat

    Pengaweatan dalam cecair, kulat-kulat segar (freshy) seperti cendawan, kulat bracket dan kulat cup serta bahagian-bahagian yang dijangkiti parasit-parasit kulat boleh diawet untuk jangkasmasa tertentu dengan menggunakan bahan-bahan pengawet di bawah ini.

    A) 5 % formalin (tambahkan 5 ml formaldehde kepada 5 ml air suling

    b) F.A.A. (Formalin-asid asetik alkohol)

    Formaldehde (larutan 40%) 50 ml

    Asid asitik galcial 50 ml

    Alkohol 60 % (ethanol atau isopropil) 900 ml

    Bagi mengawet kulat berwarna formulasi-firmulasi nerikut adalah disyorkan.

    A) Kulat yang terdapat pigmen larut air

    Asid asetik glacial 10 ml

    Mercuric acetat 1.0 ml

    Plumbum asetata neutral 10.0 ml

    Ethy alkohol 90 % 1000 ml

    b) Kulat yang terdapat pigmen tak larut

    Asid asetik glacial 5 ml

    Mercuric asetat 10 ml

    Air Suling 100 ml

    Pengawetan kering : tumbuhan dengan parasit kulatnya boleh dikeringkan dalam penekanan tumbuhan(plant press) dan disimpan di atas kertas herbarium. Kulat segar, termasuk cendawan, bola puf, kulat cup, dan lain-lain boleh dikeringkan dibawah matahari atau bawah pencahayaan terang. Spesimen yang kering ini akan disimpan di dalam beka-bekas yang mana dimasukkan sedikit hablur paradichlorobenzenl bagi menghalang seranggan memasuki dan merosakkannya.

    Pengawetan spesimen tumbuhan dengan cara kering.

    Kebanyakkan tunbuhan berkayu boleh di awetkan terutama daun dan bunnya untuk dijadikan spesimen herbarium. Keadaan ini dalah paling sesuai dan boleh disimpan dengan lama jika disimpan dikendalikan dengan sempurna. Pengawetan dalam bentuk kering ini adalah sesuai untuk dijadikan bahan rujukan di makmal sekolah anda. Jadi bagaimana anda akan melakukan pengawetan ini ?

    Mula-mula adan perlu menyediakan bahan atau alat-alatnya seperti di bawah ini:

    1. Alat penekan (plant press)

    Diperbuat daripada kayu berukuran setiap 1cm x 3 cm x 48 cm panjang. Kayu-kayu ini kemudian dipaku dengan teguh untuk membentuk pengapit. Anda perlu menyedikan dua belah alat ini.

    2. Tali pengikat

    Tali ini adalah untuk mengikat alat pengapit. Boleh diperbuat daripada nylon ataupun jerami dan secukup panjang untuk diikat dikeliling alat pengapit.

    3. Kadboard (corrigated boards)

    Sediakan beberapa keping berukuran 33 cm x 50 cm. Kadbod ini digunakan untuk mengapit spesimen yang telah disusun di antara helaian kertas sebelum dikapit dengan pengapit.

    4. Lapisan kertas

    Kertas ini adalah untuk menyusun dan mengapit spesimen. Anda boleh gunakan kertas surat khabar untuk tujuan ini.

    5. Kertas herbarium

    Kertas ini tebal, berukuran 16 1/2” x 10 1/2” dan berwarna putih. Penyediaan spesimen herbarium melibatkan proses mengutip, menekan (mengapit) melekat, melabel dan akhirnya mengecamkan spesimen. Disini saya tidak akam membincangkan kaedah pengecaman spesimen.

    Proses Pengapitan

    Anda perlu memilih spesimen yang sesuai seeloknya yang mempunyai daun yang tidak dimakan ulat, bunganya atau buahnya jika terdapat. Kemudian susunkan spesimen ini di antara lapisan kertas. Pastikankeratan spesimen ini tidak melebihi kertas kadbor (33 cm x 50 cm) yang akan digunakan untuk mengapitnya nanti. Sisinkan daun-daun supaya tidak bertindih dan jika terlalu banyak daun buangkanya jika perlu , cukup sekadar mempamerkan bahagian batang, daun, dan bunga. Selepas itu anda perlu susun spesimen di dalam kertas ini di antara dua kadbod dan alat pengapit kayu. .Dengan menggunakan tali dengan kuat kepitan spesiemn ini seelok-eloknya tali dikelilingkan beberapa kali pada pengapit tadi.

    Mengering Spesimen

    Apabila spesimen selesai dikapit ianya sudah sedia untuk dikeringkan. Terdapat dua cara anda dapat mengeringkan spesimen tersebut. Pertama dengan cara cahaya matahari dan kedua adalah dengan menggunakan ketuhar yang mana suhu boleh dikawal. Dengan cara pertama spesimen dalam alat pengapit perlu didedahkan di bawah cahaya matahari. Pada keesikan harinya anda perlu membukannya pengapit ini dan pindahkan spesimen-spesimen ke lapisan kertas-kertas baru. Betulkan dan atur semula daun-daun atau bunga yang terlipat semasa proses pengapitan terdahulu. Proses ini perlu dilakukan sehingga spesimen betul kering. Cara mengering dengan cahaya matahari ini akan mengambil masa satu minggu.

    Kaedah pengeringan dengan menggunakan haba dari ketuhar adalah sangat sesuai dan cepat. Jika terdapat edaran udara yang elok maka ianya adalah satu cara paling sesuai menerusi pengeringan cepat bagi mengawet warna tumbuhan. Spesimen yang dikapit dimasukkan terus kedalam ketuhar pada suhu 45 C hingga 60 C. Proses pengeringan cara ini biasanya mengambil masa 3 hingga 7 hari. Dalam pad itu jangan lupa menukar lapisan kertas bila-bila perlu.

    Melekatkan Spesimen (Mounting)

    Selepas anda telah melakukan proses pengapitan dan pengeringan, spesimen tadi adalah sedia untuk dilekatkan ke atas kertas herbarium. Kertas herbarium yang standard adalah berukuran 16 1/2” x 10 1/2”. Tujuan utama bagi spesimen ini dilekatkan adalah untuk memudahkan penyimpanan. Oleh itu adalah penting bagi anda memastikan spesimen dilekatkan dengan kuat pada kertas serta diatur dan dipamer dengan jelas. Sebolehnya-bolehnya kedudukan asal bahagian tumbuhan mestilah dikekalkan dan anda tidak perlu mengubah mana-mana bahagian untuk mendapatkan kedudukan yang anada rasa elok. Pamerkan bahagian atas dan bawah daun-daun terutama sekali bagi tumbuhan seperti pakupakis supaya dapat dilihat perbezaanya.

    Batang tumbuhan boleh dilekatkan ke atas kertas herberium dengan menggunakan benang jahitan. Anda perlu menebut kertas herberium ini dan jahitkan benang dengan mengguakan jarum. Disampingitu juga anda boleh gunakan kertas jalur bergam atau gam resin/emulsi. Pastikan selepas menjahit anda mematikan jahitan dengan membuat satu ikatan di belakang kertas herberium. Daun-daun pada kertas lebar boleh juga dijahit di batangnya atau digam terus pada kertas. Setiap tumbuhan mestilah dilekatkan pada kertas herberium yang berasingan.

    Melebel spesimen

    Sesudah melekatkan spesimen yang telah kering tadi perlu melebelkannya selepas ini. Biasalebel ini dilekatkan pada bahagian bawah kertas. Maklumat yang difikirkan perlu adalah seperti nama saintifik,nama amnya, nama family, tempat dimana ia dikutip, habitatnya, nama pengutip, tarikh ianya dikutipdan nombor herberiumnya bagi tujuan rekok atau rujukan ( sila lihat contoh ).


One comment on “Artikel

  1. If you are a real estate professional, be really careful in dealing with KoRes Corp. in Weston Florida. Tulio Rodriguez & Monica Cataluna-Shand are shysters and look for anyway to steal ones customers. They attempt to steal your client by requesting their contact information and later contact them behind your back to get them to deal with them directly.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s